Ingin Sukses, Beranikah Anda untuk Berubah?

“Orang yang mau hidupnya berubah tapi tetap melakukan hal yang sama setiap harinya, itulah orang gila.” (Albert Einstein)

 

Tak diragukan lagi, semua orang ingin sukses. Sukses, dalam berbagai bentuk dan tingkatannya, adalah suatu kebutuhan, yang jika tidak dipenuhi akan membuat seseorang tidak atau kurang bahagia.

Tapi untuk mencapai sukses diperlukan sejumlah perubahan. Di sinilah masalahnya. Proses perubahan itu pada umumnya tidak mengenakkan bahkan bisa menyakitkan, sehingga kebanyakan orang lebih senang berkubang di zona nyaman. Padahal sesungguhnya zona nyaman itu tidaklah betul-betul nyaman. Dan jika terus didiami, semakin lama akan semakin tidak nyaman.

Saya ambil contoh profesi agen asuransi. Sudah banyak orang yang tahu bahwa menjadi agen asuransi adalah satu cara untuk berubah dari hidup yang biasa-biasa saja menjadi hidup yang luar biasa. Tapi yang betul-betul mau menempuh jalannya dan menghadapi segala risikonya, tidaklah sebanyak agen yang mendaftar. Yang berhasil mungkin hanya sepersepuluhnya, sebagian lagi menjadi agen yang setengah-setengah, dan selebihnya kembali ke zona nyaman mereka (yang sesungguhnya tidak nyaman itu).

 

Venny Wantouw, pernah ditolak 60 kali berturut-turut di awal jadi agen, mendirikan grup Busster, grup yang paling pesat perkembangan jaringannya di ASN.

Venny Wantouw, pernah ditolak 60 kali berturut-turut di awal jadi agen, mendirikan grup Busster, grup yang paling pesat perkembangan jaringannya di ASN.

Perubahan Aktivitas: 3 Kegiatan yang Harus Dibiasakan

Perubahan apa saja yang diperlukan untuk menjadi agen asuransi yang sukses? Saya akan mulai dari perubahan yang paling kentara, yaitu perubahan aktivitas. Aktivitas adalah ukuran paling valid dari apa yang sebetulnya anda anggap penting. Jadwal tidak pernah bohong.

Setidaknya ada tiga aktivitas pokok yang harus dilakukan secara konsisten jika seseorang ingin sukses sebagai agen asuransi:

 

1. Menghubungi beberapa orang yang berbeda (minimal 5 orang) setiap hari untuk membuat janji temu

Membuat janji temu adalah langkah awal seorang agen asuransi. Dari langkah awal ini, langkah-langkah berikutnya akan menjadi lebih mudah. Apalagi di zaman kini, media komunikasi sudah semakin beragam bentuknya. Semuanya boleh dan bisa dimanfaatkan. Telepon, sms, bbm, whatsapp, YM, twitter, facebook, dan lain sebagainya.

Sediakanlah waktu setiap hari, antara setengah jam sampai satu jam, untuk menghubungi orang-orang yang telah anda cantumkan namanya di daftar prospek anda. Mengenai jumlah orang yang harus dihubungi, sebetulnya tidak dibatasi dengan angka tertentu. Tapi anda bisa berpatokan pada jumlah orang yang ingin anda temui dalam sehari (lihat poin 2). Jika anda menargetkan bertemu dua orang per hari, hubungilah beberapa orang secukupnya sampai anda berhasil membuat dua janji temu pada hari itu. Jika tidak berhasil, anda harus membayarnya di hari berikutnya.

 

2. Menemui beberapa orang yang berbeda (minimal 2 orang) setiap hari untuk bercerita tentang asuransi

Bagi orang-orang yang selama ini hidupnya adem-ayem saja, menghubungi beberapa orang setiap hari akan terasa sangat berat. Tapi itulah perubahan aktivitas pertama yang diperlukan untuk memudahkan aktivitas di poin 2.

Namun jika anda betul-betul keberatan melakukan poin 1, baiklah, anda bisa loncat ke poin 2: menemui beberapa orang tanpa membuat janji temu terlebih dahulu.

Anda bisa datang langsung ke rumah tetangga, saudara, atau teman. Telusuri semua teman-teman di kantor anda. Ajak bicara semua orang di komunitas anda, boleh satu per satu atau sekaligus.

Sebagian agen melakukannya melalui canvassing: Berjalan dari rumah ke rumah, mampir ke toko-toko, menyapa siapa saja orang yang ditemui di jalanan atau di buskota, dan lain-lain. Yang penting bertemu beberapa orang setiap hari dan bercerita tentang asuransi. Yakinlah, dalam seminggu pasti ada closing.

Ada seorang agen asuransi yang mewajibkan dirinya bertemu tiga orang prospek setiap hari. Pada suatu hari, sampai pukul 10 malam dia baru bertemu dua orang. Maka malam itu dia berkeliling restoran-restoran mencari satu orang yang bersedia mendengarkannya bercerita tentang asuransi. Dia tidak closing pada hari itu, tapi dia telah berhasil memenuhi janji pribadinya untuk selalu bertemu tiga orang setiap hari.

Disiplin adalah cara pasti untuk berhasil.

Dalam hal jumlah orang yang harus ditemui, sebetulnya tidak ada batasan yang mutlak. Secara umum dikatakan, untuk para pemula, standar rasio closing menjual asuransi adalah 1 banding 10. Dari 10 orang yang ditawari asuransi, 1 di antaranya beli. Lama-kelamaan, rasio closing anda akan semakin meningkat seiring bertambahnya pengalaman. Anda hanya perlu memahami hal ini sebelum menyatakan profesi agen asuransi tidak cocok buat anda.

Jika setelah 10 orang belum juga closing, berilah tambahan waktu untuk diri anda. Konsultasi dengan leader, hadiri pertemuan, tingkatkan keterampilan dan pengetahuan anda. Setidaknya dalam 3 bulan ke depan, lakukan hal yang sama setiap hari: bertemu 2 orang untuk bercerita asuransi. Anggaplah seminggu 5 hari kerja, maka dalam 3 bulan, anda akan sudah bertemu 120 orang. Jika setelah 120 orang belum juga ada yang closing, berarti betul: profesi agen asuransi tidak cocok bagi anda. Anda boleh mundur dan berganti bisnis yang lain.

 

3. Menghadiri pertemuan minimal sekali seminggu

Menawarkan asuransi tak akan lepas dari penolakan. Semakin banyak orang yang ditawari, semakin banyak yang menolak (jangan lupa: semakin banyak pula yang menerima). Penolakan-penolakan itu ibarat anakpanah-anakpanah yang menancap di tubuh. Anakpanah-anakpanah itu harus segera dicabuti, tidak boleh dibiarkan terlalu lama mendekam di badan. Tempat mencabuti anakpanah-anakpanah itu adalah pertemuan atau meeting.

Kantor-kantor keagenan asuransi biasanya menyediakan pertemuan baik rutin maupun tidak rutin, di dalam kelas maupun secara privat dengan leader. Manfaatkan pertemuan-pertemuan itu untuk meningkatkan pengetahuan mengenai produk, keterampilan menjual, berbagi pengalaman dan inspirasi, dan memelihara motivasi, baik dari para leader maupun sesama agen.

Menghadiri pertemuan adalah ciri agen yang serius dan betul-betul ingin berhasil. Tanpa menghadiri pertemuan secara rutin, seorang agen akan jarang menghasilkan penjualan, dan lama-lama dia akan terkena penyakit muntaber (mundur tanpa berita). Baik anda closing atau tidak minggu itu, anda tetap harus ikut pertemuan. Minimal rutin berkonsultasi dengan leader anda.

***

Itulah tiga aktivitas utama yang wajib dilakukan seorang agen asuransi yang betul-betul ingin berhasil. Tentunya masih banyak aktivitas lainnya, tapi selebihnya hanyalah konsekuensi atau turunan dari tiga aktivitas tersebut.

Pertanyaannya sekarang, untuk anda yang telah memutuskan menjadi agen asuransi, apakah anda berani melakukan tiga hal di atas secara konsisten? Jika berani, lanjutkan. Siap atau tidak siap, lakukan. Jika tidak berani, tak apa-apa, silakan kembali ke tempat semula.

 

Alternatif untuk Poin 1 dan 2

Jika anda merasa berat melakukan poin nomor 1 (menghubungi beberapa orang) dan poin nomor 2 (menemui beberapa orang), ada cara alternatif, yaitu membuat media pemasaran dalam jaringan (daring, online). Contohnya blog, web, lapak di kaskus, atau fanpage di facebook.

Media pemasaran daring itu harus bisa menghasilkan prospek setara dengan menemui dua orang per hari. Jika media pemasaran daring anda belum menghasilkan dua prospek per hari, mau tak mau anda harus mencampurnya dengan cara konvensional.

Tapi cara alternatif ini pun membutuhkan sejumlah perubahan dalam aktivitas sehari-hari anda.

Pertama, rajin membaca. Jika tidak suka membaca, biasakan dan paksakan.

Kedua, suka menulis. Jika tidak bisa menulis, belajarlah dan berlatih menulis.

Ketiga, akrab dengan dunia internet. Jika tidak akrab, akrabi. Ukuran akrab dengan internet itu bagi saya seperti ini: jika ada orang bertanya kepada saya bagaimana cara membuat blog, itu tandanya dia tidak akrab dengan internet. Kenapa? Karena untuk hal dasar semacam itu, mestinya dia tinggal mengetik di Google: “cara membuat blog”, maka akan ada ribuan orang yang dengan senang hati akan menjawab pertanyaan tsb.

Tiga hal itu adalah modal dasar untuk berjualan asuransi melalui blog.

Keempat, mengalokasikan waktu beberapa jam setiap hari untuk membangun blog. Membangun blog berarti: membaca sumber-sumber tentang asuransi, menulis artikel-artikel tentang asuransi, mempelajari seluk-beluk dunia blogging, mengatur halaman atau tampilan blog, mempromosikan blog melalui berbagai media sosial, dan lain-lain.

Semua itu sebaiknya anda lakukan dengan penuh gairah dan kegembiraan. Tanpa gairah, anda akan lekas menjadi bosan. Lakukan setiap hari selama 2 atau 5 jam, atau bahkan seharian, tergantung ketersediaan waktu anda. Yakinlah, dalam 3-5 bulan, toko daring anda akan mengalirkan calon nasabah tanpa henti setiap harinya.

 

Hendy Winata, leader dengan visi besar dan rendah hati.

Hendy Winata, leader dengan visi besar dan rendah hati.

Perubahan Mindset: 5 Pola Pikir yang Harus Dibangun

Perubahan aktivitas hanya mungkin terjadi jika disertai perubahan pola pikir (mindset). Inilah beberapa pola pikir yang harus dibangun seorang agen asuransi yang ingin sukses.

  1. Berpikir sebagai pebisnis.

Orang yang berpikir sebagai pebisnis akan berbeda dengan mereka yang tidak berpikir sebagai pebisnis. Dia akan lebih inisiatif, bertanggung jawab, berani mengambil risiko, dan rela berkorban (uang, waktu, tenaga, pikiran), karena dia tahu, hasilnya adalah untuk dia sendiri. Sedangkan orang yang tidak berpikir sebagai pebisnis akan lebih suka menunggu instruksi dan enggan berhadapan dengan risiko, karena dia berpikir hasilnya untuk orang lain (atasannya atau bosnya).

  1. Berpikir bahwa ini adalah bisnis anda sendiri, bukan bisnis leader atau upline anda.

Banyak orang yang berada di bisnis jaringan terjebak persepsi bahwa ketika dia disuruh jualan, hasilnya untuk upline atau leadernya. Ini kekeliruan besar. Untuk membuktikannya, coba saja dia (si agen) tidak jualan sama sekali, nah, apa yang terjadi? Jelas dia tidak mendapatkan apa-apa, sedangkan sang leader akan tetap tumbuh bersama agen-agennya yang lain.

Sebagai perbandingan, jika anda bekerja pada bisnis orang lain, lalu anda tidak bekerja dengan semestinya, bos anda akan rugi karena dia telah dan harus tetap menggaji anda selama menjadi karyawannya. Sementara jika anda rajin bekerja, bos anda akan untung dan anda hanya mendapatkan gaji yang menjadi hak anda, mungkin ditambah sedikit bonus jika si bos baik hati.

  1. Berpikir bahwa ini adalah sebuah bisnis besar.

Semakin besar sebuah bisnis dalam persepsi anda, semakin serius anda menjalankannya. Jika sebuah bisnis anda anggap kecil, anda pun akan kurang serius atau menganggapnya sampingan belaka. Jadinya, hasilnya pun sampingan.

Sebuah bisnis dikatakan besar bisa dilihat dari tiga hal: modal, omset, atau keuntungan. Kebanyakan orang hanya terpaku pada yang pertama. Dari segi modal, bisnis distribusi asuransi memang kecil. Tapi dari segi omset dan keuntungan, nilainya sangat besar.

Sebagai ilustrasi, jika anda telah menjadi seorang leader memiliki 10 agen aktif, maka omset anda adalah penjualan pribadi anda ditambah penjualan 10 agen di bawah anda. Jika anda dan mereka masing-masing berhasil menjual premi 150 juta saja dalam setahun, maka omset grup anda adalah 1,65 miliar. Menurut anda, omset 1,65 miliar setahun itu kecil atau besar?

Hendy Winata, upline dari upline saya, bergabung di ASN tahun 2005 (9 tahun), pada tahun 2013 lalu mencapai omset grup lebih dari 70 miliar. Menurut anda, omset 70 miliar itu kecil atau besar?

Venny Wantouw, pendiri grup Busster, upline dari Hendy Winata, bergabung di ASN tahun 2005, pada tahun 2013 lalu mencapai omset grup 80 miliar. Menurut anda, omset 80 miliar itu kecil atau besar?

Liem Lie Sia, agen paling sukses di ASN.

Liem Lie Sia, agen paling sukses di ASN.

Ada lagi Liem Lie Sia, pendiri jaringan keagenan PT BUSS, upline dari Venny Wantouw, bergabung di ASN tahun 2004 (10 tahun lalu), pada tahun 2013 mencapai omset grup lebih dari 250 miliar. Menurut anda, omset 250 miliar itu kecil atau besar? Sebuah PT yang terdaftar di BEJ pun banyak yang tidak mencapai angka itu.

Jadi, jangan pernah anggap remeh bisnis distribusi asuransi. Salah satu indikasi menganggap remeh adalah sudah jadi agen tapi enggan menghubungi orang. 

 

  1. Berpikir bahwa bisnis ini adalah pekerjaan utama anda, bukan sampingan.

Anda harus menganggap bisnis agen asuransi sebagai pekerjaan pokok anda, bukan sampingan. Mungkin saat ini belum bisa sepenuh waktu (full time), tapi tetap harus dikerjakan sepenuh hati (full heart). Sekurang-kurangnya, anda punya cita-cita untuk menjadikannya sebagai sumber penghasilan utama anda di masa yang akan datang (1-2 tahun kemudian). Jika anda menganggap bisnis ini sebagai sampingan belaka, hasilnya pun akan sampingan pula, dan akan sulit menyamai apalagi melebihi penghasilan anda saat ini.

5. Berpikir dalam kerangka jangka panjang, bukan saat ini saja.

Mungkin anda telah berhasil menjual satu polis dan ternyata komisinya kecil, dicicil pula tiap bulan. Tapi cobalah berpikir satu-dua tahun ke depan, ketika anda telah menjual 50 polis, atau telah memiliki jaringan 20 agen aktif, maka apa yang dicicil tiap bulan itu akan menjadi satu jaminan keamanan bagi penghasilan anda.

Bagi agen asuransi, cara melihat masa depan itu gampang sekali. Lihat saja upline anda atau leader di atasnya lagi, berapa lama mereka telah menjadi agen dan apa yang telah mereka raih saat ini. Itulah masa depan anda, bahkan lebih baik lagi.

Sonny Arief dan Liliana, sepasang leader yang sabar dan tulus melayani.

Sonny Arief dan Liliana, sepasang leader yang sabar dan tulus melayani.

 

Perubahan Attitude: 8 Sikap yang Harus Ditanamkan

Selain dalam aktivitas dan pola pikir, perubahan juga mesti terjadi dalam sikap (attitude). Sikap memiliki banyak komponen. Di bawah ini saya coba kelompokkan menjadi delapan. Anda boleh menambahkan banyak hal lain lagi.

  1. Mimpi yang besar. Mimpi adalah tujuan atau cita-cita yang ingin dicapai. Mimpi harus besar agar cukup berharga untuk diperjuangkan. Galilah mimpi-mimpi terdalam anda, hidupkan dan terus pelihara, serta tingkatkan dari waktu ke waktu seiring pencapaian yang diraih.
  2. Keyakinan yang tinggi. Yakin dengan diri anda, yakin dengan produk yang anda jual, yakin dengan sistem bisnisnya, yakin dengan mitra bisnis anda (perusahaan penyedia produk), dan yakin dengan profesi anda sebagai profesi yang halal, baik, dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
  3. Hasrat yang kuat untuk berhasil. Jadilah orang yang “lapar” dengan kesuksesan. Ibarat perantau, anda jangan pulang kampung sebelum jadi orang.
  4. Kerja keras, disiplin, sabar, ulet, komitmen, gigih, konsisten, tekun, pantang menyerah. Tetap menawarkan asuransi walaupun sudah ditolak puluhan kali, tetap hadir pertemuan walaupun tidak closing minggu itu.
  5. Antusias, semangat, ramah, senyum. Di depan klien jangan kayak orang susah. Dan karena setiap orang adalah potensial menjadi klien, maka di depan siapa pun wajah anda tidak boleh terkesan menyimpan banyak masalah.
  6. Penuh syukur, positif, optimis. Berhati-hati dengan ucapan. Setiap kata adalah doa.
  7. Rendah hati, selalu belajar, terus berdoa. Setiap kegagalan adalah undangan untuk terus belajar memperbaiki diri dan berdoa kepada Tuhan.
  8. Senang bertemu orang, melayani dengan tulus, berbuat yang terbaik. Silaturahim adalah pintu rezeki, kesehatan, dan umur panjang.

 

Gemar Mencari Alasan: 1 Musuh Tersembunyi Yang Wajib Diwaspadai

Perubahan adalah sebuah proses, tidak bisa ujug-ujug. Dalam proses perubahan itu, pastilah akan ditemui sejumlah rintangan yang dapat mengembalikan seorang ke posisi semula. Rintangan bisa datang dari dalam maupun luar diri. Kedua-duanya mungkin sama berat, namun yang harus diatasi terlebih dahulu adalah rintangan dari dalam diri. Jika diri sendiri sudah beres, tak ada rintangan apa pun yang dapat menghalangi jalan anda menuju keberhasilan.

Rintangan dari dalam diri yang paling besar adalah kegemaran mencari alasan. Sering disebut juga sindrom BEJ (Blame, Excuse, Justify). Blame berarti gemar menyalah-nyalahkan, mungkin orang lain, keadaan, atau bahkan Tuhan. Excuse berarti mudah memaklumi atau memaafkan diri sendiri dalam arti yang negatif. Dengan kata lain: lembek pada diri sendiri. Justify adalah suka mencari dalih atau pembenaran.

Misalnya, anda tidak bisa bertemu dua orang prospek pada hari itu, lalu anda katakan, “Hari ini jalanan banjir”, “HP saya bermasalah”, “Orang-orang sibuk semua, susah ditemui”. Mungkin anda sedang merasa berat menghadiri pertemuan mingguan, lalu anda katakan “Sepertinya saya capek”, “Jaraknya jauh”, “Anak saya sakit”, “Waktu saya sempit”. Atau anda melihat seorang leader sukses sedang berceramah dengan bagusnya, lalu anda berkata, “Terang saja dia sekolahnya tinggi”, “Wajar, dia bekas direktur”.

Substansi dari alasan-alasan tersebut mungkin saja benar, dan di situlah masalahnya sehingga banyak orang jadi terlena. Ketika alasan demi alasan kerap dia lontarkan, tahu-tahu satu bulan berlalu dan dia tidak menghasilkan satu pun penjualan.

Apa yang perlu anda lakukan untuk melawan sindrom BEJ sebetulnya sederhana. Anda hanya perlu menggantinya dengan kebenaran lain, ungkapan tandingan yang juga sama-sama benar atau lebih benar. Misalnya, “Hari ini banjir, pasti dia ada di rumah.” “Hari ini saya banyak kerjaan, berarti harus segera saya selesaikan secepat mungkin”. “Dia memang sekolahnya tinggi, tapi orang sukses yang sekolahnya rendah juga banyak”. Dan lain-lain.

Butuh banyak alasan untuk maju, tapi cukup satu alasan untuk mundur. Hati-hati dengan para pencuri impian. Dan pencuri impian yang paling lihai adalah diri anda sendiri.

Jika anda sibuk dengan pekerjaan saat ini, jadikan kesibukan itu sebagai alasan untuk sukses di bisnis agen asuransi, supaya kelak anda tidak sesibuk sekarang.

Jika anda mengalami kekurangan sumber daya, jadikan kekurangan itu sebagai pelecut untuk sukses di bisnis agen asuransi, supaya kelak anda memiliki sumber daya apa pun yang anda butuhkan.

Jika anda pemalu dan kurang banyak teman, justru obatnya adalah dengan menjalankan bisnis agen asuransi.

Jika keluarga anda mengharapkan anda selalu berada di rumah saat libur, jadikan keluarga anda sebagai alasan untuk segera sukses di bisnis agen asuransi, supaya kelak anda memiliki banyak waktu luang yang tak terbatas bersama mereka.

Hidup ini keras. Jika anda lembek kepada hidup, hidup akan semakin keras kepada anda. Jika anda keras kepada hidup, hidup akan menundukkan dirinya di hadapan anda.

 

Rudy Setiawan, Agen Platinum ASN, menerapkan standar tinggi.

Rudy Setiawan, Agen Platinum ASN, menerapkan standar tinggi.

4 Investasi

Dalam bisnis apa pun, empat hal berikut ini harus anda anggap sebagai investasi. Investasi adalah melakukan pengorbanan kecil pada saat ini untuk meraih keuntungan yang lebih besar di masa yang akan datang.

  1. Uang => meski agen asuransi tidak perlu keluar modal untuk bikin produk, anda tetap harus mengorbankan sejumlah uang untuk pulsa HP, internet, transportasi, ikut seminar, hingga sekadar ngopi dengan klien.
  2. Waktu => Ketika anda harus bertemu klien, mungkin itu waktu yang biasanya anda pakai untuk bercengkrama dengan keluarga. Relakan. Toh nanti hasilnya untuk keluarga juga.
  3. Tenaga => Pergi ke satu tempat, bertemu orang, hadir di pertemuan, mengisi form aplikasi, tentunya membutuhkan tenaga.
  4. Pikiran/mental => Seorang pebisnis yang serius akan sering memikirkan bisnisnya dari bangun tidur sampai tidur lagi, untuk merencanakan aktivitas, memikirkan strategi, memikirkan materi pembelajaran, memikirkan sikap klien, dan lain-lain.

 

Hasil Perubahan: 5 Kebaikan yang Layak Anda Dapatkan

Sebagai buah dari kerja keras dan ketekunan anda, inilah hasil yang layak anda raih dalam 3-5 tahun mendatang:

  1. Kebebasan finansial => Uang bukan masalah.
  2. Kebebasan waktu => Waktu bukan masalah.
  3. Kebebasan pikiran => Masa depan bukan masalah.
  4. Kualitas diri yang lebih baik => Lebih cerdas, lebih kuat mental, lebih sabar, lebih peduli, lebih ramah, lebih banyak teman, lebih mampu memimpin.
  5. Damai dan bahagia => Karena telah banyak membantu orang, baik melalui produk maupun bisnis, serta menjadi lebih bermakna bagi orang-orang yang anda cintai.

Demikian, semoga menginspirasi. Salam sukses.

 

Jika anda ingin berubah, silakan hubungi saya:

Asep Sopyan (Business Partner)

HP/WA 082111650732 | Email myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Anda pun dapat menghubungi beberapa BP (Business Partner) di tim saya:

  1. Yessi Dian Novita, tinggal di Bogor, nomor kontaknya ada di blog proteksisyariah.com
  2. Anna Wijayanti, tinggal di Bintaro, nomor kontaknya ada di blog mytapro.net.
  3. Pieter Djatmiko, tinggal di Cengkareng, nomor kontaknya ada di blog www.asuransi-jiwa.org.
Iklan
Pos ini dipublikasikan di Bisnis Asuransi dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Ingin Sukses, Beranikah Anda untuk Berubah?

  1. Ping balik: 7 Alasan Orang Menjadi Agen Asuransi | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  2. Ping balik: Berani Berasuransi Bersama Allianz | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s