Tabel Perbandingan Term Life vs Unit Link Tapro

m

Perbandingan produk asuransi Term Life (asuransi jiwa berjangka) dengan Unit Link (asuransi jiwa + investasi) merupakan tantangan akademik yang menarik bagi saya. Saya mengikuti beberapa tulisan para pakar, antara lain Priyadi, Freddy Pieloor, Aidil Akbar, dan Ligwina Hananto, yang membandingkan kedua produk ini. Namun sayangnya, mereka menggeneralisir seolah semua unit link sama dan mereka tidak membandingkan yang termurah dari jenisnya.

Saya juga memperhatikan, para kritikus Unit Link berikutnya hanya mengulang-ulang poin-poin yang dikemukakan para pakar di atas. Saya akui sebagian kritik mereka benar dan berdasarkan fakta. Tapi ada yang tidak relevan lagi sekarang, atau perlu diubah cara pandangnya.

Melalui tabel di bawah ini, saya mengajukan sebuah pembaruan cara perbandingan. Dulu, para pakar itu membandingkan Unit Link dengan Term Life + Reksa Dana. Saya menghindari cara begini, karena hasilnya akan penuh dengan angka-angka yang didasarkan semata-mata pada asumsi. Asumsi investasi boleh sama, tapi hasilnya tiap orang pasti berbeda. Sama-sama menaruh uang di RD saham merek A pun, dua orang yang berbeda akan memperoleh retur yang berbeda.

Saya membandingkan Unit Link langsung head to head dengan Term Life sebagai sesama produk asuransi. Unit Link-nya saya ambil contoh dari produk yang saya jual (Tapro), dan Term Life-nya saya sarikan dari beberapa produk yang menurut pantauan saya paling murah di jenisnya.

Karena saya agen asuransi Tapro, mungkin ada bias dalam perbandingan saya. Tapi pembaca silakan nilai sendiri tingkat objektivitas saya. Secara akademis maupun praktis, saya bermaksud memberikan edukasi yang lebih adil kepada para pencari asuransi. Jika ada yang keliru dalam perbandingan ini, silakan sampaikan. Terima kasih.

Profil peserta: Pria, 30 tahun, tidak merokok, kerja dalam ruangan.

UP jiwa: Rp 1 Miliar.

(klik untuk memperbesar)Catatan untuk yang diwarnai biru dan diberi nomor:

1)  Tiga jutaan adalah harga kisaran, untuk persisnya tiap perusahaan bisa berbeda-beda. Mohon maaf saya tidak mungkin menyebutkan secara persis berapa preminya, karena khawatir akan dikenali mengarah pada produk term life dari perusahaan tertentu.

2)  Penjelasan dan ilustrasi premi 355 ribu/bulan UP 1 miliar silakan dibaca di tulisan saya yang lain, misalnya ini.

3)  Perlu diketahui bahwa term life dengan tenor (masa pembayaran) pendek (1, 5 tahun) akan lebih murah preminya atau lebih besar UP-nya dibanding tenor panjang. Saya tidak menggunakan tenor pendek karena momen perpanjangannya akan terjadi berkali-kali sehingga kenaikan preminya jadi lebih sering. Selain itu, secara total, tenor 20 tahun lebih murah daripada misalnya ambil tenor 4 x 5 tahun.

4)  Masa bayar di unit link tergantung hasil investasi. Jika investasi tinggi atau sedang, masa bayar bisa pendek. Jika investasi buruk, masa bayar lebih panjang. Selama ini rata-rata hasil investasi tidak tergolong buruk. Kejadian semisal krisis global 2008 bukanlah peristiwa yang terjadi tiap tahun. Tidak perlu khawatir berlebihan.

5)  Sebagian besar term life ada garansi perpanjangan tanpa cek kesehatan lagi, tapi tidak semua. Jadi pastikan klausul penting ini sebelum mengambil produk term life.

6)  Unsur proteksi jiwa pada unit link disebut YRT (Yearly Term Renewability), term life tahunan dengan garansi perpanjangan otomatis tanpa cek kesehatan sampai batas waktu yang dijanjikan dalam polis (biasanya sampai usia 99 tahun).

7)  UP 1 miliar untuk pria usia di bawah 41 tahun tidak dikenakan tes medis. Selengkapnya lihat tabel batasan tes medis di sini.

8)  Sebagian produk term life ada yang punya rider penyakit kritis. Tapi rider ini tampaknya kurang diminati karena jika usia masuk masih muda, kecil peluangnya bahwa selama masa kontrak (10 atau 20 tahun, apalagi jika 5 tahun) akan terkena sakit kritis. Penyakit kritis biasanya baru muncul di usia yang relatif lebih tua, 40-an atau 50-an ke atas, meski tidak tertutup kemungkinan (dan faktanya banyak) orang usia muda pun terhinggapi penyakit model ini.

9)  Term life di perusahaan asuransi umum biasanya belum syariah. Term life syariah hanya ada di perusahaan asuransi murni syariah. Sedangkan produk unit link, rata-rata perusahaan asuransi sudah menyediakan baik yang konvensional maupun syariah.

10)  Cara pembayaran premi term life umumnya tahunan. Ada yang bisa semesteran, tapi preminya akan sedikit lebih tinggi. Yang bulanan jarang; selain lebih mahal sekitar belasan hingga 20-an persen, itu pun ada syarat dan ketentuan tersendiri, misalnya bayarnya harus lewat kartu kredit. Maklumlah, manusia tidak luput dari sifat lupa, dan perusahaan harus memastikan nasabah tetap membayar premi tanpa terlupa satu kali pun. Di unit link, nasabah yang lupa bayar premi tidak usah khawatir karena biaya asuransi tinggal dipotong dari nilai investasi.

11)  Berlawanan dengan opini para kritikus unit link, yang menganggap unit link mahal dan karena itu hanya cocok untuk orang kaya, perbandingan ini justru menunjukkan sebaliknya. Dan fakta di lapangan pun menunjukkan, sejak adanya unit link, banyak orang berpenghasilan sedang bisa punya asuransi.

12)  Lagi, berlawanan dengan opini para kritikus unit link, justru melalui unit link-lah masyarakat bisa berinvestasi lebih awal. Di samping pada unit link-nya sendiri sudah ada sebagian dana yang diinvestasikan, selisih dana yang tersedia karena dia bayar bulanan memungkinkan nasabah berinvestasi seawal mungkin. Untuk cicilan asuransi bulan depan, dia bisa sisihkan dari gaji bulanannya. Menurut saya, lebih baik asuransinya dicicil daripada investasinya yang dicicil.

13)  Lupa dalam keadaan punya uang masih terampuni. Polis term life yang sudah lapse bisa dipulihkan walaupun dengan denda. Tapi “lupa” karena tidak punya uang (dan itu mungkin, namanya manusia hidup tidak selalu jaya) sulit memulihkannya. Di unit link, jika di tengah jalan peserta mengalami kesulitan uang dan tidak bisa membayar untuk sementara, polisnya masih tetap aktif karena ada nilai investasi yang akan membayari biaya-biaya asuransi.

14)  Fasilitas cuti premi mulai berlaku di tahun ketiga.

15)  Penarikan dana harus menyisakan saldo minimal 2 juta rupiah agar polis tetap berlaku.

Perbandingan Lain

Tabel di atas adalah perbandingan jika yang diambil hanya proteksi jiwa, tanpa rider. Pada kenyataannya, jarang orang mengambil unit link hanya UP jiwanya. Mereka akan mengambil pula beberapa rider, misalnya ADDB (cacat dan meninggal karena kecelakaan), penyakit kritis, TPD (cacat tetap total), payor, dan perawatan rumah sakit. Jika diperlukan, masih ada rider spouse payor, parent payor, dll.

Di antara rider itu, hanya ADDB yang bisa diperbandingkan secara adil antara unit link dan term life, sebab manfaatnya persis sama. Yang lain-lainnya tidak bisa.

Rider penyakit kritis sulit dibandingkan, karena ada term life yang bisa dipasangi rider ini ada pula yang tidak. Kalaupun bisa, akan ada perbedaan misalnya di jumlah penyakit kritis yang dikover dan kriteria kondisi kritis. Lalu ada penyakit kritis yang klaimnya mengurangi UP jiwa, ada yang tidak. Semua itu harus betul-betul sama jika ingin membandingkan.

Rider TPD sepertinya bisa dibandingkan, tapi tidak banyak produk term life yang memiliki rider ini.

Rider perawatan rumah sakit juga sulit dibandingkan, karena rincian manfaatnya akan berbeda. Misalnya, rider Flexicare Family di Tapro, dia menanggung biaya rawat inap karena sakit, rawat inap karena kecelakaan, pembedahan karena sakit, pembedahan karena kecelakaan, biaya penyembuhan karena sakit jika dirawat lebih dari 30 hari, biaya penyembuhan karena kecelakaan jika dirawat lebih dari 30 hari. Adakah yang serupa  manfaatnya dengan ini? Detail lain juga akan berbeda, seperti minimal boleh klaim rawat inap, maksimal lamanya perawatan per tahun, masa tunggu penyakit yang ada sebelumnya, dan kriteria pembedahan.

Rider payor benefit pun tidak bisa dibandingkan dengan rider waiver of premium. Payor benefit bukan hanya bebas premi, tapi juga ada tabungan otomatis. Kriteria diberikannya manfaat rider ini pun bisa jadi berbeda, ada yang hanya karena penyakit kritis, hanya karena cacat tetap total, atau karena kedua-duanya.

Untuk yang tidak persis sama, rasanya tidak usahlah dibandingkan. Priyadi, misalnya, mereplikasikan manfaat payor dengan meninggikan UP penyakit kritis. Ini tidak akan persis. Apalagi manfaat payor di Tapro bukan hanya disebabkan sakit kritis, tapi juga karena cacat tetap total.

Demikian. []

m

Tulisan lain yang relevan:

Ingin UP 1 Miliar, Tapi Uang Saya Cuma 300-an Ribu

355 Ribu Dapat UP 1 Miliar, Mau?

Unit Link dan Term Life dalam Perbandingan

Kekurangan Term Life dan Kelebihan Unit Link

9 Alasan Memilih Unit Link + 3 Catatan

Tips Memilih Asuransi Term Life

Ingin Investasi Maksimal? Bayar Asuransi secara Bulanan

Cash Is King (Contoh Penerapan pada Asuransi)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Unit Link dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

18 Balasan ke Tabel Perbandingan Term Life vs Unit Link Tapro

  1. Ping balik: 355 Ribu Per Bulan Dapat UP 1 Miliar, Mau? | Allianz Syariah

  2. terserah.lo berkata:

    gan, boleh ane sadur yak, tenang aj, sumbernya ane cantumin kok 😀

    Suka

  3. Ping balik: Cash Is King (Contoh Penerapan di Asuransi) | Allianz Syariah

  4. Lalalala berkata:

    saya salah satu agen asuransi di xxx
    saya mau koreksi,untuk asuransi term life yang mengatakan bahwa harus test medis terlebih dahulu ketimbang unit link yang tanpa media sama sekali adalah salah besar. saya punya banyak nasabah term life tanpa harus melalui medis terlebih dahulu sudah banyak disetujui polis asuransinya

    kemudian premi termlife yang hanya dibayarkan setahun itu tidak ada,nasabah saya banyak yang membayar polis premi termlifenya dalam bulanan dengan tetap mendapat manfaat maksimal

    terima kasih

    Suka

    • Asep Sopyan berkata:

      Salam,

      Terima kasih kunjungan dan komentarnya. Saya tanggapi ya:
      1. Yang saya katakan harus tes medis adalah untuk UP 1 Miliar (karena tabel di atas bicara ttg perbandingan jika UP 1 M). Tiap perusahaan berbeda-beda batasan tes medisnya. Tapi di Tapro Allisya, UP 1 M untuk usia 30 tahun tidak dikenakan tes medis. Di perusahaan anda, mungkin juga sama, UP 1 M tidak kena tes medis. Tapi saat ini, sejauh yg saya pantau dari beberapa produk term life, UP 1 M rata-rata masih harus tes medis. Tabel di atas pun menyebut: Umumnya.

      2. Perbedaan premi bulanan dan tahunan bukan di manfaat, tapi di cara pembayaran. Sepanjang yg saya ketahui, banyak produk term life mensyaratkan pakai kartu kredit jika cara pembayarannya bulanan. Yah, mungkin saja di perusahaan anda tidak begitu. Tabel di atas pun menyebut: Umumnya….

      Demikian. KKSK (koreksi jika saya keliru).

      Salam,

      Asep S

      Suka

  5. wastro berkata:

    kalo di unitlllnk mau UP 1M kira2 berapa preminya kalo umur 37?

    Suka

  6. sigit berkata:

    aslmikum..
    sy sigit (01/02/1986), mhon dbuatkan ilustrasi yg syariah,Tidak merokok. Premi 300/bln. dgn up dasar dan up kritis sama,up kecelakaan setengahny up dasar,up cacat tetap total sama dgn up kritis dan pake term life,ditambah manfaat payor benefit..upny dibuat semaksimal mungkin
    email saya s1g1t_86@yahoo.com

    Suka

  7. Ardi berkata:

    kalau umurnya 29 th preminya berapa, berapa lama sy harus bayar ?

    @Salam, Pak Ardi, usia 29 preminya sama 355 ribu per bulan. Lamanya bayar tergantung kinerja investasi, jika rata-rata bagus atau sedang, 10 atau 15 tahun pun cukup. Demikian.

    Suka

  8. NUR berkata:

    Saya Bpk. Nur umur 29 th, tidak merokok, wiraswasta (dagang) yang saya ingin tanyakan rider untuk rumah sakit ada ga, klo ada berarti dari premi 355 ribu apa msh harus nambah lagi rupiahnya ato gimana saya di Surabaya-JATIM

    @Salam, Pak Nur, terima kasih telah berkunjung di mari. Rider RS di produk Tapro Allisya adalah Flexicare Family, sistem reimburse (tanpa kartu). Keterangan produknya di sini: https://myallisya.wordpress.com/2012/04/01/apa-itu-flexicare-family/. Premi 355 rb adalah utk mendapatkan UP jiwa saja 1 M. Jika ingin ditambah Flexicare Family, preminya pun nambah lagi, atau bisa juga UP jiwanya dikurangi.

    Demikian.

    Salam,
    Asep S

    Suka

  9. AYU berkata:

    salam kenal saya Ibu Ayu sy ingin bertanya umur 29 th, tidak merokok, wiraswasta (dagang baju) sy mempunyai penyakit ginjal (infeksi ginjal bukan gagal ginjal) yg diharuskan sy untuk melakakuan Cuci Darah apakah kira2 sy msh bisa dicover asuransi Allianz, terima kasih.

    @Salam, Bu Ayu, terima kasih atas pertanyaannya. Saya turut prihatin dengan kondisi Ibu. Dan mohon maaf, kemungkinannya utk diterima kecil. Tapi bisa dicoba, mungkin utk proteksi jiwanya saja bisa diterima, dengan tambahan premi.

    Demikian.

    Salam,
    Asep S

    Suka

  10. Selamet berkata:

    Tulisan yg bagus. Mungkin dari pandangan marketing ulasan pakar finasial jadi sangat menggangu ya mas. Tapi memang kebanyakan dr Asuransi Unit link mmg tidak secara jelas memberikan laporan perkembangan investasi kita. sudah dibuktikan sendiri dgn salah satu produk dari asuransi tmpt mas bekerja yg pernah saya beli. Kembali lagi kepada kaidah pembelian asuransi, yg adalah memindahkan resiko. mungkin maksud dari para finansial planner itu adalah kalo proteksi ya proteksi saja, investasi ya bentuk lain dr usaha mengembangkan uang anda. gitu loh..jd sebaiknya tidak dicampur2.

    bagus juga bahasa dari nomer 17, sudah marketing bgt ya mas..
    Good Luck!

    @Salam, Pak Selamet, terima kasih atas komentarnya yang bagus. Bagi saya, ulasan para pakar finansial adalah inspirasi utk berbuat yang terbaik bagi para pencari asuransi, meski produk yang saya jual bukan dari jenis yang mereka sarankan. Kebetulan, unit link kami dapat memberikan manfaat proteksi yang bersaing, bahkan lebih lengkap, dibandingkan asuransi murni (term life) pada umumnya. Jadi, meskipun ambil unit link, tujuannya bukanlah utk investasi. Investasi dengan tujuan mengembangkan dana memang sebaiknya dipisah dengan asuransi. Sedangkan investasi pada unit link adalah sebagai dana cadangan utk membiayai biaya-biaya asuransi.

    Demikian.

    Salam,
    Asep S

    Suka

  11. Pirma berkata:

    Salam kenal kang asep,

    Saya pria, 35 tahun dan tidak merokok mau minta diilustrasikan besar UP yang bisa didapat
    untuk UP jiwa (dasar+term-life) + ADBB + CI+. budget saya 500rb/bulan. Terimakasih sebelumnya atas penjelasannya.

    Suka

  12. yuniar berkata:

    boleh minta ilustrasinya ngak untuk suami saya, umur skrg 33 th, tdk merokok, kerja lapangan, trus, tapro ini pembayaran preminya selama berapa tahun?,kl untuk ambil asuransi tapro ini, utk istri, ada diskon family ngak?
    ilustrasi bisa tlg emailkan di :yuniarsm@yahoo.com

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s