Mengenal Lebih Dekat Dewan Pengawas Syariah

Setiap perusahaan yang memiliki bisnis berbasis syariah, pasti familiar dengan Dewan Pengawas Syariah (DPS). Mengapa DPS memainkan peranan penting? Ikuti wawancara singkat dengan Drs. H. Mohamad Hidayat, MH, MBA, anggota Dewan Syariah Nasional MUI yang sekaligus ketua Dewan Pengawas Syariah Allianz Life Indonesia.

M.HidayatApakah fungsi DPS dan di mana posisinya dalam sebuah perusahaan ?

DPS merupakan dewan yang memberi nasihat kepada direksi dan melakukan pengawasan syariah dalam perusahaan. Tugas DPS juga memberikan opini hukum syariah atas produk-produk yang dikembangkan oleh perusahaan. DPS masuk dalam struktur perusahaan yang memiliki bisnis dengan basis syariah, dan kedudukannya setara dengan komisaris. Namun bedanya, DPS fokus pada aspek syariah. Tidak hanya soal produk, namun juga kebijakan dan pemasaran. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak akan menerima produk keuangan syariah sebelum mendapat persetujuan DPS.

Jika produk sudah dipasarkan, lalu dalam perjalanannya terdapat pelanggaran, apa yang DPS lakukan ?

Secara berkala DPS melakukan pengawasan  melalui rapat bulanan dimana perusahaan memberikan laporan dari divisi syariah mengenai perkembangan bisnis, respon pasar, akad, serta tantangan yang kerap dihadapi. Dengan begitu DPS bisa mengetahui jika ada masalah yang muncul dalam bisnis yang sedang berjalan.

Sudah berapa lama bapak menjadi ketua DPS Allianz Syariah ?

Cukup lama, bahkan sebelum Allianz Syariah berdiri. Saat itu ibu Kiswati berkonsultasi dengan saya mengenai pendirian Allianz Life Syariah. Tahun 2006 Allianz Syariah berdiri, baik itu Allianz Life maupun Allianz Utama dan  saya menjadi ketua DPS untuk kedua perusahaan tersebut.

Kualifikasi apa saja yang harus dimiliki oleh anggota DPS ?

Pertama, ia harus menguasai bidang ekonomi syariah sehingga ia dapat merumuskan kebijakan dan juga berperan sebagai konsultan bagi perusahaan yang diawasi. Kedua, ia harus mengenal industri keuangan yang diawasi dengan baik. Misalnya ia mengerti tentang syariah tapi tidak mengerti tentang asuransi, maka akan percuma saja. Terakhir, ia harus mentaati fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional. Jika memiliki kualifikasi tersebut maka ia bisa mendapat rekomendasi dari MUI untuk menjadi ketua DPS.

Apa saja tantangan dalam menjalankan fungsi ketua DPS ?

Bisnis keuangan syariah makin berkembang dan selalu berusaha mengikuti keinginan konsumen. Kami dari DPS harus cermat melihat dan memeriksa semua item dalam produk syariah yang akan dipasarkan, sehingga sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

[Disalin dari buletin Kabar Allisya edisi 04 November 2014, berkat kerajinan Ibu Yessi pemilik blog proteksisyariah.com]

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Asuransi Syariah dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s