Asuransi Jiwa sebagai Warisan

Siapa orangtua yang tidak ingin mewariskan sesuatu yang berharga untuk keluarganya? Semua orangtua pasti ingin. Namun tidak setiap orangtua mampu mengumpulkan harta yang cukup banyak untuk diwariskan. Kebanyakan orang tidak mampu membeli tanah yang luas, emas yang banyak, atau aset yang berlimpah.

Namun dengan sedikit disiplin, setiap orang yang berpenghasilan sebenarnya bisa memberikan warisan yang besar, setidaknya untuk ukuran dia, bagi keluarganya seandainya dia meninggal dunia. Caranya dengan mengikuti asuransi jiwa.

Ada yang mengatakan, asuransi jiwa adalah hadiah terindah untuk istri dan anak-anak. Ya, sebab ketika suami meninggal dunia, meski istri dan anak-anaknya bersedih, mereka akan mendapatkan sesuatu untuk mengurangi kesusahan ekonomi akibat kematian suaminya.

Tapi bukan hanya itu. Asuransi jiwa bisa jadi merupakan warisan terbesar yang bisa diberikan seorang ayah bagi keluarganya yang ia tinggalkan.

Tapi tidak setiap produk asuransi jiwa bisa dijadikan warisan. Asuransi jiwa yang bisa dijadikan waisan hanya asuransi jiwa yang berlaku seumur hidup, yaitu whole-life dan unit link. Asuransi jiwa berjangka (term-life) pun bisa jadi warisan, dengan satu syarat: meninggal dunia pada masa perlindungan.

Tinggal pilih, dengan beberapa pertimbangan, antara lain besarnya UP (uang pertanggungan) dan premi. []

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Asuransi Jiwa, Perencanaan Keuangan, Unit Link dan tag , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Asuransi Jiwa sebagai Warisan

  1. beldo berkata:

    Mohon solusinya : 1. Asuransi tradisonal di pastikan up & nilai tunai (tdk besar) akan keluar asalkan kita byr sesuai perjanjian polis ( misalnya pembyran s/d 10thn ).
    2. Asuransi unilink tdk bisa di pastikan up keluar jika pembyrn tidak rutin, adaikan rutin jg tdk di pastikan keluar jika uang kita tdk cukup u membyrn biaya2 asuransi, istilahnya kita hrs mengontrol selalu apakah uang kita cukup utk up kita terjamin keluar. Dgn kata lain up keluar asalkan kita hrs tau apakah uang kita bisa cukup u biaya2 , sedangkan u investasinya tergantung apakah turun atau naik

    3. Betul apa tidak maksud sy di atas, krn sy lg bingung apakah sy beli asuransi tradisional atau unit link, sedangkan usia 35thn , dan sy pengen yg hasilnya pasti keluar jgn sampai kl amit2 claim tdk bisa krn asuransinya tidak berlaku lg krn tdk ada uang u byr biaya2

    Suka

    • Asep Sofyan berkata:

      Salam,

      Terima kasih telah mampir di blog saya yang masih dalam pengembangan ini. Dalam hal pembayaran klaim, baik tradisional maupun unit link sama saja, kedua2nya pasti keluar UP-nya. Ini sudah janji perusahaan, yang diperkuat dengan polis yang kita pegang, dan polis tsb berkekuatan hukum. Tentunya dengan catatan polis kita masih aktif (belum lapse).

      Di unit link, sepanjang kita bayar premi secara rutin insya Allah cukup untuk membayar biaya asuransi dan administrasi. Jika bayarnya tidak rutin, memang ada kemungkinan nilai unit tidak cukup untuk membayar biaya asuransi (biasanya jika hasil investasi rendah), tapi perusahaan akan mengirimkan surat ke alamat nasabah untuk mengingatkan hal itu.

      Kalau saat melakukan klaim ternyata masih ada tunggakan, maka UP yang keluar akan dipotong dengan utang tsb.

      Cara mengontrol nilai unit cukup dengan melihat data transaksi yang dikirimkan perusahaan setiap kali kita melakukan pembayaran.

      Di asuransi tradisional, jika bayar tidak rutin, atau nunggak 1-2 bulan, polis malah langsung lapse. Hal ini karena tidak ada unsur investasi yang akan menjaga pembayaran biaya asuransi.

      Demikian. Semoga penjelasan ini membantu.

      Salam,

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s