Prinsip Asuransi Syariah merupakan Cerminan Budaya Indonesia

gotong royong
Dalam Islam, kita mengenal tahapan ukhuwah islamiyah (persaudaraan islam) yaitu ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), ta’awun (saling tolong menolong) dan takaful (saling menanggung beban). Ta’awun dan takaful inilah yang dipakai dalam prinsip asuransi syariah.

Jika kita cermati lebih jauh, prinsip asuransi syariah merupakan budaya Indonesia yang sudah ada pada zaman nenek moyang kita.

Budaya tersebut adalah gotong royong. Gotong royong merupakan ciri bangsa Indonesia terutama mereka yang tinggal di pedesaan. Hal ini berlaku secara turun temurun, sehingga membentuk perilaku sosial yang nyata, kemudian membentuk tata nilai kehidupan sosial.

Perilaku sosial dari budaya gotong royong ini misalnya kerja bakti membersihkan masjid, jalan desa, atau membantu ketika ada warga lain yang terkena kesusahan atau musibah tanpa mengharapkan balasan.

Contoh nyata saya temukan di komplek perumahan orangtua saya tinggal, di daerah pandeglang, Banten. Di sana terdapat iuran sebesar Rp. 10.000 per kepala keluarga yang dipungut oleh petugas RT dan RW setiap bulan. Uang tersebut diperuntukan bagi warga perumahan tersebut jika ada anggota keluarganya yang meninggal. Jenazah akan mendapat tempat pemakaman gratis dan keluarga yang ditinggalkan mendapat santunan sebesar 1 juta rupiah. Manfaat tersebut bisa didapat dengan menyerahkan syarat tertentu, seperti KTP dan kartu keluarga. Tempat pemakaman itu sendiri dibeli dari iuran warga sebesar sepuluh ribu tersebut. Pun ketika saya pindah ke bandung, saya menemukan budaya yang sama. Yang berbeda hanya besar iuran dan besar manfaat.

Contoh tersebut di atas, persis dengan apa yang terdapat dalam asuransi syariah. Perusahaan asuransi menghimpun dana dari nasabah sebesar jumlah tertentu dan dikelola dalam sebuah tabungan bersama yang bernama “tabarru”. Kemudian jika ada nasabah yang mengalami musibah, pengelola dana tersebut, dalam hal ini adalah perusahaan asuransi, akan mengambil dana sebesar jumlah yang telah disepakati di awal dari dana tabarru, dan selanjutnya dana tersebut diberikan kepada peserta asuransi yang mendapat musibah dengan melampirkan persyaratan yang diperlukan.

Coba bayangkan jika semua penduduk Indonesia ikut asuransi, maka dana yang terkumpul akan jauh lebih besar dan manfaat yang akan didapatkan tentu akan jauh lebih besar pula.

Namun sekarang, semangat gotong royong ini perlahan hilang dari budaya Indonesia dan lebih cendrung individualis. Budaya ini merupakan warisan leluhur yang patut kita lestarikan. Oleh karena itu, dengan anda ikut asuransi, itu artinya anda telah ikut andil dalam melestarikan budaya Indonesia.

#MariBerasuransi
#AllianzSyariah

Salam,

Muhamad Ridwan

HP/WA : 087772501195

Email : ridwan030@gmail.com

Iklan

Tentang mred_one

Agen Asuransi Allianz Syariah. Berdomisili di Bandung. M. Ridwan No HP/WhatsApp: 087772501195 Facebook : Mas Afwan Ridwan IG : MasAfwanRidwan
Pos ini dipublikasikan di Asuransi Syariah, Edukasi Asuransi dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s