85% Pasien Kanker dan Keluarga Bangkrut, Apa Solusinya?

kompas-pasien-kanker-dan-keluarga-bangkrutBerita ini merupakan hasil penelitian dari Pusat Kajian Ekonomi Kesehatan dan Analisa Kebijakan UI yang dimuat di Harian Kompas tanggal 17 Desember 2011

Yang menjadi pertanyaan, apa solusinya supaya tidak mengalami kebangkrutan?

Jakarta, Kompas – Studi awal dari Fase II ASEAN Costs in Oncology menunjukkan, 85 persen pasien dan keluarga bangkrut karena menanggung biaya obat dan perawatan kanker. Ini indikasi kanker berpotensi membuat keluarga ekonomi menengah dan rendah menjadi semakin miskin.

”Jika di keluarga ada yang menderita kanker payudara, biaya perawatan bisa mencapai Rp 200 juta setahun. Maka, orang yang berpenghasilan Rp 10 juta per bulan bisa bangkrut,” kata Prof Hasbullah Thabrany dari Pusat Kajian Ekonomi Kesehatan dan Analisa Kebijakan, Universitas Indonesia, pada peluncuran Fase II Studi ASEAN Costs in Oncology (Action), Jumat (16/12), di Jakarta.

Action adalah kajian multinasional tentang dampak sosial ekonomi kanker yang dilakukan oleh The George Institute, Sydney, difasilitasi oleh The ASEAN Foundation dan Roche Asia Pasifik. Studi dilakukan di delapan negara ASEAN, yaitu Malaysia, Kamboja, Indonesia, Laos, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Di Indonesia, studi akan dilaksanakan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, pada 2.400 pasien kanker dan keluarga.

Studi dimulai Januari 2012 di 12 rumah sakit, yaitu RS Dharmais, RS Cipto Mangunkusumo, RS Medistra, dan MRCCC (Jakarta); RS dr Hasan Sadikin (Bandung); RS dr Kariadi (Semarang); RS dr Sardjito (Yogyakarta); RS dr Sutomo dan Klinik Onkologi (Surabaya); RS Sanglah (Denpasar); RS dr Wahidin Sudirohusodo (Makassar); serta RS dr Adam Malik (Medan).

Masukan bagi pemerintah

Selama setahun pasien dan keluarga dipantau beban keuangannya, dari sisi perawatan ataupun biaya tidak langsung, seperti transportasi. Selain mengetahui besaran biaya untuk penderita kanker dan keluarganya selama perawatan, hasil studi bisa menjadi bahan pertimbangan pengambilan kebijakan dalam pengendalian kanker. Menurut Hasbullah, penelitian akan selesai tahun 2013, dan diharapkan menjadi masukan bagi kebijakan pemerintah terkait penerapan Sistem Jaminan Sosial Nasional tahun 2014.

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mendukung studi ini. Ia memaparkan, kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian global dengan angka 13 persen (7,4 juta) dari semua kematian per tahun. Sebanyak 70 persen kematian akibat kanker terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Menurut Riset Kesehatan Dasar 2007, prevalensi tumor 4,3 per 1.000 penduduk di Indonesia. Kanker penyebab kematian nomor tujuh setelah stroke, tuberkulosis, hipertensi, cedera, perinatal, dan diabetes. Menurut sistem informasi RS, jenis kanker tertinggi di RS seluruh Indonesia pada pasien rawat inap tahun 2008 adalah kanker payudara (18,4 persen), disusul kanker leher rahim (10,3 persen).

Di Indonesia, 70 persen kasus kanker ditemukan pada stadium lanjut. Akibatnya, angka bertahan hidup rendah dan menyerap anggaran besar. Data PT Askes, kanker menempati urutan keempat penyerapan biaya rawat jalan dan tindak lanjut pada 2010. (ICH)

Solusi yang hendaknya dilakukan saat masih sehat:

  1. Jaga pola hidup sehat: atur pola makanan, olahraga, tidak merokok, istirahat cukup, hindari stres.
  2. Miliki asuransi kesehatan yang memadai untuk mengganti biaya rumah sakit. Produk yang disarankan: Rider HSC+, Allisya Care, atau Smartmed Premier.
  3. Miliki asuransi penyakit kritis dengan UP yang cukup besar untuk mengganti biaya hidup atau penghasilan yang hilang karena produktivitas berkurang. Produk yang disarankan: Rider CI+ atau Rider CI100 pada unit-link Tapro Allisya Protection Plus.

Untuk mengetahui perhitungan premi dan manfaatnya, silakan menghubungi saya untuk berkonsultasi secara GRATIS.

Asep Sopyan (Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Asuransi Penyakit Kritis dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

7 Balasan ke 85% Pasien Kanker dan Keluarga Bangkrut, Apa Solusinya?

  1. Ping balik: 85% Pasien Kanker dan Keluarga Bangkrut, Apa Solusinya? | Perlindungan Keuangan Anda

  2. Ping balik: Dapatkan Asuransi Penyakit Kritis UP 1 Miliar Mulai 300 Ribu Per Bulan | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  3. Ping balik: Dapatkan Asuransi Penyakit Kritis UP 1 Miliar Mulai 300 Ribu Per Bulan | Perlindungan Keuangan Anda

  4. Ping balik: Dapatkan Asuransi Penyakit Kritis UP 1 Miliar Mulai 300 Ribu Per Bulan | Asuransi Syariah Nomor Satu

  5. Ping balik: Perbedaan dan Persamaan antara Rider CI+ dan CI100 pada Tapro Allisya Protection Plus | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

  6. Ping balik: Punya ‘Dana Jaga-Jaga’ untuk Kondisi Penyakit Stroke, Jantung, Kanker dll Sebesar 1 milyar, Mau ? | ASURANSI JIWA DAN KESEHATAN SYARIAH

  7. Ping balik: Dapatkan Asuransi Penyakit Kritis UP 1 Miliar Mulai 300 Ribu Per Bulan – ASURANSI JIWA & KESEHATAN SYARIAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s