Meninggal Itu Mahal Loh Ongkosnya

Di daerah perkotaan seperti Jakarta dan sekitarnya, meninggal dunia itu mahal ongkosnya. Apakah anda akan menyuruh anak-anak anda yang membayar, ataukah akan menyiapkan dananya sejak sekarang, misalnya melalui asuransi jiwa?

Simaklah liputan ini:

Jakartapress.com – Jangan dikira enak mati di Jakarta. Pasalnya, biaya kuburan di metropolitan jauh beda dengan kuburan di kota-kota lain atau di daerah.

Di Jakarta, kuburan terbagi menjadi beberapa klas atau blok. Masing-masing blok dikuasai oleh sekelompok orang. Yang membedakan tiap blok adalah harga sewanya.

Bagi orang berduit tentu tak ambil pusing. Namun bagi mereka yang keuangannya pas-pasan, ini cukup jadi persoalan.

Tengok saja kuburan di Menteng Pulo Jakarta Selatan. Disini kuburannya terbagi menjadi enam kelas. Yang paling mahal adalah klas A1. Harganya mencapi Rp 3 juta. Orang sekitar menyebutnya klas eksekutif, karena aksesnya paling dekat dengan jalan raya dan pintu gerbang makam.

Selanjutnya adalah klas AA1. Harga sewanya antara Rp 2,5-2,8 juta. lokasinya lebih ke dalam. Habis itu klas B1. Harganya Rp 2 juta. Sedang klas BB1 harga sewanya sekitar 1,5juta.

Untuk kelas C1 dipatok harga antara Rp 1-1,2juta. Dan yang paling murah adalah klas CC1 dengan harga sewa Rp 700 ribu, terletak paling ujung atau hampir 1 km dari pintu makam.

Harga-harga tersebut untuk sewa per 3 tahun, dengan catatan jika tak diperpanjang atau tak dibayar sewanya lagi, resikonya kuburan itu akan diratakan dengan tanah atau bisa disewakan ke orang lain.

Umumnya, pihak keluarga yang telah membayar sejumlah uang sesuai klas yang dipilih, selain mendapat hak sewa selama 3 tahun juga mendapat jasa orang yang menggali kuburnya, berikut selembar surat ijin yang dikeluarkan kelurahan setempat.

JASA CALO

Bisnis kuburan di Jakarta, menjadi lahan basah yang cukup menggiurkan. Karenanya, ditempat inipun tak luput dari sepak terjang para calo.

Tragisnya, pihak kantor pengelola makam tak bisa berbuat banyak. “Kalau ada orang meninggal dan hendak mengurus surat-suratnya ke kantor pengelola makam, mereka udah di cegat para calo duluan. Dan saya lihat, orang-orang kantor diam saja,” ujar Manto, pedagang ketoprak yang mangkal di halaman pemakaman Menteng Pulo, Jakarta Selatan, Kamis (7/7/2011).

Saking seringnya, hal itu jadi budaya. Jadi yang ngurus surat akhirnya para calo-calo tersebut. Tak usah heran, dari tarif sewa kuburan yang nominalnya Rp 3 juta, sebenarnya nggak sampai separo dari tarif resminya.

Jumlah calo-calo yang beredar di kuburan jumlahnya tak sedikit. Mereka punya kedekatan dengan orang-orang yang mengusai blok.

5 MAYAT

Sempitnya lahan kuburan di Jakarta, tak hanya membuat biaya penguburan melangit. Apalagi jumlah kematian terus meningkat. Alhasil, pihak pengelola memanfaatkan kuburan dari orang-orang yang tak memperpanjang sewanya.

Tak usah kaget, dalam satu lubang kuburan kadang sampai ada 5 mayat. Lantas, bagaimana cara penguburannya?

“Makam di Jakarta mana ada yang masih tanah asal (tanah yang bukan bekas tempat kuburan). Makanya, kalau untuk mengubur mayat kedua atau ketiga, galiannya ngga dibuat dalam,” terang Parjo, penggali kubur di salah satu blok pemakanan Menteng Pulo.

Parjo menambahkan, jika kedalaman kuburan sudah mencapi 1 meter saja, itu artinya lahan kuburan sudah tidak bisa lagi digunakan atau sudah mencapai batas maksimal mengubur mayat.

“Kita tetap menghormati orang mati. Jadi kalau udah ngga dalam penguburannya, kita pindah ke lahan lain,” pungkas Parjo.   [noer, dari Jakarta Press]

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Asuransi Jiwa dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s