Agar Utang Tak Dibawa Mati

Hasil gambar untuk utang

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki utang satu dinar atau satu dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414).

Rasulullah SAW juga bersabda, “Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali utang.” (HR. Muslim no. 1886). 

Betapa ngerinya kondisi mati dalam keadaan punya utang kepada sesama manusia di dunia. Orang yang mati syahid pun utangnya tidak dianggap lunas, apalagi orang yang tidak syahid. Satu-satunya yang bisa membayar utang di akhirat adalah amal kebaikan, itu pun jika masih ada setelah dipotong dosa-dosa. Dengan kata lain, orang yang punya utang akan sulit masuk surga.

Sabda Nabi SAW, “Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi no. 1078).

Bagaimana caranya agar orang tidak meninggal dalam keadaan meninggalkan utang?

Ada tiga cara.

Pertama, tidak berutang sama sekali, apa pun yang terjadi.

Banyak orang berutang karena keinginan. Lihat barang bagus di toko, tapi kebetulan tidak pegang uang tunai atau memang belum gajian, langsung gesek kartu kredit. Lihat tetangga beli mobil baru, jadi ingin juga ganti mobil.

Ada juga yang karena kebutuhan. Misalnya beli rumah atau mobil pertama, atau saat anak masuk sekolah.

Yang tak boleh diabaikan adalah utang karena keterpaksaan. Misalnya sakit dan harus dirawat di rumah sakit tapi tidak punya tabungan atau tabungan tidak mencukupi.

Apa pun yang terjadi, jangan berutang. Abaikan keinginan beli barang ini itu jika tidak punya uang. Lebih baik tidak punya televisi di rumah daripada harus berutang. Tunda kebutuhan beli rumah atau mobil jika uang belum cukup. Anak disekolahkan di sekolah negeri saja biar gratis. Lebih baik ngontrak seumur hidup daripada beli rumah dengan cara dicicil. Lebih baik ke mana-mana naik angkutan umum daripada harus kredit mobil. Bahkan walaupun sakit keras, jika tidak ada biaya, lebih baik tidak diobati daripada harus berutang. Diobati pun belum tentu sembuh, malah bisa mati meninggalkan utang.

Tidak berutang adalah cara pertama agar tidak mati dalam keadaan punya utang.

Kedua, miliki asuransi kesehatan.

Ada orang-orang yang berprinsip anti-utang, bahkan cenderung mengharamkan utang. Arisan pun dilarang karena menimbulkan utang.

Keinginan bisa ditahan, dan kebutuhan yang tidak darurat mungkin bisa ditunda. Tapi ujian terbesar bagi orang yang memegang prinsip ini akan muncul saat anak sakit, sementara uang tunai tidak di tangan. Jika diri sendiri yang sakit mungkin masih bisa ditahan, kalau anak yang sakit masa mau dibiarkan tanpa pengobatan?

Satu cara supaya tidak berutang saat keluarga sakit adalah dengan memiliki asuransi kesehatan. Jika dana terbatas, ada JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) dari BPJS Kesehatan. Jika ingin pelayanan yang lebih cepat dan lebih baik, ambil asuransi kesehatan swasta. Dan untuk antisipasi jika kena sakit berat (seperti kanker, jantung, stroke), lengkapi JKN atau asuransi kesehatan dengan asuransi penyakit kritis.

Jangan khawatir, asuransi bukan utang, malah asuransi adalah salah satu cara mencegah utang.

Ketiga, jika terlanjur punya utang, iringi dengan asuransi jiwa.

Kebanyakan orang membeli rumah dan mobil dengan utang, tapi kabar baiknya untuk utang sebesar ini sudah dilambari dengan asuransi jiwa kredit. Asuransi jiwa kredit adalah cara untuk melindungi bank selaku pemberi utang, sekaligus melindungi keluarga pengutang dari penyitaan aset jika tak mampu bayar karena meninggal dunia.

Di luar itu, kita tak pernah tahu kapan akan berutang. Mungkin saat anak masuk sekolah, atau rumah bocor dan harus direhab, atau saat ada kesempatan untuk mengembangkan bisnis. Apa pun itu, jika terlanjur punya utang atau akhirnya harus berutang, iringi utang tsb dengan asuransi jiwa. Uang pertanggungan yang diambil minimal sama dengan jumlah utang, lebih baik lagi dilebihkan.

Asuransi jiwa memberikan sejumlah uang jika tertanggung meninggal dunia. Uang ini bisa digunakan untuk membayar utang tertanggung.

Syarat untuk bisa memiliki asuransi jiwa adalah sehat dan punya uang untuk membayar preminya. Artinya, jika ada orang bikin utang karena terpaksa ketika sakit dan ingin mengiringi utangnya itu dengan asuransi jiwa, itu sudah terlambat.

Demikian. []

Jika anda sudah mencoba cara 1 tapi tak berhasil, cobalah cara 2 dan 3. Di Allianz tersedia baik asuransi kesehatan, asuransi penyakit kritis, maupun asuransi jiwa. Semua itu adalah cara untuk mencegah dari utang jika momen terpaksa itu tiba.

Beberapa penawaran produk:

  1. 4 Produk Asuransi Kesehatan Cashless dari Allianz
  2. Asuransi Kesehatan untuk Anak
  3. Tapro Allisya Protection Plus

Untuk konsultasi lebih lanjut tentang asuransi Allianz, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

 

Tentang Asep Sopyan

Senior Business Partner ASN | HP/WA 082-111-650-732 | Email myallisya@gmail.com | Blog: myallisya.com dan asepsopyan.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Menjadi agen asuransi Allianz sejak November 2011.
Pos ini dipublikasikan di Edukasi Asuransi dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s