Menilai Harga Saham dengan Price to Book Value

Price to Book Value atau PBV adalah salah satu cara mengukur nilai suatu saham, apakah murah atau mahal. Menghitung PBV sangat gampang. Caranya, bagi saja harga saham saat ini (current price) dengan harga saham sebenarnya (nominal price). Current price bisa dilihat di banyak situs saham, semisal IDX, Yahoo!finance, running text di televisi, atau di layar mesin trading anda (kalau anda sudah ikut terdaftar di pialang saham). Sedangkan nominal price diperoleh dengan cara membagi nilai ekuitas dengan jumlah saham yang beredar. Nilai ekuitas dan jumlah saham beredar bisa diketahui dari laporan keuangan yang dikeluarkan perusahaan.

Sebagai contoh, mari kita hitung PBV saham ASRI (Alam Sutera Realty Tbk). Pada laporan keuangan kuartal ketiga (Q3) tahun 2011, ekuitas ASRI tercatat Rp 2.559.066.176.504 (2,559 triliun), sedangkan jumlah saham yang beredar 17.863.101.888 (17,863 miliar). Berarti nominal price saham ASRI adalah 2.559.066.176.504 dibagi 17.863.101.888, sama dengan 143,26. Sedangkan harga saham ASRI per tanggal 28 Februari 2012 tercatat 560 rupiah. Maka PBV saham ASRI adalah 560 dibagi 143,26, sama dengan 3,9.

Angka PBV 3,9 ini tergolong mahal, sebab berarti pasar menghargai saham ASRI 3,9 kali lipat dari harga sebenarnya. Prinsip ekonomi mengajarkan kita untuk membeli di harga murah, jual di harga tinggi. Tapi kalau saham tersebut kita nilai punya prospek usaha yang bagus, tak ada salahnya kita beli.

Sekarang mari kita lihat saham yang PBV-nya rendah, kurang dari 1. Adalah saham BULL (Buana Listya Tama), ekuitasnya pada laporan keuangan Q3 2011 tercatat sebesar 2.877.865.708.000. (2,877 triliun), sedangkan jumlah saham beredar sebanyak 17.650.000.000 (17,650 miliar). Maka nominal price saham BULL adalah 2,877 triliun dibagi 17,650 miliar, sama dengan 163. Current price saham BULL pada penutupan 28 Februari tercatat sebesar 69 rupiah. Maka PBV saham BULL adalah 69 dibagi 163, sama dengan 0,42. Artinya, pasar saat ini menghargai saham BULL kurang dari setengah harga sebenarnya. Murah? Pasti. Layak beli? Belum tentu. Kita perlu melihat prospek usaha ini.

Oleh karena itu, berinvestasi di saham tidak bisa dilepaskan dari bisnis perusahaan tersebut. Membeli saham pada dasarnya membeli bisnis perusahaan yang mengeluarkan saham.

Ada saham yang PBV-nya rendah (murah), tapi harga sahamnya tidak naik-naik. Ada pula yang PBV-nya tinggi (mahal), tapi harga sahamnya masih naik terus. Yang menyebabkan hal itu adalah prospek usaha. Prospek usaha dilihat dari laba yang dihasilkan perusahaan setiap tahun.

Oleh karena itu, PBV saja belum cukup. Masih ada alat ukur yang lain, seperti PER (Price to Earning Ratio) dan ROE (Return of Equity). PER diperoleh dengan cara membagi harga saham saat ini (current price) dengan laba bersih per saham (EPS). PER yang rendah (di bawah 10 atau maksimal 15) menunjukkan harga saham tersebut murah. Sedangkan ROE menunjukkan keuntungan yang diraih perusahaan dibandingkan modalnya. Nilai ROE yang bagus ialah di atas 20% per tahun.

Tapi bagi saya, PBV adalah pertimbangan pertama sebelum yang lain. PBV memberikan kepada kita margin keamanan. Jika PBV di bawah 1, berarti ada margin keamanan. Jika misalnya perusahaan bangkrut, maka kita masih bisa memperoleh sebanyak nilai sebenarnya dari perusahaan tersebut.

Namun tidak mudah menemukan saham yang PBV-nya rendah sekaligus punya prospek bagus. Kebanyakan perusahaan berprospek bagus dan mapan, seperti saham-saham berkategori bluechips, PBV-nya sudah tinggi sekali (di atas 3 kali). Sedangkan kebanyakan saham dengan PBV rendah, pergerakan sahamnya rada mandek. Hmmh. []

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Investasi dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s