Apa Tujuan Utama Asuransi?

Pada artikel yang lalu (Hari Menabung Nasional, Mari Menabung di Tapro), saya menulis anjuran menabung di tabungan dan proteksi (Tapro). Di sana disebutkan mengenai produk asuransi jenis unit link yang memiliki unsur tabungan dan proteksi.

Namun demikian, supaya tidak disalahpahami saya perlu menjelaskan bahwa tujuan utama asuransi adalah proteksi.

Memanglah betul, dalam jangka panjang, investasi unit link bisa tumbuh dan menguntungkan. Tapi yang harus dijadikan tujuan utama adalah proteksinya.

Sebab, Tapro adalah produk asuransi dan tujuan utama asuransi, sekali lagi adalah proteksi. Karena itu yang perlu ditekankan di sini adalah asuransi atau proteksinya.

Sementara investasi atau tabungan hanya sebagai bonus saja, kecuali jika nasabah mengkhususkan tambahan cicilan tabungan yang dimasukkan ke dalam top up unit link.

Misalnya, jika premi asuransi 500 ribu, nasabah menambah top up unit link sebesar 500 ribu, sehingga total cicilan tabungan per bulannya sebesar 1 juta. Dengan skema tabungan seperti ini, nasabah bisa berharap banyak pada nilai investasi di masa yang akan datang.

Tapi yang juga perlu dipahami, yaitu besar nilai investasi di sini sangat ditentukan oleh kinerja investasi yang digunakan dalam investasi unit link. Misalnya, dalam produk unit link Allianz Syariah (Allisya Protection Plus), ada pilihan AlliSya Rupiah Fixed Income Fund (kinerja dan risiko rendah), AlliSya Rupiah Balanced Fund (kinerja dan risiko sedang), atau AlliSya Rupiah Equity Fund (kinerja dan risiko tinggi).

Untuk gambaran saja, unit link Allianz Syariah memiliki tren kinerja investasi sebagai berikut:

Dana Investasi           Tanggal Peluncuran Sejak Diluncurkan
AlliSya Rupiah Fixed Income Fund 15/07/2009 82,28%
AlliSya Rupiah Balanced Fund 07/04/2003 116,39%
AlliSya Rupiah Equity Fund 25/04/2006 76,78%
Hasil Investasi Bersih Rata-rata (%) Per Tahun
2012 2013 2014 2015 2016
5,75% -6,03% 5, 78% 3,38% 7,70%
7,62% -0,25% 13,20% -5,27% 8,03%
9,36% 0,60% 18,89% -12,06% 12,58%

Sebagai catatan, kinerja di masa lalu tidak dapat menjamin kinerja di masa mendatang dan hasil return ini belum dikurangi biaya asuransi.

Kembali ke soalan tujuan utama asuransi. Dalam hal ini, kita haruslah menyesuaikan tabungan Tapro dengan tujuan utamanya, yaitu memaksimalkan nilai uang pertanggungan proteksi dan memilih proteksi sesuai prioritasnya.

Mengapa memaksimalkan nilai uang pertanggungan proteksi? Jika uang pertanggungan proteksinya hanya sedikit atau sekadarnya saja, maka tujuan Tapro sebagai asuransi atau proteksi jelas tidak akan tercapai.

Karena uang pertanggungan kecil tidak akan mampu mencukupi biaya sakit kritis yang besar dan memakan waktu pengobatan yang lama. Akhirnya aset pun (jika ada) harus pula dijual untuk menutupi kebutuhan ini.

Lalu, apa tujuan proteksi? Yaitu menyiapkan dana ‘instan’ berupa uang tunai ketika risiko sakit kritis, kecelakaan, cacat, atau meninggal datang. Kenapa harus menyiapkan dana ‘instan’ seperti itu?

Karena ketika seseorang dalam keadaan sehat dan normal (masih produktif) ia adalah ‘aset’ yang menghasilkan uang secara periodik yang mampu mencukupi kebutuhan keuangan keluarga atau diri sendiri kalau ia belum berkeluarga.

Apa jadinya kalau ‘aset’ penghasil uang ini sakit atau cacat atau menginggal? Jelas, uang tidak akan akan lagi dihasilkan! Bagaimana keadaannya jika uang tidak lagi dihasilkan?

Jika seseorang belum berkeluarga, kemungkinan ia akan merepotkan orangtua atau saudaranya. Jika sudah berkeluarga dan sudah memiliki anak, kemungkinannya, selain akan merepotkan orangtua atau saudara, ia juga akan menyusahkan anak dan istrinya. Sebab anak dan istri tidak akan lagi mendapat uang harian untuk mencukupi kebutuhannya.

Jika ada orang berkata, tapi kan bisa saja istri sudah bekerja dan hasil kerjanya bisa mencukupi kebutuhan harian keluarga? Maka, dengan istri yang sudah bekerja, kita patut bersyukur.

Tapi pertanyaanya, kalau risiko yang terjadi pada kepala keluarga ini adalah sakit kritis yang memerlukan biaya pengobatan sangat besar dan waktu yang lama, apakah istri yang bekerja ini mampu membiayainya?

Tentu ada yang mampu, tapi saya yakin sangat jarang, karena sakit kritis semisal sakit jantung, kanker, dll., biayanya sangat mahal yang hanya bisa dicukupi oleh seorang istri yang level gaji atau penghasilannya sangat besar. Dan orang-orang seperti ini sangat jarang.

Dengan alasan-alasan itu, menyiapkan dana ‘instan’ yang besar (minimal 1 miliar, lebih besar lebih baik) melalui Tapro menjadi pilihan sangat bijak. Karena selain preminya bisa dicicil bulanan, tri wulanan, semesteran, atau tahunan (sesuai kantong karyawan), proteksi Tapro juga bisa langsung berlaku (instan) ketika polis sudah disetujui (proteksi jiwa, kecelakaan, dan cacat). Sementara untuk sakit kritis, berlaku setelah masa tunggu 90 hari sejak tanggal polis mulai berlaku.

Ketika mengambil produk Tapro, selain menyiapkan dana ‘instan’ yang besar, perlu pula memilih prioritas proteksinya. Mengapa perlu memilih proteksi sesuai prioritas?

Karena setiap orang memiliki prioritas proteksi yang berbeda-beda. Pendapat ini boleh didiskusikan lebih jauh, jika Anda tidak setuju.

Sederhananya, seorang ayah akan memiliki prioritas proteksi yang berbeda dengan anak yang masih balita. (Baca juga: Pilih Proteksi yang Paling Prioritas)

Lalu, bagaimana sebaiknya memilih prioritas proteksi dalam asuransi unit link? Di sini saya menyarankan dengan merujuk pada produk Tapro Allianz, seperti berikut:

Status Tertanggung Asuransi yang Disarankan (Penting dan Prioritas) Asuransi yang Disarankan (Penting Tapi Tidak Prioritas)
Ayah/Kepala Keluarga Jiwa, Sakit Kritis, Kecelakaan, Cacat Asuransi Kesehatan Rawat Inap
Istri Jiwa, Sakit Kritis, Cacat Asuransi Kesehatan Rawat Inap
Anak Asuransi Kesehatan Rawat Inap Jiwa, Sakit Kritis

Tabel tersebut hanya sebagai saran untuk dijadikan pertimbangan saja dan tidak mutlak. Adapun detail prioritas sesungguhnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan asuransi Anda dan keluarga. Demikian.[]

Layanan konsultasi asuransi GRATIS dapat menghubungi kami, Agen Asuransi Allianz di Bekasi, Cikarang, dan sekitarnya.

Dede Sulaeman (Business Executive Allianz Star Network)

Kontak: 085767622961 (Tlp/WA) – Email: desulanakata@yahoo.com

Iklan

Tentang Dede Sulaeman

Business Executive Allianz Star Network [] HP/WA 085767622961 [] Email: desulanakata@yahoo.com [] Tinggal di Cikarang Utara, Bekasi.
Pos ini dipublikasikan di Edukasi Asuransi dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s