7 Alasan Orang Menjadi Agen Asuransi

rahasia sukses agen asuransi 2Tidak ada orang yang bercita-cita menjadi agen asuransi. Tapi banyak orang yang meninggalkan pekerjaannya demi menjadi agen asuransi.

Secara umum, profesi agen asuransi yang tadinya masih dipandang sebelah mata, pamornya makin naik dari waktu ke waktu. Penyebabnya karena semakin banyak agen asuransi yang sukses dan memperoleh penghasilan besar.

Penghasilan agen asuransi yang sukses bisa sangat besar, ratusan juta hingga miliaran rupiah per bulan. Sedangkan agen asuransi yang suksesnya biasa-biasa saja, setidaknya mengantongi 10 juta sd 30 juta per bulan. Adapun agen asuransi yang berpenghasilan di bawah itu bisa dikatakan belum berhasil.

Lihat juga:

Daftar Agen Asuransi Allianz Terkaya di Indonesia Tahun 2016

Apa saja alasan orang menjadi agen asuransi?

  1. “Terjebak” ajakan teman.

Banyak orang yang jadi agen asuransi karena “dijebak” oleh temannya. Mereka diundang untuk hadir di suatu acara seminar yang isinya ternyata presentasi bisnis asuransi.  Tapi peluang bisnis yang ditawarkan rupanya menarik sehingga mereka pun mendaftar sebagai agen. Ada agen yang sukses bermula dari jebakan ini, ada juga yang gagal, tergantung apakah ada motivasi lain yang berkembang setelah itu.

  1. Mengisi waktu luang dengan kegiatan yang menghasilkan

Biasanya alasan ini dikemukakan oleh kaum ibu rumah tangga. Untuk hidup sehari-hari mereka telah tercukupi oleh suami. Tapi menjadi agen asuransi memberikan mereka aktivitas yang bermanfaat sekaligus uang saku tambahan. Jika uang saku tambahannya ternyata terus bertambah, lama-lama kegiatan yang awalnya hanya sekadar mengisi waktu luang ini pun menjadi profesi sepenuh waktu.

  1. Butuh penghasilan tambahan

Biasanya alasan ini dikemukakan golongan karyawan. Biasanya penghasilan mereka ngepas untuk kebutuhan sehari-hari, tapi kalau ada tambahan tak ada salahnya. Ada agen yang ketagihan penghasilan tambahan sehingga mereka jadi rajin mencari nasabah, inilah yang membawa kesuksesan. Ada pula yang akhirnya menyamankan diri dengan penghasilan yang diperoleh dari kantor, inilah yang akhirnya mundur teratur.

  1. Mencari pekerjaan yang bisa menjadi tumpuan hidup

Ini adalah alasan utama saya waktu bergabung sebagai agen asuransi. Saya pernah dua kali menjadi karyawan, masing-masing selama satu tahun, dan saya berharap memperoleh pekerjaan yang bisa saya jalankan secara permanen dan hasilnya mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Akhirnya saya menemukan peluang tersebut di bisnis asuransi setelah saya hadir pada sebuah seminar besar yang membuka jiwa bisnis saya dan melihat sendiri bukti-buktinya pada agen-agen yang telah sukses.

Karena saya butuh pekerjaan yang bisa jadi tumpuan hidup, maka saya sungguh-sungguh menjalani bisnis ini dan penuh waktu sejak awal. Alhamdulillah setiap tahun saya mengalami kemajuan yang berarti. Cerita saya bisa dibaca di artikel Pengalaman Agen Asuransi.

  1. Membantu banyak orang terhindar dari bencana keuangan

Biasanya alasan ini dikemukakan oleh orang yang pernah menyaksikan langsung pengalaman menyakitkan terkena musibah tanpa memiliki asuransi, atau pengalaman betapa terbantunya orang yang terkena musibah dengan memiliki asuransi.

Di ASN, ada seorang istri yang suaminya terkena stroke sehingga tidak bisa bekerja lagi, lalu bertekad supaya tak ada lagi orang-orang yang dikenalnya mengalami hal yang sama tanpa bantuan asuransi. Ada pula seorang suami yang istrinya terkena kanker usus sehingga harus menghabiskan semua aset yang dimiliki dan berutang sana-sini. Keduanya kini menjadi top agent di ASN dan telah meraih berbagai penghargaan.

Alasan kelima ini pada akhirnya juga menjadi alasan bagi agen yang telah melewati alasan nomor 4. Termasuk saya.

  1. Mencapai kebebasan finansial (dan kebebasan waktu).

Dengan sistem bisnis jaringan yang kini diterapkan hampir semua perusahaan asuransi, penghasilan agen asuransi bukan lagi terutama berasal dari penjualan pribadi, tapi dari penjualan agen-agen yang ada dalam jaringan. Inilah sumber kebebasan finansial yang sesungguhnya. Meskipun sang agen asuransi sedang sakit atau sedang berlibur, uang tetap mengalir ke rekeningnya. Semakin banyak jumlah agen yang berhasil direkrut di jaringan, semakin besar penghasilan pasif yang diperoleh.

Tapi mencapai kebebasan finansial itu tidak mudah. Merekrut dan mendidik orang agar menjadi agen asuransi itu lebih sulit daripada menjual asuransi secara pribadi. Di sini diperlukan leadership yang tinggi dan mental yang terus diasah. Oleh karena itu, banyak agen yang akhirnya mencukupkan diri dengan penjualan pribadi, karena merekrut dan mendidik orang itu lebih banyak sakit hatinya dan kadarnya lebih tinggi daripada menghadapi penolakan oleh calon nasabah.

  1. Membantu banyak orang mencapai kebebasan finansial

Pada orang-orang yang telah merasakan kebebasan finansial, bukan berarti impian telah terwujud sepenuhnya. Pada titik ini akan muncul impian selanjutnya yang lebih tinggi, yaitu membantu banyak orang mencapai kebebasan finansial pula, seperti dirinya. Inilah yang menggerakkan seorang Liem Lie Sia untuk terus terus berkarya dalam bisnis ini, seperti dapat dibaca pada artikel Mimpi-Mimpi Liem Lie Sia.

 

Bisnis adalah Pertama-tama tentang Membantu Orang

Bagi anda agen asuransi atau calon agen asuransi, alasan manakah yang paling menggerakkan anda? Yang mana pun tak masalah dan tidak perlu merasa malu jika alasan utamanya soal uang.

Di pikiran banyak orang pada umumnya, bisnis adalah tentang mencari keuntungan. Tapi pada praktiknya, bisnis adalah pertama-tama tentang membantu orang. Keuntungan hanyalah konsekuensi logis dari aktivitas kita membantu orang.

Demikian pula dalam bisnis asuransi. Faktor penggerak awalnya boleh karena uang. Tapi yang harus dilakukan pertama kali adalah melakukan edukasi kepada orang-orang bahwa asuransi itu penting, bahwa asuransi itu kebutuhan, bahwa sakit kecelakaan cacat meninggal itu butuh uang, bahwa asuransi menyediakan uang yang dibutuhkan itu dalam waktu cepat. Selanjutnya, setelah orang-orang tersadarkan dan kemudian mengambil asuransi melalui kita, komisi atau uang hanyalah keniscayaan yang tak terhindarkan.

Begitu pula halnya ketika kita merekrut orang untuk menjadi agen asuransi di tim kita. Boleh-boleh saja yang terpikir di awal adalah penghasilan pasif tanpa batas. Tapi untuk mencapai hal itu, yang pertama harus dilakukan adalah membuka pikiran mereka – calon-calon agen – bahwa mereka butuh penghasilan tambahan, bahwa pekerjaan agen asuransi itu membantu orang agar terhindar dari bencana keuangan, bahwa punya banyak uang itu bisa membantu keluarga dan lebih banyak orang, bahwa kebebasan finansial itu baik.

Lalu setelah mereka menjadi agen, bukan berarti kita lantas segera mencapai kebebasan finansial. Itu masih jauh. Sebelumnya harus kita pastikan bahwa agen-agen di tim kita telah memahami seluk-beluk asuransi dengan baik, mampu menawarkan dan menjual asuransi kepada orang-orang, mampu mencapai omset penjualan yang ditargetkan, mampu memahami bisnis asuransi dan menerangkannya kepada orang lain, mampu merekrut agen dan mengajarkan perihal bisnis ini kepada agen-agennya.

Setelah semuanya dilakukan, ulangi lagi kepada orang-orang lainnya, dan bersabarlah dalam perjuangan. Pasti ada saatnya jatuh, merasa lemah dan putus asa, tapi sebisa mungkin lekaslah bangkit dan tetap semangat. Ketika segala usaha telah dimaksimalkan, berdoalah dan serahkan hasilnya kepada Tuhan.

Hanya agen asuransi yang telah membantu banyak orang, baik melalui produk maupun bisnis, yang berhak mencapai kesuksesan finansial.

Demikian. []

 

Artikel terkait:

 

Pos ini dipublikasikan di Bisnis Asuransi, Uncategorized dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s