Asuransi Rawat Jalan, Perlukah?

Punya asuransi rawat jalan itu enak. Datang ke dokter sebentar periksa sekadar pilek atau bisul, pulang tanpa bayar. Atau bayar dulu pake duit sendiri/kartu kredit, nanti minta ganti dengan cara direimburse.

Tapi asuransi bukan untuk cari enak. Asuransi itu tujuannya untuk mendapatkan perlindungan. Perlindungan dari apa? Perlindungan dari risiko-risiko yang tidak sanggup kita tanggung, atau akan terasa berat jika kita menanggungnya sendirian. Jika sesuatu masih sanggup kita tanggung tanpa memberatkan keuangan kita, pada dasarnya hal tsb tidak memerlukan asuransi.

Pertanyaannya: apakah anda sanggup membayar sendiri biaya periksa dokter plus obat untuk sakit semacam pilek dan bisul?

Jika anda sanggup, berarti anda tidak membutuhkan asuransi.

Jika tidak sanggup, berarti anda tergolong orang yang tidak mampu. Anda bisa memanfaatkan program pemerintah semacam JKN-BPJS atau Jamkeskin.

Beres.

Inti Tulisan Ini

  • Asuransi rawat jalan itu TIDAK PERLU.
  • Jika anda sudah memilikinya dari kantor, bersyukurlah, karena kalau beli sendiri, preminya mahal sekali. (Contoh premi rawat jalan bisa dilihat di sini: Tabel Premi Allisya Care. Boleh dibandingkan dengan premi rawat inap untuk plan yang sama).
  • Premi mahal, itu alasan kedua kenapa askes rawat jalan tidak perlu. Seberapa mahal? Contoh: premi 5 juta setahun, manfaatnya maksimal sekitar 10 juta setahun, itu pun jika dipakai semua. Sedangkan untuk asuransi rawat inap dan asuransi jiwa, premi 5 juta setahun manfaatnya bisa ratusan juta sd miliaran.
  • Alasan pertama: biaya berobat jalan tidaklah besar, pakai uang sendiri pun bisa dan tidak akan bikin bangkrut.

Saran

  • Jika anda punya uang untuk bayar premi rawat jalan, simpan saja sebagai dana darurat. Sewaktu-waktu mampir ke dokter, silakan pakai. Itu akan lebih menghemat pengeluaran.
  • Bergabunglah dengan program Jaminan Kesehatan Nasional dari BPJS. Program JKN menyediakan manfaat rawat jalan, rawat gigi, melahirkan, imunisasi, rawat inap, hingga operasi. Preminya sangat murah, mulai 25 ribu sd 80 ribu per bulan per orang.
  • Banyak orang yang menanyakan askes rawat jalan sebetulnya belum punya asuransi yang lebih penting dan prioritas, yaitu: proteksi meninggal dunia, askes rawat inap, penyakit kritis, dan cacat tetap.
  • Jangan sampai anda lebih mencemaskan bisul yang tampak di permukaan, tapi lupa dengan kanker yang mengendap di pedalaman.
  • Prioritas asuransi diukur dari dampak keuangannya, bukan dari frekuensi kejadiannya. Selengkapnya bisa dibaca di sini: Mengukur Prioritas Asuransi dari Frekuensi Kejadian dan Dampak Keuangan. []

,

Artikel Terkait:

Pos ini dipublikasikan di Asuransi Kesehatan dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

23 Balasan ke Asuransi Rawat Jalan, Perlukah?

  1. Ping balik: Asuransi Melahirkan, Perlukah? | Allianz Syariah

  2. Ping balik: Rawat Jalan Itu Tidak Perlu Pakai Asuransi | Asuransi Allianz Syariah

  3. JOhan berkata:

    Ijin copas artikelnya pak bos untuk blog ane di http://myasuransisyariah.wordpress.com/🙂

    @Salam, Pak Jo, silakan dengan senang hati. Sukses selalu.

    Suka

  4. Ping balik: Perlukah Memiliki Asuransi Rawat Jalan? | Allianz Asuransi Syariah

  5. Ping balik: Perbedaan Allisya Care dan Maxi Violet | Asuransi Allianz Syariah

  6. rezuzovka berkata:

    kalau menurut sepengetahuan saya perlu karena :
    1. apabila mengikutsertakan keluarga, rawat jalan akan dimanfaatkan, apalg mempunyai anak kecil yang rentan penyakit ringan
    2. berdasarkan hal di atas bayangkan saja jika 2 org ato lbh dalam setahun tidak mungkin tdk sakit sprti demam, flu dll palg jika penyakit tsb bisa kambuh.
    3. bagaimana ketika diperiksa terdiagnosa sinus, kencing batu dll dan pengobatan hrs intensif
    4. kalau biaya/premi kiranya mahal kan bisa mengambil plan A
    mohon solusinya?

    @Salam, Bu Rez, ini tanggapan saya:
    1. Prioritas asuransi bukan diukur dari seringnya kejadian, tapi dari dampak keuangannya. Asuransi itu penting, tapi tidak semua hal harus diasuransikan. Utk hal-hal yang masih sanggup kita tanggung, cobalah bersikap mandiri.
    2. Saya juga beberapa kali sakit flu dalam setahun, begitu pula istri dan anak saya. Tapi sejauh ini keuangan saya tak masalah tuh.
    3. Kalau punya sinus dan kencing batu, biasanya askes tidak cover di tahun pertama (di Allianz ada masa tunggu 1 tahun utk penyakit yg tidak datang tiba-tiba). Kalau sebelumnya sudah punya sinus dan kencing batu, kedua penyakit tsb akan dikecualikan (tidak ditanggung).
    4. Plan A itu manfaatnya kecil, preminya di atas 1 jutaan per orang per tahun. Jika dalam satu keluarga ada 4 orang, maka premi utk rawat jalan saja sudah 4 jutaan (belum rawat inapnya). Kalau saya punya uang 4 juta, mendingan saya taro di bank sbg dana darurat. Sewaktu-waktu anak kena pilek, tinggal tarik seperlunya. Saya yakin dalam setahun tidak akan habis 4 juta hanya utk pilek atau demam.

    Itu pendapat saya, silakan ibu punya pendapat beda. Saya sih senang-senang saja jika ibu beli asuransi dari saya🙂

    Salam,
    Asep S

    Suka

    • rezuzovka berkata:

      saya punya jamsostek bayarnya murah tpi memang sesuaikan kualitas sedari obat dan tidak bisa ditangani langung dokter spesialis, lagipula harus mengantri dan bila buru2 (mepet waktu) tidak bisa msk UGD

      Suka

    • krisna berkata:

      Saya punya pengalaman. Untuk Rawat Jalan bisa lebih dari 10 juta/pertahun. Anda pernah bayangin berapa mahalnya cek lab ?. Misal, anak batuk selama 2 minggu. Dokter pasti akan menyuruh cek lab, radiologi dll. Anda paham biaya nya ? . Karena cuma anak mengeluh sakit perut untuk check USG lengkap itu bisa habis 700 rb. Itu kalau penyakitnya langsung ketemu. Kalau enggak bakal ada cek dan cek lagi. Artikel anda gak bisa di generalisasi ke semua pembaca. Setiap kasus beda beda. Kalau sakitnya sering pasti dari segi biaya sangat besar. Paham ?

      Suka

      • Asep Sopyan berkata:

        Salam, Pak Krisna. Sekadar info saja, di Allianz dg menggunakan produk Smartmed Premier, utk mendapatkan plafon rawat jalan sebesar 10 juta setahun, preminya 6,7 jutaan setahun utk usia anak. Itu belum termasuk premi rawat inapnya sebesar 3,5 juta, total premi 10 jutaan lebih setahun.

        Utk rawat inapnya, premi 3,5 juta setahun sangat murah karena mendapatkan plafon 6 miliar. Tapi premi 6,7 juta utk mendapatkan plafon 10 juta, apakah itu cukup berharga utk diambil? Karena jika tidak dipakai, preminya hangus.

        Demikian, dan terima kasih atas komentarnya.

        Saran saya utk antisipasi biaya rawat jalan:
        – Pakai dana darurat
        – Pakai BPJS

        Suka

  7. Ping balik: Rawat Jalan Itu Tidak Perlu Pakai Asuransi « Insurance Smart

  8. Ping balik: Hal-Hal Yang Tidak Memerlukan Asuransi | Asuransi Jiwa Allianz Syariah

  9. ummi berkata:

    tulisan bapak sangat membantu sekali,,,,makasih atas sharingnya

    @Salam, Bu Ummi, sama-sama terima kasih atau komentarnya.

    Suka

  10. zummy berkata:

    Klo menurut saya sih perlu..sedikit curhat..dr pertama kerja d perusahaan ini saya ada asuransi yg meng cover rawat jalan dan inap..memang terdapat plafon yg tidak d ganti perusahaan selurih ny..tp mayan lahh ngurang2 biaya..bsa dokter spesialis pula..nah tahun 2015 asuransi itu d hapuskan krn perusahan ikut program BPJS..yg kaga bsa k dokter spesialis..hrs k puskesmas ato klinik..akh ribet poko nyh..

    @Salam, Pak Zummy, terima kasih komentarnya. Memang punya asuransi rawat jalan itu enak dan nyaman. Jika Bapak sudah memperolehnya dari perusahaan, bersyukurlah, karena kalau beli sendiri, preminya mahal sekali, bisa jadi lebih mahal dari pemakaian rawat jalan dalam setahun.

    Salam,
    Asep S

    Suka

  11. Dokter berkata:

    Rawat jalan lebih diperlukan daripada rawat inap. Biaya periksa dokter saja skr yg paling murah 50 rb, belum obat. Sekali keluar biaya bisa 300 rb. Perawatan tdk bs 1 atau 2 kali, bayar lagi. Asuransi inap…belum tentu bener2 ditanggung kalau enggak kena penyakit yg di dalam kontrak.

    Suka

    • Asep Sopyan berkata:

      Salam, Pak Dokter, terima kasih atas komentarnya. Sepertinya ukuran perlu menurut Bapak berbeda dg ukuran perlu menurut saya. Ukuran perlu menurut saya adalah: Jika saya mampu menanggung sendiri biayanya, berarti tidak perlu pakai asuransi. Tapi jika saya sendiri tidak mampu, maka saya butuh bantuan asuransi.

      Saya yakin, utk saat ini saya masih mampu membayar biaya 300 ribu sekali datang ke dokter utk rawat jalan. Lain halnya jika biaya sakitnya 100 juta, 500 juta, atau 1 miliar, maka saya butuh bantuan asuransi. Jadi saya prioritaskan asuransi saya utk sakit yang biayanya mulai puluhan juta sd miliaran rupiah. Demikian.

      Salam,
      Asep S

      Suka

  12. sekarang ada bpjs ya untuk rawat jalan, buat jaga2, kadang rawat jalan juga butuh biaya mahal.

    @Iya betul, utk rawat jalan pakai saja BPJS. Terima kasih komentarnya.

    Suka

  13. williamtan19 berkata:

    Hmm betul juga pak!!

    NB: Sebagai salam kenal saya, saya juga sama suka menulis tentang edukasi asuransi. Saya tunggu pengenalannya, disini ya

    http://www.asuransijiwadankesehatan.wordpress.com

    Suka

  14. Ping balik: Hal-Hal Yang Sebaiknya Dipersiapkan Bukan Lewat Asuransi | Sadar Asuransi

  15. Ping balik: Mengukur Prioritas Asuransi dari Frekuensi Kejadian dan Dampak Keuangan | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  16. Ping balik: Mengukur Prioritas Asuransi dari Frekuensi Kejadian dan Dampak Keuangan | Asuransi Syariah Nomor Satu

  17. Ping balik: RSCM: 4 Kejadian yang Membutuhkan Asuransi | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  18. Ping balik: Empat Kejadian yang Membutuhkan Asuransi | Perlindungan Keuangan Anda

  19. Ping balik: RSCM: 4 Kejadian yang Membutuhkan Asuransi | Asuransi Syariah Nomor Satu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s