Punya Asuransi Kesehatan Sesuai Tagihan, Masih Perlukah Asuransi Penyakit Kritis?

Aneka biaya tersembunyi penyakit kritis yang tidak ditanggung asuransi kesehatan.

Aneka biaya tersembunyi penyakit kritis yang tidak ditanggung asuransi kesehatan.

Sekarang ini banyak program asuransi kesehatan yang membayar biaya pengobatan sesuai tagihan rumah sakit. Di Allianz pun sejak Agustus 2014 lalu telah diluncurkan produk SmartMed Premier, program asuransi kesehatan yang membayar klaim sesuai tagihan dengan limit tahunan 6 miliar. Artinya, berapa pun biaya yang ditagihkan rumah sakit, untuk penyakit kritis sekalipun, akan dibayar sepenuhnya oleh Allianz, selama tidak melebihi 6 miliar.

Bagus? Tentu saja. (Penjelasan lebih lengkap tentang SmartMed Premier bisa dibaca di SINI).

Pertanyaannya, jika kita sudah memiliki produk askes yang membayar klaim sesuai tagihan semacam itu, apakah kita masih perlu mengambil asuransi penyakit kritis?

Jawabannya adalah PERLU.

Mengapa?

“Karena asuransi kesehatan, sebagus apa pun dan sebesar berapa pun limitnya, tidak memberikan uang tunai dalam jumlah besar; sesuatu yang sangat dibutuhkan ketika seseorang mengalami penyakit kritis.”
Baca lebih lanjut

Perbedaan dan Persamaan antara SmartMed Premier dengan Maxi Violet

Smartmed Premier gambarAllianz Life Indonesia memiliki tiga produk asuransi kesehatan perorangan yang berdiri sendiri, bukan rider di unitlink dan tergolong asuransi tradisional murni tanpa nilai tunai. Ketiganya adalah Allisya Care, Smarthealth Maxi Violet, dan SmartMed Premier. Pembahasan tentang Allisya Care bisa dilihat di SINI. Allisya Care dan Maxi Violet memiliki manfaat yang sama, dengan perbedaan keduanya bisa dilihat di SINI.

SmartMed Premier adalah produk askes baru yang diluncurkan bulan Agustus 2014. Penjelasan produk SmartMed Premier bisa dilihat di SINI.

Artikel ini secara khusus menyoroti perbedaan dan juga persamaan antara SmartMed Premier dengan Maxi Violet.
Baca lebih lanjut

SmartMed Premier: Askes Sesuai Tagihan dari Allianz dengan Limit Tahunan 6 Miliar

Smartmed Premier gambarKabar gembira untuk kita semua. Pada bulan Agustus 2014, Allianz meluncurkan program asuransi kesehatan yang menanggung biaya rumah sakit sesuai tagihan, dengan limit tahunan 6 miliar. Askes berkategori premium ini dapat digunakan di seluruh dunia, dengan fasilitas kartu cashless khusus di Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Keunggulan

1. Pembayaran biaya rumah sakit sesuai tagihan (as charge).

2. Limit tahunan 6 miliar rupiah untuk semua plan.

3. Tidak ada batasan manfaat per penyakit.

4. Fasilitas cashless (gesek kartu) di rumah sakit jaringan AdMedika di Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

5. Fasilitas reimburse (penggantian biaya) untuk perawatan di luar jaringan AdMedika.

6. Fasilitas cashless untuk manfaat persalinan dan rawat jalan & gigi.

7. Menanggung manfaat khusus: kemoterapi, dialisis (cuci darah), HIV/AIDS, evakuasi medis dan pemulangan darurat, dan pemakaman.

8. Dapat ditambah dengan rider persalinan dan rawat jalan & gigi.

9. Diskon 5% jika menyertakan anggota keluarga (pasangan dan maksimum 3 anak).

10. Akses ke layanan Allianz Medical Hotline 24 jam 365 hari setahun.

11. Perawatan berlaku di seluruh dunia.

12. Bila perawatan dilakukan di kamar yang lebih tinggi dari plan yang diambil, berlaku inner limit, bukan prorata.

13. Tersedia pilihan co-share dan no claim bonus untuk mendapatkan premi yang lebih murah.

Baca lebih lanjut

Rider Baru Tapro Allisya: Hospital & Surgical Care +

Kabar baik untuk masyarakat Indonesia. Mulai 20 Januari 2014, Allianz Life Syariah meluncurkan produk baru berupa rider (manfaat tambahan) pada program Allisya Protection Plus (Tapro), yaitu Hospital & Surgical Care +.

Rider ini dikembangkan untuk memenuhi permintaan dari para nasabah yang menginginkan layanan asuransi kesehatan rawat inap yang dilengkapi kartu cashless dalam bentuk unit link. Sebelumnya, askes rawat inap hanya terdapat dalam bentuk asuransi kesehatan murni Allisya Care. Boleh dikatakan, Hospital & Surgical Care + atau HSC+ adalah Allisya Care yang dipindahkan ke program Tapro Allisya dengan beberapa penyesuaian.
Baca lebih lanjut

Pertanyaan-Pertanyaan Dasar Seputar JKN dan BPJS Kesehatan

JKNMulai 1 Januari 2014 sistem Jaminan Sosial terbaru atau JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) resmi diberlakukan. Namun masih banyak warga yang belum tahu apa itu BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan dan JKN. Berikut ini adalah pertanyaan-pertanyaan dari warga yang masih bingung soal JKN dan BPJS seperti dirangkum liputan6.com, Selasa (31/12/2013). Sumber artikel di sini

1. Apa itu JKN dan BPJS Kesehatan dan apa bedanya?

JKN merupakan program pelayanan kesehatan terbaru yang merupakan kepanjangan dari Jaminan Kesehatan Nasional yang sistemnya menggunakan sistem asuransi. Artinya, seluruh warga Indonesia nantinya wajib menyisihkan sebagian kecil uangnya untuk jaminan kesehatan di masa depan.

Bagaimana dengan rakyat miskin? Tidak perlu khawatir, semua rakyat miskin atau PBI (Penerima Bantuan Iuran) ditanggung kesehatannya oleh pemerintah. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi rakyat miskin untuk memeriksakan penyakitnya ke fasilitas kesehatan.

Sementara BPJS adalah singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. BPJS Kesehatan ini adalah perusahaan asuransi yang kita kenal sebelumnya sebagai PT Askes. Begitupun juga BPJS Ketenagakerjaan merupakan transformasi dari Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja).
Baca lebih lanjut

Komentar atas Kultwit Ligwina Poerwo-Hananto tentang Asuransi Penyakit Kritis

LigwinaBeberapa waktu lalu seorang klien saya mengirimkan tautan berisi rangkuman kultwit Ligwina Poerwo-Hananto, perencana keuangan di QM Financial, tentang asuransi penyakit kritis. Klien saya meminta saya menanggapi isi kultwit tersebut. Materi kuliah twiter bisa dibuka di web QM Financial, di sini: http://qmfinancial.com/summary-tweet-finclic-22-oktober-2012/

Saya pasang kembali isi kultwit tersebut di blog ini disertai komentar atas sejumlah poin yang menggelitik sel-sel otak saya (ditandai warna biru-tebal). Sebelumnya mohon maaf jika kata-kata saya ada yang keliru atau kurang selayaknya. Terima kasih dan semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian.

Berikut ini merupakan summary tweet #FinClic 22 Oktober 2012 tentang Asuransi Penyakit Kritis.

Hari ini #FinClic ya! Khusus mau bahas tentang penyakit kritis dan efeknya ke keuangan kita. Silakan mulai pikirin pertanyaan- pertanyaannya.

Oke Bund, topik yang sangat menarik. (Ligwina adalah ibu dari 3 anak).

Gw selalu percaya ketok pintunya dan Tuhan yang pilihkan pintu mana untuk gw lewati. Dan belakangan ini semua tentang penyakit kritis #FinClic

It’s like the universe pulling me to come into new awareness, new knowledge and more importantly new way of life #FinClic

Tentang gaya hidup sehat bisa follow @erikarlebang @dr_Phaidon@rezagunawan atau @carlotamba. Gw bahas tentang sisi keuangannya aja ya #FinClic

Nanti ya jam12-an gw akan mulai #FinClic khusus tentang Penyakit Kritis, efeknya apa ke keuangan kita dan cara mengatasinya

Bahan ngobrol #FinClic hari ini akan nongol jadi artikel di @KontanNews dan blog http://qmfinancial.com 

Heits mari mulai #FinClic tentang penyakit kritis hari ini

Siip, lanjutkan :)

Dalam istilah asuransi. Penyakit Kritis: penyakit dengan kondisi irreversible, critically ill. Penyakit Kronis: berlangsung terus menerus #FinClic

Setuju, Bund. Beberapa penyakit kritis tergolong irreversible (gak bisa balik lagi, alias tidak akan pulih seperti sediakala). Setara dengan kejadian meninggal dunia dan cacat tetap. Kalau sudah kejadian, itu namanya “terlanjur”. Tinggal penyesalan jika tak punya persiapan. Ibarat dosa yang tak terampunkan. Atau maaf yang tak sempat disampaikan hujan kepada awan (plesetan dikit dari syair Sapardi Djoko Damono, hehe). Baca lebih lanjut

Rawat Jalan Itu Tidak Perlu Pakai Asuransi

dialogDialog berikut ini saya tujukan untuk mereka yang suka menanyakan asuransi rawat jalan. Di bagian akhir saya tambahkan pula dialog tentang rawat gigi, kacamata, dan melahirkan, serta asuransi apa yang selayaknya kita miliki. Semoga bermanfaat.

Z          : Aku baca di tulisan “Asuransi Rawat Jalan, Perlukah?”, kamu bilang asuransi rawat jalan itu tidak perlu. Kenapa emangnya?

A          : Lho, katanya udah baca, kok nanya lagi?

Z          : Sori, cuma pengen denger langsung dari orangnya.

A          : Oke. Menurut kamu, sakit yang bisa berobat jalan itu sakit kayak apa?

Z          : Hmm, yang aku pernah alami sih, batuk pilek sama demam. Tadinya pakai obat warung, udah tiga hari gak berenti. Trus aku pergi ke klinik 24 jam. Diperiksa-periksa sama dokter, dikasih obat, habis itu mendingan.

A          : Habis berapa waktu itu berobatnya?

Z          : Buat dokternya 75 ribu, obatnya 90 ribu. Total 165 ribu.

A          : Punya gak uang segitu? Baca lebih lanjut