Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Ketiga (2014)

Asep SSaya ingin memulai cerita ini dengan kembali mengucap syukur kepada Allah Swt atas segala karunia-Nya yang terus bertumbuh di tahun 2014. Saya berdoa semoga karunia tersebut semakin ditambahkan lagi di tahun 2015 ini.

Secara garis besar, perjalanan saya sebagai agen asuransi Allianz di tahun ketiga (2014) dapat disimpulkan sebagai: “Ada kemajuan”.

Perjalanan saya tidak terbilang cepat. Dengan cara kerja yang cenderung mengalir, saya bersyukur masih mencatatkan kemajuan, dan itulah yang terpenting. Seperti kata pepatah: “Hari ini harus lebih baik dari kemarin, esok harus lebih baik dari hari ini”. Selama kita tetap melangkah, apa yang kita harapkan pasti akan tercapai.

Sebuah kafe di Taman Jajan BSD, kantor ketiga saya setelah rumah dan kantor Allianz Serpong.

Sebuah kedai kopi di Taman Jajan BSD, kantor ketiga saya setelah rumah dan kantor Allianz Serpong.

Saya katakan cara kerja saya cenderung mengalir, karena saya hampir sepenuhnya mengandalkan blog ini (myallisya.com) untuk memperoleh penjualan polis dan perekrutan agen. Apa yang saya lakukan esok hari, ke mana saya pergi, dengan siapa saya bertemu, seringkali baru diketahui hari itu juga. Jika tidak ada janji dengan siapa pun dan bukan jadwal training, saya lebih memilih duduk di rumah atau di kedai kopi untuk menulis blog sembari melayani permintaan asuransi dari orang-orang yang menghubungi saya.

Alhamdulillah, Tuhan menganugerahi saya kemampuan menulis dan ternyata bisa digunakan untuk menjual asuransi. Banyak orang mengira saya ahli di bidang komputer atau teknologi informasi. Tidak. Modal terbesar saya adalah keterampilan menulis alias menuangkan ide ke dalam bentuk tulisan, dengan ditopang kesukaan membaca. Sedangkan membuat blog atau situs web hanyalah soal teknis yang bisa dipelajari sendiri melalui mesin pencari sambil tanya-tanya sedikit kepada blogger yang ahli.

Artikel ini merangkum beberapa catatan penting atau menarik yang saya alami di tahun ketiga saya sebagai agen asuransi di Allianz Life Indonesia. Catatan pengalaman tahun kedua (2013) bisa dibaca di SINI. Tahun pertama (2012) di SINI.

Catatan tentang Perusahaan

Satu. Pada bulan April 2014, Allianz Life Indonesia menambahkan dua produk rider baru di unit-link Tapro Allisya Protection Plus, yaitu rider HSC+ dan Ci100. Sebelumnya, dua rider tersebut hanya terdapat di produk Tapro konvensional (Smartlink Flexi Account Plus). Rider HSC+ melengkapi jajaran produk askes cashless Allianz yang sebelumnya hanya tersedia sebagai produk tersendiri. Sedangkan Ci100 memperluas cakupan perlindungan 49 penyakit kritis menjadi 100 kondisi, melindungi sejak tahap awal penyakit (early stage), dan memiliki masa proteksi sd usia 100 tahun.

CI100 adalah produk unggulan Allianz saat ini, dan sepertinya di pasaran belum ada yang menyamai. Sejak lama, Allianz fokus pada perlindungan jiwa dan penyakit kritis. Kelebihan produk ini, bagi agen, adalah bisa tetap dijual walaupun nasabah punya banyak asuransi, karena sifatnya yang bisa dobel klaim. Sedangkan jika fokus pada asuransi kesehatan, utamanya yang bersifat cashless (pakai kartu), agen akan kesulitan menjual jika calon nasabah sudah punya asuransi kesehatan yang sama-sama bersifat cashless, karena produk askes cashless tidak bisa dobel klaim dan hanya bisa koordinasi manfaat.

Apalagi di zaman sekarang, pemerintah sudah menyediakan program JKN dari BPJS Kesehatan. Di saat banyak agen asuransi lain yang menjual askes kartu harus bersaing dengan BPJS, agen Allianz santai saja. Malah kami sangat menganjurkan para nasabah agar punya JKN.

Dua. Pada bulan Agustus 2014, Allianz meluncurkan produk SmartMed Premier, asuransi kesehatan murni yang ditujukan untuk kalangan menengah atas. Produk ini mempunyai keunggulan antara lain membayar klaim rumah sakit sesuai tagihan dengan batas 6 miliar per tahun, serta menyediakan fasilitas cashless bukan hanya di Indonesia tapi juga di Singapura, Malaysia, Thailand, dan Kamboja. Preminya mulai 3,5 jutaan per tahun untuk plan kamar 500 ribu per hari.

Saat ini SmartMed Premier masih menggunakan skema konvensional. Saya berharap tak lama lagi bisa dibuatkan pula skema syariahnya karena produk ini bagus sekali dan bisa menjadi andalan di jajaran asuransi kesehatan syariah. Produk ini bukan saingan JKN-BPJS karena segmennya beda.

Tiga. Sepanjang tahun 2014, jaringan distribusi Allianz Star Network memecahkan rekor penjualan premi lebih dari 1 triliun! Di tengah grafik penurunan penjualan premi di industri asuransi jiwa, omset Allianz naik sekitar 20% dari tahun sebelumnya. Konon ini merupakan peringkat 2 di antara perusahaan asuransi jiwa lainnya. Selamat untuk Allianz.

Catatan tentang Penjualan Premi

Satu. Tahun 2014 saya membukukan 43 polis asuransi jiwa unit-link (Tapro Allisya Protection Plus dan Smartlink Flexi Account Plus), dengan total premi 261 juta. Ini merupakan penurunan dibanding tahun 2013, yang mencapai 50 polis dengan omset 339 juta.

Total nasabah saya setelah tiga tahun menjadi agen asuransi berjumlah 140 orang, belum termasuk yang ambil asuransi kesehatan murni. Dari jumlah itu, 30 orang di antaranya tinggal di luar Jabodetabek, tersebar dari Aceh hingga Papua, terwakili di semua pulau besar Nusantara. Alhamdulillah. Ini akan jadi sarana saya mengenal lebih dalam tentang Indonesia.

Dua. Jika dihitung dengan penjualan unit (saya dan agen-agen di tim saya), omset tim saya mencapai 725 juta dengan total polis 131. Ini merupakan kenaikan dari tahun 2013 sebesar 528 juta (82 polis). Karena penjualan pribadi menurun sementara omset unit naik, berarti ada kenaikan yang signifikan dari kontribusi agen-agen di tim saya, yaitu sebesar 464 juta dari tahun sebelumnya 191 juta. Terima kasih untuk semuanya.

Tiga. Untuk produk asuransi kesehatan murni (Allisya Care, Maxi Violet, SmartMed Premier), penjualan pribadi saya ada 26 polis dengan omset 111 jutaan. Ditambah penjualan unit, total ada 36 polis dengan omset 185 jutaan. Produk askes murni kontraknya berjangka tahunan dan dapat diperpanjang tiap tahun. Omset tersebut merupakan nasabah baru ditambah nasabah lama yang memperpanjang kontrak.

Catatan tentang Agen dan Sistem Bisnis

Satu. Di tahun 2014 ini saya merekrut 21 orang agen baru, turun dari tahun sebelumnya 23 agen. Total agen 43 orang. Dari jumlah itu, 5 diterminasi di bulan Juli karena tidak melakukan penjualan satu polis pun dalam satu tahun. Dan awal tahun ini, bocorannya ada 6 agen lagi yang akan diterminasi karena tidak ada penjualan sepanjang tahun 2014. Jadi, agen saya yang masih bertahan ada 32 orang. Dari jumlah itu, yang melakukan penjualan di tahun 2014 ada 19 orang, dan yang penjualannya minimum 6 polis ada 8 orang.

Dua. Mulai tahun 2014, ASN menerapkan sistem bisnis baru dengan jenjang karier hanya dua level, yaitu BE (Business Executive) dan BP (Business Partner). Sebelumnya jenjang karier di ASN ada 4 level, sama seperti sistem di keagenan asuransi lain. Jika di tempat lain butuh 4-5 tahun untuk mencapai level puncak, di ASN cukup dalam hitungan bulan saja. Langkah selanjutnya setelah mencapai BP adalah mempertahankan penjualan pribadi sembari merekrut agen dan membantu mereka menjadi BP. Begitulah diulang setiap tahun, dan lihat hasilnya dalam 3-5 tahun.

Saking simpelnya, formula sukses agen ASN dapat dirumuskan dalam 3 langkah:

Langkah 1 sebagai BE (Business Executive). Tugasnya menjual polis dg total premi 17 juta per bulan (atau 200 juta premi disetahunkan, syarat naik sebagai BP). Sebagai imbalan, dia mendapatkan komisi dasar penjualan.

Langkah 2 sebagai BP (Business Partner). Tugasnya mempertahankan penjualan seraya merekrut beberapa BE dan mengajari mereka cara berjualan sehingga bisa mencapai BP. Selain komisi dasar, BP juga mendapatkan overriding (semacam bonus jabatan) yang dihitung baik dari produksi pribadi maupun produksi BE-BE di bawahnya.

Langkah 3 sebagai Senior BP (BP yang sudah memiliki beberapa BP di bawahnya). Tugasnya adalah mengulangi Langkah 1 dan Langkah 2, setiap bulan atau tahun sampai terbentuk grup yang makin besar. Selain komisi dasar dan overriding, SBP juga memperoleh apa yang disebut royalti, yaitu penghasilan bersifat pasif yang dihitung dari omset BP-BP di bawahnya, hingga kedalaman 5 generasi BP.

Tiga. Sistem boleh simpel dan cepat, tapi yang menentukan adalah orang-orangnya. Meski sudah dipermudah, ternyata belum ada satu pun agen di tim saya yang berhasil promosi ke level BP. Kenapa ya? Ini PR saya tahun ini, semoga ada beberapa yang naik BP.

Jika mengingat perjalanan saya di tahun pertama sebagai agen di tahun 2012, saya mencapai level kedua dalam waktu satu tahun, padahal waktu itu syaratnya lebih berat, yaitu penjualan pribadi 250 juta. Yang membuatnya bisa begitu adalah karena saya sangat yakin bisnis ini bisa membawa perubahan finansial, sehingga saya tidak banyak mikir untuk langsung fokus sejak bulan pertama jadi agen.

Saya sendiri langsung berhenti dari pekerjaan sebelumnya. Tapi fokus tidak berarti mundur dari pekerjaan yang sedang dijalani. Fokus berarti menjalankan bisnis ini sepenuh hati (full heart), meskipun tidak sepenuh waktu (full time). Untuk bisa sepenuh hati, kita harus tahu gambaran besar dari hasil bisnis ini di masa depan, dan gambaran besar itu harus cukup berharga untuk diperjuangkan.

Baca juga:

Mengapa Saya Jadi Agen Asuransi dan Mengapa di Allianz

Empat. Mengingat banyak agen yang mendaftar tapi yang aktif tidak banyak, tahun ini saya berencana melakukan seleksi lebih ketat. Tahun lalu, salah satu syarat menjadi agen di tim saya adalah memiliki polis Tapro atau membuka polis Tapro jika belum punya. Karena tidak semua calon agen punya kemampuan untuk membuka polis di awal bergabung, tahun ini syarat tersebut saya hapus (lebih ringan dong). Tapi ada satu syarat pengganti, yang diberikan langsung oleh manajemen ASN, yaitu harus mendaftarkan 1 polis Tapro agar bisa mendapatkan kode agen Allianz. Artinya, sebelum jadi agen, mereka harus sudah mencari dan memperoleh 1 nasabah. Berkas pengajuan asuransi nasabah diserahkan bersamaan dengan aplikasi agen. Produksinya dicatatkan atas nama calon agen tsb, dan komisinya pun untuk ybs.

Aturan ini berlaku mulai Januari 2015. Selengkapnya bisa dibaca di Cara Menjadi Agen Allianz. Ke depan, seiring semakin bersinarnya profesi agen asuransi, saya menduga syarat menjadi agen asuransi akan lebih berat.

Catatan tentang Blog

Satu. Sepanjang tahun 2014, saya menerbitkan 43 artikel di blog myallisya.com, atau sekitar 3-4 tulisan per bulan. Total sejak blog dibuat ada 209 artikel kronologis ditambah 59 halaman statis. Trafik blog rata-rata 370 klik per hari, total sepanjang tahun 2014 ada 140 ribu klik. Dari situ, saya mendapatkan calon nasabah rata-rata 2-3 orang per hari. (Tentang statistik blog myallisya.com, asisten WordPress telah membuat laporannya di Laporan Statistik Blog Myallisya.com Tahun 2014).

Sedikit tips. Bagi yang ingin blognya ramai dikunjungi orang, syarat pertama adalah jumlah tulisan harus banyak. Saya mendapati bahwa blog dan web yang trafiknya sampai ribuan per hari, jumlah artikelnya banyak sekali. Kuantitas tulisan menjamin kestabilan trafik blog. Dan seiring bertambahnya tulisan, trafik blog pun meningkat. Jadi, tahun ini saya akan meningkatkan kuantitas tulisan saya menjadi minimal 100 artikel setahun (8 artikel sebulan atau 2 artikel seminggu).

Dua. Pada bulan April 2014, saya mengganti alamat blog saya dari yang tadinya myallisya.wordpress.com menjadi myallisya.com supaya tampak jadi lebih profesional dan lebih simpel. Perubahan ini tidak menghapus alamat blog yang lama, hanya dialihkan saja ke alamat baru.

Bagi yang ingin menghapus kata “wordpress” pada blognya, tata caranya bisa dilihat di blog saya yang satu lagi: Cara Mengubah Domain “WordPress.com” Menjadi “.com”.

Tiga. Agen-agen di tim saya yang penjualannya lumayan bagus ternyata adalah mereka yang membuat blog. Johan Ferdian (pemilik blog melindungipenghasilan.com) mencetak omset lebih dari 100 juta, dan hampir semuanya dari blog. Estri Heni (proteksikita.com) mencatatkan omset lebih dari 75 juta, hampir semua nasabahnya dari blog. Ada lagi Dede Sulaeman (proteksipenghasilan.com) dan Yessi Dian Novita (proteksisyariah.com) yang mencetak penjualan di atas 50 juta, nasabahnya lebih banyak diperoleh dari blog.

Ngeblog ternyata efektif dan bisa diandalkan, jadi akan cukup berharga jika tahun ini saya menginvestasikan lebih banyak waktu untuk menularkan keterampilan ini kepada agen-agen saya yang berpotensi, membina mereka dari waktu ke waktu sehingga blognya menghasilkan trafik seperti blog yang saya kelola. Dari situ akan terbentuk jaringan distribusi asuransi secara online yang bisa menjangkau nasabah di seluruh Indonesia.

Sementara bagi yang tidak berniat membuat blog, saya sarankan untuk rajin mengikuti kelas training baik di kantor Allianz Serpong maupun di kantor grup Busster di APL Tower Grogol, bersama saya belajar kepada para leader yang lain. Tentu saja, yang mampu bikin blog pun seharusnya tetap rajin ikut training, karena banyak hal yang bisa diperoleh dari sana, seperti motivasi, inspirasi, tips-tips jualan, bagi pengalaman, informasi baru, dll.

Empat. Yang lebih menggembirakan, rekan-rekan saya yang menjual asuransi melalui blog itu pada umumnya tidak punya latar belakang sebagai blogger, bahkan untuk menulis artikel pun masih belum lancar. Artinya, memasarkan asuransi melalui blog ternyata bisa diduplikasi. Walaupun demikian, modal dasarnya tetap harus sudah dimiliki, yaitu suka baca, bisa nulis atau mau belajar, dan tidak gaptek. Selanjutnya hanya masalah teknis yang mudah diselesaikan dengan satu-dua kali pertemuan. Beberapa tips menjual asuransi melalui blog telah saya bagikan di “Cara Menjual Asuransi Melalui Blog: Pengalaman dengan blog Myallisya“.

Catatan tentang Aktivitas

Ada beberapa acara bagus yang saya ikuti di tahun 2014 ini.

Satu. ASG (All Star Gathering) grup Liem Lie Sia

Saya bersama rekan sekantor, bpk Ligor Tampubolon (kiri) dan leader, bpk Yudi Haliman (kanan).

Saya bersama rekan sekantor, bpk Ligor Tampubolon (kiri) dan leader, bpk Yudi Haliman (kanan) di acara ASG.

Liem Lie Sia adalah agen asuransi Allianz yang paling sukses di Indonesia dilihat dari omset grup dan penghasilan (tentang profil Liem Lie Sia, silakan dibaca di Mimpi-Mimpi Liem Lie Sia). Grup Liem Lie Sia terdiri dari banyak grup-grup besar di ASN, antara lain grup Jozeph Sugianto dan Wong Sandy Surya, grup Busster (Venny Wantouw, Hendy Winata, Sonny Arief), grup Richard Karyadi, grup Meliantha. Mulai tahun 2013, grup ini menggelar sebuah pertemuan besar yang disebut All Star Gathering (ASG). Acara ini diadakan selama 4 hari di Hotel Yasmin Karawaci Tangerang. Saya ikut ASG gelombang 2 yang diadakan pada tanggal 12-15 Januari 2014.

Dua. Kelas Elite Partner grup Busster

Dari kiri: Bpk Hendy Winata (pimpinan Allianz Busster APL Tower), Ibu Marjana (agen tertua di ASN), dan bpk Tiara Ermy saat menerima penghargaan sbg grup terbaik kelas Elite Partner grup Busster.

Dari kiri: Bpk Hendy Winata (pimpinan Allianz Busster APL Tower), Ibu Marjana (agen tertua di ASN), dan bpk Tiara Ermy saat menerima penghargaan sbg grup terbaik kelas Elite Partner grup Busster.

Mulai awal 2014, grup Busster di bawah pimpinan Hendy Winata memiliki sebuah kantor baru yang bagus di APL Tower lantai 11, Grogol. Dengan adanya kantor baru ini, beberapa kegiatan training bisa dilaksanakan dengan lebih intensif dan berbarengan.

Ada 4 training intensif yang dilaksanakan di kantor APL Tower, yaitu Elite Academy, Elite Team, Elite Leader, dan Elite Partner. Saya ikut kelas Elite Partner. Di kelas yang berlangsung selama 4 bulan ini, ada kontes untuk cases (polis) dan omset terbanyak. Alhamdulillah saya mendapatkan dua-duanya, plus grup terbaik.

Tiga. M3 (Money Making Meeting) dan BSS (Business Support System) Grup Busster

Kenang-kenangan dari grup Busster utk kontributor support system.

Kenang-kenangan dari grup Busster utk kontributor support system tahun 2014.

M3 adalah semacam kelas motivasi yang menghadirkan pembicara dari kalangan leader-leader yang telah sukses. Mereka bebas berbicara apa saja, dari mulai cerita pengalaman hidup hingga tips-tips bisnis, yang dibungkus dengan tema besar “Insurance Business Change My Life”. M3 diperuntukkan bagi umum, boleh dihadiri oleh agen maupun calon agen.

Sedangkan BSS adalah kelas pendalaman materi meliputi hal-hal yang diperlukan seorang agen dalam menjalankan bisnis. Mulai materi tentang sistem bisnis, langkah sukses bisnis, cara presentasi, pengetahuan produk, cara membuat proposal dan pengisian SPAJ, hingga cara menangani keberatan calon nasabah.

M3 dan BSS diadakan tiap hari Sabtu mulai pukul 9 sd 16 di kantor grup Busster di APL Tower, Grogol. Saya kebagian tugas sebagai salah satu panitia M3 dan instruktur BSS untuk materi Pengetahuan Produk.

Empat. Seminar Final Lap 2014

Saya bersama Johan Ferdian (kiri) dan Yessi Dian Novita (tengah) di acara Final Lap ASN 2014

Saya bersama Johan Ferdian (kiri) dan Yessi Dian Novita (tengah) di acara Final Lap ASN 2014

Final Lap diadakan sehari penuh tanggal 2 Oktober 2014 di Plaza Bapindo Jakarta. Ini merupakan acara rutin dari ASN saat menghadapi kuarter terakhir, untuk memotivasi para agen agar mampu mencapai target. Para pembicaranya terdiri dari para agen dengan prestasi hebat seperti Esra Manurung dan Liem Lie Sia, top agent dari luar negeri, hingga motivator bisnis ternama yaitu Tung Desem Waringin. Saya hadir di acara ini bersama rekan saya Yessi Dian Novita dan Johan Ferdian.

Di acara ini, pencipta sistem bisnis ASN, Lee Boon Siong atau Benson Lee, mencanangkan satu proyek dahsyat yang disebut BP Build BP (B3). Proyek ini diperuntukkan bagi agen-agen Allianz yang mampu mencetak sejumlah leader (Business Partner). Hadiahnya tak tanggung-tanggung: 4 mobil tanpa diundi.

Lima. Seminar Motivasi Syariah

Dari kiri ke kanan: Dede Sulaeman, Yessi Dian Novita, Estri Heni, Rina Natalia Ningsih, dan saya di acara Seminar Motivasi Syariah 2014

Dari kiri ke kanan: Dede Sulaeman, Yessi Dian Novita, Estri Heni, Rina Natalia Ningsih, dan saya di acara Seminar Motivasi Syariah 2014

Di ASN, ada beberapa grup yang fokus menjual produk Allisya (Allianz Syariah), antara lain grup Salam Muhammadong dan Shanti Apriyanti, keduanya MDIT bintang 2. Melihat perkembangan produk asuransi syariah yang semakin meningkat, ASN menyenggarakan acara untuk memacu semangat para agen syariah melalui Seminar Motivasi Syariah pada tanggal 24 November 2014 di Royal Kuningan Hotel. Acara ini menghadirkan pembicara utama yaitu Adhiwarman A Karim dan Yuswohady. Saya hadir di acara ini bersama rekan saya Dede Sulaeman, Estri Heni, Yessi Dian Novita, dan Rina Natalia Ningsih.

Enam. Ujian lisensi AAUI (Asosiasi Asuransi Umum Indonesia)

Kartu lisensi AAUI

Kartu lisensi AAUI

Pada bulan Oktober 2014, Allianz Utama meluncurkan produk asuransi kecelakaan (personal accident). Supaya bisa dijual juga oleh agen ASN (yang fokus pada produk Allianz Life), maka Allianz mengadakan ujian lisensi AAUI untuk para agen ASN yang berminat. Saya ikut gelombang pertama pada tanggal 23 September 2014. Dengan lisensi ini, saya boleh menjual asuransi umum seperti asuransi rumah, asuransi mobil, dan asuransi perjalanan (travel insurance). Tapi terus-terang saya belum belajar produknya, dan kurang tertarik menjual produk asuransi umum. Saya mau fokus ke bisnis distribusi asuransi jiwa.

Catatan tentang Pencapaian dan Penghasilan

Bersama ibunda di pantai Pattaya, Thailand.

Bersama ibunda di pantai Pattaya, Thailand.

Satu. Tahun 2014 inilah untuk pertama kalinya saya pergi ke luar negeri, tepatnya Thailand, dan itu berkat Allianz. Lebih bersyukur lagi, saya bisa mengajak serta ibu saya, karena saya memperoleh dua tiket trip Achiever Club 2013 (ceritanya bisa dibaca di SINI). Tahun 2015, saya akan mengajak istri saya yang tahun lalu belum bisa pergi karena harus menjaga dua balita. Insya Allah.

Saya bersama dua adik saya, M Ridwan (kiri) dan Ade Hidayat (kanan) sehabis mengikuti ujian lisensi AAJI di Allianz Tower lantai 7.

Saya bersama dua adik saya, M Ridwan (kiri) dan Ade Hidayat (kanan) sehabis mengikuti ujian lisensi AAJI tanggal 6 Desember 2014 di Allianz Tower lantai 7.

Tak lama setelah saya dan ibu saya pulang dari Thailand, dua adik saya mendaftar sebagai agen Allianz. Yang pertama M Ridwan, umur 26 tahun, akan pindah ke Bandung. Berikutnya Ade Hidayat, umur 30 tahun, tinggal di Pandeglang. Agen asuransi memang profesi yang menular, semoga keduanya berhasil.

Dua. Pencapaian saya tahun 2014 adalah Achiever Club (trip ke Star Cruise) dan Activity Club (hadiahnya kursus Registered Financial Planner [RFP] gratis). Achiever Club 2014 diperoleh dengan syarat penjualan pribadi 200 juta, sedangkan Activity Club menggambarkan konsistensi penjualan tiap bulan minimal 2 polis. Saya juga mendapatkan kontes berhadiah dua kemeja dari Allianz.

Tiga. Penghasilan saya naik sekitar 50%, dari 14 jutaan di akhir tahun 2013 menjadi 21 jutaan di akhir tahun 2014. Alhamdulillah. Standarnya, penghasilan agen asuransi itu naik minimal dua kali lipat setiap tahun. Biarlah ini menjadi target saya akhir tahun nanti.

RumahEmpat. Saya ambil KPR pada Juli 2014 (akhirnya). Tapi kami masih harus bersabar karena rumahnya masih dalam tahap pembangunan. Letaknya di daerah Pamulang 2 Tangerang Selatan. Alhamdulillah.

Ringkasan Pencapaian

Keterangan 2014 2013 Perubahan
Polis asuransi jiwa (Penjualan pribadi) 261 juta, 43 polis 339 juta, 50 polis (30%)
Polis asuransi jiwa (Penjualan unit) 725 juta, 131 polis 528 juta, 82 polis 37%
Polis asuransi kesehatan (Penjualan pribadi) 111 juta, 26 polis (tidak dicatat)
Polis asuransi kesehatan (Penjualan unit) 185 juta, 36 polis (tidak dicatat)
Agen baru 21 agen 23 agen (10%)
Penghasilan (per Desember) 21 jutaan/bulan 12 jutaan/bulan 75%
Pencapaian lain 1. Achiever Club
2. Activity Club3. Kontes Kemeja
Achiever Club (2 tiket)

Target 2015

Kali ini saya akan pasang target yang lebih realistis:

  1. Penjualan pribadi lebih dari 300 juta.
  2. Mempromosikan lebih dari 5 agen menjadi BP (penjualan 200 juta).
  3. Omset grup lebih dari 2 miliar.
  4. Penghasilan lebih dari 30 jutaan per bulan.

Semoga terlampaui. Amin. []

Artikel Terkait:

Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Pertama

Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Kedua

Cara Menjadi Agen Allianz

Pos ini dipublikasikan di Agen Allianz, Bisnis Asuransi, Catatan Pribadi dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

19 Balasan ke Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Ketiga (2014)

  1. Masto berkata:

    sangat inspiratif. Getar semangatnya sudah ketularan nih, action-nya masih kedodoran.

    Suka

  2. Ping balik: Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Kedua | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  3. Ping balik: Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Pertama | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  4. Estri Heni berkata:

    Saya MAU jadi bagian dari suksesnya p Asep Sopyan di Allianz Syariah!!!

    Selamat dan Semangat!!

    Suka

  5. Beruntung sekali bisa menjadi bagian dari team nya Myallisya… Allianz change my life… Bisa membantu orang memiliki kualitas hidup lebih baik dgn pny proteksi income dan sumber penghasilan lain.. Meningkatkan kualitas hidup saya yang sudah sekian lama berada di comfort zone.. Semoga kedepan bisa lebih baik lagi ..lagi dan lagi..

    Suka

  6. agung panji berkata:

    kang, hebat euyy,,punya talent menulis dan sdh kelihatan hasil positifnya. tolong dong kang,, utk sy yg pemula mau bikin blog…ggak apa berbayar jg boleh,,gimana caranya.hatur nwun ,,

    Suka

  7. Willy berkata:

    Mas, saya udah jadi nasabah Allianz sejak Agustus 2013.
    Premi 1.5 juta perbulan.
    Berarti ini udah tahun kedua, barusan saya mendapat email laporan yg Maret 2015.
    Ada kejanggalan di nilai investasi:

    Jan 2015 => Rp. 5.412.000,-
    Feb 2015 => Rp. 5.840.000,-
    Mar 2015 => Rp. 5.880.000,-

    Setau saya, di tahun kedua dana yg dialokasikan ke Investasi itu lebih tinggi dibanding tahun pertama. Ini kok cuman 40rb aja peningkatannya. (padahal bulan sebelumnya 400rb)

    Premi bulanan Rp. 1.500.000,- masa cuman dapat 40rb investasinya?
    Berarti setahun Rp. 18 juta, cuman dapat 480rb donk.

    Saya mengerti nilai saham itu fluktuatif. Tapi harusnya gak separah ini bedanya.
    Lalu bagaimana pula dengan nanti di tahun ketiga, keempat, kelima dan seterusnya?

    Saya tanyakan ke Agen yang bersangkutan, katanya di tahun pertama biaya asuransinya Free.
    Jadi di charge di tahun kedua. Aneh kan?
    Kalo di charge di tahun kedua itu namanya bukan FREE lagi. Tapi bayar belakangan.

    Trus katanya ntar tahun ketiga udah normal.
    Lha bagaimana pula dengan tahun ke-4 nanti?
    Ntar dibilang lagi berhubung yg tahun ke-3 itu ada yg FREE, jadi dicharge di tahun ke-4. Parah kan?

    1.5jt perbulan memang bukan nilai yg sangat besar, tapi lumayan besar buat saya dan orang2 kebanyakan.
    Kalo perbulan cuman dapat 40rb, setahun = 480rb, 10 tahun = 4.8jt gawat bukan?

    Mungkin bagi kalian para Agen Asuransi itu asyik, rezekinya bagus, tapi bagi nasabah seperti saya, ini sangat menyesakkan dada.

    Suka

    • Asep Sopyan berkata:

      Salam, Pak Willy, terima kasih atas pertanyaannya. Saya maklum jika ada kekecewaan dari bapak ketika melihat saldo investasi. Saya belum bisa komentar soal penambahan yang hanya 40 ribuan itu, karena belum lihat detailnya. Lebih jelasnya harus dilihat di laporan transaksi, apa saja biaya yang dikenakan sehingga muncul angka tsb.

      Sedikit saya sampaikan, biaya asuransi tahun pertama ditagihkan secara bertahap, setengahnya di tahun kedua dan setengahnya lagi di tahun ketiga. Bukan free, tapi diutangi.

      Kemudian sedikit tambahan dari saya: Jika asuransi diambil karena tujuan investasi, kemungkinan besar akan muncul kekecewaan sejak tahun-tahun pertama, karena ketika memperhatikan saldo, jumlahnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sebaiknya asuransi diambil dengan tujuan proteksi, jadi yang diperhatikan adalah besarnya manfaat proteksi yang diperoleh dengan premi yang dibayarkan.

      Demikian. Mohon maaf jika penjelasannya kurang memuaskan.

      Salam,
      Asep Sopyan

      Suka

      • Willy berkata:

        Terima Kasih atas balasannya, Pak Asep.

        Jenis asuransinya: “Smart Link Flexi Account Plus”.
        Uang Pertanggungan Asuransi Dasar: 1 M.
        Trus dibagian transaksi ada tulisan: “Smart Link Rupiah Equity Fund”.

        Dari penjelasan Bapak bisa saya asumsikan untuk tahun pertama, kedua dan ketiga, dana yg dialokasikan utk investasi itu bakalan kecil.
        Memang sebelumnya saya sudah diberitahukan teman2 bahwa utk 5 tahun pertama itu bakalan kecil. Hanya saja gak menyangka kok cuman 40rb di bulan Maret, sementara di Februari 400rb.

        Februari & Maret itu kan sama2 tahun kedua, kalo Februari nya 60rb misalnya, maka sekarang 40rb itu wajar karena mungkin ada penurunan harga saham dunia.

        Namun sekali lagi terima kasih atas balasannya, karena seharusnya masalah ini saya diberikan penjelasan oleh Agen yang bersangkutan.

        Salam sukses dan bahagia,

        Willy
        Medan, Sumatera Utara

        Suka

        • Asep Sopyan berkata:

          Salam, Pak Willy

          Premi 1,5 jt/bln dapat UP 1M sudah bagus.

          Kemudian informasi saja barangkali bermanfaat utk para nasabah lain, biaya-biaya yang dikenakan di tahun kedua meliputi:
          1. Biaya akuisisi sebesar 40% dari premi berkala. Dalam hal ini jika premi berkala 1,5 juta (full premi tanpa dibagi dg top up berkala), berarti potongannya 600 ribu. Sisanya 900 ribu masuk ke investasi.
          2. Administrasi sebesar 26.500 per bulan
          3. Setengah dari biaya asuransi (tabarru) tahun pertama. (Jumlahnya tergantung besarnya UP asuransi dasar maupun rider, utk tahun 1 dan 2 biaya asuransi tercantum di halaman data polis).
          4. Biaya asuransi tahun kedua.

          Silakan dicek pernyataan transaksinya. Jika potongan biaya-biayanya sesuai dengan 4 item di atas, berarti sudah betul. Jika ada potongan biaya selain 4 tsb, boleh mengajukan komplain ke Allianz melalui email contactus@allianz.co.id. Sebutkan nama, nomor polis, dan masalah yang ditanyakan.

          Demikian, semoga membantu.

          Salam,
          Asep Sopyan

          Suka

  8. Willy berkata:

    Terima Kasih Pak Asep atas penjelasannya.

    Semoga pembayaran saya lancar sampe seterusnya. Harapan saya setelah tahun ke-5, udah mulai kelihatan dana investasinya. Mungkin agen saya yang kurang dalam menjelaskan.
    Penguasaan produk secara detail merupakan syarat mutlak untuk menjadi agen.

    Semoga menjadi pelajaran buat agen2 asuransi agar lebih professional, khususnya dalam hal After Sales service. Kebanyakan agen hanya manis diawal, kalo janji temu utk prospek selalu datang lebih awal, tapi ketika sudah sign dan deal, ada masalah dan pertanyaan selalu susah ditemui. Banyak alasannya, ntah lagi meeting, rapat, lagi prospek calon customer, dll.

    Sekali lagi terima kasih atas penjelasannya.

    Salam sukses dan bahagia buat Pak Asep dan Keluarga.

    Willy
    http://www.medanchess.com

    Suka

  9. Ping balik: Alhamdulillah, Mulai April 2015, Ibuku Pensiun Jualan Sayur | Perjalanan Pikiran

  10. Fajar Andi berkata:

    Selamat Pak Asep.

    Terima kasih untuk inspirasinya.

    @Sama-sama, terima kasih Pak Fajar. Sukses dg blog barunya http://www.hiduplebihbaik.com.

    Salam,
    Asep S

    Suka

  11. Ping balik: Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Keempat (2015) | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s