Perbedaan Asuransi dengan Judi

Hasil gambar untuk asuransiAda sebagian orang menolak asuransi karena, kata mereka, asuransi itu judi.

Sekilas pandang, asuransi dan judi memang terlihat mirip.

  1. Dalam asuransi ada premi, dalam judi ada taruhan.
  2. Dalam asuransi ada uang pertanggungan (UP), dalam judi ada hadiah.
  3. Dalam asuransi ada suatu peristiwa yang menentukan diberikan atau tidaknya uang pertanggungan, dalam judi ada suatu peristiwa yang menentukan diberikan atau tidaknya hadiah.
  4. Dalam asuransi, jika peristiwa yang menentukan itu tidak terjadi, maka premi tidak kembali alias hangus (baik sebagian ataupun seluruhnya, tergantung jenis produk). Dalam judi, jika peristiwa tidak terjadi, uang taruhan hangus.

Tapi benarkah asuransi sama dengan judi?

Sebelum menyimpulkan dua hal itu sama, maka selain kemiripan perlu dilihat juga perbedaan-perbedaannya.

Berikut perbedaan-perbedaan antara asuransi dengan judi.

  1. Tujuan. Asuransi bertujuan untuk mengurangi kerugian akibat suatu musibah, judi bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dengan cara instan.
  2. Harapan. Dalam asuransi orang tidak berharap menang (terjadi peristiwa musibah dan mendapat UP), tapi dalam judi orang berharap menang (terjadi peristiwa dan mendapat hadiah).
  3. Hakikat. Asuransi itu saling membantu, judi itu saling menganiaya. Asuransi itu saling membantu, karena ada sejumlah orang mengadakan iuran dengan tujuan khusus yaitu membantu jika ada di antara peserta iuran yang mengalami musibah. Judi itu saling menganiaya, karena setiap peserta judi akan berusaha menguras habis harta lawannya.
  4. Peristiwa. Dalam asuransi, peristiwa yang menjadi penentu dibayarnya klaim merupakan musibah, sedangkan dalam judi, peristiwa yang menjadi penentu dibayarnya hadiah bisa apa saja.
  5. Penyelenggara. Asuransi hanya bisa diselenggarakan secara bersama-sama oleh banyak orang, dengan dipanitiai oleh sebuah perusahaan. Sedangkan judi bisa dilakukan oleh banyak orang, lewat perusahaan, beberapa orang, bahkan dua orang saja pun jadi. Jika asuransi dilakukan oleh dua orang saja, barulah itu judi namanya.
  6. Dampak ekonomi. Tidak ada orang yang bangkrut karena asuransi, tapi banyak orang yang bangkrut karena judi. Sebaliknya, orang yang tidak punya asuransi bisa bangkrut, yaitu jika terkena musibah yang membutuhkan dana besar, sementara tidak ikut judi tidak akan bikin bangkrut.
  7. Dampak psikologis. Asuransi tidak menimbulkan kecanduan, sementara judi menimbulkan kecanduan. Asuransi itu kenal batas, yaitu ketika kebutuhan proteksi sudah terpenuhi. Sedangkan judi tidak kenal batas; yang menang ingin main terus, yang kalah penasaran ingin mencoba lagi.
  8. Dampak sosial. Asuransi adalah jaring pengaman sosial bagi masyarakat, sedangkan judi justru menjadi sumber permasalahan sosial di masyarakat. Semakin banyak orang yang berasuransi, masyarakat semakin kuat. Sebaliknya, semakin banyak orang yang berjudi, masyarakat semakin rapuh.

Jadi, berbeda dari yang sekilas tampak, asuransi dan judi justru saling bertentangan dan bertolak belakang dalam banyak hal.

Dalam hidup ini, di mana segala kemungkinan bisa terjadi, sebetulnya orang yang lebih tepat dikatakan berjudi adalah mereka yang tidak berasuransi. Seorang kepala keluarga yang tidak memiliki asuransi jiwa, sesungguhnya dia sedang berjudi dengan nasib keluarganya. Sudah tahu bahwa sebagai manusia, dia bisa mati kapan saja tanpa pandang usia, dan jika dia mati, hilang pula sumber nafkah untuk keluarganya; tapi mengapa dia tidak berasuransi? Itulah judi yang sebenarnya, karena membuat kehidupan ekonomi keluarganya berada dalam bahaya setiap saat.

Orang yang tidak memiliki asuransi kesehatan dan penyakit kritis, pada hakikatnya sedang berjudi dengan mempertaruhkan seluruh asetnya. Jika dia sakit, aset yang telah dia kumpulkan bertahun-tahun bisa hilang sebagian atau semuanya dalam sekejap. Bahkan jika biaya sakitnya teramat besar sehingga seluruh asetnya tak cukup, bisa jadi dia terjatuh ke dalam kubangan utang yang membuatnya sulit bernafas.

Jadi, asuransi itu justru mengurangi potensi ketidakpastian yang muncul akibat datangnya musibah.

Demikian. []

Bahan bacaan:

Untuk konsultasi tentang asuransi, silakan menghubungi saya: 

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Agen asuransi Allianz sejak November 2011

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Iklan

Tentang Asep Sopyan

Senior Business Partner ASN | HP/WA 082-111-650-732 | Email myallisya@gmail.com | Blog: myallisya.com dan asepsopyan.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Menjadi agen asuransi Allianz sejak November 2011.
Pos ini dipublikasikan di Asuransi Syariah, Edukasi Asuransi dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s