Asuransi: Keajaiban Dunia Kesembilan

Gambar asuransi2 Keajaiban Asuransi

Tuan X umur 30 tahun menyetor uang 1 juta tiap bulan. Setelah 3 bulan, tiba-tiba dia terkena serangan jantung. Maka dia menerima uang sebesar 1 miliar. Satu bulan setelah itu, tuan X meninggal dunia, maka ahli warisnya memperoleh uang sebesar 1 miliar. Total manfaat yang diterima tuan X dan keluarganya adalah 2 miliar, sedangkan uang yang dia bayar baru 4 juta.

Menurut anda, apakah kisah ini terdengar ajaib?

Ya, itulah keajaiban asuransi. Bayar sedikit dapat banyak.

Mungkin anda bertanya-tanya, apakah ada yang dirugikan dari peristiwa ini? Kalau ada, siapa? Apakah nasabah lain ataukah perusahaan asuransi?

Saya adalah nasabah asuransi di perusahaan yang sama dengan tuan X. Saya pun membayar premi kepada perusahaan asuransi. Mendengar bahwa klaim tuan X sebesar total 2 miliar telah disetujui, bukannya merasa rugi, saya justru merasa senang. Tentu saya turut berduka dengan musibah yang menimpa tuan X, tapi saya merasa senang karena tuan X dan keluarganya telah terbantu, dan saya senang karena perusahaan tempat saya berasuransi telah menepati janjinya untuk membayar klaim nasabah. Hal ini menambah rasa aman kepada saya, bahwa jika saya mengajukan klaim, klaim saya pun akan dibayar.

Apakah mungkin perusahaan asuransi yang rugi? Secara parsial, kelihatannya perusahaan asuransi telah mengalami kerugian. Mereka baru menerima premi kotor 4 juta, tapi telah membayar klaim 2 miliar. Tapi benarkah perusahaan asuransi rugi? Ternyata secara keseluruhan tidak. Malah perusahaan ini tiap tahun meraup keuntungan. Telah berdiri lebih dari 100 tahun lalu, nasabah semakin banyak, nasabah yang mengajukan klaim pun semakin banyak, tapi keuntungan yang diraih pun semakin banyak.

Sebagai nasabah, saya makin senang ketika perusahaan tempat saya berasuransi mengalami keuntungan. Hal ini menjamin perusahaan akan terus bertahan dalam waktu lama dan memberikan perlindungan kepada saya dan nasabah lain dalam waktu yang panjang.

Menurut anda, apakah fakta ini terdengar ajaib?

Ya, itulah keajaiban asuransi. Keuntungan di satu pihak tidak diiringi kerugian di pihak lain.

Mengapa hal ini bisa terjadi?

Cara Kerja Asuransi

Cara kerja asuransi mengikuti apa yang disebut hukum bilangan besar (the law of large number). Semakin banyak peserta asuransi, semakin terprediksi kerugian yang timbul. Prediksi kerugian didasarkan pada tabel mortalita (tabel kematian) dan tabel morbidita (tabel kesehatan), yang isinya adalah statistik kematian dan sakit pada suatu wilayah.

Baca juga:

Ide Dasar Cara Kerja Asuransi Jiwa

Contoh: di sebuah wilayah berpenduduk 1000 orang, setiap tahun ada 2 orang yang meninggal dunia. Berarti tabel mortalitanya adalah 2/1000 atau 0,002. Dari data ini, perusahaan asuransi jiwa akan menetapkan premi sebesar 2 rupiah per 1000 UP ditambah biaya pengelolaan dan keuntungan. Anggaplah preminya jadi 3 rupiah per 1000 UP per tahun, atau jika UP-nya 1 miliar, preminya 3 juta per tahun.

Anggaplah seribu orang itu seluruhnya masuk asuransi dan membayar premi 3 juta per orang untuk mendapatkan UP jiwa 1 miliar, maka akan terkumpul dana 3 miliar. Sesuai statistik tabel mortalita, ada 2 peserta yang meninggal dunia, maka pihak asuransi mengeluarkan uang 2 miliar untuk dua orang tsb. Sisanya sebesar 1 miliar menjadi bagian pihak asuransi, yang akan digunakan untuk membayar biaya pengelolaan asuransi (gaji karyawan, komisi agen, dll) dan sisanya sebagai keuntungan. Jadi, keuntungan perusahaan asuransi diperoleh dari total premi yang masuk dikurangi total klaim dan biaya pengelolaan.

Demikianlah secara sederhana cara kerja asuransi. Bayangkan jika pesertanyanya mencapai ratusan ribu hingga jutaan orang, maka makin mudahlah memprediksi berapa yang harus dikeluarkan untuk membayar klaim para peserta.

Dalam kenyataan, mungkin saja pada tahun tertentu pihak asuransi mengalami kerugian ketika jumlah klaim melebihi perkiraan. Tapi secara keseluruhan, kita bisa melihat bahwa banyak perusahaan asuransi bisa hidup sampai ratusan tahun. Mereka tetap mencari nasabah, tetap membayar klaim, dan tetap memperoleh keuntungan.

Artinya, secara teoretis maupun praktis, keajaiban asuransi telah terbukti kebenarannya. Asuransi adalah anugrah Tuhan untuk kebaikan umat manusia.

Mengapa Keajaiban Dunia Kesembilan?

Mengapa asuransi disebut keajaiban dunia kesembilan?

Sejauh ini kita mengenal istilah 7 keajaiban dunia, yaitu bangunan-bangunan fisik yang luar biasa peninggalan masa lampau seperti Tembok Besar di Cina, Piramida Giza di Mesir, Taman Gantung di Babilonia, Menara Eiffel di Paris, Menara Miring Pissa di Italia, Patung Liberti di New York, hingga Borobudur di Indonesia. Orang-orang bisa berdebat tentang bangunan apa saja yang masuk di tujuh keajaiban ini dan urutannya. Yang jelas, istilah 7 keajaiban dunia merujuk pada bangunan-bangunan fisik tersebut.

Tentang keajaiban dunia kedelapan, saya setuju dengan ungkapan dari seseorang yang dianggap paling cerdas sejagat, Albert Einstein: “Compound interest is the eight wonder of the world. He who understand it, earns it. He who doesn’t, pays it.” (Bunga majemuk adalah keajaiban dunia kedelapan. Siapa yang memahami, dia mendapatkannya. Siapa yang tidak memahami, dia membayarnya). Bunga majemuk adalah pelipatgandaan, deret ukur, atau perpangkatan, contoh penerapannya antara lain dalam investasi, utang kartu kredit, dan bisnis jaringan.

Lalu apakah keajaiban dunia kesembilan?

Saya mengusulkan: keajaiban dunia kesembilan adalah ASURANSI.

Anda setuju? []

Untuk konsultasi lebih lanjut, silakan menghubungi:

Asep Sopyan (Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Pengetahuan Asuransi dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Asuransi: Keajaiban Dunia Kesembilan

  1. Susan Djokosudirgo berkata:

    Pak Asep, salam kenal dan salam hormat.. Saya agen di grup Ibu Risa Elga Gozali.. Saya mau mengucapkan banyak terima kasih atas artikel2 di blog bapak yang sangat inspiratif dan informatif.. Saya banyak sekali belajar dari sini.. Seperti bapak pernah tulis, kita perlu belajar dari siapa saja.. Blog ini salah satu mentor virtual saya.. Semoga pak Asep diganjar rahmat dan rejeki karena sudah menyebarkan ilmu tanpa pamrih bagi siapa saja.. Jika suatu hari diberl kesempatan jumpa dan tatap muka, saya mau jabat tangan bapak.. Salam sukses dan sehat selalu untuk pak Asep..

    Suka

  2. Ping balik: Ambil Unit-link untuk Investasi? Pikir-pikir Lagi Deh. | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  3. Ping balik: Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Keempat (2015) | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  4. Ping balik: Apa Bedanya Biaya Akuisisi dengan Biaya Asuransi? | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  5. Ping balik: Berapa Persen Alokasi Asuransi dan Investasi? | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s