Hal-Hal Yang Sebaiknya Dipersiapkan Bukan Lewat Asuransi

AsuransiSadar asuransi itu baik, tapi tidak setiap risiko perlu diasuransikan. Demi menghemat uang anda, pilihlah hanya berasuransi terhadap risiko-risiko yang memang tidak bisa ditangani selain lewat asuransi.

Artikel ini berisi rangkuman pendapat saya mengenai jenis-jenis asuransi yang sering ditanyakan orang kepada saya, yaitu asuransi yang menanggung rawat jalan, rawat gigi, persalinan, pendidikan, dan pensiun. Semua hal itu baik dipersiapkan, tapi tidak perlu melalui asuransi.

Mengapa?

Alasannya dapat disimpulkan dalam empat kalimat:

  1. Untuk hal-hal yang dampak keuangannya MASIH SANGGUP KITA TANGGUNG, kita tidak memerlukan asuransi.
  2. Untuk hal-hal yang BUKAN MUSIBAH, jelas bukan ranahnya asuransi.
  3. Untuk hal-hal yang WAKTUNYA DAPAT DIKETAHUI, solusinya bukan asuransi.
  4. Untuk asuransi yang PREMINYA SANGAT MAHAL, mendingan tidak usah kita beli.

 

Rawat Jalan dan Rawat Gigi

Kenapa rawat jalan dan rawat gigi sebaiknya tidak dipersiapkan lewat asuransi?

  1. Biaya berobat jalan dan gigi tidaklah besar, mulai puluhan sampai ratusan ribu saja. Bahkan beberapa penyakit ringan tidak diobati pun sembuh sendiri. Secara umum, dampak keuangan dari rawat jalan dan gigi masih sanggup ditanggung sendiri.
  2. Preminya mahal sekali, sementara manfaatnya sangat kecil (untuk maksimum manfaat sebesar 10 juta, preminya sekitar 5 juta setahun). Bisa-bisa preminya lebih mahal daripada pemakaian rawat jalan dan gigi dalam setahun.
  3. Sistem klaimnya biasanya reimburse (bayar dulu, baru ajukan klaim).
  4. Pihak asuransi tidak menanggung seluruh biaya (berlaku co-share, misalnya 20% ditanggung nasabah, 80% oleh asuransi).
  5. Asuransi rawat jalan tidak ada yang berdiri sendiri, selalu merupakan rider (tambahan) pada asuransi kesehatan rawat inap. Jadi jika niatnya hanya untuk menanggung biaya rawat jalan, anda harus mengeluarkan uang lebih untuk bayar premi rawat inapnya.

Saran:

  1. Siapkan dana darurat secukupnya. Dana ini bisa dipakai sewaktu-waktu jika pergi ke dokter. Jika tidak dipakai, uang anda utuh.
  2. Bisa pakai BPJS Kesehatan. Premi sangat murah. 25 ribu sd 59,5 ribu per bulan.

Baca juga:

Asuransi Rawat Jalan, Perlukah?

Persalinan/Melahirkan

Biaya persalinan atau melahirkan perlu dipersiapkan, tapi sebaiknya bukan lewat asuransi. Kenapa?

  1. Melahirkan anak bukan musibah, melainkan anugerah.
  2. Melahirkan anak tidak terjadi secara tiba-tiba. Waktunya dapat diketahui dan diperkirakan, jadi siapa pun mestinya bisa mengumpulkan uang sejak awal kehamilan.
  3. Kalau melahirkan di bidan, biayanya tidak besar. Melahirkan di rumah sakit pun tidak terlalu mahal. Kalaupun harus operasi cesar biayanya masih dapat diukur.
  4. Preminya mahal sekali, sementara manfaatnya kecil (untuk maksimum manfaat sebesar 10 juta, preminya sekitar 5 juta setahun). Kalau ada yang protes: kok preminya mahal? Saya tanya balik: yang mau hamil siapa? Hehe…
  5. Asuransi untuk persalinan hanya bisa diambil di saat belum hamil. Kalau sudah hamil, tidak bisa ambil. Jadi besar kemungkinan premi yang mahal itu hangus (50:50).
  6. Biaya melahirkan anak bukan hanya di proses persalinan, tapi biaya-biaya di luar itu seringkali lebih besar, seperti suplemen kesehatan ibu, pakaian anak, tasyakuran dan akikahan, dan lain-lain yang tentu saja tidak ditanggung asuransi.
  7. Seperti halnya asuransi rawat jalan, asuransi melahirkan pun tidak ada yang berdiri sendiri, selalu merupakan rider (tambahan) pada asuransi kesehatan rawat inap. Jadi jika niatnya hanya untuk menanggung biaya melahirkan, anda harus mengeluarkan uang lebih untuk bayar premi rawat inapnya.
  8. Sedikit banyak, menurut saya asuransi melahirkan itu mirip dengan JUDI. Jika hamil, nasabah untung dobel: mendapat anak + bantuan untuk biaya persalinan. Jika tidak hamil, nasabah rugi dobel: tidak mendapat anak + premi hangus. (Bedakan misalnya dengan asuransi kesehatan rawat inap: Jika rawat inap, nasabah mendapat bantuan biaya rawat inap. Jika tidak rawat inap, nasabah mendapatkan kesehatan).

Saran:

  1. Menabunglah sejak awal kehamilan atau lebih awal lagi. Anda tahu berapa yang harus ditabung, dengan menghitung kebutuhannya dan waktu yang dimiliki.
  2. Untuk proses persalinan bisa dibantu dengan JKN dari BPJS Kesehatan.

Pendidikan Anak

Dana pendidikan harus dipersiapkan, tapi sebaiknya bukan lewat asuransi. Kenapa?

  1. Bersekolah bukan musibah.
  2. Waktunya dapat diperkirakan dan direncanakan, tidak terjadi secara tiba-tiba, jadi setiap orangtua akan memiliki waktu untuk mempersiapkannya.
  3. Dana pendidikan bisa sangat besar. Tak ada asuransi yang sanggup menanggung semuanya, kecuali preminya juga besar sekali.
  4. Persiapan biaya pendidikan bukan ranah asuransi, tapi investasi.

Saran:

  1. Berinvestasilah sedini mungkin. Menabung saja tidak akan cukup karena ada faktor inflasi.
  2. Jika sejumlah dana telah terkumpul, alihkan pada aset-aset yang nilainya tidak tergerus oleh inflasi. Contoh: emas, perak, tanah, rumah, ruko.
  3. Pada saat yang sama, orangtua harus memiliki asuransi jiwa dengan uang pertanggungan yang cukup seandainya terjadi risiko yang tidak diinginkan di tengah perjalanan, terutama meninggal dunia, cacat tetap, dan penyakit kritis. Tiga risiko ini dapat menggagalkan pendidikan anak anda.

Baca juga:

Prinsip dan Tips Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak

Pensiun

Seperti halnya dana pendidikan, dana pensiun pun harus dipersiapkan, tapi sebaiknya bukan lewat asuransi. Kenapa?

  1. Pensiun bukan musibah.
  2. Waktunya dapat diperkirakan dan direncanakan, tidak terjadi secara tiba-tiba, jadi setiap orang mestinya punya cukup waktu untuk mempersiapkannya.
  3. Dana yang dibutuhkan untuk bisa pensiun akan sangat besar. Tak ada asuransi yang sanggup menanggung semuanya, kecuali preminya juga besar sekali.
  4. Persiapan dana pensiun bukan ranah asuransi, tapi investasi.

Saran:

  1. Berinvestasilah sedini mungkin. Menabung saja tidak akan cukup karena ada faktor inflasi.
  2. Jika sejumlah dana telah terkumpul, alihkan pada aset-aset yang nilainya tidak tergerus oleh inflasi. Contoh: Emas, perak, tanah, rumah, ruko.
  3. Pada saat yang sama, kita harus memiliki asuransi jiwa dengan uang pertanggungan yang cukup seandainya terjadi risiko yang tidak diinginkan di tengah perjalanan, terutama proteksi cacat tetap dan penyakit kritis. Dua risiko ini dapat membatalkan rencana pensiun anda.
  4. Saran lain: Bergabunglah dengan bisnis yang dapat memberikan anda penghasilan pasif untuk jangka panjang. Ini yang saya lakukan, seperti saya ceritakan di SINI.

Jadi, Hal-hal Apa Saja Yang Sebaiknya Dipersiapkan Melalui Asuransi?

Untuk mengetahui hal-hal apa saja yang memerlukan asuransi, caranya tinggal membalik saja empat prinsip di atas, yaitu:

  1. Untuk hal-hal yang dampak keuangannya TIDAK SANGGUP KITA TANGGUNG, kita memerlukan asuransi.
  2. Untuk hal-hal yang MERUPAKAN MUSIBAH, kita memerlukan asuransi.
  3. Untuk hal-hal yang WAKTUNYA TIDAK DAPAT DIKETAHUI, solusinya adalah asuransi.
  4. Untuk asuransi yang PREMINYA MASUK AKAL (WORTH IT), itulah yang kita beli.

Apa sajakah itu?

Berkaitan dengan risiko fisik (jiwa dan kesehatan), ada empat hal yang memerlukan asuransi:

1. Rawat inap dan pembedahan (hospital and surgical, atau asuransi kesehatan). Biaya mulai jutaan sd puluhan juta rupiah. Asuransi kesehatan wajib untuk setiap orang dalam keluarga. Minimal JKN-BPJS harus punya.

2. Penyakit kritis. Biaya mulai ratusan juta sd miliaran rupiah, untuk perawatan di rumah sakit dan juga pemulihan fisik. Jika tidak pulih, bisa berakibat tidak bisa bekerja sehingga tidak punya penghasilan. Asuransi ini perlu dimiliki oleh setiap orang dalam keluarga, dan wajib bagi pencari nafkah.

3. Cacat tetap, baik sebagian maupun total, karena sakit ataupun kecelakaan. Akibatnya tidak bisa bekerja sehingga penghasilan hilang atau berkurang signifikan. Asuransi ini wajib untuk pencari nafkah dalam keluarga.

4. Meninggal dunia. Akibatnya tidak bisa bekerja (ya iyalah) sehingga penghasilan pun terputus. Asuransi ini wajib untuk pencari nafkah dalam keluarga.

Bukan kebetulan bahwa premi untuk empat risiko di atas tergolong jauh lebih murah dibandingkan premi untuk asuransi yang menanggung rawat jalan, persalinan, pendidikan, dan pensiun.

Baca juga:

Jika Dana Terbatas, Asuransi Apakah Yang Harus Diambil Lebih Dulu?

Demikian. []

Pos ini dipublikasikan di Perencanaan Keuangan dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

19 Balasan ke Hal-Hal Yang Sebaiknya Dipersiapkan Bukan Lewat Asuransi

  1. Masto berkata:

    Bagi yg susah menabung, mngkin Asuransi pndidkn msh tetap lumyn. Minimal jd disiplin nabung Kang..

    @Terima kasih komentarnya, Masto. Artikel ini bicara di level prinsip. Ya, bagi yg bermasalah dg disiplin menabung dan kurang memahami investasi, baik-baik saja “menabung” di produk asuransi. Tapi yg dipakai utk dana pendidikan itu sebetulnya bukan sisi asuransinya, melainkan sisi investasinya. Jadi, tetap saja utk pendidikan itu caranya investasi. Apakah investasinya mau melalui produk asuransi (unitlink) atau dipisah, itu pilihan dg segala plus-minusnya. Demikian.

    Suka

  2. desoel berkata:

    Kebetulan calon nasabah saya sedang merencanakan asuransi kesehatan dan dana pendidikan untuk anaknya yang baru lahir tiga bulan yang lalu. Saya kira artikel ini sangat membantu. Terima kasih info dan sarannya.

    @Baik, Pak Desoel, terima kasih komentarnya.

    Salam,
    Asep S

    Suka

  3. JOhan berkata:

    Pak Asep, ijin copas artikelnya untuk di posting di http://myasurasisyariah.wordpress.com ya..🙂

    @Silakan, Pak JOhan, sukses selalu dg blognya.

    Suka

  4. Ping balik: Jika Dana Terbatas, Asuransi Apa Yang Harus Diambil Lebih Dulu? | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  5. bhisma berkata:

    selamat siang pak asep,

    mohon izin copas artikelnya yah pak. terimakasih

    Suka

  6. Ping balik: Prioritas Asuransi | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  7. Ping balik: Polis Lapse? Jangan Sampe Deh! | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  8. Ping balik: Asuransi Apa yang Anda Butuhkan? | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  9. Ping balik: Hal-Hal Yang Sebaiknya Dipersiapkan Bukan Lewat Asuransi | Sadar Asuransi

  10. Ping balik: Dana Terbatas Ingin Berasuransi | Sadar Asuransi

  11. Ping balik: Asuransi Jiwa Allianz Wajib Dimiliki Semua Orang | Asuransi Jiwa Allianz

  12. Ping balik: Asuransi Pendidikan? Ini Istilah yang Rancu. Asuransi kok untuk Pendidikan? | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  13. Ping balik: RSCM: 4 Kejadian yang Membutuhkan Asuransi | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  14. Ping balik: Empat Kejadian yang Membutuhkan Asuransi | Perlindungan Keuangan Anda

  15. Ping balik: RSCM: 4 Kejadian yang Membutuhkan Asuransi | Asuransi Syariah Nomor Satu

  16. Ping balik: 4 Kebutuhan Manusia Berdasarkan Waktu | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  17. Ping balik: 2 Pilihan Produk Asuransi Kesehatan Syariah dari Allianz | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s