Underwriting dalam Asuransi

risk management

Underwriting adalah proses untuk mengevaluasi, menyeleksi dan menyetujui risiko asuransi dan menentukan berapa jumlah risiko dan apa syarat-syaratnya yang dapat diterima oleh perusahaan asuransi. Pegawai yang melakukan proses underwriting disebut underwriter.

Ketika proses underwriting, ada beberapa hal yang dipertimbangkan oleh perusahaan asuransi untuk memutuskan diterima atau ditolaknya permintaan asuransi seorang calon nasabah. Yaitu jenis kelamin, usia, merokok atau tidak (kondisi kesehatan) dan kelas pekerjaan. Perbedaan dari keempat hal tersebut, berpengaruh kepada besar premi dan manfaat yang diperoleh. Manfaat yang diperoleh perempuan lebih besar daripada manfaat yang didapatkan oleh seorang laki-laki. Hal ini disebabkan lebih besarnya resiko yang akan didapatkan oleh seorang laki-laki. Umumnya seorang laki-laki lah yang yang bekerja mencari nafkah untuk keluarga sedangan perempuan mengurusi urusan rumah tangga di rumah. Adapun zaman sekarang ini banyak perempuan yang bekerja, hanya terbatas pada pekerjaan dengan resiko yang kecil (contoh: staf atau karyawan).

Manfaat yang diperoleh seorang anak muda, lebih besar dari manfaat yang didapatkan oleh orang tua. Sedangkan kondisi kesehatan lebih berpengaruh kepada rider (manfaat tambahan) Critical Ilness (CI + atau CI 100 Syariah) dan manfaat rawat inap (Flexicare atau HSC +). Bahkan bisa juga berpengaruh kepada ditolaknya permintaan asuransi seorang calon nasabah jika kondisi kesehatannya sangat buruk. Pada kondisi kesehatan yang buruk, misalnya sedang mengidap suatu penyakit berat tertentu, biasanya underwriter akan meminta calon nasabah mengisi kuessioner kesehatan atau meminta hasil cek kondisi kesehatan terakhir. Bila calon nasabah pernah dirawat inap dalam 5 tahun terakhir, akan diminta hasil resum medis selama periode rawat inap tersebut (resum medis bisa diminta pada rumah sakit yang bersangkutan). Hal-hal tersebut diminta sebagai bahan pertimbangan untuk memutuskan diterima atau ditolaknya suatu permohonan asuransi.

Yang terakhir adalah kelas pekerjaan. Semakin berisiko suatu pekerjaan, semakin besar premi yang dikeluarkan. Bahkan bisa juga berpengaruh kepada ditolaknya permohonan asuransi seorang calon nasabah jika pekerjaannya sangat amat berbahaya dan tidak memenuhi standard keselamatan kerja. Biasanya petugas underwriter akan meminta calon nasabah mengisi kuessioner terkait pekerjaannya tersebut.

Demikian. Untuk keterangan lebih lanjut, atau untuk mendapatkan ilustrasi, silakan menghubungi kontak di bawah ini:

Muhamad Ridwan

HP/WA : 087772501195

E-mail : ridwan030@gmail.com

Sumber : https://mariberasuransi1.wordpress.com/2016/01/25/underwriting-dalam-asuransi/

Iklan

Tentang mred_one

Agen Asuransi Allianz Syariah. Berdomisili di Bandung. M. Ridwan No HP/WhatsApp: 087772501195 Facebook : Mas Afwan Ridwan IG : MasAfwanRidwan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s