Nilai Lebih Asuransi Syariah

 

Jika anda membeli asuransi, apa pun jenisnya (term life, unit link, kesehatan, kerugian), pastikan anda membeli asuransi yang syariah. Asuransi syariah memiliki beberapa nilai lebih yang tidak dimiliki asuransi nonsyariah. Nilai lebih yang saya maksud berada di luar hitung-hitungan keuntungan atau kalkulasi ekonomi. Bagi anda yang peduli dengan nilai-nilai kebaikan, inilah pilihan yang tepat.

Di bawah ini saya hanya menyebutkan dua nilai lebih asuransi syariah yang pokok, yaitu:

  1. Akadnya dilandasi niat tolong-menolong (tabarru). Para peserta mengumpulkan uang, lalu jika salah satu dari peserta mendapat musibah, sebagian uang itu dipakai untuk menolongnya. Dana adalah milik para peserta, perusahaan asuransi hanya sebagai pengelola yang mendapat upah (ujrah) dari jasanya. Akad ini dikenal dengan prinsip risk sharing (berbagi risiko). Sedangkan asuransi nonsyariah akadnya menerapkan prinsip risk transfer (pemindahan risiko) dari tertanggung kepada penanggung (perusahaan asuransi).
  2. Dana peserta dipastikan tidak akan disalurkan ke dalam instrumen-instrumen investasi yang mengandalkan keuntungannya dari riba (misalnya bank konvensional), judi (misalnya perusahaan bandar judi), minuman keras, rokok, dan segala yang berbau penipuan. Sekarang sudah ada Jakarta Islamic Index (JII) yang menjadi tempat investasi dana-dana asuransi syariah. Ada pula Dewan Pengawas Syariah yang akan mengawal dana-dana tersebut tetap di jalur syariah.

Nilai lebih pertama menjadikan asuransi syariah lebih indah dibanding asuransi konvensional. Nilai lebih kedua menjadikan harta kita insya Allah berkah karena terhindar dari hal-hal yang diharamkan dan syubhat.

Asuransi syariah tidak dikhususkan untuk penganut agama tertentu saja, melainkan bisa untuk siapa saja dari agama apa saja, sepanjang dia peduli dengan nilai-nilai kebaikan. Saya percaya nilai-nilai yang ada dalam asuransi syariah tidak bertentangan, bahkan sejalan, dengan ajaran dari agama-agama besar dunia.

Saya membuat perbandingan ini bukan berarti mendiskreditkan asuransi nonsyariah atau bahwa asuransi nonsyariah itu buruk. Saya sendiri sudah pernah merasakan manfaat dari asuransi nonsyariah, misalnya berobat dengan kartu Jamsostek saya (yang diperoleh dari perusahaan istri), penggantian motor ketika saya menghilangkan sepeda motor kawan saya, dan keluarga saya mendapat lumpsum dan gaji pensiunan ketika ayah kami meninggal dunia.

Namun jika kita sebagai individu punya pilihan apakah akan memilih syariah atau nonsyariah, maka dengan mempertimbangkan dua nilai lebih di atas, pilihannya jelas: asuransi syariah. []

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Asuransi Syariah dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s