Asuransi Syariah Bukan Hanya Tidak Haram, Tapi Juga Baik dan Mulia

fatwa-muiAsuransi, dalam hal ini asuransi syariah, bukan hanya tidak haram, tapi juga baik dan mulia.

Asuransi tidak haram, karena tidak ada satu pun teks dalam Alquran maupun hadis yang secara harfiah mengharamkan asuransi.

Asuransi itu baik, karena dia memenuhi salah satu kebutuhan manusia ketika tertimpa musibah, yaitu uang.

Asuransi itu mulia, karena melalui asuransi, manusia menerapkan praktik tolong-menolong dengan sesamanya.

Kebanyakan orang yang mengharamkan asuransi hanya terpaku pada aspek hukum, tapi luput melihat aspek maslahat dari asuransi itu sendiri, yaitu memenuhi kebutuhan manusia, dan nilai tambah yang ada padanya, yaitu sebagai wujud tolong-menolong. Padahal aspek hukum tentang asuransi ini pun sebetulnya masih merupakan area yang kosong, sehingga terbuka ruang yang luas bagi para ulama untuk berijtihad merumuskan hukum asuransi yang sesuai syariat, dengan dalil-dalil yang digali langsung dari Alquran dan hadis serta tradisi baik di zaman Nabi Muhammad Saw.Asuransi Tidak Haram

Asuransi termasuk urusan muamalah (hubungan dengan sesama manusia). Dalam hal muamalah, hukum dasarnya adalah mubah (boleh) selama tidak ada dalil yang mengharamkan.

Asuransi itu barang baru, tidak dikenal di zaman Rasulullah Saw. Karena itu tidak ada satu pun ayat atau hadis yang bicara tentang asuransi, baik yang melarang ataupun memerintahkan. Jadi, hukumnya kembali ke hukum dasar muamalah, yaitu boleh selama tidak ada dalil yang melarang.

Dalam hal kekhawatiran bahwa asuransi itu mengandung maysir (perjudian), gharar (ketidakjelasan), dan riba, maka para ulama telah berijtihad dengan merumuskan asuransi yang sesuai dengan syariah, sehingga terbebas dari unsur-unsur yang diharamkan, dan dalam pelaksanaannya diawasi oleh dewan pengawas syariah.

Asuransi Itu Baik

Zaman sekarang, uang adalah kebutuhan setiap manusia. Dalam kondisi sehat, manusia butuh uang untuk memenuhi segala kebutuhan dan gaya hidupnya. Kebutuhan akan uang ini diperoleh dengan bekerja. Jadi, bekerja itu baik.

Dalam kondisi sakit dan beberapa kondisi tidak normal lainnya, manusia lebih-lebih lagi butuh uang. Bukan untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidup, tapi terkadang hanya untuk sekadar bertahan hidup.

Kebutuhan akan uang dalam kondisi sakit dan tidak normal ini bisa disediakan oleh asuransi. Jadi, asuransi itu baik.

Yang namanya kebutuhan, mau tak mau harus dipenuhi. Jika tidak dipenuhi, justru akan berakibat keburukan (mudarat).

Sebagai contoh, orang yang sakit dalam kondisi tidak punya uang untuk berobat, dia mudah jatuh ke dalam riba. Pertama, dia mungkin akan mencari pinjaman tanpa bunga kepada saudara dan teman dekat. Jika mereka tak bisa membantu, maka cara tercepat adalah melalui kartu kredit, KTA, atau rentenir, yang semuanya mengandung riba.

Asuransi syariah bisa menghindarkan kita dari riba, maka asuransi syariah itu baik.

Asuransi Itu Mulia

Ketika ada orang sedang menderita musibah sakit dan membutuhkan uang untuk berobat, lalu kita memberikan bantuan uang, maka perbuatan kita termasuk perbuatan mulia.

Ketika ada anak yatim yang membutuhkan uang untuk biaya hidup dan pendidikannya, lalu kita datang memberi bantuan untuk biaya hidup dan pendidikannya, tentulah perbuatan kita termasuk perbuatan mulia.

Sesungguhnya dua perbuatan mulia ini, yaitu membantu orang sakit dan membantu anak yatim, telah berjalan secara otomatis dalam asuransi kesehatan dan asuransi jiwa.

Ketika kita mengikuti asuransi kesehatan, uang kita dipakai untuk membantu peserta lain yang mengalami sakit. Khususnya pada program asuransi kesehatan yang pesertanya telah banyak sekali (ratusan ribu hingga jutaan orang), pastilah setiap hari ada yang sakit. Jadi setiap hari pulalah kita membantu orang lain.

Demikian pula ketika kita mengikuti asuransi jiwa, akan selalu ada sejumlah peserta yang meninggal dunia di periode tertentu. Orang yang meninggal dunia ini mungkin meninggalkan anak yatim, maka anak yatim yang ditinggalkannya ini akan terbantu biaya hidup dan pendidikannya melalui uang asuransi, yang sebagiannya berasal dari uang kita.

Demikianlah maka asuransi menjadi mulia. []

 

Artikel Terkait:

 

Untuk konsultasi GRATIS tentang asuransi, hubungi:

Asep Sopyan (Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Asuransi Syariah dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Asuransi Syariah Bukan Hanya Tidak Haram, Tapi Juga Baik dan Mulia

  1. Ping balik: Asuransi Syariah Bukan Hanya Tidak Haram, Tapi Juga Baik dan Mulia | ASURANSI JIWA DAN KESEHATAN SYARIAH

  2. Ping balik: Asuransi Syariah Bukan Hanya Tidak Haram, Tapi Juga Baik dan Mulia – Asuransi jiwa & kesehatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s