1 Yang Saya Suka dari Bisnis Asuransi: Punya Pekerjaan Tetap

GbrBanyak orang bermimpi punya pekerjaan tetap. Ketika disebut pekerjaan tetap, yang terbayang adalah pekerjaan semacam pegawai negeri sipil dan karyawan swasta. Pekerjaan-pekerjaan di luar itu jarang dipersepsikan sebagai pekerjaan tetap, misalnya tenaga honorer, pedagang kaki lima, seniman, tukang ojek, pebisnis jaringan, pebisnis online, blogger, kontraktor, agen properti mandiri, meskipun semuanya tetap berpenghasilan.

Berkaitan dengan urusan pekerjaan ini, ada satu persoalan yang muncul ketika kita hendak mengurus pinjaman ke bank. Pihak bank akan minta bukti berupa surat keterangan bahwa kita punya pekerjaan tetap, supaya ada jaminan cicilan selalu bisa dibayar tepat waktu. Banyak dari pekerjaan “tidak tetap” itu yang hingga kini belum bisa memberikan fasilitas surat keterangan bagi orang yang mengerjakannya.

Tapi masalah seperti ini tidak saya alami di pekerjaan saya sebagai agen asuransi. Status saya memang beda dengan karyawan tetap di perusahaan asuransi yang saya tempati. Tapi sama-sama tetap, dalam arti tidak bisa dipecat selama memenuhi target penjualan tiap tahun.

Dengan status sebagai agen tetap inilah saya bisa mengakses KPR bank pada bulan Juli 2014.

IMG_0780

Surat Keterangan yang saya pakai sebagai salah satu kelengkapan mengajukan KPR ke bank.

Seperti bisa dibaca pada surat keterangan di atas, yang ditandatangani oleh dr Ginawati Djuandi, Chief of Agency Officer Allianz Life Indonesia, status saya sebagai agen asuransi tidak dibatasi usia maupun masa kerja. Bayangkan: tidak dibatasi usia dan masa kerja. Karyawan tetap saja masih dibatasi usia dan masa kerja, dan setelah itu harus pensiun digantikan orang yang lebih muda. Sebagai agen asuransi, selama saya memenuhi target penjualan tiap tahun, saya akan tetap menjadi agen asuransi. Bukankah ini pekerjaan tetap yang sangat tetap?

Memang, jika saya tidak memenuhi target penjualan, posisi saya bisa diturunkan, lalu jika tidak ada penjualan sama sekali dalam setahun, barulah saya diberhentikan. Tapi ini wajar, karena seorang karyawan tetap pun bisa dipecat jika tidak melakukan tugasnya.

Bagaimana Penghasilan Agen Asuransi Diperoleh?

Penghasilan agen asuransi diperoleh dari komisi penjualan langsung. Karena kini agen asuransi dijalankan dengan skema bisnis jaringan, penghasilan agen asuransi juga diperoleh dari penjualan yang terjadi di jaringan. Bahkan jika jaringan agen sudah besar, penghasilan dari jaringan (disebut overriding) bisa lebih besar daripada komisi penjualan pribadi.

Pekerjaan yang penghasilannya diperoleh dari komisi, lazimnya dianggap sebagai bukan pekerjaan tetap. Karena pada umumnya, yang namanya komisi itu diterima hanya jika ada penjualan. Jika tidak ada penjualan, komisi tidak ada. Sedangkan belum tentu seorang penjual bisa mencetak penjualan tiap bulan; dan kalaupun selalu ada penjualan tiap bulan, belum tentu omsetnya stabil.

Tapi komisi agen asuransi beda. Komisi agen asuransi diterima selama 2 tahun atau 24 bulan. Ini yang disebut repeat income (penghasilan berulang) dan merupakan kelebihan bisnis asuransi dibanding bisnis lainnya. Dari repeat income ini saja, seorang agen asuransi sudah bisa memiliki penghasilan tetap. Meskipun di bulan-bulan berikutnya tidak ada penjualan, dia tetap menerima komisi dari penjualan di bulan-bulan sebelumnya. Dan jika di bulan selanjutnya ada penjualan, maka penghasilannya naik. Jika tiap bulan ada penjualan, berarti penghasilan agen asuransi akan naik terus setiap bulan. Dan penghasilan itu akan berlipat ganda hingga tak berbatas jika seorang agen asuransi mampu mengembangkan jaringan.

Saya bersyukur bisa berada di bisnis ini. Alhamdulillah. []

Pos ini dipublikasikan di Bisnis Asuransi dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke 1 Yang Saya Suka dari Bisnis Asuransi: Punya Pekerjaan Tetap

  1. Selamat Pak Asep atas disetujui kpr-nya
    Rekan saya di migas, sekantor, namun berhubung masih outsourcing cerita kalo kpr-nya gagal terus karena dianggap bank belum punya pekerjaan tetap…padahal take home pay nya sudah lumayan, jauh di atas umr

    @Terima kasih, Pak Anugrah. Mungkin perlu ada paradigma baru di kalangan bankir ttg pekerjaan tetap. Jika status pekerjaan masih mereka ragukan, paling tidak mereka bisa cari cara lain misalnya dg melihat penghasilan setahun terakhir (bukan tiga bulan seperti normalnya).

    Sukses utk Bapak dg blog http://proteksikeluargasyariah.com.

    Salam,
    Asep S

    Suka

  2. Ping balik: Rumah Baru, Alhamdulillah. | Perjalanan Pikiran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s