Pilih Wariskan UANG atau UTANG?

Uang atau Utang

UANG dan UTANG. Bedanya cuma satu huruf, tapi maknanya berkebalikan 180 derajat.

Pilih wariskan UANG atau UTANG? Mari kita lihat bedanya.

Jika anda mewariskan UANG (dalam jumlah besar), keluarga anda memang akan sedih karena kehilangan anda, tapi secara ekonomi mereka akan baik-baik saja. Mereka tidak perlu pusing dengan biaya pemakaman, biaya ritual adat kematian, dan biaya hidup setelah anda tinggalkan. Bahkan mereka akan berterima kasih atas kebaikan anda, dan mengirimkan doa lebih sering untuk keselamatan anda di alam keabadian.

Lain halnya jika anda mewariskan UTANG (dalam jumlah besar) kepada keluarga anda. Kemungkinan mereka akan bingung dengan biaya pemakaman dan ritual adat kematian, repot dengan biaya hidup sehari-hari selanjutnya, bahkan pusing tujuh keliling dengan tagihan utang anda yang harus mereka tanggung.

Dan jika keluarga anda tidak mampu melunasi UTANG anda, pada akhirnya andalah yang tetap harus membayarnya di Hari Pengadilan. Ngeri, bukan?

Jadi, pilih wariskan UANG atau UTANG?

Jawabannya tentu anda sudah tahu. Tapi langkah konkret andalah yang akan menentukan apakah yang kelak anda wariskan adalah UANG atau UTANG.

Mungkin saat ini anda tidak punya utang sama sekali. Atau kalaupun punya utang KPR dan cicilan mobil, utang tersebut sudah otomatis diasuransijiwakan oleh bank.

Tapi tahukah anda, setiap orang yang saat ini tidak punya utang pun bisa meninggalkan utang yang besar saat dia meninggal dunia?

Bagaimana bisa?

Yaitu jika dia meninggal dunia setelah mengalami penyakit berbiaya besar dalam waktu lama. Contoh, meninggal karena penyakit kritis seperti kanker, stroke, dan gagal ginjal.

Kanker bisa menggerogoti tubuh seseorang hingga bertahun-tahun dan mengisap isi kantong hingga kering kerontang sebelum akhirnya merenggut nyawa.

Stroke butuh terapi hingga bertahun-tahun, dan jika terapi gagal bisa melumpuhkan kemampuan produktif seseorang sampai dia tutup usia.

Dan gagal ginjal artinya cuci darah dua kali tiap minggu selama seumur hidup, dan secara perlahan-lahan tapi pasti kesehatan dan kebugaran pun kian menyusut.

Penyakit-penyakit berbiaya besar dan lama ini bisa membuat seseorang meninggal dunia dalam kondisi keuangan MINUS. Dan yang harus menanggung adalah keluarganya.

Langkah apa yang harus dilakukan agar kita tidak perlu mewariskan UTANG kepada keluarga kita?

Yaitu: miliki asuransi kesehatan, asuransi penyakit kritis, dan asuransi jiwa.

Asuransi kesehatan dan asuransi penyakit kritis akan menanggung biaya sakit anda sehingga anda tidak perlu punya UTANG. Dan asuransi jiwa akan membuat anda bisa mewariskan UANG.

Jika itu terlalu besar preminya, milikilah salah satu dari asuransi kesehatan atau asuransi penyakit kritis, ditambah asuransi jiwa.

Jika itu masih terlalu besar preminya, minimal milikilah asuransi jiwa. Jika pun anda harus meninggalkan UTANG akibat sakit berat, UANG yang anda wariskan dari asuransi jiwa bisa digunakan oleh keluarga anda untuk melunasinya.

Produk asuransi apa yang dapat membantu anda lepas dari kemungkinan masalah di atas?

 

Untuk konsultasi lebih lanjut, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Iklan

Tentang Asep Sopyan

Senior Business Partner ASN | HP/WA 082-111-650-732 | Email myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan
Pos ini dipublikasikan di Asuransi Jiwa dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s