Saya Mau Ikut Asuransi, Apakah Saya Harus Tes Medis?

Iklan Asji 25

Tes medis, pemeriksaan kesehatan, atau medical check up, adalah suatu prosedur standar dalam pengajuan asuransi jiwa. Tapi tidak setiap orang yang mengajukan asuransi jiwa harus menjalani tes medis.

Tes medis hanya diperlukan karena satu atau dua hal:

  1. Uang pertanggungan melebihi limit non-medis.
  2. Ada riwayat sakit.

Tes Medis Berdasarkan Uang Pertanggungan

Perusahaan asuransi biasanya telah mengeluarkan tabel UP (uang pertanggungan) non-medis berdasarkan usia. Allianz sendiri pada tahun 2017 mengeluarkan tabel UP nonmedis sebagai berikut:

Tabel tes medis 2017 1

Penjelasan:

Untuk pria/wanita usia 18-45 tahun, sehat tanpa riwayat sakit, maka dia bisa mengajukan UP hingga 2,5 miliar tanpa harus menjalani tes medis. Tapi jika UP yang diambilnya lebih dari 2,5 miliar, dia harus menjalani tes medis dengan jenis pemeriksaan sesuai tabel di atas.

Untuk pria/wanita usia 46-50 tahun dan sehat, dia bisa mengajukan UP hingga 1 miliar tanpa harus menjalani tes medis. Tapi jika UP yang diambilnya lebih dari 1 miliar, dia harus menjalani tes medis dengan jenis pemeriksaan sesuai tabel di atas.

Untuk pria/wanita usia 51-56 tahun dan sehat, dia bisa mengajukan UP hingga 800 juta tanpa harus menjalani tes medis. Tapi jika UP yang diambilnya lebih dari 800 juta, dia harus menjalani tes medis dengan jenis pemeriksaan sesuai tabel di atas.

Untuk pria/wanita usia 56-70 tahun, dia bisa mengajukan UP hingga 650 juta tanpa harus menjalani tes medis. Tapi jika UP yang diambilnya lebih dari 650 juta, dia harus menjalani tes medis dengan jenis pemeriksaan sesuai tabel di atas.

Untuk anak-anak (usia 17 tahun ke bawah), UP maksimal tanpa tes medis adalah 1,5 miliar.

Tipe A, B, C, D, dan E menunjukkan hal-hal apa saja yang diperiksa dalam tes medis. Semakin tinggi UP yang diambil, semakin banyak item yang diperiksa. Detailnya bisa dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel tes medis keterangan

Perusahaan asuransi lain akan berbeda dalam menetapkan batasan UP non-medis bagi calon nasabahnya.

Tes Medis Berdasarkan Riwayat Sakit

Tanpa melihat jumlah UP, tes medis juga bisa dipersyaratkan untuk calon nasabah yang memiliki riwayat sakit.

Dari mana mengetahui riwayat sakit tersebut? Dari jawaban pertanyaan kesehatan di SPAJ (Surat Permohonan Asuransi Jiwa) yang diisi calon nasabah.

Calon nasabah harus jujur dalam menjawab setiap pertanyaan di SPAJ. Jika ada pertanyaan yang dijawab tidak dengan sebenarnya, maka kontrak polis batal demi hukum. Polis yang batal demi hukum, maka polis tersebut dianggap tidak ada, dan klaim yang terjadi, jika ada, tidak wajib dibayar.

Jika calon nasabah memiliki riwayat sakit dan telah menerangkan penyakit yang pernah dialaminya, dia perlu melampirkan dokumen pendukung berupa resume medis dan hasil cek lab dari rumah sakit. Jika tidak disimpan, dia bisa memintanya ke rumah sakit tempat dia pernah dirawat. Menurut Permenkes RI no 269 tahun 2008, pihak RS harus menyimpan rekam medis (termasuk di dalamnya resume medis dan hasil cek lab) sekurang-kurangnya lima tahun.

Berdasarkan pengakuan calon nasabah dan dokumen pendukung yang dilampirkan, underwriting perusahaan asuransi akan menilai apakah calon nasabah masih perlu tes medis atau tidak. Jika perlu, item apa saja yang harus diperiksa. Tes medis dalam hal ini dibutuhkan untuk mengetahui kondisi terkini kesehatan calon nasabah.

Asuransi Jiwa atau Asuransi Kesehatan yang Perlu Tes Medis?

Ada orang bertanya, “Saya hanya ambil asuransi jiwa, tanpa rider kesehatan, apakah saya harus tes medis juga?”

Jawab: Justru karena yang diambil asuransi jiwa maka ada ketentuan tes medis. Jika yang diambil hanya asuransi kesehatan, malah tidak diperlukan tes medis sama sekali, yang penting pertanyaan kesehatan dijawab dengan sebenarnya.

Asuransi kesehatan murni (tanpa asuransi jiwa) tidak memerlukan tes medis karena jikapun ada riwayat sakit, maka penyakit tersebut tinggal dikecualikan saja atau dikenakan masa tunggu, atau ditolak keseluruhan jika penyakitnya dinilai terlalu berat. Sementara premi biasanya tetap.

Sedangkan asuransi jiwa, jika ada riwayat sakit, maka perlu tes medis karena hasilnya akan berpengaruh ke besaran premi, apakah tetap standar atau dikenakan tambahan (ekstrapremi).

Di Mana Melakukan Tes Medis, dan Biayanya Ditanggung Siapa?

Tes medis dilakukan di RS atau laboratorium yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi. Contoh RS dan laboratorium yang bekerja sama dengan Allianz untuk tes medis antara lain RS Siloam, RS Pondok Indah, RS Premier, RS Mayapada, dan RS Mitra, dan Lab Prodia.

Biaya tes medis ditanggung oleh perusahaan, kecuali tes medis untuk pemulihan polis yang sudah lapse.

Jika di daerah tertentu tidak ada RS yang bekerja sama, atau lokasinya terlalu jauh dari tempat calon nasabah, maka tes medis dapat dilakukan di RS atau klinik terdekat dengan biaya sendiri, dan biayanya dapat diminta ganti ke Allianz dengan cara reimburse.

Demikian. []

Untuk konsultasi tentang asuransi Allianz, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Agen asuransi Allianz sejak November 2011

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Iklan Asji 25

Tentang Asep Sopyan

Senior Business Partner ASN | HP/WA 082-111-650-732 | Email myallisya@gmail.com | Blog: myallisya.com dan asepsopyan.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Menjadi agen asuransi Allianz sejak November 2011.
Pos ini dipublikasikan di Pengetahuan Asuransi dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s