Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Kedua (2013)

Logo ASNAlhamdulillah, segala puji bagi Allah, saya telah melalui dua tahun pertama sebagai agen asuransi di ASN (Allianz Star Network). Konon, dua tahun adalah masa uji apakah seseorang akan mundur ataukah lanjut dan berkembang. Ternyata saya masih bertahan, dan itu artinya para nasabah saya boleh tenang, karena saya akan tetap bersama anda semua sampai saya belakangan atau anda duluan yang mengajukan klaim asuransi dasar.

Kenapa Saya Bertahan di Allianz?

Di artikel sebelumnya (Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Pertama), saya menuliskan beberapa kelebihan bisnis asuransi jiwa, antara lain prospek yang cerah, kenaikan karier yang cepat, penghasilan yang bagus dan terus bertambah, serta terutama penghasilan pasif yang besar dalam jangka panjang.

Hampir semua kelebihan itu telah saya rasakan sekarang. Soal prospek, saya menerima rata-rata dua calon nasabah setiap hari. Soal karier, dalam satu tahun saya telah mencapai level manajer (Business Manager), dan tahun ketiga ini saya telah mencapai level puncak, yaitu Business Partner (dulu istilahnya Business Director). Soal penghasilan, telah saya buktikan kenaikan penghasilan setiap bulan seiring bertambahnya jumlah nasabah dan agen di jaringan saya. Tinggal yang terakhir, yaitu penghasilan pasif yang besar dalam jangka panjang, inilah yang masih saya kejar.

Yang juga saya sukai dari bisnis ini adalah pola kerjanya yang sangat cocok dengan diri saya: tanpa terikat waktu kerja (fleksibel, bisa diatur sendiri), tidak harus ngantor tiap hari, tidak direpotkan dengan urusan stok barang, dan tanpa hubungan atasan-bawahan. Saya memang merekrut banyak agen, tapi mereka bukan bawahan saya dan saya pun bukan atasan mereka. Hubungan kami adalah business partner alias mitra bisnis. Sebagai perekrut, saya berkewajiban membimbing mereka cara berjualan produk dan menjalankan bisnis, tapi saya tidak mengupah mereka dan karena itu tidak punya wewenang menghukum mereka yang tidak mematuhi arahan saya.

Jadi, kenapa saya bertahan di Allianz? Jawabnya: tidak diragukan lagi, karena saya telah menemukan sebuah pekerjaan yang sempurna. Saya sudah bisa hidup dan menghidupi keluarga dengan menjadi agen asuransi Allianz. Lebih dari itu, prospek masa depannya membuat hari-hari saya selalu dipenuhi gairah dan harapan.

Jika setelah membaca uraian ini ada yang tertarik ingin menjadi agen asuransi jiwa, ketahuilah bahwa cocok bagi saya belum tentu cocok bagi anda. Jadi, silakan ditimbang lagi dengan lebih saksama, karena segala kelebihan tersebut hanya bisa diraih dengan kerja keras dan ketekunan. Bisnis ini bukan dari jenis yang mengiming-imingi kekayaan dengan cara instan.

Pencapaian

Pencapaian saya di tahun 2013 dan perbandingannya dengan tahun 2012 dapat dirangkum sebagai berikut:

Keterangan 2013 2012 Kenaikan
ALP penjualan pribadi 339 juta, 50 polis 250 juta, 44 polis 36%
ALP unit (penjualan pribadi + tim) 528 juta, 82 polis 250 juta, 44 polis 112%
Agen baru 23 orang ~
Persistensi 98% 76% 29%
Penghasilan (per Desember) 12 jutaan/bulan 5 jutaan/bulan 140%

Catatan:

  • ALP = Annualized Life Premium, atau premi asuransi jiwa disetahunkan. ALP hanya dihitung dari produk asuransi jiwa (unit link Tapro), produk askes tidak termasuk.
  • Sejak istri saya, Iyan Desi Susanti, menjadi agen (11 Mei 2013), saya sering menjual atas nama istri. Jadi, penjualan pribadi 339 juta itu dibagi dua, atas nama saya sendiri 207 juta, atas nama istri 132 juta. Ini bagian dari strategi untuk mendapatkan dua tiket kontes Champion Club (trip ke negara Asia).

Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah atas karunia ini, sehingga saya semakin mantap tak tergoyahkan untuk terus menekuni bisnis ASN.

Namun ada juga yang tidak saya capai di tahun 2013, yaitu belum memiliki satu pun agen yang telah mencapai level BP (Business Partner).

Aktivitas Penting di Tahun 2013

Di tahun kedua ini saya mulai merekrut agen. Alhamdulillah, sepanjang tahun 2013, ada 23 agen baru yang bergabung di tim saya. Tidak semuanya merupakan rekrutan saya langsung, ada juga yang rekrutan dari agen-agen saya. Lima orang bergabung di paruh pertama, selebihnya baru bergabung selewat pertengahan tahun.

Bagi saya merekrut agen tidaklah sulit. Cerita pengalaman tahun pertama saya sebagai agen asuransi Allianz (di sini) memperoleh trafik dan respon yang cukup bagus dari para pengunjung. Beberapa artikel yang saya tulis mengenai bisnis asuransi jiwa, antara lain Mimpi-Mimpi Liem Lie Sia dan Antara Bisnis MLM dan Asuransi, juga memperoleh rating yang lumayan. Dalam artikel-artikel itu saya lebih banyak bercerita, dan hal ini membuktikan bahwa cara paling mudah untuk merekrut agen adalah bercerita tentang diri sendiri. Cara yang sama dapat dilakukan untuk menjual polis.

Kemudahan merekrut ini didukung oleh fakta bahwa sekarang ini profesi agen asuransi telah semakin populer di masyarakat dengan citra yang kian membaik. Bahkan bisnis asuransi jiwa mulai diperhitungkan sebagai sebuah cara yang ampuh untuk mengubah nasib. Banyak orang yang ingin menjadi agen asuransi karena melihat prospeknya yang luar biasa, meski seberapa kuat keinginan itu masih harus dibuktikan dalam kenyataan.

Membawahi sejumlah agen membuat saya memiliki satu kewajiban tambahan, yaitu membimbing mereka cara menjual produk asuransi. Bagi yang berminat berjualan melalui internet, saya ajarkan cara membuat blog dan meramaikannya, seperti yang saya lakukan. Tapi tidak semua agen memiliki latar belakang pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk berjualan secara daring (dalam jaringan, online), jadi saya harus mengajari cara berjualan secara konvensional.

Di sinilah kekurangan saya. Selama ini saya mengandalkan hampir seluruh penjualan dari toko daring di blog myallisya dan kurang terlatih menjual asuransi secara langsung. Oleh karena itu, saya memerlukan belajar dari ahlinya, yaitu leader saya dan teman-teman agen lainnya. Saya pun perlu belajar mengelola sebuah tim, bagaimana menjadi manajer dan leader yang baik.

Kabar baiknya, di grup kami (Grup Busster pimpinan Bpk Venny Wantouw dan Bpk Hendy Winata), ada beberapa support system yang bisa dijadikan sarana belajar cara menjual produk, cara mengelola tim, meningkatkan motivasi, maupun menumbuhkan suasana kekeluargaan di antara sesama agen. Beberapa di antaranya yang saya ikuti pada tahun 2013 adalah:

1. Leaders Club

Acara ini khusus disediakan untuk level BM, diadakan di kantor ASN Puri (Hendy Winata Agency). Saya dan beberapa BM di Serpong rutin mengikuti acara ini setiap Kamis pukul 09-12, mulai Februari sampai Mei 2013. Ada 12 pertemuan dengan para pengajar yang berbeda-beda, semuanya level BD. Materinya mulai dari cara berjualan, cara membimbing agen, hingga pengembangan diri.

2. Elite Leader

Acara ini merupakan kelanjutan dari Leaders Club, dengan materi-materi yang lebih disempurnakan. Diadakan di Allianz Tower lantai 20D (Venny Wantouw Agency). Diadakan dua hari seminggu, yaitu Selasa dan Kamis, mulai bulan September sd Desember 2013, juga sebanyak 12 pertemuan.

3. BM Gathering 2

Acara ini merupakan forum pertemuan seluruh leader di grup Busster dari seluruh Indonesia. Tidak kurang dari 250 leader grup Busster berkumpul di Hotel Harris Sunset Road di Bali, tanggal 28 sd 31 Oktober 2013. Pertemuan dengan para leader seluruh Indonesia membuat saya semakin termotivasi untuk sukses di bisnis ini. Banyak leader besar berkumpul dan berbagi pengalaman, antara lain Bpk Sonny Arief, Bpk Hendy Winata, Bpk Venny Wantouw, Ibu Liem Lie Sia (profilnya pernah saya tulis dan bisa dibaca di sini), hingga Bpk Lee Boon Siong (leader dari Ibu Liem Lie Sia). Tidak ketinggalan, petinggi Allianz Life Indonesia juga berkenan memberikan arahan, yaitu Ibu Ginawati Djuandi (Chief of Agency Officer) dan Bpk Joachim Wessling (CEO).

4. M3 (Money Making Meeting)

Ini adalah acara rutin yang diadakan seminggu sekali di Allianz Tower 20D, setiap Kamis malam pukul 19 sd 21. Pembicaranya adalah para agen yang sudah sukses, baik dari grup Busster maupun dari luar. Mereka bercerita mengenai pengalamannya dan berbagi tips-tips sukses. Saya selalu mengajak agen-agen saya untuk hadir di acara ini, karena selalu ada penyegaran, motivasi, dan inspirasi yang bisa dipetik dari cerita pada pembicara.

5. BSP (Business Success Presentation) dan BSS (Business Support System)

Ini juga acara rutin di ASN, hampir semua kantor mengadakannya, termasuk kantor saya di Serpong. Diadakan setiap Sabtu pukul 10 sd 15.

Perubahan Sistem Bisnis

Awal tahun 2013 ditandai dengan perubahan sistem bisnis ASN, antara lain pada aspek jenjang karier (sebelumnya 3 level menjadi 4 level), target pencapaian untuk tiap level, dan sistem kompensasi. Namun perubahan ini tampaknya belum mencerminkan sepenuhnya filosofi ASN, yaitu SEE System (Simple, Easy, Effective). Oleh karena itu, mulai tahun 2014, sistem bisnis diubah lagi menjadi lebih sederhana:

– Jenjang karier hanya 2 level, yaitu BE (Business Executive) dan BP (Business Partner)

– Target BE untuk promosi menjadi BP adalah ALP 150 juta (pribadi).

– Promosi dapat dilakukan tiap bulan (tidak harus menunggu akhir tahun seperti sebelumnya).

– BP memperoleh hak kompensasi yang sama seperti level puncak sebelumnya (Business Director).

Perubahan sistem ini diharapkan mempercepat pertumbuhan jaringan tiap-tiap agen ASN, sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang merasakan manfaat asuransi khususnya produk Allianz Life.

 

Target 2014

Target saya di tahun 2014 simpel saja:

  1. Menaikkan minimal 2o agen menjadi leader (BP). Target mencapai BP adalah penjualan pribadi (ALP) 150 juta.
  2. Mencapai omset grup (ALP) minimal 3 miliar.
  3. Penghasilan minimal 50 juta per bulan.

Simpel diucapkan, butuh kerja keras mewujudkannya. Tapi mumpung mimpi itu gratis, saya tidak ingin banyak mikir untuk sekadar mengucapkan atau menuliskannya. Semoga tercapai dan Tuhan memberkati, amin. []

Artikel Terkait:

Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Pertama

Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Ketiga

Mimpi-Mimpi Liem Lie Sia

Cara Menjadi Agen Allianz

Perbedaan Bisnis MLM dan Bisnis Asuransi

 

Pos ini dipublikasikan di Bisnis Asuransi, Catatan Pribadi dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

18 Balasan ke Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Kedua (2013)

  1. Ping balik: Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Pertama | Asuransi Jiwa Allianz Syariah

  2. desoel berkata:

    Dari 20 agen yang ditargetkan menjadi BP, semoga Tuhan memudahkan saya untuk menjadi salah satunya. Amin.

    @Amiin, saudaraku. Dikau selalu masuk dalam doa-doaku. Semoga segera jadi BP secepatnya. Amiin.

    Salam,
    Asep S

    Suka

  3. Ping balik: Tips Berjualan Asuransi Lewat Blog: Pengalaman dengan Blog Myallisya | Asuransi Jiwa Allianz Syariah

  4. Fitriatun Nisa berkata:

    Salam kenal Pak Asep,
    Saya Nisa dari Banjarmasin, saya tertarik untk menjadi agen Allianz. Mohon di arahkan ya Pak…tq

    @Salam, Bu Nisa, terima kasih atas kunjungannya dan ketertarikannya menjadi agen Allianz. Saya ada kirim email ke ibu. Silakan dicek.

    Salam,
    Asep S

    Suka

  5. Ping balik: Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Ketiga | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  6. Kelvin berkata:

    Salam pak Asep,
    Numpang tanya :
    1) Syarat naik peringkat BP apa saja ?
    2) Kalau BP posisi aman belum ? Ada kemungkinan turun kan baik peringkat maupun penghasilannya.
    Trm ksh.

    Suka

    • Asep Sopyan berkata:

      Salam, Pak Kelvin. Terima kasih pertanyaannya.
      1. Syarat naik peringkat BP adalah penjualan premi 200 juta (pribadi). Bisa dicapai secepatnya tanpa harus menunggu akhir tahun.
      2. Posisi BP ada kemungkinan turun peringkat jika tidak capai target maintenance, yaitu premi 300 juta (unit). Jika peringkat turun, otomatis utk penjualan yang baru tidak memperoleh hak-hak sbg BP. Penghasilan mengikuti omset dan posisi.
      Perlu diketahui, posisi puncak di asuransi lain pun sama-sama ada target maintenance-nya, yang jika tidak tercapai menyebabkan turun peringkat. Silakan dicek berapa target maintenance di sistem bisnis perusahaan lain.

      Demikian.

      Suka

  7. MEILANI berkata:

    Saya senang membaca artikel ini…semoga bapak selalu sukses…artikel ini menjadi motivasi saya untuk selalu bersyukur dan bekerja keras dan tidak mudah putus asa…
    Salam kenal dariku
    Semangat…

    Suka

  8. Budi P berkata:

    Selamat Siang pak Asep, saya ingin sekali bergabung untuk jadi agen, tapi bagaimana caranya yaaaa……..
    Saat ini saya juga sudah ikut jadi peserta, tapi kok polisnya belum jadi (sudah 1 minggu)……
    Mohon bantuan & bimbingan penjelasannya yaa pak, terima kasih.

    Suka

  9. salam pak
    saya mau bertanya apa bisnis ini boleh digunakan untuk mahasiswa dan apa pekerjaannya dapat dilakukan dengan cara online?

    @Salam, pak Kristo. Mahasiswa boleh jadi agen asalkan usia sudah 18 tahun ke atas. Pemasaran bisa secara online, tapi utk pendaftaran sebaiknya tetap bertemu nasabah. Demikian.

    Suka

  10. lili berkata:

    saya mau masuk asuransi tapi tak tau no agen yg di pknbru
    klau ada tolong call ke no ni 085356211988 thnks

    Suka

  11. Ping balik: Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Keempat (2015) | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  12. nata berkata:

    Invite pin saya 5BC1E0DC thx

    Suka

  13. Mazmur berkata:

    Salam kenal Pak Asep,

    Saya Mazmur dari Asuransi Sinar Mas, saya selama ini menjual produk2 asuransi kerugian seperti Asuransi kendaraan, property, kesehatan, hole in one , bonding, dll.

    Bila Bapak tidak keberatan, bolehkah saya menawarkan peluang bisnis untuk menjadi rekanan bisnis dengan PT Asuransi Sinar Mas.
    Cara kerjanya hampir sama dengan yang Bapak Asep utarakan di atas.
    Untuk detil tentang kompensasi keagenan di Asuransi Sinar Mas, Bapak bisa menghubungi saya di 08812340954 atau ke nomor 081249014848.
    Atau bisa melalui email ke mpa.cinere@sinarmas.co.id

    Demikian yang dapat saya sampaikan, saya tunggu kabar baiknya ya Pak.

    Best Regards,
    Mazmur

    Suka

  14. Siska Pobie berkata:

    Selamat siang.. Sy ibu Siska dri Gorontalo.. Sy tertarik dgn asuransi alianz…mohon arahannya yaa

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s