5 Fungsi Asuransi Jiwa

1. Melindungi keluarga dari kehilangan penghasilan jika pencari nafkah utama meninggal dunia. (Ingat, malaikat Izrail tidak pernah menghitung usiamu).

Ini fungsi pokok dari asuransi jiwa. Selama kita punya tanggungan nafkah (pasangan, anak-anak), selama itu pula kita masih butuh asuransi jiwa.

Agar asuransi jiwa mampu memainkan fungsinya sebagai ganti penghasilan, maka uang pertanggungan (UP) jiwa harus cukup besar untuk memberikan bunga/retur sebesar gaji per bulan jika didiamkan di deposito, obligasi/sukuk, atau reksadana pendapatan tetap.

2. Melindungi keluarga dari beban utang.

Mungkin rumah yang kita tempati, kendaraan yang kita pakai, barang-barang yang kita miliki, dan lain-lain, sebagian atau seluruhnya diambil dari utang. Utang adalah warisan terburuk yang mungkin diberikan seorang suami dan ayah. Utang bukan hanya membebani keluarga yang ditinggalkan, tapi juga orang yang mewariskannya, sebab di akhirat pun utang tidak akan dianggap lunas begitu saja.

Agar asuransi jiwa berperan membebaskan keluarga dari utang, maka UP jiwa minimal harus sama besar dengan utang yang dimiliki keluarga itu.

3. Memberikan sejumlah warisan yang berharga untuk anak-anak.

Para perencana keuangan kerap menyarankan batas masa kontrak asuransi jiwa hanya sampai tahap ketika anak-anak sudah mandiri atau sampai utang terlunasi. Boleh dikata, ini mungkin yang wajibnya.

Tapi merencanakan asuransi jiwa sebagai warisan pun tak kalah pentingnya, khususnya untuk zaman ini. Mungkin betul orangtua telah berhasil melewati masa-masa membesarkan anak, dan kini semua anak-anaknya sudah mandiri. Tapi sudah mandiri bukan berarti kaya dan banyak uang. Mungkin saja penghasilan mereka masih pas-pasan, sehingga belum bisa beli rumah atau kendaraan. Sekarang harga rumah mahal. Mungkin mereka sanggup membayar cicilannya, tapi untuk uang mukanya tidak.

Adanya warisan, termasuk dari uang pertanggungan asuransi jiwa, akan sangat membantu mewujudkan kebutuhan ataupun keinginan mereka, suatu saat. Kalaupun UP jiwa tidak cukup untuk beli rumah secara kontan, minimal bisa buat uang mukanya.

Yakinlah, anak-anak akan sangat berterima kasih kepada orangtua yang tetap mengasuransikan jiwanya walaupun mereka telah dewasa.

4. Sebagai final expenses (biaya kematian).

Meninggal dunia itu butuh biaya. Untuk upah orang yang memandikan, untuk pemakaman, makanan ringan untuk orang-orang yang melayat, untuk tahlilan, mencetak buku Yasin, mengurus sertifikat kematian, dan lain-lain. Apalagi di perkotaan, tanah pemakaman harganya mahal, bisa jutaan rupiah hanya untuk sewa selama tiga tahun. Dan biaya tahlilan itu, bagi yang melaksanakannya, lebih mahal lagi.

Pilihannya ada dua: apakah mau menyuruh anak-anak untuk membayar semua biaya itu, atau mempersiapkan sendiri mumpung masih hidup. Asuransi jiwa dapat dipandang sebagai salah satu cara mempersiapkan biaya terakhir hidup kita.

5. Menjadi sedekah jariyah untuk terakhir kalinya.

Ini fungsi tambahan asuransi jiwa yang jarang dikemukakan para perencana keuangan. Jika fungsi pertama sudah lewat (anak sudah mandiri), fungsi kedua sudah berlalu (utang sudah lunas), dan begitu pula fungsi ketiga dan keempat (anak-anak sudah sangat kaya sehingga tidak butuh warisan apa pun dari orangtuanya dan tak masalah dengan final expenses), maka UP jiwa bisa saja disedekahkan kepada orang miskin, masjid, lembaga amal, atau kegiatan sosial. Ini akan menjadi amal ibadah terakhir bagi yang bersangkutan, mengurangi catatan dosa-dosanya, dan menerangi perjalanannya di alam keabadian. []

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Asuransi Jiwa dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

14 Balasan ke 5 Fungsi Asuransi Jiwa

  1. Ping balik: Umur Sudah Tua, Perlukah Asuransi Jiwa? | Allianz Syariah

  2. Informasi yang sangat bermanfaat. Saya memahai asuransi merupakan upaya mempersiapkan proteksi untuk waktu yang kita butuhkan. Dan asumsi saya asuransi ibarat payung di musim hujan, atau mungkin ibarat lilin disaat lampu padam. anyway informasinya sangat bermanfaat sob. Terimakasih sharing informasinya.

    @Salam, terima kasih atas kunjungan dan komentarnya. Ditunggu kunjungan selanjutnya.

    Salam,
    Asep S

    Suka

  3. meswandi berkata:

    ass.. mas saya wandi, kerja diruangan, merokok, tgl lahir 15-06-82, istri tgl lahir 10-08-87, anak1 tgl lahir 18-10-2009, anak2 tgl lahir 03-08-2012, minta tlg dibuatkan ilustari dgn premi 500/bln istri dan anak-anak 300/bln, trimksh..

    @Salam, Pak Meswandi, terima kasih atas kunjungannya. Ilustrasi telah saya kirim via email.

    Salam,
    Asep S

    Suka

  4. Ping balik: 5 Fungsi Asuransi Jiwa | Asuransi Allianz

  5. Ping balik: Fungsi Asuransi Jiwa | Proteksi Masa Depan

  6. Ping balik: 5 Fungsi Asuransi Jiwa | Allianz Asuransi Syariah

  7. Ping balik: 5 Fungsi Asuransi Jiwa | Melayani Sepenuh Hati

  8. Ping balik: RSCM: 4 Kejadian yang Membutuhkan Asuransi | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  9. Ping balik: Empat Kejadian yang Membutuhkan Asuransi | Perlindungan Keuangan Anda

  10. Ping balik: RSCM: 4 Kejadian yang Membutuhkan Asuransi | Asuransi Syariah Nomor Satu

  11. Ping balik: Bisa Jadi, Polis Asuransi Jiwa Adalah Harta Terakhir Kita | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  12. Ping balik: Perlukah Anak Mempersiapkan Warisan untuk Orangtua? | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  13. Ping balik: Bagaimana Cara Menghitung Uang Pertanggungan yang Ideal? Gunakan Saja Kalkulator Asuransi dari Allianz | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  14. Ping balik: Mengenal RSCM. 4 Kejadian Yang Memerlukan Asuransi. – Nugroho Ahadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s