Mengapa Saya Jadi Agen Asuransi dan Mengapa Allianz

MDITApa yang Ditawarkan Profesi Agen Asuransi?

Untuk melihat alasan mengapa saya jadi agen asuransi, mari kita lihat apa saja yang ditawarkan profesi ini:

1. Waktu kerja fleksibel. Bisa diatur sendiri. Bisa dimulai sebagai bisnis sampingan.

2. Tempat kerja fleksibel. Tidak harus ngantor tiap hari.

3. Tanpa hubungan bos-karyawan. Diri sendiri adalah pebisnis.

4. Modal kecil, sehingga risiko pun kecil atau bahkan tidak ada.

5. Hasil besar, terus bertambah setiap bulan, dan penghasilan pasif hingga tak terbatas. Di bisnis ini ada faktor 24x: kerja 1 bulan, dibayar 24 bulan. Juga ada royalti 5 generasi. Inilah kebebasan finansial + kebebasan waktu. (Mengenai potensi penghasilan pasif yang bisa diperoleh dari bisnis ini, silakan lihat bukti-buktinya di MDIT (Agen Allianz Berpenghasilan Miliaran).

6. Keamanan kerja. Ketika telah mencapai tingkat tertentu, penghasilan tidak akan turun meski setahun tidak kerja.

7. Produk yang dijual merupakan kebutuhan manusia. Kebutuhan menimbulkan permintaan. Selama ada permintaan, bisnis akan tetap jalan.

8. Bisnis jangka panjang. Sesuai dengan sifat produknya yang dibutuhkan manusia sejak lahir hingga meninggal dunia.

9. Membantu banyak orang, produk maupun bisnis. Produk memberikan perlindungan, bisnis memberikan penghasilan. Tidak salah jika dikatakan, agen asuransi adalah The Nobel Job (profesi mulia atau terhormat).

10. Jaringan bisnis bisa diwariskan, kepada pasangan atau anak. Kerja seumur hidup tidak sia-sia.

11. Rendah stres. Tanpa utang-piutang, tanpa stok barang, tidak mikirin gaji karyawan.

12. Menambah teman. Bertemu klien dari beragam kalangan. Semua rekan kerja adalah para pebisnis.

13. Meningkatkan kualitas diri dan kepemimpinan. Melalui interaksi mendalam dengan banyak orang dan rekan-rekan pebisnis, secara otomatis kita dilatih untuk lebih rendah hati, lebih melayani, selalu bersikap positif, kuat mental, dan lain-lain.

14. Banyak penghargaan bagi agen yang berprestasi. Trip ke luar negeri, nama dimuat koran, MDRT, MDIT, dll. (Contoh penghargaan Allianz, klik di SINI).

15. Keseimbangan hidup terjaga. Bisa mengatur waktu untuk keluarga, berlibur, kegiatan ibadah, hobi, dan lain-lain.

Adakah bisnis atau profesi lain yang menawarkan sekaligus semua hal di atas?

 

Mengapa Allianz?
Baca lebih lanjut

MDIT (Agen-agen Allianz Berpenghasilan Miliaran)

,

Apa itu MDIT dan Perbedaannya dengan MDRT

MDITMDIT (Million Dollar Income Team) adalah simbol baru pencapaian tertinggi seorang agen asuransi yang berkarier di Allianz Star Network.

Selama ini pencapaian tertinggi seorang agen asuransi dikenal dengan istilah MDRT (Million Dollar Round Table), juga paling bergengsi karena merupakan penghargaan bertaraf internasional. Syarat untuk mencapai MDRT adalah penjualan pribadi sekitar 543 jutaan, dihitung dari premi tahun pertama yang terbayarkan (1st year collected premium). Di atas MDRT ada COT (Court of the Table, premi terkumpul 1,63 miliar), di atasnya lagi ada TOT (Top of the Table, premi terkumpul 3,26 miliar).

Berbeda dengan MDRT (juga COT dan TOT) yang diukur dari penjualan pribadi, MDIT diukur dari penghasilan. Syarat untuk dapat disebut MDIT adalah penghasilan minimal 1 miliar per tahun, atau sekitar 83 jutaan per bulan. Penghasilan ini bisa saja diperoleh dari komisi penjualan pribadi, tapi kebanyakan diperoleh dari royalti penjualan grup.

MDRT adalah penjual yang hebat, sedangkan MDIT adalah leader yang dahsyat. Seorang leader harus bisa menjual sekaligus mendidik orang lain untuk bisa menjual. Secara umum dapat dikatakan, menjadi MDIT lebih berat daripada menjadi MDRT.
Baca lebih lanjut

Pengumuman Pemenang ASN Award 2014: 141 MDIT, 208 MDRT

Agen asuransi adalah sebuah bisnis yang penuh dengan aneka penghargaan, baik dari perusahaan, asosiasi nasional (AAJI), hingga asosiasi internasional. Beruntung saya berada di bisnis ini, dan berkesempatan mencicipi salah satu di antaranya. (Ceritanya bisa dibaca di SINI).

Top Winner 2014

Daftar peraih MDIT, MDRT, COT, TOT, dan Top-Top Personal ASN Award 2014.

Pada tanggal 14 Mei 2014, dalam 4 halaman harian Kompas, Allianz mengumumkan para pemenang ASN Award 2014 (hasil dari pencapaian agen tahun 2013 hingga awal 2014), yang terdiri dari:

  1. MDIT (Million Dollar Income Team) – 141 orang (3 di antaranya pasangan suami-istri)
  2. MDRT (Million Dollar Round Table) – 203 orang
  3. COT (Court of the Table) – 4 orang
  4. TOT (Top of the Table) – 1 orang
  5. MDRT Life Time Member – 7 orang
  6. Premier Club dan Double Premier Club (Trip ke Eropa, Amerika) – 177 orang
  7. Champion Club (Trip ke Korea, Jepang, Turki) – 425 orang
  8. Achiever Club (Trip ke Thailand) – 773 orang
  9. Top BD (Business Director) – 5 orang
  10. Top SBM (Senior Business Manager) – 5 orang
  11. Top BM (Business Manager) – 5 orang
  12. Top Personal Producer by Cases (penjualan polis paling banyak) – 10 orang
  13. Top Personal Producer by ALP (penjualan premi paling besar) – 10 orang

 

Sedikit saya jelaskan pengertian dari istilah-istilah di atas:
Baca lebih lanjut

Ingin Sukses, Beranikah Anda untuk Berubah?

“Orang yang mau hidupnya berubah tapi tetap melakukan hal yang sama setiap harinya, itulah orang gila.” (Albert Einstein)

 

Tak diragukan lagi, semua orang ingin sukses. Sukses, dalam berbagai bentuk dan tingkatannya, adalah suatu kebutuhan, yang jika tidak dipenuhi akan membuat seseorang tidak atau kurang bahagia.

Tapi untuk mencapai sukses diperlukan sejumlah perubahan. Di sinilah masalahnya. Proses perubahan itu pada umumnya tidak mengenakkan bahkan bisa menyakitkan, sehingga kebanyakan orang lebih senang berkubang di zona nyaman. Padahal sesungguhnya zona nyaman itu tidaklah betul-betul nyaman. Dan jika terus didiami, semakin lama akan semakin tidak nyaman.

Saya ambil contoh profesi agen asuransi. Sudah banyak orang yang tahu bahwa menjadi agen asuransi adalah satu cara untuk berubah dari hidup yang biasa-biasa saja menjadi hidup yang luar biasa. Tapi yang betul-betul mau menempuh jalannya dan menghadapi segala risikonya, tidaklah sebanyak agen yang mendaftar. Yang berhasil mungkin hanya sepersepuluhnya, sebagian lagi menjadi agen yang setengah-setengah, dan selebihnya kembali ke zona nyaman mereka (yang sesungguhnya tidak nyaman itu).

 

Venny Wantouw, pernah ditolak 60 kali berturut-turut di awal jadi agen, mendirikan grup Busster, grup yang paling pesat perkembangan jaringannya di ASN.

Venny Wantouw, pernah ditolak 60 kali berturut-turut di awal jadi agen, mendirikan grup Busster, grup yang paling pesat perkembangan jaringannya di ASN.

 
Baca lebih lanjut

Tips Berjualan Asuransi Lewat Blog: Pengalaman dengan Blog Myallisya

Toko DaringBlog ibarat sebuah toko. Ke toko itu, orang-orang datang berkunjung dan melihat-lihat barang-barang yang ditawarkan. Jika tertarik dan kebetulan punya uang, mereka membeli. Jika tidak tertarik atau tidak ada uang, mereka pergi lagi. Bedanya, blog berada di dunia maya atau dalam jaringan (daring, online).

Bagi saya selaku agen asuransi, memiliki sebuah toko daring itu “sesuatu banget”. Masalah dasar yang setiap pagi menghantui banyak agen asuransi: “Siapa lagi yang harus saya prospek hari ini?”, terpecahkan dengan sendirinya. Masalah selanjutnya yang kerap bikin agen menyerah, yaitu penolakan, pun berkurang secara signifikan atau beralih rupa menjadi tidak lagi menyakitkan.

Dengan memiliki sebuah toko daring, prospek datang sendiri, mungkin melalui mesin pencari atau media sosial. Mereka bertanya tentang produk atau meminta ilustrasi asuransi, dan yang saya lakukan hanyalah menjelaskan apa yang mereka ingin ketahui. Mereka mungkin tertarik atau tidak tertarik, ambil atau tidak ambil, dan memang begitulah hukum alamnya. Selling is about number, itu saja.
Baca lebih lanjut

Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Kedua

Logo ASNAlhamdulillah, segala puji bagi Allah, saya telah melalui dua tahun pertama sebagai agen asuransi di ASN (Allianz Star Network). Konon, dua tahun adalah masa uji apakah seseorang akan mundur ataukah lanjut dan berkembang. Ternyata saya masih bertahan, dan itu artinya para nasabah saya boleh tenang, karena saya akan tetap bersama anda semua sampai saya belakangan atau anda duluan yang mengajukan klaim asuransi dasar.

Kenapa Saya Bertahan di Allianz?

Di artikel sebelumnya (Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Pertama), saya menuliskan beberapa kelebihan bisnis asuransi jiwa, antara lain prospek yang cerah, kenaikan karier yang cepat, penghasilan yang bagus dan terus bertambah, serta terutama penghasilan pasif yang besar dalam jangka panjang.
Baca lebih lanjut

Mimpi-Mimpi Liem Lie Sia

Liem Lie Sia

Liem Lie Sia

Siapa itu Liem Lie Sia?

Liem Lie Sia adalah nenek-buyut saya.

Lho?

Liem Lie Sia adalah nenek-buyut saya di jaringan ASN (Allianz Star Network).

Ooo…

Ceritanya begini: Liem Lie Sia punya sekitar belasan anak (downline langsung), salah satunya bernama Venny Wantouw (pemilik kantor agensi di Allianz Tower ruang 20D). Dari Venny Wantouw, dia punya cucu bernama Hendy Winata (pemilik kantor agensi di APL Tower Grogol, Jakarta Barat), selanjutnya punya cicit bernama Yudi Haliman (pemilik kantor agensi di Serpong). Saya adalah keturunan berikutnya.

Lalu, ada apa dengan mimpi-mimpi Liem Lie Sia? Begitu pentingkah sehingga perlu ditulis di sini?
Baca lebih lanjut

Perbedaan Bisnis MLM dan Bisnis Asuransi

Jaring Laba2Saya beberapa kali mendapat tawaran bergabung di bisnis MLM (Multi-Level Marketing). Bisnis MLM dan asuransi sama-sama menerapkan pemasaran jaringan, dengan sejumlah perbedaan. Di bawah ini saya menguraikan perbedaan keduanya dalam bentuk pertanyaan dan jawaban versi saya.

Pertama dari Segi Produk

  • Apakah produknya merupakan kebutuhan manusia? Saya pilih berjualan produk yang merupakan kebutuhan manusia.
  • Apakah produknya selalu tersedia? Saya pilih berjualan produk yang selalu tersedia kapan saja, mudah memperolehnya seberapa banyak pun permintaannya, tidak terpengaruh musim dan tren, kondisi politik dan ekonomi, maupun ketersediaan bahan baku.
  • Apakah produknya bisa dijual di mana pun, kapan pun, dan kepada siapa pun? Saya pilih produk yang bisa dijual di mana pun, kapan pun, dan kepada siapa pun.
  • Seberapa menguntungkan penjualan dari produk tersebut? Saya pilih produk yang memberikan keuntungan lebih besar. Keuntungan jual produk asuransi dikenal dengan istilah faktor 24x (1 kali jual produk, komisinya 24 kali).

Produk asuransi memenuhi semua kriteria di atas. Sementara produk MLM, mungkin beberapa kriteria terpenuhi, tapi tidak semuanya.
Baca lebih lanjut

Antara Bisnis MLM dan Asuransi

BisnisBulan Februari lalu saya diajak bertemu oleh seorang member MLM di bidang produk kesehatan propolis. Dia menawarkan sebuah bisnis tanpa tutup poin, tanpa iming-iming, modal hanya sekali, dan bisa diwariskan. Karena saya juga punya bisnis, maka saya langsung mengiyakan ajakannya untuk bertemu. Mungkin kami bisa berbagi peluang bisnis, dan soal siapa bergabung dengan siapa, siapa yang tahu.

Kami bertemu awal Maret di rumahnya. Dia mengundang leadernya untuk berbagi wawasan dengan saya. Setelah sang leader memaparkan prospek bisnis di MLMnya, saya pun memaparkan prospek bisnis yang saya jalankan.

Harus diakui bahwa sistem MLM terbukti telah banyak sekali mencetak orang-orang kaya baru dalam waktu singkat. Sekadar menyebut merek, dari CNI, Amway, Tianshi, K-Link, Oriflame, Melia, Herbalife, dan lain-lain, semuanya ada orang-orang kayanya.

Tapi ada beberapa faktor yang membuat saya belum akan bergabung dengan bisnis MLM, setidaknya dalam waktu dekat. Baca lebih lanjut

Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Pertama

Logo ASNSaya bergabung dengan Allianz pada 19 Oktober 2011 dan mendapatkan lisensi keagenan dari AAJI pada 12 November 2011. Karena sudah tergolong akhir tahun, saya menganggap tahun berikutnya, 2012, sebagai tahun pertama saya bekerja di Allianz.

Sebelum menjadi agen asuransi, saya pernah bekerja di beberapa tempat, antara lain menjadi guru sekolah, staf honorer di instansi pemerintah, surveyor di lembaga survey politik, dan editor lepas di beberapa penerbitan. Ketika bekerja di tempat-tempat itu, yang ada di pikiran saya selalu saja: kapan saya berhenti. Macam-macam alasan saya, misalnya karena saya merasa tidak cocok dengan irama kerja kantoran, jarak yang jauh sehingga harus mengalami macet setiap hari, penghasilan yang kecil, waktu luang yang kurang, hingga beban kerja yang terlalu berat.

Tapi setelah setahun menjadi agen Allianz, saya sama sekali tidak ingin berhenti, malah ingin lanjut terus hingga mencapai puncak karier dan pensiun di bisnis ini. Baca lebih lanjut