Komentar atas Kultwit Ligwina Poerwo-Hananto tentang Asuransi Penyakit Kritis

LigwinaBeberapa waktu lalu seorang klien saya mengirimkan tautan berisi rangkuman kultwit Ligwina Poerwo-Hananto, perencana keuangan di QM Financial, tentang asuransi penyakit kritis. Klien saya meminta saya menanggapi isi kultwit tersebut. Materi kuliah twiter bisa dibuka di web QM Financial, di sini: http://qmfinancial.com/summary-tweet-finclic-22-oktober-2012/

Saya pasang kembali isi kultwit tersebut di blog ini disertai komentar atas sejumlah poin yang menggelitik sel-sel otak saya (ditandai warna biru-tebal). Sebelumnya mohon maaf jika kata-kata saya ada yang keliru atau kurang selayaknya. Terima kasih dan semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian.

Berikut ini merupakan summary tweet #FinClic 22 Oktober 2012 tentang Asuransi Penyakit Kritis.

Hari ini #FinClic ya! Khusus mau bahas tentang penyakit kritis dan efeknya ke keuangan kita. Silakan mulai pikirin pertanyaan- pertanyaannya.

Oke Bund, topik yang sangat menarik. (Ligwina adalah ibu dari 3 anak).

Gw selalu percaya ketok pintunya dan Tuhan yang pilihkan pintu mana untuk gw lewati. Dan belakangan ini semua tentang penyakit kritis #FinClic

It’s like the universe pulling me to come into new awareness, new knowledge and more importantly new way of life #FinClic

Tentang gaya hidup sehat bisa follow @erikarlebang @dr_Phaidon@rezagunawan atau @carlotamba. Gw bahas tentang sisi keuangannya aja ya #FinClic

Nanti ya jam12-an gw akan mulai #FinClic khusus tentang Penyakit Kritis, efeknya apa ke keuangan kita dan cara mengatasinya

Bahan ngobrol #FinClic hari ini akan nongol jadi artikel di @KontanNews dan blog http://qmfinancial.com 

Heits mari mulai #FinClic tentang penyakit kritis hari ini

Siip, lanjutkan🙂

Dalam istilah asuransi. Penyakit Kritis: penyakit dengan kondisi irreversible, critically ill. Penyakit Kronis: berlangsung terus menerus #FinClic

Setuju, Bund. Beberapa penyakit kritis tergolong irreversible (gak bisa balik lagi, alias tidak akan pulih seperti sediakala). Setara dengan kejadian meninggal dunia dan cacat tetap. Kalau sudah kejadian, itu namanya “terlanjur”. Tinggal penyesalan jika tak punya persiapan. Ibarat dosa yang tak terampunkan. Atau maaf yang tak sempat disampaikan hujan kepada awan (plesetan dikit dari syair Sapardi Djoko Damono, hehe).Sel Kanker

Dalam istilah asuransi. Contoh penyakit kritis: stroke, jantung, gagal ginjal, kanker stadium 4. Contoh penyakit kronis: asma, maag, diabetes #FinClic

Maaf, Bunda, kenapa harus disebut kanker stadium 4? Di polis yang saya punya, tidak ada tuh istilah “stadium 4”.

Yang kita butuhkan no.1: asuransi kesehatan, minimal rawat inap. Jadi kalau sakit apapun – asal bukan pre-existing – sebagian dicover #FinClic

Maaf lagi nih, apa betul asuransi kesehatan rawat inap itu kebutuhan no.1? Di pikiran saya, jika sesuatu disebut kebutuhan apalagi kebutuhan no.1, kalau tidak dipenuhi maka akan gawat. Betulkah begitu? Bagi sebagian orang, ya. Tapi bagi sebagian lainnya belum tentu. Saya akan ulas lagi di bawah.

Jadi sekarang cek dulu. Sakit-sakit apa yang mungkin terjadi sama kita. Flu, tipus, demam berdarah karena virus dan harus rawat inap rumah sakit? Ada asuransi kesehatan (AsKes) yang bisa bantu #FinClic

Hmm, kayaknya penyakit apa pun mungkin saja terjadi pada kita. Memangnya ada orang yang bisa milih?

Maag, Asma, Diabetes. Gak dirawat di rumah sakit. Maka asuransi kesehatan kita belum tentu cover juga. Itu pun harus non pre existing #FinClic

Betul, Bund.

Pre-existing condition » sudah terjadi sakit, tidak bisa di-approve polis asuransinya, kalau pun di-approve ada pengecualian #FinClic

Betul.

Risiko penyakit kritis meningkat terutama dari gaya hidup dan keturunan. Jadi cek sama ortu dan kakek nenek, gimana riwayat kesehatan mereka #FinClic

Setuju dengan Bunda Wina, gaya hidup dan faktor keturunan dapat meningkatkan risiko penyakit kritis. Tapi ada satu hal yang patut disadari: Emangnya kalau gaya hidup sehat dan leluhur sehat, orang tidak mungkin kena penyakit kritis?

Kemudian di zaman sekarang ini, adakah orang yang gaya hidupnya betul-betul sehat? Aneka makanan dan minuman mengandung bahan kimia, polusi udara, radiasi komputer dan ponsel, semua itu mengepung kita di mana-mana. Belum lagi stres soal pekerjaan dan rumah tangga. Adakah yang bisa menghindar 100%?

Selain itu, penyakit kritis bisa juga lho disebabkan kecelakaan. Contohnya trauma kepala serius, kelumpuhan, hilangnya kemandirian hidup, koma, luka bakar, buta, bisu, tuli, kehilangan fungsi syaraf. Jadi, rider penyakit kritis tidak hanya bicara tentang penyakit. Lebih tepatnya kondisi kritis.

Penyakit kritis juga bisa disebabkan inveksi virus dan bakteri, misalnya meningitis. Cek di sini: http://www.sehatkan.com/2013/05/penyakit-meningitis-gejala-penyebab-dan.html. Ada lagi kanker serviks yang disebabkan virus HPV. Silakan cek di sini: http://www.anneahira.com/virus-penyebab-kanker.htm

Menurut yang saya baca di Wikipedia, hanya 5-10% kanker yang disebabkan faktor keturunan. Selebihnya 90-95% disebabkan faktor lingkungan. Cek di sini: http://id.wikipedia.org/wiki/KankerMalah kalau orang sudah menyadari ada faktor keturunan, kemungkinan dia akan lebih hati-hati menjaga diri. 

Ini pengetahuan umum ya, contoh: tekanan darah dan kolesterol tinggi pengaruh pada circulatory system » risiko penyakit jantung #FinClic

Mereka yang terkena penyakit jantung biasanya disarankan salah satu dari 3 tindakan: dibalon, disten atau dibedah bypass. Ini gak murah #FinClic

Terima kasih infonya.

Risiko penyakit yang ada di diri kita? Misal diabetes, ini berobat jalan – tidak dicover asuransi kesehatan standard rawat inap, tidak dicover asuransi penyakit kritis #FinClic

Betul, memang begitu. Dari diabetes, yang perlu diperhatikan adalah komplikasinya. Asalkan disiplin, orang bisa berteman dengan diabetes dan hidup secara normal. Mengutip sebuah iklan: “Risiko mungkin diturunkan, manisnya hidup kita yang tentukan”.

Perhatian. Biasanya sesudah #FinClic banyak yang cek mention gw dan mulai jualan produk. Jangan percaya kalau ada yang bilang “sesuai rekomendasi gw ya”!

Semua rekomendasi di @QM_Financial dibuat dalam kerangka Plan hanya untuk klien. Kami TIDAK ada sangkut paut dengan yang asal sebut- sebut di twitter

Kalau mau mencari produk sendiri tentu saja silakan. Kalau butuh konsultasi dan dicarikan bisa jadi klien dulu dengan menghubungi @QM_Sales. Thank you!

#FinClic di twitter ini tidak pernah bersponsor. Fungsinya edukasi supaya kita semua membeli produk keuangan tidak dalam kegelapan

Buat yang nanya “sebut nama produk dong” » TIDAK gw sebutkan karena nanti kayak jualan produk dong. Kan #FinClic menarik justru tidak bersponsor

Okelah Bund. Setuju dan salut.

Lanjutnya. Untuk diabetes, komplikasi dari diabetes itu sendiri yang bisa berujung ke penyakit kritis » contoh: gagal ginjal, harus cuci darah #FinClic

Nah, itu dia. Betul sekali.

Bagaimana dengan Stroke? Ini disebut penyakit kritis karena bisa membuat seseorang tidak bisa berfungsi normal. Maka asuransi penyakit kritis ada “masa tunggu” stroke #FinClic

Betul. Saya tambahkan, di produk kami (CI+ di Tapro), stroke masa tunggunya 6 minggu. Tapi klaimnya bisa diajukan segera setelah kena serangan stroke dengan membawa hasil diagnosa dari alat tes yang relevan (MRI atau CT Scan).

1 lagi kanker. Stadium1 : kanker hanya di 1 organ. Stadium 2-4 : kanker sudah menyebar ke organ- organ tubuh lain. Penyakit kritis » sudah stadium 4 #FinClic

Yang ini mohon maaf saya harus koreksi. Dari yang saya baca di polis Tapro mengenai rider CI+, tidak ada istilah stadium 1-4. Kriteria kanker di rider CI+ Tapro: “Penyakit yang ditandai dengan adanya tumor ganas akibat pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan menyebarnya sel tumor ganas serta invasi ke jaringan. Diagnosa harus ditegakkan berdasarkan pemeriksaan jaringan dan didiagnosa oleh onchologist atau pathologist.

Definisi di atas mungkin kurang bisa dipahami oleh orang kebanyakan. Tapi saya bisa menunjukkan bahwa definisi tersebut tidak berarti harus stadium 4. Saya ingin menunjukkannya melalui perbandingan dengan produk critical illness terbaru Allianz, yaitu CI100. (Info tentang CI100, silakan buka di sini)

Di produk CI100, penyakit kritis dibagi ke dalam 4 tahap.

1. Early Stage atau tahap awal. Contohnya: Karsinoma in situ atau Kanker tahap awal pada organ tertentu (payudara, rahim, vagina, usus besar, penis, prostat, kandung kemih, dll).

2. Intermediate Stage atau tahap menengah. Contohnya: Karsinoma in situ atau kanker tahap awal pada organ tertentu yang dilakukan pembedahan radikal.

3. Advanced Stage atau tahap lanjut. Contohnya: Kanker

4. Catasthropic Stage atau tahap yang lebih gawat lagi. Contohnya: Kanker dengan metastasis.

Kanker pada CI+ masuk kategori Advanced Stage. Di atas Advanced Stage ternyata masih ada satu tahap lagi, yaitu Catasthropic. Seandainya kanker di CI+ harus stadium 4, lalu masuk stadium berapakah Kanker dengan metastasis pada tahap katastropik? Emangnya setelah stadium 4 ada stadium di atasnya lagi?

Penjelasan tambahan:

Kanker ditandai dengan adanya tumor ganas. Namanya juga ganas, dia suka menginvasi atau menyerang ke jaringan sekitarnya. Tumor ganas dibedakan dengan tumor jinak yang tidak suka menyerang.

Apa pengertian invasi? Di polis CI100, dijelaskan bahwa invasi berarti infiltrasi dan/atau pengrusakan aktif jaringan normal yang melewati membran dasar. Mohon dicatat: Baru melewati membran dasar pun sudah bisa dikategorikan invasif. Artinya, itu sudah kanker, karena memang sudah berbahaya bagi jiwa. Kalau tidak segera dicegah, dia bisa bermetastase (menyebar jauh) ke organ-organ lainnya. Tak diragukan lagi, kanker dengan metastasis itulah stadium 4. 

Jadi ada 4 penyakit kritis yang risiko terjadinya cukup tinggi dan membutuhkan biaya tinggi: stroke, jantung, gagal ginjal, kanker #FinClic

Fokus utama perencana keuangan independen dalam hal penyakit kritis biasanya pada 4 penyakit kritis tadi. Efek biayanya seperti apa #FinClic

Hmm, kenapa hanya 4 ya? Memangnya orang bisa pilih penyakit?

Khusus kanker payudara, gw terlibat kegiatan @ingat8 » mengajak perempuan tahu lebih banyak tentang kesehatan payudaranya. Silakan follow ya

Bagus. Lanjutkan, Bund. Salut.

AsKes » maksudnya asuransi kesehatan, bukan PT ASKES yang untuk PNS ya. Ini untuk berobat, terutama rawat inap. Jadi kalau diopname kita dibayarin #FinClic

Memang kebanyakan gak cover rawat jalan. Yang dibutuhkan terutama untuk rawat inap. Jadi kalau beli harus banding-bandingkan premi + fasilitas #FinClic RT @jeng_karyo nyokap ambil askes telemarketing taunya Cuma cover rawat inap. operasi, rawat jalan dan sebagainya ga discover, padahal premi mahal L @jeng_karyo

Tambahan: Tentang rawat jalan, menurut saya sebaiknya tidak perlu ambil asuransi, kecuali sudah disediakan gratis dari kantor. Saya nulis di sini: https://myallisya.wordpress.com/2013/11/02/rawat-jalan-itu-tidak-perlu-pakai-asuransi/

Asuransi Penyakit Kritis » ini beda dengan AsKes. Yang keluar sejumlah uang seperti dalam Asuransi Jiwa ada Uang Pertanggungan. Jadi penting lihat persyaratan klaim

Betul, asuransi penyakit kritis beda dengan askes. 

@QM_Financial hanya memberikan rekomendasi dalam Plan – hasil diskusi setelah lihat data keuangan » kalau mau jadi klien silakan hubungi @QM_Sales ya

Contoh syarat- syarat klaim Asuransi Penyakit Kritis: jantung » jika butuhkan 1 dari 3tindakan tadi, stroke » masa tunggu 2 minggu- 2 bulan, kanker » stadium 4, gagal 1-2 ginjal #FinClic

Betul #FinClic RT @winnyluf: syarat klaim Asuransi Penyakit Kritis ternyata kanker stadium 4 baru bisa klaim,artinya sudah parah banget baru bisa klaim padahal pengobatan stadium 1-3 itu mahal

Hmm, dari tadi bahasanya stadium 4 terus nih. Bunda Wina baca di polis mana ya? Hati-hati lho Bunda, dengan mengulang-ulang pendapat ini, berarti ada dua hal yang dipertaruhkan:

Pertama, kredibilitas Bunda sendiri selaku perencana keuangan, yang dituntut untuk memberikan saran-saran keuangan berdasarkan informasi yang benar.

Kedua, keselamatan finansial klien-klien Bunda. Jika karena isu ini mereka tidak jadi ambil asuransi penyakit kritis, lalu ternyata mereka terkena salah satu penyakit kritis, gimana? Apakah Bunda akan bantu? Seberapa banyak?

Kanker stadium awal banyak yang masih bisa disembuhkan. Dengan operasi, diangkat, lalu pengobatan kemoterapi+radiasi. Total biaya minimal 100jutaan #FinClic

Sebetulnya Asuransi Penyakit Kritis tidak di-design untuk berobat seperti Asuransi Kesehatan. Asuransi Penyakit Kritis ada untuk bantu ringankan biaya- biaya. Manfaat dalam bentuk Uang Pertanggungan, bukan biaya berobat #FinClic

Menurut saya, asuransi penyakit kritis fungsi utamanya tetaplah untuk biaya berobat, hanya memang bukan pertolongan pertama pada sakit. Pertolongan pertamanya asuransi kesehatan… dan bagi orang tertentu, fungsi askes bisa diganti dengan tabungan/dana darurat yang dimiliki, bahkan dengan gaji. Dan jika ambil unit link, nilai tunainya bisa diambil untuk biaya berobat sementara menunggu klaim diproses (dengan catatan nilai tunainya sudah terbentuk, hal ini tergantung jumlah setoran, komposisi premi dan top up, kondisi investasi, konsistensi setor premi, dll).

Selain itu, asuransi penyakit kritis memiliki beberapa fungsi lain yang tidak ada pada askes. Karena berbentuk UP (uang pertanggungan), dana ini akan sangat membantu dalam perawatan lanjutan (yang umumnya rawat jalan), mengganti penghasilan yang hilang (terlebih jika tidak bisa bekerja lagi), dan mencegah dari kehilangan aset serta jebakan utang. Silakan dibaca di sini: 5 Fungsi Asuransi Penyakit Kritis.

Kalau ditawarin Asuransi Penyakit Kritis, mikir dulu, jangan cuma termakan jualan “ini bisa 48 penyakit kritis, Uang Pertanggungannya besar, premi ringan, ada investasi”. Cek dulu #FinClic

Tentunya begitu. Semakin penting sesuatu, semakin harus dipikir dulu.

Cek keluarga dan gaya hidup kita berisiko kena penyakit kritis yang mana? Gak kena 48 semua kok. Yang paling tinggi risiko yang harus disiapkan #FinClic

Setuju, gak kena 48 semua. Tapi menurut Bunda, ada gak orang yang tahu akan kena yang mana?

Maka tadi gw bilang paling gak 4 penyakit kritis: stroke, jantung, gagal ginjal dan kanker. Lihat kebutuhan Uang Pertanggungannya dan syarat- syarat klaim #FinClic

Bagaimana kalau siapnya dari 4 penyakit, tahu-tahu kena yang lain? Misal hepatitis, tumor otak, meningitis, kelumpuhan, terminal illness, buta, bisu, tuli, koma, luka bakar. Siapa yang bisa pilih?

Di @QM_Financial rekomendasi Asuransi Penyakit Kritis masih didebat. Ada Planner yang merasa gak perlu karena syarat- syaratnya ribet. Ada Planner yang merasa perlu #FinClic

QMPlanner yang merasa gak perlu Asuransi Penyakit Kritis, akan rekomendasikan Dana Kesehatan Pensiun (DKP). Ini investasi sendiri di reksadana seperti Dana Pensiun #FinClic

Asumsi DKP: biaya berobat intensif jika kena penyakit kritis, contoh: 10juta/bulan untuk 3 tahun = 360juta nilai sekarang. Perlunya kapan, investasi deh #FinClic

DKP sangat penting, setuju. Tapi kalau tujuannya utk penyakit kritis, wah, emangnya sanggup invest berapa duit dan butuh waktu berapa lama?

DKP. Kelebihan: duitnya punya kita sendiri, gak dikasih ke perusahaan asuransi. Kelemahan: kalau siapnya 15 tahun lagi tapi sakitnya 5 tahun lagi gimana? #FinClic

Nah, itu dia. Ini baru betul banget. Emangnya orang bisa tahu kapan kalau kena?

QMPlanner yang merekomendasikan Asuransi Penyakit Kritis biasanya karena kuatir kliennya punya tanggungan banyak (keluarga muda) + Dana Darurat terbatas #FinClic

Hmm, bahkan orang yang kaya dan dana daruratnya sudah banyak pun, mesti punya asuransi penyakit kritis. 

Jadi jangan liat asuransi sepotong aja. Bikin Plan harus komprehensif. Data perlu dianalisa, pencapaian Dana Darurat Dana Pendidikan Dana pensiun berpengaruh #FinClic

Jangan lupa semua asuransi (kesehatan, jiwa, penyakit kritis, kecelakaan) itu ada yang murni tanpa embel- embel investasi. Ada kok #FinClic

Ya, dalam hal ini Bunda tentu sangat tahu. Pertanyaannya: bagus gak? Kalau bagus, murah juga gak? Menurut saya, yang pertama harus diperhatikan sebelum membeli adalah kualitas produk, bukan skemanya (murni atau plus investasi). Yang plus investasi pun bisa kok investasinya diminimalkan.

Fakta: Saat ini mayoritas perusahaan asuransi berlomba-lomba memperbagus produk unit link dan melengkapinya dengan rider-rider yang oke punya. Jadi, kalau orang cari kualitas, adanya di unit link.

Beberapa patokan untuk mengukur kualitas produk asuransi penyakit kritis: Berapa jumlah penyakit yang ditanggung, masa perlindungan sampai usia berapa, ada survival period atau tidak, kalau ada berapa lama (semakin sebentar semakin bagus), kriteria penyakit bagaimana, klaim dari tahap awal atau tahap akhir saja (yang bisa klaim dari tahap awal biayanya lebih mahal), mengurangi UP jiwa atau tidak. 

Maka sekarang sudah ada Asuransi Penyakit Kritis “early stage coverage” » ini dengan syarat- syarat klaim lebih ringan dibandingkan Asuransi Penyakit Kritis biasa #FinClic

Ya, ada. Di Tapro, produknya CI100, menanggung 100 kondisi penyakit kritis hingga usia 100 tahun, sejak tahap awal penyakit. Untuk keterangan lebih lanjut, klik di sini: https://myallisya.wordpress.com/produk/allisya-protection-plus-premi-berkala/rider-3b-ci-100-100-critical-illness/

Ada Asuransi Penyakit Kritis early stage khusus kanker. Dengan premi=400ribu/bulan Uang Pertanggungan=100juta bisa cair 30% setelah diagnosa kanker. Ini ok banget? Untuk siapa? #FinClic

Maaf Bund, masa sih 400ribu/bulan dapat UP 100 juta dibilang ok banget? Kalau pakai Tapro, 400rb per bulan bisa dapat UP jiwa 400 juta + UP penyakit kritis 400 juta, utk usia 30an, dan masih bisa ditambah manfaat lain. Penyakit kritisnya pun gak cuma kanker, tapi 49 penyakit (kalau pakai CI+) bahkan 100 kondisi penyakit (kalau pakai CI100). Dan keluarnya pun bukan 30%, tapi 100% UP.

Perhatikan: 1) Itu khusus kanker. Gak bisa dipake kalau risiko tingginya untuk penyakit jantung 2) 30% dari 100juta itu 30juta. Ga punya Dana Darurat segitu? #FinClic

Hmm, kalau rajin investasi, mestinya punya ya kalau hanya 30 juta. Dan pertanyaan yang sama ingin saya ajukan mengenai rekomendasi askes rawat inap sebagai kebutuhan no.1. Askes rawat inap itu fungsinya untuk apa sih? Sakitnya yang model apa? Di atas Bunda sebutkan flu, tipus, demam berdarah…

Pertanyaannya: Berapa sih biaya sakit semacam itu kalau dirawat inap? Paling cuma 10 juta, 20 juta, atau paling mahal 30 juta. Beberapa penyakit mungkin bisa sampai 50-100 juta. Tapi untuk orang yang penghasilannya relatif besar, rajin investasi, dan rutin FinClic di QM Financial: Emang gak punya ya Dana Darurat segitu? 

Jadi untuk Asuransi Penyakit Kritis early stage khusus kanker tadi, kalau memang gak punya tanggungan, dan Dana Darurat cukup besar, asuransinya gak bantu banyak #FinClic

Makanya kalau ambil UP jangan nanggung ya Bund. Standar saat ini untuk UP penyakit kritis adalah 1 miliar, minimal 500 juta. Pilih yang UP-nya bisa keluar 100% atau minimal 50% (tahap awal).

Tapi bayangin kalau ini kanker pada seorang Ibu bekerja yang support 2 anak kecil, Dana Daruratnya terbatas. 30juta aja bantu banget buat dia berobat #FinClic

Betul. Sekecil apa pun akan membantu, apalagi kalau UP besar.

Kenapa perlu perhatian pada penyakit kritis ini? Kalau kitanya sudah gaya hidup sehat pun, bisa jadi orang lain yang kena. Dan kita harus bantu #FinClic

Setuju, Bund. Terima kasih atas edukasinya.

Beberapa kasus: ada yang bapaknya kena penyakit jantung, ada yang ibunya gagal ginjal, ada yang temannya stroke, ada yang istrinya kanker #FinClic

Akibatnya sama, yang sakit orang lain, yang bayar kita. Saat orang dekat kita kena penyakit kritis, gak mungkin kita gak bantu kan? #FinClic

Betul banget, setuju sekali. Kita pasti tidak akan diam kalau orang di sekitar kita kena musibah.

Contoh kasus yang bapaknya kena punya jantung. Dia sampe harus pinjam ke mana- mana lalu punya utang besar sekali. Utang baru beres 3 tahun #FinClic

Contoh kasus yang ibunya gagal ginjal, cuci darah itu 2 minggu sekali. Dia berhenti investasi dan mulai cairkan Dana Darurat + Dana Pensiun #FinClic

Contoh kasus yang temannya kena stroke. Sampe hari ini masih mengunjungi temannya itu. Bantuin anak temannya sekolah #FinClic

Contoh kasus yang istrinya kanker. Setelah berjuang 5 tahun, semua aset habis kecuali rumah karena diperjuangkan tidak dijual/gadai #FinClic

Jadi awareness tentang penyakit kritis ini gak bisa cuma untuk kita aja. Harus juga jadi bahan pembicaraan dengan orang- orang sekitar kita #FinClic

Betul dan setuju. Yang jadi keheranan saya, dengan akibat yang begitu dahsyat pada keuangan kita (terjebak utang, tabungan dana pensiun habis, aset lenyap), kenapa masih ada financial planner yang tidak rekomendasikan asuransi penyakit kritis? Aneh gak, Bund?

Okey… ada pertanyaan apa untuk asuransi penyakit kritis topik #FinClic hari ini? Silakan kakaaaaak….

A1 Di kebanyakan polis asuransi penyakit kritis: tidak. Perlu liat di polis “early stage coverage” RT Q1 @BMLintangP: Stadium 1-3 ga termasuk kritis, mba? #FinClic

Pertama, kriteria klaim kanker bukan stadium (di sini tiap dokter bisa beda pendapat), tapi apakah kanker sudah menyebar atau masih diam di tempat. Ini untuk produk Critical Illness yang biasa (contohnya CI+). Untuk produk Critical Illness yang early stage (contohnya CI100), tumor yang tidak menyebar pun bisa diklaim.

Kedua, penyakit kritis yang dikenal ada stadiumnya itu hanya kanker. Penyakit lain tidak ada atau kurang dikenal pentahapannya.

Ketiga, kebanyakan orang baru tahu kondisi penyakitnya ketika sudah tahap lanjut. Maklumlah, yang namanya kebutuhan hidup tidak bisa ditunda. Jadi kebanyakan orang, selama masih bisa bekerja dia akan terus bekerja sehingga abai dengan kondisi kesehatannya.

Keempat, kalaupun orang sudah tahu kondisi kankernya dari tahap awal, seberapa sanggup dia mencegah si penyakit lanjut ke tahap berikutnya? Sebab untuk melakukan itu, orang harus mengubah gaya hidup secara radikal. Tadinya merokok, jadi tidak boleh merokok. Tadinya tidak pernah olahraga, harus rajin olahraga. Tadinya suka makan di warung padang, harus disetop. Harus banyak pantangan dan jaga pola makan. Tidak boleh begadang. Harus banyak istirahat dan tidak boleh kerja yang berat-berat (padahal kebutuhan hidup meningkat). Harus rutin konsumsi suplemen ini-itu (akan banyak tawaran dari MLM produk kesehatan). Dsb. Emangnya gampang?

A2 Segera sejak lahir RT Q2 @aliyamuafa: umur berapa anak udah bisa punya asuransi kesehatan? #FinClic

A3 Jangan cuma liat premi, cek fasilitasnya ya RT Q3 @egacumi: asuransi kesehatan yang di tawarin kartu kredit ambil gak? kenapa lebih murah ya premi nya? #FinClic

Ambil asuransi itu yang terbaik lewat agen asuransi, bukan telemarketing atau kartu kredit atau di bank. Mohon maaf kepada rekan penjual asuransi di jalur pemasaran yang lain. Dibanding jalur pemasaran lain, agen asuransi punya beberapa kelebihan, antara lain: bisa ditanya-tanya secara detail dan mendalam, menyediakan waktu kepada calon nasabah untuk berpikir, bisa dipanggil ke rumah, pelayanan bersifat personal, membantu urus klaim, komitmen seumur hidup, bahkan bisa jadi teman baik.

Untuk zaman sekarang di mana yang personal lebih penting dibanding yang massal, semua kelebihan ini tak ternilai harganya.

A4 Tergantung ambil fasilitasnya apa. Musti dicek. RT Q4 @camila_uray: kalo jamsostek gitu masuk asuransi kesehatan (AsKEs) kan ya? #FinClic

A5 cek fasilitasnya apa aja dan apakah lo sudah merasa cukup dengan fasilitas PT ASKES u PNS  RT Q5@dianandariskia kalo udah punya askes PNS masih perlu ikut askes lain lagi ga? #FinClic

Pendapat saya soal ini: askes itu jangan berlebihan. Tidak usah parno untuk penyakit-penyakit ringan. Apalagi askes kalau jenisnya cashless (pakai kartu) tidak bisa dobel klaim.

Sebaliknya, asuransi jiwa (termasuk asuransi penyakit kritis dan cacat) boleh berlebihan dan tidak boleh kekurangan. Contoh, ambil UP sakit kritis 100 juta, ternyata biaya berobat habis 500 juta, nombok dong. Tapi kalau ambil UP sakit kritis 500 juta dan biaya berobat cuma 100 juta, sisanya bisa digunakan untuk perawatan lanjutan (yang biasanya bersifat rawat jalan), juga untuk bantu biaya hidup (terlebih kalau sampai tidak bisa bekerja lagi).

Kelebihan asuransi jiwa (termasuk manfaat penyakit kritis) adalah bisa dobel klaim. Walaupun punya 10 polis, semuanya bisa diklaim 100%.

A6 Tanya, kalau dia sakit atau orang- orang tersayang sakit, yang bayar biaya berobatnya siapa? RT Q6 @april_ajo mba bagaimana cara mengubah pemikiran seseorang kalau ikut asuransi kesehatan itu berarti sama aja kayak nyumpahin sakit/ kecelakaan? #FinClic

Kalau sakitnya sakit biasa dan uang sudah banyak, bisa kok pakai uang sendiri.

A7 askes perlu untuk semua orang. Cek dari kantor kayak apa ya, kalau sudah cukup ya gak perlu beli lagi   RT Q7@mulyanadika kalau sudah punya Asji, apa perlu beli askes dan asuransi penyakit kritis lagi untuk suami/istri atau hanya salah satu saja? #FinClic

Mohon maaf, Bund, askes mungkin perlu untuk semua orang, tapi belum tentu merupakan kebutuhan prioritas. Bagi orang yang punya uang banyak (misal punya gaji di atas 30 jutaan dan bisa menyisihkan sepertiga penghasilan, atau sudah punya dana darurat ratusan juta), sakit biasa semacam tipus dan DBD tak sampai menghabiskan sebulan gaji.

Untuk kalangan ini, yang dibutuhkan adalah asuransi penyakit kritis dengan UP 1-2 miliar. Demi mencegah potensi kerugian besar yang bisa datang sewaktu-waktu, bayar premi 1-2 jutaan per bulan tak akan masalah bagi mereka.

Biaya rawat inap sakit biasa bisa disubstitusi dengan dana darurat, bahkan dengan gaji bulanan. Tapi jangan coba-coba dengan biaya sakit kritis, kecuali kalau harta kita menyamai Dahlan Iskan (ganti hati habis 3 miliar dan tetap kaya).

A8 Gak. Tumor beda dengan kanker. Kanker membesar dan rusak sel- sel sekitar RT Q8 @ekha_prasetyo: Ƙªℓọ tumor termasuk penyakit kritis ƍαªķ #FinClic

A9 Gw lebih suka sistem kartu. Tapi ada beberapa yang akhirnya sistem reimburse RT Q9 @cheeryMEup: AsKes sebaiknya pilih sistem kartu atau reimbursement #FinClic

A10 Setelah kena stroke, perusahaan asuransi tunggu 2 minggu- 2 bulan baru keluarkan Uang Pertanggungannya RT Q10@mytwinc: maksud masa tunggu stroke gimana yah? #FinClic

Betul. Tapi klaim bisa diajukan segera setelah mendapatkan hasil diagnosa MRI atau CT Scan. Dari hasil diagnosa, kita juga bisa memperkirakan dengan tepat apakah klaim sudah sesuai kriteria polis atau belum. Yang perlu dipahami adalah bahwa UP penyakit kritis bukan untuk pertolongan pertama.

A11 Bisa dua-duanya RT Q11 @Oet_Wulan: Kalau Askes mendingan langsung dengan asuransi atau bisa pake bank yang nawari pengendapan dana dengan fasilitas Askes ya? #FinClic

A12 Pertanyaan bagus. Terutama orang- orang dengan risiko penyakit kritis yang tinggi : cek riwayat keluarga dan gaya hidupnya  RT Q12 @ResTinuRi: sebaiknya yang diikutkan Asuransi Penyakit Kritis dalam keluarga siapa teh? kalau semua diikutkan, gak sedikit juga dananya #FinClic

Ya, ini pertanyaan bagus. Pada dasarnya semua orang butuh asuransi penyakit kritis, karena tidak ada orang yang kebal. Anak-anak pun bisa kena. Salah belikan botol susu dan mainan, bisa picu kanker.

Jika anggarannya dibatasi, maka prioritas orangtua dulu. Jika uangnya tersedia, lebih bagus untuk seluruh anggota keluarga. Nggak mahal kok, untuk usia anak-anak, premi 700 ribu per bulan bisa dapat UP sakit kritis 1 miliar (+ 1 miliar lagi utk UP jiwa dan masih ada nilai tunainya).

Owh, anak-anak nggak butuh asuransi jiwa, mungkin gitu ya Bund. Tapi gak ada salahnya kan kalau beli? Anak pun tidak kebal dari meninggal dunia, iya kan? Dan kalau uang pertanggungannya tidak dibutuhkan, tinggal disumbangkan saja ke panti asuhan. Bagus toh? Hehe.

A13 kalau sudah usia 60 DKP-nya sudah harus standby di Deposito/RDPU. Kalau belum sampai target, sebagian boleh dalam RD lain RT Q13 @herru_suwandi nyokap usia 60 tahun, terlalu mahal untuk premi askes apakah masih cocok kalau membentuk DKP untuk beliau di RDS? #FinClic

A14 ada banyak kok RT Q14 @mrsreniakhmad mbak, apa masih ada askes dan asji yang preminya gak di debet dari kartu kredit ? Thx #FinClic

A15 DD + DKP yah. Soalnya umur segitu memang udah susah cari askes aspenykritis RTQ15 @InnaBanani ibu mertua (60tahun) so far asam urat terkendali tapi emang suami nanggung kalau ada apa- apa. Sebaiknya Dana Darurat dikencengin apa kasih askes? #FinClic

Betul. Tapi umur 60an masih bisa kok ikut asuransi penyakit kritis.

*** 

Oke, Bunda Wina yang cantik, terima kasih atas sharingnya. Sukses selalu untuk aktivitasnya.

Kepada para pembaca, terima kasih telah membaca artikel ini. Salam sehat selalu untuk semua. Amin.. []

.

Artikel yang relevan:

– 5 Fungsi Asuransi Penyakit Kritis

5 Hal Penting yang Bisa Hilang

Apa Itu Critical Illness?

Keunggulan Rider Critical Illness

How Bad Condition That Have You Prepared?

Pos ini dipublikasikan di Penyakit Kritis dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Komentar atas Kultwit Ligwina Poerwo-Hananto tentang Asuransi Penyakit Kritis

  1. santosoyusak berkata:

    Pak, saya mau tanya tentang masa tunggu stroke 6 minggu itu.
    Bisa tolong diperjelas keterangannya gmn ya pak?
    Jadi, kalo seseorang kena stroke dan langsung klaim ga bisa cair ya?
    harus nunggu dulu 6 minggu baru UP keluar?

    apa ini juga berlaku untuk yg SmartLink?

    mohon pencerahannya.
    Thx.

    @Salam, pak Yusak, terima kasih pertanyaannya. Jawabannya, betul, menurut polis ada masa tunggu 6 minggu. Ketika serangan stroke terjadi, pasien dibawa ke RS dan diperiksa dengan MRI atau CT Scan, hasil diagnosis diajukan ke Allianz, dan setelah 6 minggu UP akan dibayar. Saya belum tahu kenapa ada masa tunggu 6 minggu, mungkin untuk memastikan kerusakan jaringannya bersifat permanen.

    Sambil menunggu UP cair, pasien dapat menggunakan asuransi kesehatan yg dia punya, atau uang sendiri, atau menggadaikan sesuatu (nanti dibayar setelah UP cair), atau bisa juga mengambil nilai tunai yang ada di unit link Tapro untuk menalangi biaya pengobatan.

    Sekalian bedah polis, saya kutipkan di sini definisi stroke dalam rider CI+ (Tapro Allisya maupun Smartlink sama saja):

    Serangan serebrovaskuler apa pun, yang mengakibatkan gejala neurologis yang permanen, yang berlangsung lebih dari 24 (dua puluh empat) jam, termasuk infark jaringan otak, pendarahan otak, trombosis atau embolisasi. Diagnosis ini harus didukung oleh beberapa kondisi tersebut di bawah ini:
    1. Bukti defisit neurologis permanen harus ditegakkan oleh dokter ahli syaraf dan gejala berlangsung paling sedikit selama 6 minggu setelah serangan.
    2. Penemuan dari pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging, Computerised Tomography, atau pemeriksaan teknik imaging yang lain yang sesuai dengan diagnosis dari stroke yang baru.
    Penyakit-penyakit yang dikecualikan:
    a. Transient Ischaemic Attacks;
    b. Kerusakan otak yang disebabkan oleh kecelakaan atau luka, infeksi, vasculitis, dan penyakit radang;
    c. Penyakit gangguan pembuluh darah yang mempengaruhi mata dan syaraf mata;
    d. Gangguan ischaemic dari vestibular system.

    Stroke terjadi karena berkurangnya aliran darah yang membawa oksigen ke otak. Oksigen itu makanan otak, kalau otak kurang cukup makan, dia bisa lemas/lumpuh. Stroke ada dua macam: stroke iskemik dan stroke hemorragik. Stroke iskemis disebabkan trombosis (penyempitan) atau emboliosis (penyumbatan) pembuluh darah, ini yang umum terjadi. Stroke hemorragik disebabkan pecahnya pembuluh darah, ini lebih gawat dan biasanya untuk kasus hipertensi atau usia tua. Dua-duanya masuk kategori penyakit kritis di CI+ dan bisa diklaim.

    Transient Ischaemic Attacks (TIA) itu stroke ringan. Mungkin lidah pelo sebentar, habis itu normal lagi dan tidak meninggalkan jejak kerusakan permanen.

    Lebih jauh tentang stroke, silakan baca di sini: http://id.wikipedia.org/wiki/Stroke atau di sini: http://cardiacku.blogspot.com/2012/12/mengenal-penyakit-stroke.html.

    Salam,
    Asep S

    Suka

  2. Joe Kusumanegara berkata:

    Maaf pak Asep menurut saya, anda ini promosi produk Unit Link terlalu membabi buta, kesannya allianz emang ga punya produk selain Unit Link kah??

    Terutama pernyataan yang selalu di gembar gembor ini
    “bisa juga mengambil nilai tunai yang ada di unit link Tapro untuk menalangi biaya pengobatan” kesannya dana kelolaan unit link itu selalu naik dan selalu tersedia kapan pun dibutuhkan yah? Anda atau allianz bisa menjamin hal ini?

    Seperti kalimat yang selalu anda gunakan untuk menangkis pernyataan mba wina, “memangnya kita bisa pilih kapan dan penyakit apa?”

    Kalo dana darurat tersebut dibutuhkannya pada bulan agustus-september 2015 gimana pak asep? Nilai polis unit link hancur2an pada bulan tersebut, polis kaga lapse buat bayar COI dan COR aja udah bersyukur, boro-boro masih diharapkan untuk menalangi biaya pengobatan.

    Meskipun produk andalan yg dijual adalah unit link karena mungkin emang produk perusahaan anda ga punya kelebihan lain, coba lebih objektif dan jangan menyesatkan, kasian banyak orang yg belum ngerti. Jangan selalu dibilang yg bagusnya aja.

    Coba dilampirkan di blog ini tabel nilai polisnya, saya yakin banyak pembaca yang mau lihat, dengan segala manfaat, keunggulan dan kelebihan yg dimaksud, dengan asumsi hasil investasi TIDAK PERNAH TURUN TIAP TAHUN tapi RENDAH, bisa bertahan hingga nasabah usia berapa polis unit link yg anda gembar gembor itu? Apa benar bisa sampe 100 tahun? Saya rasa proyeksi nilai polis di usia 90 saja disembuyikan alias tidak ditampilkan di produk allianz.

    Posisi prioritas asuransi dalam rencana keuangan adalah:

    1. Asuransi jiwa yg bisa menggantikan biaya kehidupan meski pencari nafkah meninggal.

    2. Asuransi kesehatan yg bagus, untuk menghindari stabilitas keuangan keluarga terganggu karena ada yang sakit. Artinya bagus disini, coveragenya menyeluruh dan limitnya besar. Bisa merawat penyakit berbiaya besar dan bisa juga digunakan di luar negeri.

    3. Kalo punya budget berlebih baru beli yg namanya CI, ADDB, TPD whatever deh..

    Sekian. terima atau nggak, ini pendapat subjektif saya pribadi tidak mewakili apapun dan siapapun. Thanks

    Suka

    • Asep Sopyan berkata:

      Salam, Pak Joe. Terima kasih atas komentarnya. Dalam konteks artikel ini, sebetulnya persoalannya bukan tentang unit-link atau bukan, tapi soal pentingnya proteksi penyakit kritis. Ambilnya boleh di unitlink ataupun jenis asuransi lain. Kebetulan di Allianz, produk proteksi penyakit kritis yang paling bagus adanya di unitlink. Tentunya sebagai agen, saya harus memberikan penawaran yang terbaik kepada nasabah, baik dari segi harga maupun manfaat.

      Tentang kritiknya, saya telah melakukan revisi pada artikel di atas. Dana nilai investasi unitlink tentunya tidak dijamin, tapi kalau ada dan sudah terbentuk, bisa saja diambil utk keperluan apa pun termasuk menalangi biaya pengobatan.

      Saya setuju dg urutan prioritas asuransi yg bapak kemukakan, dan begitulah pada umumnya pendapat para perencana keuangan. Saya pun menyajikan urutan yang sama di artikel ini: https://myallisya.com/2013/05/28/prioritas-asuransi/

      Demikian.

      Salam,
      Asep S

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s