Asuransi sebagai Jaring Pengaman Sosial

Kamar kelas 3

Ruang perawatan kelas 3

Di beberapa provinsi dan kabupaten/kota, jika ada warganya yang sakit dan orang itu bersedia dirawat di kamar kelas 3 (kamar paling ramai penghuni), maka biaya perawatannya gratis. Siapa yang bayar? Pemerintah daerah. Dari mana uangnya? Tentunya dari dana yang memang dianggarkan untuk keperluan itu, semacam dana jaminan sosial atau dana jaring pengaman sosial.

Bagaimana jika orang itu tidak bersedia dirawat di kamar kelas 3, tapi maunya di kelas 2 atau kelas 1, atau bahkan di ruang VIP dan VVIP? Tentunya dia harus mengusahakan biayanya sendiri.

Orang yang bersedia dirawat di rumah sakit kamar kelas 3 dianggap orang tidak mampu, dan negara hadir untuk membantu mereka.

Sedangkan orang yang ingin mendapatkan penanganan lebih baik, lebih nyaman, atau bahkan ingin fasilitas eksklusif, dianggap orang mampu dan dia tidak mungkin mengandalkan bantuan pemerintah.

Walaupun dianggap mampu, bukan berarti mereka ini pasti punya uang ketika tiba-tiba harus mengalami sakit. Banyak dari mereka justru rentan jatuh miskin ketika terkena musibah, tapi pada saat yang sama bantuan pemerintah dan lembaga sosial lain belum berpihak ke mereka.

Tapi ada satu cara bagi warga yang tergolong mampu untuk mendapatkan jaring pengaman sosial ketika terkena musibah tertentu. Cara itu ialah asuransi.

Asuransi ada bermacam-macam, tergantung jenis risiko yang ditanggungnya. Ada asuransi kesehatan, yang memberikan penggantian biaya ketika seseorang dirawat inap di rumah sakit. Dengan asuransi kesehatan yang dimiliki sendiri, dia dapat memilih kelas perawatan sesuai dengan nilai premi yang disetornya. Asuransi kesehatan dilengkapi fasilitas kartu cashless, sehingga orang yang memilikinya dapat langsung dirawat tanpa harus menyetor sejumlah deposit.

Ada lagi asuransi jiwa, yang memberikan sejumlah uang tunai ketika seseorang meninggal dunia. Uang tunai ini tentu saja diberikan kepada ahli waris dari orang yang meninggal. Kita tahu, kejadian meninggal dunia, khususnya jika menimpa pencari nafkah dalam keluarga, bisa berarti kehilangan sumber penghasilan bagi keluarga tersebut. Asuransi jiwa menjadi jaring pengaman sosial bagi keluarga yang ditinggalkan untuk melanjutkan kehidupannya.

Lalu ada lagi asuransi penyakit kritis, yang memberikan sejumlah uang tunai ketika seseorang mengalami penyakit kritis. Kita tahu, penyakit kritis seperti kanker, jantung, stroke, dan gagal ginjal menimbulkan biaya yang teramat besar. Selain itu juga mengakibatkan hilangnya kemampuan produktif dan penghasilan. Asuransi yang dikhususkan untuk penyakit kritis akan menjadi jaring pengaman sosial yang tepat jika hal ini terjadi.

Asuransi bukan satu-satunya jaring pengaman sosial. Lagi pula tidak semua musibah memerlukan asuransi. Tapi untuk musibah-musibah tertentu, yaitu yang tidak dapat diprediksi waktu kejadiannya dan membutuhkan biaya besar, hanya asuransilah jaring pengaman sosial yang tepat. Untuk kejadian-kejadian selain itu, secara umum dapat disiapkan melalui tabungan atau investasi.

Orang yang memiliki asuransi sendiri, secara langsung dia telah membantu negara dalam menyediakan jaring pengaman sosial bagi warganya. Dengan demikian, dana jaring pengaman sosial yang dianggarkan negara bisa dimaksimalkan untuk membantu warga yang memang betul-betul tidak mampu.

Oleh karena itu, saya tidak habis pikir dengan orang yang mengharamkan asuransi, bahkan asuransi syariah pun masih mereka haramkan. Bagaimana mungkin dana jaring pengaman sosial yang wajib ada dalam lingkup negara, menjadi haram ketika disiapkan secara mandiri oleh individu-individu? []

 

Untuk konsultasi GRATIS mengenai asuransi, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan [Senior Business Partner ASN]

HP/WA: 082111650732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Edukasi Asuransi dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s