Berlibur ke Hongkong dan Shenzhen Bersama Allianz

Hkg Buddha

Patung Big Buddha di Ngongping

Tahun 2015 saya mencapai target CAO Challenge dengan hadiah trip ke Hongkong. Syaratnya penjualan pribadi 400 juta atau penjualan pribadi 200 juta ditambah penjualan satu agen 200 juta. Saya mencapainya melalui syarat kedua.

Tanpa menunggu lama, akhir bulan Januari 2016 trip tersebut sudah terlaksana. Tepatnya tanggal 27 (gelombang 1) dan 28 Januari (gelombang 2), saya dengan rombongan sekitar 500 orang, berangkat ke Hongkong dengan berbagai macam merek pesawat.

Saya sendiri kebagian pesawat Garuda Indonesia. Alhamdulillah, pesawatnya nyaman sekali. Saya masuk gelombang 2, berangkat dari bandara Sukarno Hatta hari Kamis tanggal 28 Januari pukul 10 pagi dan tiba di Hongkong pukul 16 waktu setempat (kurang-lebih 5 jam perjalanan).

Di Hongkong, kami menginap di Hotel L’Nina di daerah Tseung Wan. Hotelnya sangat mewah, mungkin masuk kategori bintang 5. Saya sekamar dengan rekan sekantor saya di Serpong, bpk Ligor Tampubolon.

Tempat-tempat yang kami kunjungi di sana antara lain museum Madam Tussaud, Ladies Market, Giant Buddha di Ngong Ping, Jumbo Restourant, dan Tung Chung City Gate Mall. Selain ke Hongkong, pada hari keempat kami juga mampir ke Shenzhen yang masuk wilayah China. Di Shenzhen, kami mengunjungi Window of the World dan berbelanja di mall Luohu.

Pada pagi hari keempat, saya mendapat kunjungan dari seorang nasabah saya di Hongkong. Ibu Aini asal Kediri Jawa Timur, telah dua tahun bekerja di sana sebagai pengasuh anak. Pekerja di Hongkong mendapatkan hak-hak yang layak, seperti libur selama dua hari dalam seminggu (umumnya Sabtu dan Minggu). Dia akan kembali ke Indonesia sekitar bulan Juli, dan berencana menjadi agen Allianz.

Kami pulang kembali ke Indonesia dengan menaiki pesawat Garuda pada hari Senin sore pukul 17, sampai di Indonesia pukul 21 malam.

Kesan selama di Hongkong:

  • Kota Hongkong sangat padat, jauh lebih padat daripada Jakarta. Di pusat kota, sejauh mata memandang yang ada hanya pertokoan dan apartemen. Satu blok apartemen bisa berisi puluhan menara.
  • Orang Hongkong terkesan jutek-jutek. Para pedagangnya dengan mudah bisa mengusir calon pembeli yang tidak cocok soal harga. Bahkan pelayan hotel pun jarang terlihat tersenyum.
  • Di Hongkong tidak terlihat orang yang mengendarai sepeda motor, kecuali polisi. Aneh juga. Tidak terbayang rasanya hidup tanpa sepeda motor.
  • Mobil pribadi di Hongkong tidak terlalu banyak, umumnya kategori mobil mewah. Orang biasa-biasa saja lebih baik tidak beli mobil karena pajaknya mahal dan cari parkirnya susah. Jadi hanya orang yang benar-benar kaya yang membeli mobil.
  • Hongkong cocok untuk sekadar jalan-jalan atau belanja, tapi bukan untuk tempat tinggal. Kunjungan ke Hongkong membuat saya bersyukur telah dilahirkan dan tinggal di Indonesia.
  • Kaitan dengan asuransi. Pemandu wisata lokal kami bercerita bahwa orang pengangguran di Hongkong mendapat tunjangan sebesar 3900 Hkd (sekitar 7,5 juta rupiah) per bulan selama 6 bulan atau sampai dia mendapat pekerjaan, dan orang cacat tetap mendapat jumlah yang sama untuk seumur hidup. Ini luar biasa. Di Hongkong, asuransi penyakit kritis dan cacat tetap kemungkinan besar tidak akan laku. Hal ini menimbulkan pemikiran bahwa asuransi jenis tertentu bisa tidak diperlukan lagi jika fungsinya sudah ditanggung negara. Sementara di negara yang tidak memiliki jaminan sosial serupa, seperti Indonesia, asuransi masih sangat berperan meringankan beban negara dalam mengurusi orang-orang yang mengalami penyakit kritis atau cacat tetap.

Atas hadiah ini, saya ucapkan terima kasih kepada Allah Swt, Dr. Ginawati Djuandi dan manajemen Allianz Life Indonesia, para nasabah, para agen di tim saya khususnya ibu Anna Wijayanti yang mencapai ALP lebih dari 200 juta, istri saya dan anak-anak yang selalu mendukung.

Berikut adalah beberapa foto selama di Hongkong dan Shenzhen.

FullSizeRender (1).jpg

Suasana tahun monyet emas segera terasa begitu memasuki bandara Hongkong. Latar belakang iklan salah satu perusahaan asuransi besar dunia.

Hkd 7

Bunga Bauhinia, lambang bendera Hongkong.

Hkd 3

Bersama manusia paling jenius abad 20, Albert Einstein, di museum Madam Tussaud. Semoga ketularan jeniusnya🙂

Hkd 8

Sehabis belanja di Ladies Market.

Hkd 5

Bersama rekan sekantor, bpk Ligor Tampubolon, di atas Cable Car menuju Ngong Ping tempat bersemayam patung besar Buddha.

IMG_4631

Berlatih kamehameha di Path of Wisdom, Ngongping.

Hkg 1

Gala dinner bersama Dr. Ginawati Djuandi (depan, 2 dari kanan), CAO Allianz Life yang memberikan hadiah trip Hongkong, di Jumbo Floating Restaurant.

Hkd 2

Bertemu ibu Aini nasabah di Hongkong di lobi Hotel Nina. Terima kasih atas kunjungannya.

IMG_4837

Sebelum belanja di Luo Hu, Shenzhen.

Hkd 4

China memang negara pabrik KW. Semua keajaiban dunia bisa dikelilingi dalam satu hari di Window of the World Shenzhen.

Pos ini dipublikasikan di Bisnis Asuransi, Catatan Pribadi, Uncategorized dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Berlibur ke Hongkong dan Shenzhen Bersama Allianz

  1. Ping balik: 1 Yang Saya Suka dari Bisnis Asuransi: Liburan ke Luar Negeri Tiap Tahun | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  2. Ping balik: Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Keempat (2015) | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s