Asuransi Jiwa

6 Fungsi Asuransi Jiwa

Pada tanggal 8 April 2020, untuk pertama kalinya setelah menjadi agen asuransi selama lebih dari delapan tahun, saya membuat video tentang asuransi. Video ini saya muat di saluran Youtube saya, Asep Sopyan Official.

Berikut adalah transkripnya.

Pada kesempatan ini saya akan sharing sebuah wawasan tentang fungsi-fungsi asuransi jiwa. Manfaat apa saja sih yang bisa diperoleh dari asuransi jiwa.

Apa itu asuransi jiwa? Ialah asuransi yang memberikan sejumlah uang ketika tertanggung meninggal dunia. Tertanggung adalah orang yang diasuransikan. Uangnya tentunya tidak diberikan kepada si tertanggung itu sendiri, karena dia sudah tidak ada, tetapi diberikan kepada ahli waris atau keluarganya sebagai penerima manfaat.

Seberapa besar uang yang diberikan oleh asuransi jiwa? Tergantung kesepakatan awal yang tercantum di dalam buku polis. Bisa puluhan juta, ratusan juta, bahkan miliaran, tergantung kemampuan si tertanggung itu untuk membayar preminya.

Jadi asuransi jiwa ini untuk apa?

Saya mencatat setidaknya ada 6 fungsi asuransi jiwa.

Pertama, sebagai pengganti penghasilan.

Kedua, sebagai persiapan biaya kematian.

Ketiga, sebagai warisan untuk anak

Keempat, untuk menghindari perselisihan di antara ahli waris

Kelima, untuk membayar utang

Keenam, sebagai sedekah untuk terakhir kalinya.

Itu adalah manfaat-manfaat yang bisa diperoleh dari asuransi jiwa. Manfaat apa pun yang menjadi alasan anda untuk mengambil asuransi jiwa, itu baik.

Baik selanjutnya saya jelaskan satu per satu secara ringkas.

Yang pertama adalah fungsi asuransi jiwa sebagai pengganti penghasilan. Fungsi ini terutama ditujukan untuk para pencari nafkah dalam keluarga. Mungkin ayah, atau ibu jika bekerja, atau single parent, atau kakak terhadap adiknya, atau anak terhadap orangtuanya yang sudah tua. Intinya, jika ada orang-orang yang bergantung kepada pencari nafkah, maka si pencari nafkah tersebut wajib mengambil asuransi jiwa, untuk melindungi orang-orang yang dia nafkahi.

Ketika masih hidup, orang bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan. Tetapi apa yang terjadi kalau dia meninggal dunia? Pada umumnya orang, kalau dia meninggal dunia atau tutup usia, maka tutup pulalah penghasilannya. Kalau dia adalah penanggung nafkah bagi keluarganya, lalu selanjutnya siapa yang akan memberikan nafkah bagi keluarga yang dia tinggalkan? Kan itu pertanyaannya.

Nah, di sinilah asuransi jiwa akan bekerja untuk membantu orang-orang yang dia tinggalkan itu. Jadi di sini asuransi jiwa berfungsi sebagai pengganti nilai ekonomis dari si pencari nafkah.

Berbeda dengan penghasilan yang diperoleh ketika hidup, yang sifatnya rutin, mungkin bulanan, mingguan, atau bahkan harian, pengganti penghasilan dari asuransi jiwa ini diberikan secara sekaligus atau lump sum. Jadi ahli waris atau keluarganya ini dapat menggunakannya dengan lebih leluasa. Bisa digunakan sedikit demi sedikit untuk kebutuhan sehari-hari, sisanya disimpan, bisa juga diinvestasikan, bisa ditabung, atau dijadikan modal usaha. Yang pasti jangan sampai diikutkan investasi bodong. Bisa habis itu uang ratusan juta atau miliaran. Sayang, kasihan.

Itu adalah fungsi asuransi jiwa yang pertama.

Yang kedua, fungsi asuransi jiwa sebagai persiapan biaya kematian. Kita tahu, hidup butuh biaya, mati pun butuh biaya. Biaya mati. Apa saja? Yang pasti pengurusan jenazah, mulai dari dimandikan, dikafani, dikuburkan, atau dikremasi, atau di rumah duka. Tapi biasanya ada lagi biaya yang lebih besar, yaitu biaya tradisi yang menyertai kematian. Tradisi ini bisa terkait adat atau agama. Kita tahu di beberapa daerah, ada tradisi kematian yang membutuhkan biaya sangat besar. Seperti ngabel di Bali, saur matua di Batak, dan apa itu di Tana Toraja, dan sebagainya. Bahkan yang sederhana saja seperti tahlilan bagi kalangan Muslim tertentu, itu pun butuh biaya yang lumayan dan harus dipersiapkan.

Selanjutnya fungsi yang ketiga, yaitu sebagai warisan untuk anak. Kalau tadi, asuransi jiwa sebagai pengganti penghasilan, itu terutama untuk pencari nafkah ketika orang-orang yang dinafkahi, misalnya anak, itu masih belum dewasa, masih sekolah, masih belum bekerja. Nah, kalau sebagai warisan untuk anak ini bisa jadi anak-anak sudah mandiri tapi belum mapan. Belum punya rumah sendiri, belum punya kendaraan. Kalau mereka ini mendapatkan warisan dari orangtuanya, itu akan lumayan sekali membantu sekali bagi mereka. Jika tidak ada warisan, maka asuransi jiwa itu akan membantu mereka. Mungkin bisa buat beli rumah, atau paling tidak buat DP rumah.

Selanjutnya fungsi yang keempat yaitu untuk menghindari perselisihan di antara ahli waris. Tak jarang sebuah keluarga terjadi cekcok atau berselisih karena masalah warisan. Salah satu sebab terjadi perselisihan bisa jadi karena harta yang diwariskan itu berbentuk aset tetap yang tidak mudah dijual kecuali dengan harga murah, misalnya rumah tinggal atau tanah. Sedangkan jumlah ahli warisnya lebih dari satu, misalnya anak ada dua atau tiga, atau ada ahli waris yang lain juga.

Nah, salah satu cara untuk menghindari itu siapkan asuransi jiwa sejak masih hidup. Dirancanglah misalnya untuk anak pertama sekian, anak kedua sekian, anak perempuan sekian, anak laki-laki sekian, lalu yang dapat rumah tinggal siapa, sehingga ketiga terjadi si orangtua ini meninggal tidak terjadi peselisihan. Kalau uangnya ada (dalam bentuk tunai sehingga mudah dibagi) mudah-mudahan tidak berselisih.

Lalu yang kelima, fungsi asuransi jiwa adalah untuk membayar utang. Uang bisa diwariskan dan begitu pula utang. Kalau dapat warisan uang, tentu ahli warisnya ya oke-oke saja. Tapi kalau dapat warisan utang, wah ini yang repot. Si penagih utang tidak mau tahu. Utang harus dibayar, baik si yang punya utang masih hidup atau sudah meninggal. Kalau sudah meninggal, maka menjadi tanggungan ahli warisnya.

Itu sebabnya dalam pidato upacara kematian, si pembicara dari keluarga orang yang meninggal biasanya akan bicara seperti ini: “Jika ada urusan utang-piutang dengan almarhum silakan menghubungi keluarga”. Misalnya seperti itu, ya karena utang si almarhum itu menjadi tanggungan keluarganya.

Dan bagi orang-orang yang beriman, yang percaya kepada hari kemudian, utang itu jika tidak lunas ketika hidup dan ahli waris pun tidak mampu melunasi, maka utang itu akan ditagih di akhirat. Dengan apa membayarnya? Ya mungkin dengan amal, itu pun kalau ada. Dan kalau dipake bayar utang, amal yang ada pun bisa berkurang bisa habis, masuk surga bisa terhambat. Waduh ngeri juga ya.

Jadi hindari meninggalkan utang, dan salah satu caranya adalah back up utang yang ada dengan asuransi jiwa. Mungkin kalau utang-utang yang resmi dari bank, seperti KPR bank, kredit motor, kredit mobil, atau kredit usaha itu sudah ada asuransi jiwanya. Karena bagaimana pun bank harus mengurangi risiko gagal bayar ketika si peminjam meninggal dunia.

Lalu fungsi yang keenam, dan ini luar biasa, asuransi jiwa ternyata bisa jadi sedekah untuk terakhir kalinya. Nah, kita dalam hidup mungkin punya impian atau cita-cita yang cukup besar sehingga tidak mudah untuk diwujudkan. Tapi dengan asuransi jiwa, bisa saja cita-cita tersebut diwujudkan setelah meninggal dunia. Dengan uang yang cair dari asuransi jiwa, mungkin ratusan juta atau miliaran, ya kalau ada orang punya cita-cita bangun tempat ibadah, atau bangun yayasan panti asuhan, panti jompo, yayasan kesehatan untuk membantu orang-orang sakit, dan sebagainya, itu bisa, itu mungkin.

Dan khusus untuk asuransi jiwa syariah, ada program yang disebut wakaf wasiat polis asuransi jiwa syariah. Wakaf ini adalah sedekah jariyah, yaitu sedekah yang pahalanya terus mengalir meskipun orangnya telah tidak ada. Dengan program wakaf, maka peserta asuransi jiwa meniatkan uang pertanggungannya untuk disumbangkan kepada lembaga yang ditunjuk.

Jadi bagus ya fungsi-fungsi asuransi jiwa ini. Sangat bermanfaat bukan untuk kita, bukan untuk yang masih hidup, tapi terutama untuk orang-orang yang ditinggalkan.

Jadi menurut pepatah, asuransi jiwa diperlukan bukan karena ada orang yang mati, tapi karena ada orang-orang yang harus melanjutkan kehidupan.

Jadi jika diringkas, enam fungsi ini adalah, satu sebagai pengganti penghasilan. Ini sebagai fungsi yang pokok. Lalu persiapan biaya kematian, lalu warisan untuk anak, lalu untuk menghindari perselisihan di antara ahli waris, untuk membayar utang, dan sebagai sedekah untuk terakhir kalinya.

Jangan lupa like, subscribe, comment, atau share. Kunjungi saluran Youtube saya di SINI. []


Untuk konsultasi tentang asuransi, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan [Senior Business Partner]

HP/WA 082111650732 | myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Asuransi Kesehatan

Contoh Ilustrasi Asuransi Rawat Jalan, Rawat Gigi, dan Melahirkan

Banyak orang yang menanyakan asuransi untuk rawat jalan, rawat gigi, dan melahirkan atau persalinan (maternity). Saya tidak rekomendasikan ketiga asuransi tsb untuk diambil. Yang saya rekomendasikan hanyalah asuransi untuk Rawat inap dan asuransi untuk risiko yang lebih berat (sakit kritis, cacat tetap, meninggal dunia).

Tapi ada baiknya saya sampaikan ilustrasi produknya kepada anda, agar anda dapat menilainya sendiri.

Di Allianz, ada tiga produk yang menyediakan manfaat rawat jalan, rawat gigi, dan melahirkan, yaitu Allisya Care, Maxi Violet, dan Smartmed Premier. Manfaat dasar rawat inap, sedangkan rawat jalan, gigi, dan melahirkan merupakan rider (asuransi tambahan) dengan tambahan premi.

Contoh Ilustrasi Asuransi Rawat Jalan, Gigi, dan Melahirkan pada Produk Allisya Care

Berikut adalah contoh premi Allisya Care Plan E (kamar 500 ribu per hari), dengan manfaat Rawat inap, rawat jalan, rawat gigi, dan melahirkan. Tertanggung seorang wanita usia 30 tahun. Premi untuk tiap manfaat ditandai dengan warna kuning.

Seperti terlihat di atas, premi Rawat inap 2,425 juta, premi Rawat jalan 3,707 juta, premi Melahirkan 5,409 juta, dan premi Rawat gigi 902 ribu. Total premi 12,479 juta per tahun. Dengan demikian, tampak bahwa premi Rawat jalan dan melahirkan lebih tinggi daripada premi Rawat inap.

Bagaimana dengan manfaatnya?

Berikut adalah tabel manfaat Rawat jalan.

Dengan tambahan premi 3,7 juta per tahun, manfaat yang terpenting seperti obat-obatan dibatasi 4 juta setahun. Lalu ada co-share (berbagi risiko) 20%, artinya 20% biaya ditanggung nasabah dan 80% ditanggung asuransi. Lalu cara klaim Rawat jalan ini adalah dengan sistem reimbursement (bayar dulu lalu ajukan klaim).

Berikut adalah tabel manfaat Rawat gigi.

Dengan tambahan premi 902 ribu setahun, tersedia manfaat pencegahan sebesar 2 x 125 ribu. Ini bisa untuk scaling atau pembersihan karang gigi. Sedangkan manfaat lainnya hanya berlaku untuk kondisi sakit gigi.

Seperti halnya rawat jalan, untuk rawat gigi pun berlaku co-share (berbagi risiko) 20% dan cara klaim hanya bisa secara reimbursement.

Selanjutnya tabel manfaat Melahirkan.

Dengan tambahan premi 5,4 juta setahun, tersedia manfaat jika melahirkan normal sebesar 5 juta, dan jika melahirkan dengan operasi sesar 10 juta. Ada bonus untuk kontrol sebelum dan sesudah melahirkan 2,5 juta.

Asuransi melahirkan hanya bisa diambil sebelum hamil, karena ada masa tunggu melahirkan 280 hari (9 bulan 10 hari). Artinya, anda hanya punya waktu kurang dari 3 bulan untuk hamil, dan harus melahirkan sebelum 12 bulan berakhir. Jika tidak, anda harus memperpanjang polis asuransinya.

Contoh Ilustrasi Asuransi Rawat Jalan, Gigi, dan Melahirkan pada Produk Maxi Violet

Berikut adalah tabel premi Maxi Violet plan E (kamar 500 ribu) untuk manfaat Rawat inap, Rawat jalan, Rawat gigi, dan Melahirkan. Tertanggung seorang wanita usia 30 tahun.

Seperti terlihat di tabel, premi untuk Rawat inap 2,548 juta, premi Rawat jalan 4,705 juta, Melahirkan 5,409 juta, dan Rawat gigi 902 ribu. Dengan demikian, premi untuk Rawat jalan dan Melahirkan lebih tinggi daripada premi untuk Rawat inap.

Bagaimana manfaatnya?

Berikut adalah tabel manfaat Rawat jalan.

Dengan tambahan premi 4,7 jutaan setahun, tersedia limit untuk obat-obatan sebesar 4,7 juta. Seperti halnya Allisya Care, yang ini pun dikenakan co-share (berbagi risiko) 20%, dan cara klaimnya hanya reimbursement.

Untuk tabel manfaat Rawat gigi dan Melahirkan, premi maupun manfaatnya sama seperti Allisya Care.

Contoh Ilustrasi Asuransi Rawat Jalan, Gigi, dan Melahirkan pada Produk Smartmed Premier

Berikut adalah premi Smartmed Premier plan A (kamar 500 ribu) untuk manfaat Rawat inap, Rawat jalan & gigi, dan Melahirkan. Tertanggung seorang wanita usia 30 tahun.

Seperti terlihat pada tabel di atas, premi Rawat inap 3.866.800, premi Rawat jalan & gigi 6.091.000, dan premi manfaat Melahirkan 9.739.200 . Total 19.733.000 setahun. Dengan demikian, terlihat bahwa premi untuk manfaat Rawat jalan & gigi dan Melahirkan lebih tinggi daripada premi untuk Rawat inap.

Bagaimana dengan manfaatnya?

Berikut tabel manfaat Rawat jalan & gigi (di sini digabung).

Dengan tambahan premi 6 jutaan setahun, pengguna diberi limit sebesar 10 juta setahun, dengan co-share 20%. Perbedaan dengan dua produk lainnya, Smartmed Premier cara klaimnya untuk rawat jalan & gigi bisa cashless.

Selanjutnya manfaat Melahirkan.

Dengan tambahan premi 9,7 jutaan setahun, pengguna diberi limit 25 juta setahun. Tanpa co-share.

Manfaat melahirkan dikenakan masa tunggu 280 hari. Klaimnya cashless di RS rekanan.


Demikian untuk diketahui beberapa contoh ilustrasi asuransi untuk rawat jalan, rawat gigi, dan melahirkan.

Untuk konsultasi lebih lanjut tentang asuransi kesehatan maupun asuransi lainnya dari Allianz, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan [Senior Business Partner]

HP/WA 082111650732 | myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Bisnis Asuransi, Cerita Agen Asuransi

Liburan ke Seoul Korea Selatan Bersama Allianz (Maret 2019)

Piala ASN Champion Club 2018, kontes yang memungkinkan saya bisa liburan ke Seoul Korsel. Terima kasih Allianz.

Pada tahun 2018, saya mencapai kontes ASN Champion Club kategori unit, karena mencapai ALP unit di atas 800 juta dan mempromosikan 2 BE menjadi BP. Hadiah dari kontes ini adalah trip ke Seoul, Korea Selatan, selama seminggu. Saya berangkat bersama sekitar 1200 agen Allianz lainnya pada tanggal 25 Maret 2019 dan pulang tanggal 31 Maret 2019.

Dari kantor Allianz Serpong sendiri ada saya, leader saya bpk Yudi Haliman beserta istri, dan BP di tim saya bpk Pieter Djatmiko. Kami menggunakan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 878 pada Senin malam dan tiba di bandara Incheon Seoul pada Selasa pagi.

Di sana tempat-tempat yang kami kunjungi antara lain: Petite France, Nami Island, Namsan Tower, Korean folk village, Everland Theme Park, Trick Eye Museum, Gyeongbok Palace, Hanok Village, Red Pine Tree Shop, Ginseng outlet, dan Dongdaemun Fashion Market.

Pada hari bebas di hari keenam, saya menyempatkan diri mengunjungi masjid di kawasan Islamic Center Seoul, Itaewon, menggunakan MRT. Di hari ini saya juga mengulang pergi ke Namsan Tower dengan berjalan kaki.

Berikut adalah foto-foto selama perjalanan tersebut.

Courtyard Marriott, hotel tempat menginap di kawasan selatan Seoul.
Tempat pertama yang dikunjungi di Korea. Petite France, miniatur perkampungan tradisional Perancis.
Le Petit Prince atau Pangeran Kecil, ikon Petite France.
Suasana di perkampungan kecil Perancis
Bersama beberapa teman dari Allianz Busster. Cokro, Pieter, Petrus dan istrinya.

Dari Petit France, selanjutnya kami ke Nami Island, atau sebuah pulau yang menyebut dirinya Naminara Republic. Saat itu kami datang di waktu yang kurang pas. Musim dingin baru berakhir dan semi baru dimulai, jadi bunga-bunga belum banyak bermekaran.

Kapal yang membawa kami ke Nami Island, sebuah pulai kecil di tengah sungai Han.
Deretan pohon yang sangat rapi di Nami Island. Akan lebih indah jika sedang berbunga mekar.
Patung sepasang kekasih dalam drama Winter Sonata, serial drama yang populer di awal tahun 2000. Tidak mudah menunggu patung ini sepi dari pengunjung, jadi meski ada penampakan dua gadis di belakang, inilah foto terbaik yang bisa saya dapatkan.
Sebuah musholla di tengah pulau Nami. Bersyukur menemukan tempat ini dan bisa sembahyang zuhur digabung asar.
Mungkin ini adalah pose terbaik saya selama di Korea Selatan.

Hari berikutnya (27 Maret 2019), kami berkunjung ke Korean Folk Village atau perkampungan tradisional Korea di Gyeonggi, Seoul. Di sini kami dipakaikan hanbok atau baju tradisional Korea.

Suasana alam yang indah di perkampungan tradisional Korea.
Pura-pura berbincang
Gazebo ala bangsawan Korea
Kalau di Indonesia ini semacam tempat penyimpanan padi.

Selanjutnya kami berkunjung ke Everland Theme Park, taman bermain terbesar di Korea Selatan.

Pohon rimbun warna-warni di depan Everland Theme Park
Naik kereta gantung bersama pak Yudi dan istri serta pak Pieter, semua agen dari Allianz Serpong.
Melayang di atas bangku gantung, bersama Jupie dan Pieter.
Theme park sangat luas, butuh sesekali menepi untuk membaca brosur petunjuk.
Berlatar belakang wahana paling mendebarkan di Everland. Sayang tidak kucoba.
Di toko ginseng. Diperkenalkan ttg bermacam-macam ginseng dan manfaatnya.
Di depan Gyeongbok Palace, istana peninggalan dinasti Joseon.
Sedikit di antara bebungaan yang sudah mekar.
Duduk di depan Dong Daemun Plaza, di seberang adalah gedung kesenian Seoul.
Trickeye Museum, di dalamnya banyak pertunjukan ajaib.

Pada hari kelima, acara bebas seharian. Saya manfaatkan untuk menjelajah Seoul sendirian, merasakan naik MRT, mengunjungi masjid di kawasan Islamic Center, dan berjalan kaki ke puncak bukit Namsan di mana ada menara tinggi di atasnya.

Kartu single trip MRT Seoul.
Suasana di dalam gerbong MRT Seoul.
Peta MRT Seoul yang canggih dan banyak jalurnya.
Masjid Pusat Seoul di kawasan Islamic Center Itaewon, satu-satunya masjid di kota Seoul.
Suasana di dalam Masjid Pusat Seoul
Masjid Pusat Seoul dengan dua menaranya yang menjulang.

Dari masjid Pusat Seoul, sekitar habis asar, saya berjalan kaki menuju Namsan Tower. Jaraknya di peta hanya sekitar 2 km, dan menara itu tampak dekat, tapi ternyata jalan yang berbelak-belok dan menanjak membuat jarak perjalanan mungkin bertambah jadi 5 km lebih.

Menara Namsan dari kejauhan. Tampak dekat.
Semakin dekat, tapi masih jauh.
Sekitar pukul 5.30, sampailah di bawah Namsan Tower, menara tertinggi di Seoul dengan tinggi 236 meter, dan terletak di puncak bukit yang berada 479 meter di atas permukaan laut.
Menggunakan lensa cembung untuk dapat menangkap keseluruhan menara.
Coretan di tembok lantai bawah Namsan Tower. Jelas sekali yang mencatatkan nama-nama itu adalah rombongan dari Indonesia.
Kota Seoul dilihat dari bukit Namsan. Tampak lebih padat dari Jakarta, setidaknya dalam banyaknya bangunan pencakar langit.
Aneka teh dan kopi saset oleh-oleh dari hotel
Di bandara Incheon, menunggu pesawat Garuda yang siap membawa kami kembali ke Indonesia.

Serba-serbi Korea

Menikmati pan-fried hotteok di Nami Island, penganan terbuat dari tepung beras. Harga 1500 won (18 ribuan).
Makan siang dg Samgyetang, ayam utuh yang direbus lama dan di dalam perutnya diisi rempah-rempah, termasuk ada sepotong kecil ginseng.
Makan siang dg menu bibimbap (nasi campur) di kawasan Folk Village. Nasi, telor, sayuran, dan saus semua diaduk layaknya gado-gado atau ketoprak. Enak juga. Sampai habis saya makan.
Bulgogi, makanan terbuat dari irisan daging yang dipanggang.
Harga BBM di Korea. 1319 dan 1415 won per liter (sekitar 16 sd 17 ribuan rupiah).
Bus-bus di Korea, kalau bukan merek Hyundai pasti KIA dan beberapa merek lokal lain.
Krim gel aloevera merek Nature Republic, beli di pasar Dong Daemun.

Demikian beberapa oleh-oleh saya dari Korea Selatan. Terima kasih Allianz dan para nasabah yang telah mempercayakan perlindungan asuransinya melalui saya.

Ingin bisa jalan-jalan ke luar negeri gratis tiap tahun?

Gabunglah sebagai agen Allianz. Hubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Jadi agen asuransi Allianz sejak November 2011