Apakah UP Jiwa Perlu Dinaikkan Seiring Waktu?

Pertanyaan pada judul di atas berkaitan dengan fakta bahwa inflasi membuat nilai uang semakin menurun seiring waktu. Misalnya kita punya asuransi jiwa dengan UP 1 miliar. Pada masa sekarang, uang tersebut mungkin terasa besar, tapi 10 atau 20 tahun kemudian, nilainya akan mengecil. Dengan tingkat inflasi 8% per tahun, misalnya, maka uang 1 miliar pada 10 tahun mendatang akan setara dengan uang 472 juta saat ini, dan 20 tahun mendatang setara dengan 205 juta.

Tapi apakah lalu UP jiwa harus dinaikkan setiap periode tertentu? Jawabannya bisa ya bisa tidak.

Ya, jika seiring waktu, penghasilan dan gaya hidup kita meningkat secara signifikan, sehingga jika terjadi klaim, UP yang ada tidak mencukupi untuk menopang gaya hidup keluarga yang kita tinggalkan.

Tidak, jika seiring waktu, aset-aset kita bertambah dan utang-utang kita berkurang. Dari tadinya tidak punya rumah jadi punya rumah, dari tadinya punya utang jadi tidak punya utang, dari tadinya punya simpanan emas 10 gram jadi 100 gram, dan seterusnya. Aset-aset yang kita miliki dapat berfungsi sama seperti UP jiwa, yaitu sama-sama bisa dijadikan warisan.

Jika kita bisa mengelola gaya hidup dan pengeluaran dengan benar, seharusnya aset-aset kita bertambah seiring waktu. Pertambahan aset yang normal adalah seimbang dengan tingkat inflasi, dan yang ideal adalah lebih besar daripada inflasi.

Jika ini yang terjadi (aset bertambah), maka kebutuhan UP jiwa kita tidak akan sebesar sebelumnya, sehingga menurunnya nilai UP tidak lagi menjadi masalah karena tertutupi oleh penambahan aset-aset kita.

Namun jika meningkatnya penghasilan dan gaya hidup tidak diimbangi dengan meningkatnya aset, kebutuhan UP jiwa kita memang akan meningkat. Pada kasus ini, UP jiwa kita perlu dinaikkan setelah periode tertentu. Tapi perlu diingat juga, bahwa peningkatan UP jiwa berarti peningkatan premi yang harus dibayar. Dan karena usia pun sudah bertambah lebih tua, maka penambahan preminya pun akan lebih besar lagi.

Tinggal sekarang, kita termasuk kategori yang mana: gaya hidup yang meningkat ataukah aset yang bertambah? []

Kesimpulan

  1. UP jiwa perlu dinaikkan jika pengeluaran dan gaya hidup kita meningkat, sementara aset kita tidak bertambah.
  2. UP jiwa tidak perlu dinaikkan jika aset-aset kita bertambah, dan penambahannya lebih tinggi daripada peningkatan gaya hidup. []
Iklan
Pos ini dipublikasikan di Asuransi Jiwa dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s