10 Fakta yang Perlu Dipahami tentang Asuransi Penyakit Kritis

survey-penyakit-kritis-allianzDi antara berbagai produk asuransi, asuransi penyakit kritis kiranya merupakan produk yang paling banyak disalahpahami. Sebagian orang menganggapnya tidak penting, tapi sebagian lagi justru menganggapnya merupakan produk asuransi paling penting yang harus dimiliki.

Saat ini, asuransi penyakit kritis pada umumnya merupakan rider (asuransi tambahan) pada produk asuransi jiwa jenis unit-link. Unit-linknya itu sendiri sudah banyak disalahmengerti, apalagi ditambah rider penyakit kritis.

Orang yang keberatan dengan asuransi penyakit kritis banyak yang berkata dengan nada sinis: “Buat apa asuransi penyakit kritis, kriterianya sangat berat, orang udah mau mati baru bisa diklaim.”

Tetapi orang yang setuju asuransi penyakit kritis berpandangan: “Justru pada kondisi seperti itulah seseorang paling amat sangat butuh bantuan.”

Jika begitu kena penyakit kritis langsung meninggal dunia, biaya yang dibutuhkan memang tidak terlalu banyak, dan jika punya asuransi jiwa, uang pertanggungannya bisa langsung cair. Tapi bagaimana jika sakit kritisnya berkepanjangan?

Contoh: Gagal kedua ginjal, harus cuci darah setiap minggu hingga seumur hidup dan tidak boleh kerja berat lagi. Stroke, lumpuh separuh badan, tidak bisa bekerja lagi dan butuh penghasilan untuk hidup sehari-hari. Kanker, badan melemah perlahan-lahan, butuh suplemen penguat tubuh setiap hari, biaya perawatan yang terus-menerus bikin kantong kering.

Pada kondisi yang paling buruk ini, asuransi apa yang bisa memberikan bantuan?

Di tengah segala pro-kontra tentang produk ini, berikut 10 hal yang perlu dipahami tentang penyakit kritis dan asuransi penyakit kritis.

4 Fakta tentang Penyakit Kritis

  1. Penyakit kritis seperti kanker, penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal butuh biaya sangat besar, bisa ratusan juta hingga miliaran rupiah, atau senilai aset anda. Asuransi kesehatan yang anda miliki mungkin tidak mencukupi.
  2. Penyakit kritis bisa menyerang siapa saja tanpa pandang jenis kelamin dan usia. Pria bisa kena, wanita pun bisa. Tua bisa kena, muda pun bisa.
  3. Penyakit kritis bisa menimbulkan hilangnya produktivitas atau kemampuan bekerja yang tentunya berpengaruh pada penghasilan dan gaya hidup.
  4. Penyakit kritis tidak melulu soal penyakit (yang membuat banyak orang muda dan sehat berpikir bahwa penyakit kritis masih jauh), tapi bisa juga karena kecelakaan, seperti kelumpuhan, trauma kepala serius, koma, buta, bisu, tuli.

6 Fakta tentang Asuransi Penyakit Kritis

  1. Asuransi penyakit kritis BUKAN PERTOLONGAN PERTAMA pada sakit atau rawat inap. Pertolongan pertamanya tetaplah uang sendiri atau asuransi kesehatan. Jadi dana darurat dan asuransi kesehatan tetap perlu dimiliki.
  2. Asuransi penyakit kritis adalah PERTOLONGAN LANJUTAN untuk biaya perawatan penyakit kritis, ketika uang sendiri tidak mencukupi dan limit asuransi kesehatan sudah tak memadai.
  3. Asuransi penyakit kritis adalah PERTOLONGAN LANJUTAN UNTUK BIAYA PEMULIHAN penyakit kritis, yang biasanya bersifat rawat jalan dan tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan rawat inap.
  4. Asuransi penyakit kritis adalah juga PENGGANTI PENGHASILAN ketika penyakit kritis yang diderita menimbulkan dampak hilangnya produktivitas sehingga tidak bisa bekerja lagi. Di sinilah nilai penting asuransi penyakit kritis yang tidak bisa digantikan asuransi kesehatan sebagus apa pun.
  5. Asuransi penyakit kritis TIDAK MENYEDIAKAN FASILITAS KARTU CASHLESS. Yang menyediakan fasilitas kartu cashless adalah asuransi kesehatan rawat inap. Klaim asuransi penyakit kritis dilakukan secara “reimburse” tetapi tanpa menyertakan kuitansi karena uang klaim diberikan tanpa melihat besarnya biaya di rumah sakit.
  6. Asuransi penyakit kritis memberikan bantuan dalam bentuk UANG TUNAI sebesar uang pertanggungan yang diambil atau sesuai ketentuan produk. Yang namanya uang tunai, penggunaannya bebas terserah yang menerima. Bisa untuk bantu biaya berobat, bisa untuk biaya hidup, bisa untuk biaya sekolah, atau bahkan buat liburan.

 

Setelah membaca artikel ini, bagaimana menurut anda, asuransi penyakit kritis itu penting ataukah tidak penting? []

Untuk konsultasi lebih lanjut, silakan menghubungi:

Asep Sopyan (Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Lebih lanjut tentang asuransi penyakit kritis:

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Asuransi Penyakit Kritis dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

15 Balasan ke 10 Fakta yang Perlu Dipahami tentang Asuransi Penyakit Kritis

  1. nimba berkata:

    Betul gan, semua yang berkatian dengan penyakit kritis seperti stroke, jantung membutuhkan biaya super besar, salah satu penolongnya yaitu asuransi. Masyarakat indonesia jika dibandingkan dengan jumlah pendudknya termasuk sedikit yang mengikuti asuransi, apalagi sekarang dengan adanya bpjs – yang tadinya karyawan perusahaan ikut asuransi malah diganti dengan bpjs sama perusahaan tempatnya bekerja.

    @Betul gan. Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.

    Suka

  2. Ping balik: 10 Fakta yang Perlu Difahami tentang Asuransi Penyakit Kritis | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  3. sisidesa.com berkata:

    Terima kasih informasinya, sangat bermanfaat. Recommended article 🙂

    @Terima kasih telah membaca dan merekomendasikan artikel ini 🙂

    Suka

  4. Ping balik: Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Keempat (2015) | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  5. Ping balik: Penjelasan tentang 3 Produk Rider Penyakit Kritis di Tapro Allianz | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  6. Ida Bagus Alit berkata:

    Terima kasih banyak atas artikelnya semoga Allianz terus menjadi yg terbaik di Dunia

    Suka

  7. Ping balik: Mengukur Prioritas Asuransi dari Frekuensi Kejadian dan Dampak Keuangan | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  8. Ping balik: Mengukur Prioritas Asuransi dari Frekuensi Kejadian dan Dampak Keuangan | Asuransi Syariah Nomor Satu

  9. Ping balik: Klaim Kanker 500 Juta Cair dalam 11 Hari | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  10. Ping balik: Asuransi Penyakit Kritis. Mengapa Penting? | Perlindungan Keuangan Anda

  11. Ping balik: Mengukur Prioritas Asuransi | Perlindungan Keuangan Anda

  12. Ping balik: 4 Kebutuhan Manusia Berdasarkan Waktu | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  13. Ping balik: Allianz Bayar Klaim Angioplasti dan Pembebasan Premi Senilai Total 370 juta | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  14. Ping balik: Perbedaan dan Persamaan antara Rider CI+ dan CI100 pada Tapro Allisya Protection Plus | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s