Berapa Persen Alokasi Asuransi dan Investasi?

UnitlinkAda satu pertanyaan yang sering saya terima terkait unit-link, “Berapa persen alokasi asuransi dan investasi?” Dengan kata lain, “Berapa persen premi yang masuk ke asuransi dan berapa persen premi yang masuk ke investasi?”

Bicara terus-terang, pertanyaan ini perlu penjelasan lebih lanjut. Saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini dengan tegas, karena sesungguhnya alokasi asuransi dan investasi bukan berbentuk persentase.

Dalam hal ini ada tiga hal yang perlu dibedakan:

  1. Perbandingan antara alokasi asuransi dengan alokasi investasi. Tidak berbentuk persentase.
  2. Perbandingan antara alokasi investasi dengan biaya akuisisi. Berbentuk persentase.
  3. Perbandingan antara premi berkala dengan top up berkala. Bisa dipersentasekan.

Yang pertama, perbandingan antara alokasi asuransi dengan alokasi investasi bukan berbentuk persentase. Dalam unit-link, premi yang disetorkan memang akan dibagi ke dalam dua keranjang, yaitu keranjang asuransi dan keranjang investasi. Tapi perbandingannya bukan dalam bentuk persentase, karena keranjang asuransi sebetulnya terdiri dari berbagai macam biaya, yang meliputi biaya akuisisi, biaya administrasi, biaya asuransi (cost of insurance, tabarru dalam asuransi syariah), biaya pengelolaan investasi, dan biaya top up. Sedangkan alokasi investasi adalah sisa dari premi setelah dikurangi berbagai macam biaya tersebut.

Yang kedua, perbandingan antara alokasi investasi dengan biaya akuisisi memang berbentuk persentase. Yang perlu dipahami, biaya akuisisi hanyalah satu dari sejumlah biaya yang dikenakan di produk unit-link, jadi alokasi investasi di sini belum bersih karena masih dipotong biaya-biaya lain.

Sebagai contoh di Tapro Allianz, berapa persen biaya akuisisinya? Jawabannya: tahun pertama 75%, tahun kedua 40%, tahun ketiga 15%, tahun keempat 7,5%, dan tahun kelima 7,5%. Total 145%. Tahun keenam dan seterusnya tidak dikenakan lagi biaya akuisisi.

 

Tahun Biaya Akuisisi Investasi (belum dipotong biaya lain)
1 75% 25%
2 40% 60%
3 15% 85%
4 7,5% 92,5%
5 7,5% 92,5%
6 dst 0% 105,26%

 

Alokasi premi berkala setelah dipotong biaya akuisisi masuk ke investasi. Tapi bukan berarti porsi yang masuk ke investasi ini tidak dikenakan biaya apa-apa lagi.

Selain biaya akuisisi, ada beberapa biaya lagi yang selalu ada dalam produk unit-link. Dua di antaranya yang cukup signifikan untuk disebut adalah biaya administrasi dan biaya asuransi. (Selengkapnya biaya-biaya pada unit-link bisa dibaca di SINI).

  • Biaya administrasi. Dikenakan tiap bulan selama polis masih berlaku. Ada yang menggratiskan biaya administrasi tahun pertama.
  • Biaya asuransi (cost of insurance atau tabarru dalam asuransi syariah). Dikenakan untuk tiap manfaat asuransi yang diambil (asuransi dasar maupun rider), sejak tahun pertama sampai masa proteksinya berakhir, selama polis masih berlaku.

Di sini, banyak nasabah bahkan agen yang salah paham dan belum bisa membedakan antara biaya akuisisi dengan biaya asuransi. Dikiranya biaya akuisisi itu sama dengan biaya asuransi dan setelah itu tidak ada biaya lagi.

Pemahaman seperti ini lalu dipakai untuk menjelaskan kenapa nilai investasi unit-link sangat kecil di tahun-tahun awal. Sering dikatakan, “Nilai investasi unit-link kecil di tahun-tahun awal karena masih kena banyak potongan untuk asuransinya. Nanti setelah lima tahun, premi seluruhnya masuk ke investasi.”

Yang jarang dijelaskan agen, setelah lima tahun, premi yang seluruhnya masuk ke investasi itu masih dikenakan potongan lagi untuk biaya administrasi dan biaya asuransi.

Jadi, apa perbedaan biaya akuisisi dengan biaya asuransi?

 

Biaya Akuisisi Biaya Asuransi (Tabarru)
Dikenakan di 5 tahun pertama (pada umumnya) Dikenakan sejak tahun pertama sampai masa proteksi berakhir selama polis masih berlaku
Dipotong dari premi berkala (tidak termasuk top up berkala) Dipotong dari nilai investasi
Fungsinya untuk biaya-biaya pembuatan polis serta komisi dan bonus agen Fungsinya untuk membiayai manfaat proteksi (uang pertanggungan asuransi dasar dan rider)
Berbentuk persentase, cenderung turun tiap tahun Sesuai tabel biaya asuransi, cenderung naik tiap tahun

 

Biaya akuisisi dipotong dari premi berkala (istilah lain: premi reguler, premi dasar, premi target, premi pokok). Selain premi berkala, ada tambahan premi yang disebut top up berkala (istilah lain: saver). Top up berkala hampir seluruhnya masuk ke investasi, hanya dipotong sedikit untuk biaya top up.

Perbandingan antara premi berkala dengan top up berkala bisa disajikan dalam bentuk persentase. Misalnya: setoran 1 juta per bulan, terdiri dari premi berkala 700 ribu dan top up berkala 300 ribu. Berarti persentase premi berkala 70% dan top up berkala 30%. Tapi ini bukan persentase antara asuransi dengan investasi, karena baik premi berkala maupun top up berkala dua-duanya diinvestasikan dan dari nilai investasi yang terbentuk akan dipotong biaya-biaya. Bedanya, premi berkala kena biaya akuisisi, top up berkala tidak kena biaya akuisisi.

Perbandingan antara premi berkala dan top up berkala bersifat fleksibel. Dari setoran 1 juta per bulan, bisa saja 100% merupakan premi berkala tanpa top up berkala, bisa 80% banding 20%, bisa 50% banding 50%, bahkan bisa saja premi berkala hanya 25% dan 75% merupakan top up berkala. Di sini tergantung ketentuan dari perusahaan asuransi, juga tergantung racikan agen, dan tergantung kebutuhan nasabah apakah ingin fokus di proteksi atau ingin fokus di investasi. Secara umum dapat dikatakan, jika ingin fokus di proteksi, perbesar premi berkala supaya manfaat proteksinya lebih besar. Jika ingin fokus di investasi, perbesar top up berkala dan harus rela manfaat proteksinya kecil saja.

***

Kembali ke pertanyaan di awal tulisan ini, “Berapa persen alokasi investasi dan asuransi?”

Jawaban saya: “Alokasi investasi sama dengan premi yang disetor dikurangi biaya-biaya yang dikenakan.”

Jadi, untuk mengetahui nilai investasi secara garis besar, hitung saja berapa total premi yang disetor dikurangi biaya-biaya yang timbul, lalu ditambah (atau dikurangi) hasil investasinya.

Contohnya, premi 1 juta per bulan. Pertama, cek berapa premi berkala dan berapa top up berkala untuk menghitung biaya akuisisinya. Lalu kurangilah dengan biaya akuisisi (dari premi berkala), biaya administrasi, biaya asuransi, biaya top up (atau selisih harga jual-beli unit pada unit-link yang menerapkan dual price), dan biaya pengelolaan investasi. Sisanya, itulah nilai investasi yang menjadi milik anda.

Jika tujuan anda untuk mendapatkan keuntungan investasi, tidak disarankan melalui unit-link karena potongan biayanya terlalu besar dibanding jika berinvestasi di instrumen investasi lain. Potongan biaya-biaya yang besar itu adalah untuk mendapatkan manfaat asuransinya serta upah untuk perusahaan dan agen. Unit-link bagaimana pun adalah produk asuransi, jadi ambillah dengan tujuan utama untuk mendapatkan manfaat asuransinya.

Demikian. []

Baca juga:

Pos ini dipublikasikan di Pengetahuan Asuransi, Unit Link dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Berapa Persen Alokasi Asuransi dan Investasi?

  1. Ping balik: Berapa Persen Alokasi Asuransi dan Investasi | berasuransilahsekarang

  2. Ping balik: Berapa Persen Alokasi Asuransi dan Investasi | Perlindungan Keuangan Anda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s