Produk Asuransi untuk Risiko Kecelakaan

5-istri-rebutan-uang-asuransi

Suatu pagi di akhir Oktober 2018, pesawat Lion Air rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh bersama 184 penumpangnya. Mayoritas penumpang adalah orang-orang yang mengejar jadwal pesawat pagi untuk mengerjakan urusan pekerjaan atau bisnisnya. Banyak dari mereka tentunya merupakan pencari nafkah utama bagi keluarganya. Tapi setelah mereka meninggal karena kecelakaan pesawat tersebut, siapa yang menggantikan memberikan nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan?

Kabar baiknya, para korban jatuhnya pesawat Lion Air sudah otomatis berhak mendapatkan santunan asuransi jiwa dari maskapai dan juga dari asuransi pemerintah (Jasa Raharja). Nilainya lumayan besar, yaitu 1,25 miliar dari maskapai (menurut Permenhub no 77 tahun 2011) dan 50 juta dari asuransi pemerintah (menurut PMK RI No 15 tahun 2017), belum ditambah beberapa kompensasi lain. Melihat nilainya, kita jadi maklum ketika membaca berita ada 5 istri almarhum penumpang yang berebut surat keterangan kematian demi mendapatkan uang asuransi.

Pertanyaannya, bagaimana jika kejadian kecelakaannya bukan di pesawat terbang, apakah para korban atau keluarganya berhak mendapatkan asuransi? Belum tentu, tergantung kejadiannya di mana dan siapa yang bertanggung jawab, dan kalaupun ada sudah pasti tidak sebesar santunan dari maskapai penerbangan.

Sebagai contoh, asuransi kecelakaan yang terkait dengan pembayaran pajak STNK, yaitu yang disebut SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan), nilainya hanya maksimal 25 juta untuk meninggal dunia dan cacat tetap, maksimal 10 juta untuk biaya perawatan, dan 2 juta untuk santunan pemakaman. Apakah cukup? Untuk biaya pemakaman saja mungkin cukup, tapi untuk biaya hidup selanjutnya pasti tidak.

Kita tahu yang namanya kecelakaan bisa terjadi di mana saja. Di jalan raya, di kendaraan, di pasar, di konser musik, bahkan di rumah dan di kantor. Kejadian alam seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, hujan banjir, petir, angin ribut, dan pohon tumbang pun dapat menimbulkan kecelakaan.

Selain itu, dampak kecelakaan juga tidak selalu langsung meninggal dunia. Ada yang mengalami cacat seumur hidup, ada yang luka parah, dan ada yang hanya cedera ringan. Semua itu menimbulkan dampak keuangan bagi korban dan atau keluarganya.

Pertanyaannya, bagaimana menanggulangi dampak keuangan dari kecelakaan?

Tak lain tak bukan, setiap orang harus punya asuransi sendiri. Bukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan, tapi untuk mencegah bocornya keuangan seseorang jika mengalami kecelakaan.

3 Kondisi Akibat Kecelakaan

Asuransi apa yang cocok dan direkomendasikan untuk risiko kecelakaan?

Sebelumnya perlu diketahui ada 3 kondisi yang mungkin dapat diakibatkan oleh kecelakaan:

Pertama, cedera/luka. Contohnya lecet di kulit, patah tulang, kepala bocor, hingga cedera parah yang dapat menimbulkan cacat tubuh. Cedera atau luka perlu diobati dan untuk itu butuh uang.

Kedua, cacat tetap. Mulai dari satu jari, satu tangan, satu kaki, satu mata, satu telinga, hingga kelumpuhan atau kebutaan. Cacat tetap (permanent disability) artinya kehilangan fungsi dari anggota tubuh secara permanen dan tidak dapat disembuhkan. Cacat tetap dapat mengganggu kemampuan bekerja hingga kehilangan penghasilan karena tidak dapat bekerja sama sekali.

Ketiga, meninggal dunia. Jelas, meninggal dunia menimbulkan dampak keuangan mulai biaya pemakaman dan tradisi yang menyertainya, hingga kehilangan penghasilan jika terjadi pada pencari nafkah.

Produk Asuransi untuk Risiko Kecelakaan

  1. Tapro Allisya Protection Plus

Ada beberapa jenis dan produk asuransi yang menanggung risiko kecelakaan. Tapi yang paling disarankan adalah Tapro Allisya Protection Plus. Dalam satu produk ini sudah tercakup ketiga dampak kecelakaan sebagaimana disebut di atas.

Tapro Allisya adalah asuransi jiwa jenis unitlink (ada investasinya). Produk ini memiliki manfaat dasar meninggal dunia, dan dapat ditambahkan rider (proteksi tambahan) untuk beberapa risiko lain seperti rawat inap, sakit kritis, dan cacat tetap.

Untuk cedera atau luka yang menimbulkan biaya medis, Tapro Allisya dapat ditambahkan dengan rider HSC+ (Hospital and Surgical Care Plus). Rider HSC+ menanggung rawat inap dan pembedahan baik akibat sakit atau kecelakaan, serta rawat jalan dan rawat gigi akibat kecelakaan. Rider HSC+ tersedia mulai plan kamar 100 ribu hingga kamar 3 juta per hari. Semakin tinggi plan yang diambil, semakin tinggi preminya.

Untuk cacat tetap akibat kecelakaan, Tapro Allisya dapat ditambahkan dengan rider ADDB (Accident Death and Disability Benefit). ADDB menanggung cacat tetap mulai dari cacat sebagian hingga cacat total. Jika cacatnya bersifat total, rider TPD (Total Permanent Disability) dan rider CI (Critical Illness) pun akan turut membantu. UP dari ADDB dapat diambil hingga 3x UP jiwa, dan maksimal 5 miliar.

Untuk meninggal dunia, sudah tercakup dalam asuransi jiwa dasarnya.  Selain itu, rider ADDB pun menanggung meninggal dunia karena kecelakaan, sehingga UP yang keluar adalah UP dari Asuransi Dasar ditambah UP dari ADDB. Dan jika diperlukan untuk menambah UP jiwa, dapat ditambahkan rider Term Life. Rider Term Life memiliki manfaat yang sama dengan Asuransi Dasar, yaitu meninggal dunia karena sebab apa pun di luar pengecualian.

Produk Tapro dapat diambil mulai premi 300 ribu per bulan. Tentunya semakin besar preminya, semakin besar pula manfaatnya. Dan semakin muda usia semakin besar manfaatnya dibanding usia tua dengan premi yang sama.

Jika seseorang sudah memiliki produk Tapro Allisya Protection Plus dengan tambahan manfaat rider ADDB dan HSC+, itu sudah cukup untuk membiayai segala dampak keuangan akibat kecelakaan, entah berupa luka/cedera, cacat tetap, ataupun meninggal dunia. Lebih komplet lagi jika ditambah rider TPD dan CI+ atau CI100.

Sebagai contoh, berikut ilustrasi Tapro Allisya dengan premi 2 juta per bulan, untuk pria berusia 30 tahun. Saya buatkan penawaran paket komplet.

Ilustrasi Kecelakaan 2jt

Ilustrasi Tapro Allisya dengan premi 2 juta per bulan untuk pria usia 30 tahun

Penjelasan manfaat saat tertanggung mengalami kecelakaan:

  1. Jika akibatnya berupa cedera luka sehingga harus dirawat atau operasi di rumah sakit, nasabah dapat masuk ke kamar seharga 1 juta per hari, klaimnya cukup tunjukkan kartu cashless (manfaat no 5: rider HSC+).
  2. Jika akibatnya berupa cacat tetap sebagian, nasabah berhak atas santunan berupa persentase dari uang 1 miliar (manfaat no 2: rider ADDB)
  3. Jika akibatnya berupa cacat tetap total (2 tangan, 2 kaki, atau 2 mata), nasabah akan menerima 3 miliar. Ini merupakan gabungan dari manfaat no 1 (penyakit kritis 1 miliar), no 2 (ADDB 1 miliar), dan no 3 (TPD 1 miliar). Plus pembebasan premi senilai 2 juta per bulan.
  4.  Jika akibatnya sampai meninggal dunia, maka ahli waris nasabah akan menerima 2 miliar, gabungan dari manfaat no 2 (ADDB 1 miliar) dan no 6 (asuransi jiwa dasar 1 miliar), ditambah nilai investasi yang ada pada saat itu.
  1. Asuransi Kesehatan Murni (Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier)

Sebagai alternatif selain rider HSC+ untuk biaya medis akibat kecelakaan, dapat juga menggunakan produk dari jenis asuransi kesehatan murni yang berdiri sendiri (stand alone, bukan rider unitlink). Fungsi dan manfaatnya sama seperti rider HSC+, yaitu menanggung biaya medis secara umum, apa pun penyebabnya, termasuk karena kecelakaan. Luka-luka, patah tulang, kepala bocor, cedera ringan ataupun parah, dan lain-lain akibat kecelakaan, baik memerlukan rawat inap atau tidak, memerlukan pembedahan atau tidak, ditanggung oleh asuransi kesehatan.

Ada tiga produk asuransi kesehatan murni yang tersedia di Allianz, yaitu Allisya Care, Maxi Violet, dan Smartmed Premier. Allisya Care dan Maxi Violet menerapkan sistem inner limit (batas manfaat untuk tiap item seperti dokter, bedah, obat, dll). Sedangkan Smartmed Premier menerapkan sistem as charged (sesuai tagihan) dengan batas tahunan 6 miliar. Allisya Care menggunakan akad syariah, sedangkan Maxi Violet dan Smartmed Premier tidak.

Selengkapnya tentang tiga produk bisa dibaca di “3 Produk Asuransi Kesehatan Murni dari Allianz”.

  1. Personal Care

Personal Care adalah produk jenis personal accident (asuransi kecelakaan diri), karena hanya menanggung risiko kecelakaan. Personal Care menanggung biaya medis akibat cedera, santunan cacat tetap, dan santunan kematian, serta tuntutan hukum dari pihak ketiga yang mengalami kerugian akibat ulah tertanggung. Personal Care merupakan produk yang berdiri sendiri (stand alone), bukan rider (manfaat tambahan) dari unitlink ataupun produk lain.

Manfaat Personal Care bisa dilihat pada tabel di bawah:

Tabel Manfaat Personal Care

Sedangkan preminya bisa dilihat di tabel berikut:

Tabel Premi Personal Care

Personal Care ini produk yang sederhana. Jenisnya asuransi murni, tanpa tabungan atau investasi. Preminya tahunan, dan masa perlindungan pun berlaku satu tahun. Tahun-tahun berikutnya dapat diperpanjang selama tertanggung merasa membutuhkan.

Selengkapnya tentang Personal Care dapat dibaca di SINI.

Demikianlah tiga produk asuransi dari Allianz yang dapat digunakan untuk menangani risiko kecelakaan. Ketiganya dapat diringkas dalam bagan berikut:

 

Asuransi kecelakaan

Permohonan Ilustrasi

Anda tertarik produk yang mana? Jika ingin ilustrasinya, silakan mengisi form berikut:

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Agen asuransi Allianz sejak 2011

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Tentang Asep Sopyan

Senior Business Partner ASN | HP/WA 082-111-650-732 | Email myallisya@gmail.com | Blog: myallisya.com dan asepsopyan.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Menjadi agen asuransi Allianz sejak November 2011.
Pos ini dipublikasikan di Pengetahuan Produk dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s