Asuransi Jiwa

Premi 1 Juta Per Bulan Dapat UP Jiwa 3 Miliar, Mau?

Penjelasan ttg artikel penawaran ini di kanal youtube Asep Sopyan Network

Untuk anda yang mencari asuransi jiwa dengan UP (uang pertanggungan) besar, jangan lewatkan penawaran ini.

Seperti tertulis di judul, 1 juta per bulan dapat UP 3 miliar. Ini adalah premi untuk pria sehat usia 30 tahun.  Untuk usia di bawahnya, premi bisa lebih murah, dan untuk usia di atasnya premi lebih mahal. Untuk perempuan, premi sedikit lebih murah. 

UP 3 miliar berarti kalau tertanggung meninggal dunia dalam masa pertanggungan, maka ahli warisnya akan memperoleh warisan sebesar 3 miliar. Ahli waris ini bisa istri atau suami, anak, saudara kandung, atau orangtua, intinya masih keluarga. Dan jelas bukan untuk diri sendiri, karena diri sendiri sudah tiada. Jadi, asuransi jiwa merupakan tanda cinta yang tidak diragukan lagi kepada keluarga.

Uang 3 miliar ini kalau dikumpulkan sendiri dengan menabung 1 juta tiap bulan, baru akan terkumpul setelah 3 ribu bulan alias 250 tahun. Lama atau lama banget? Umur manusia pun tak ada yang mencapai segitu.

Penasaran dengan ilustrasinya? Simak gambar berikut ini.

Keterangan:

  • Produk yang digunakan dalam penawaran ini adalah Tapro Allisya Protection Plus, asuransi jiwa jenis unitlink dengan akad syariah dari Allianz.
  • Tertanggung (pihak yang diasuransikan) adalah seorang laki-laki usia 30 tahun dan sehat. Premi 1 juta per bulan, mendapatkan manfaat asuransi berupa Asuransi Dasar 20 juta dan rider Term Life Syariah sebesar 3 miliar. Jadi UP jiwa sebenarnya adalah 3 miliar 20 juta (3.020.000.000).
  • Dalam masa pertanggungan dan selama polis masih aktif, jika tertanggung meninggal dunia, ahli warisnya akan menerima sejumlah Rp. 3.020.000.000 ditambah nilai investasi yang ada pada saat itu.
  • Term Life atau asuransi jiwa berjangka, biasanya merupakan produk asuransi jiwa yang berdiri sendiri, tapi dalam produk Tapro ini menempati posisi sebagai rider atau asuransi tambahan. Rider Term Life memiliki manfaat yang sama dengan Asuransi Dasar, yaitu memberikan manfaat meninggal dunia karena sebab apa pun, di luar pengecualian. Selengkapnya tentang rider Term Life dapat dibaca di SINI.
  • Perbedaan Asuransi Dasar dan rider Term Life hanyalah dalam jangka waktu pertanggungan. Asuransi Dasar menyediakan masa perlindungan sd usia 100 tahun, sedangkan rider Term Life menyediakan masa perlindungan yang dapat dipilih dengan maksimal sd usia 85 tahun.
  • Jadi, jika tertanggung meninggal dunia sebelum jangka waktu rider Term Life berakhir (entah usia 85 tahun atau tergantung pilihan nasabah), yang cair adalah UP dari Asuransi Dasar + UP dari rider Term Life + nilai investasi yang ada pada saat itu.

Produk Tapro adalah asuransi jiwa jenis unitlink, jadi ada investasinya. Tapi pada penawaran ini, nilai investasi telah diminimalkan agar memperoleh UP yang tinggi dengan premi yang rendah. Jadi jangan berharap investasi jika anda mengambil penawaran ini. Dan bahkan meskipun anda bayar premi terus, di masa depan nilai investasi atau saldo polis bisa habis, karena premi tidak cukup untuk membiayai manfaat proteksi.

Berikut adalah perkiraan nilai investasinya untuk penawaran di atas:

Keterangan:

  • Di tabel ada nilai investasi dan ada manfaat meninggal, lalu di bawahnya ada kolom asumsi hasil investasi yang terdiri dari tiga asumsi (5%, 13%, dan 18% per tahun; ini adalah tiga asumsi untuk equity fund).
  • Nilai investasi adalah manfaat hidup atau nilai yang dapat diambil jika menutup polis di tengah jalan.
  • Manfaat meninggal adalah gabungan antara UP dasar, UP Term Life, dan nilai investasi.
  • Coba kita lihat asumsi paling rendah saja (yang 5%). Di tahun pertama ada angka 2,992 juta, dan di tahun ke-20 ada angka 79,744 juta. Sekali lagi ini hanya perkiraan, dan kinerja riilnya bisa lebih rendah atau lebih tinggi dari yang tertera di sini.
  • Di asumsi rendah ini, kita lihat bahwa di baris yang menunjukkan tahun ke-35 atau usia 65 tahun ada tanda bintang tiga (***). Ini artinya nilai investasi habis, polis lapse (batal), dan perlindungan berakhir. Jadi, meskipun dikatakan bahwa masa pertanggungan Asuransi Dasar sd usia 100 tahun dan rider Term Life sd usia 85 tahun, ada syarat dan ketentuannya, yaitu nilai investasi jangan sampai habis.
  • Kenapa nilai investasi bisa habis padahal premi bayar terus? Karena ada biaya asuransi (cost of insurance) yang terus dibayar seumur polis, dan biaya asuransi ini nilainya naik seiring bertambahnya usia. Di masa depan, sekitar belasan tahun kemudian, biaya asuransi akan lebih besar dari premi.

Apa yang harus dilakukan ketika biaya asuransi sudah lebih besar dari premi dan saat itu nilai investasi sudah habis, tapi masih ingin diproteksi? Bayar premi ditambah top up sejumlah yang cukup untuk membayar biaya asuransi (plus administrasi) pada tahun itu. Biaya asuransi akan naik lagi pada tahun berikutnya. Dengan demikian, produk unitlink ini telah berubah menjadi term life berjangka tahunan. Tentu kita tidak bicara investasi lagi.

Jadi, premi 1 juta per bulan dapat UP 3M tidak perlu diniatkan untuk selamanya. Seperti halnya hakikat Term Life atau asuransi jiwa berjangka, niatkan selama butuh proteksi saja. Sampai kapan seseorang butuh asuransi jiwa? Yaitu selama dia memiliki tanggungan atau orang yang bergantung secara ekonomi kepadanya. Bagi seorang suami/ayah, itu berarti istri dan terutama anak-anaknya. Jadi jika anak terakhir masih bayi, kebutuhan asuransi jiwa adalah sekitar 20-25 tahun. Ketika anak sudah dewasa dan mandiri, ayah boleh mengakhiri asuransi jiwanya.

Demikian.

Tanya Jawab:

T: Apakah untuk mengambil produk ini harus tes medis?

J: Untuk UP 3M bagi calon nasabah usia 45 tahun atau kurang, dan tidak ada riwayat sakit, maka tidak diperlukan tes medis. Jika ada riwayat sakit, dimungkinkan tes medis untuk melihat kondisi terbaru. Untuk usia di atas 45 tahun, diperlukan tes medis seusai tabel Tes Medis berikut ini:

T: Apa pengecualian produk ini?

J: Pengecualian meninggal dunia dapat dilihat di bawah ini:

T: Bagaimana cara klaimnya?

J: Cara klaim meninggal dunia adalah sbb:

NoFormulir/Berkas yang Dibutuhkan
1Formulir Pengajuan Klaim Meninggal Dunia, ditandatangani ahli waris
2Polis asli
3Formulir Surat Keterangan Dokter tentang Penyebab Kematian
4Berita acara dari kepolisian dalam hal tertanggung meninggal secara tidak wajar atau akibat kecelakaan
5Laporan kronologis kematian dan ditandatangani ahli waris, jika tertanggung meninggal di rumah
6Formulir Surat Kuasa Pemaparan Isi Rekam Medis, diisi dan ditandatangani ahli waris
7Kutipan Akta Kematian dari catatan sipil yang dilegalisir
8Surat Keterangan Meninggal dari kelurahan yang dilegalisir
9Surat Keterangan dari perwakilan Indonesia, jika meninggal di luar negeri.
10Formulir Pemberitahuan Nomor Rekening
11Fotokopi KTP tertanggung (akta lahir utk tertanggung anak)
12Fotokopi KTP semua ahli waris (akta lahir utk ahli waris anak)
13Fotokopi Kartu Keluarga ahli waris
 14Dokumen lain yang menunjang, jika diperlukan.

Catatan:

  • Klaim meninggal dunia diajukan selambat-lambatnya 60 hari sejak tertanggung meninggal dunia.
  • Semua formulir yang dibutuhkan bisa diunduh di web allianz.co.id, atau diminta ke agen anda.
  • Semua berkas dikirim ke kantor Allianz di mana anda mendaftar, atau dititipkan ke agen anda, atau dikirim ke kantor pusat Allianz Life Indonesia.

T: Berapa premi untuk usia lainnya?

J: Premi untuk usia lainnya dapat dilihat di tabel berikut:

T: Bagaimana jika saya berminat dengan penawaran ini?

J: Silakan mengisi form berikut:


Untuk konsultasi asuransi secara GRATIS, hubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Jadi agen asuransi Allianz sejak November 2011

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda


Simak juga penjelasan tentang penawaran ini di saluran youtube Asep Sopyan Network:

Asuransi Jiwa, Video

[Video] 3 Hal yang Dilakukan Ibu Rumah Tangga Jika Suaminya Meninggal Dunia Tanpa Asuransi Jiwa

Video ini berawal dari tulisan dengan judul sama, 3 Hal yang Dilakukan Ibu Rumah Tangga Jika Suaminya Meninggal Dunia Tanpa Asuransi Jiwa. Dimuat di kanal youtube Asep Sopyan Network agar dapat menjangkau lebih banyak kalangan.

Untuk konsultasi tentang asuransi, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA 082111650732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Asuransi Jiwa

6 Fungsi Asuransi Jiwa

Pada tanggal 8 April 2020, untuk pertama kalinya setelah menjadi agen asuransi selama lebih dari delapan tahun, saya membuat video tentang asuransi. Video ini saya muat di saluran Youtube saya, Asep Sopyan Official.

Berikut adalah transkripnya.

Pada kesempatan ini saya akan sharing sebuah wawasan tentang fungsi-fungsi asuransi jiwa. Manfaat apa saja sih yang bisa diperoleh dari asuransi jiwa.

Apa itu asuransi jiwa? Ialah asuransi yang memberikan sejumlah uang ketika tertanggung meninggal dunia. Tertanggung adalah orang yang diasuransikan. Uangnya tentunya tidak diberikan kepada si tertanggung itu sendiri, karena dia sudah tidak ada, tetapi diberikan kepada ahli waris atau keluarganya sebagai penerima manfaat.

Seberapa besar uang yang diberikan oleh asuransi jiwa? Tergantung kesepakatan awal yang tercantum di dalam buku polis. Bisa puluhan juta, ratusan juta, bahkan miliaran, tergantung kemampuan si tertanggung itu untuk membayar preminya.

Jadi asuransi jiwa ini untuk apa?

Saya mencatat setidaknya ada 6 fungsi asuransi jiwa.

Pertama, sebagai pengganti penghasilan.

Kedua, sebagai persiapan biaya kematian.

Ketiga, sebagai warisan untuk anak

Keempat, untuk menghindari perselisihan di antara ahli waris

Kelima, untuk membayar utang

Keenam, sebagai sedekah untuk terakhir kalinya.

Itu adalah manfaat-manfaat yang bisa diperoleh dari asuransi jiwa. Manfaat apa pun yang menjadi alasan anda untuk mengambil asuransi jiwa, itu baik.

Baik selanjutnya saya jelaskan satu per satu secara ringkas.

Yang pertama adalah fungsi asuransi jiwa sebagai pengganti penghasilan. Fungsi ini terutama ditujukan untuk para pencari nafkah dalam keluarga. Mungkin ayah, atau ibu jika bekerja, atau single parent, atau kakak terhadap adiknya, atau anak terhadap orangtuanya yang sudah tua. Intinya, jika ada orang-orang yang bergantung kepada pencari nafkah, maka si pencari nafkah tersebut wajib mengambil asuransi jiwa, untuk melindungi orang-orang yang dia nafkahi.

Ketika masih hidup, orang bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan. Tetapi apa yang terjadi kalau dia meninggal dunia? Pada umumnya orang, kalau dia meninggal dunia atau tutup usia, maka tutup pulalah penghasilannya. Kalau dia adalah penanggung nafkah bagi keluarganya, lalu selanjutnya siapa yang akan memberikan nafkah bagi keluarga yang dia tinggalkan? Kan itu pertanyaannya.

Nah, di sinilah asuransi jiwa akan bekerja untuk membantu orang-orang yang dia tinggalkan itu. Jadi di sini asuransi jiwa berfungsi sebagai pengganti nilai ekonomis dari si pencari nafkah.

Berbeda dengan penghasilan yang diperoleh ketika hidup, yang sifatnya rutin, mungkin bulanan, mingguan, atau bahkan harian, pengganti penghasilan dari asuransi jiwa ini diberikan secara sekaligus atau lump sum. Jadi ahli waris atau keluarganya ini dapat menggunakannya dengan lebih leluasa. Bisa digunakan sedikit demi sedikit untuk kebutuhan sehari-hari, sisanya disimpan, bisa juga diinvestasikan, bisa ditabung, atau dijadikan modal usaha. Yang pasti jangan sampai diikutkan investasi bodong. Bisa habis itu uang ratusan juta atau miliaran. Sayang, kasihan.

Itu adalah fungsi asuransi jiwa yang pertama.

Yang kedua, fungsi asuransi jiwa sebagai persiapan biaya kematian. Kita tahu, hidup butuh biaya, mati pun butuh biaya. Biaya mati. Apa saja? Yang pasti pengurusan jenazah, mulai dari dimandikan, dikafani, dikuburkan, atau dikremasi, atau di rumah duka. Tapi biasanya ada lagi biaya yang lebih besar, yaitu biaya tradisi yang menyertai kematian. Tradisi ini bisa terkait adat atau agama. Kita tahu di beberapa daerah, ada tradisi kematian yang membutuhkan biaya sangat besar. Seperti ngabel di Bali, saur matua di Batak, dan apa itu di Tana Toraja, dan sebagainya. Bahkan yang sederhana saja seperti tahlilan bagi kalangan Muslim tertentu, itu pun butuh biaya yang lumayan dan harus dipersiapkan.

Selanjutnya fungsi yang ketiga, yaitu sebagai warisan untuk anak. Kalau tadi, asuransi jiwa sebagai pengganti penghasilan, itu terutama untuk pencari nafkah ketika orang-orang yang dinafkahi, misalnya anak, itu masih belum dewasa, masih sekolah, masih belum bekerja. Nah, kalau sebagai warisan untuk anak ini bisa jadi anak-anak sudah mandiri tapi belum mapan. Belum punya rumah sendiri, belum punya kendaraan. Kalau mereka ini mendapatkan warisan dari orangtuanya, itu akan lumayan sekali membantu sekali bagi mereka. Jika tidak ada warisan, maka asuransi jiwa itu akan membantu mereka. Mungkin bisa buat beli rumah, atau paling tidak buat DP rumah.

Selanjutnya fungsi yang keempat yaitu untuk menghindari perselisihan di antara ahli waris. Tak jarang sebuah keluarga terjadi cekcok atau berselisih karena masalah warisan. Salah satu sebab terjadi perselisihan bisa jadi karena harta yang diwariskan itu berbentuk aset tetap yang tidak mudah dijual kecuali dengan harga murah, misalnya rumah tinggal atau tanah. Sedangkan jumlah ahli warisnya lebih dari satu, misalnya anak ada dua atau tiga, atau ada ahli waris yang lain juga.

Nah, salah satu cara untuk menghindari itu siapkan asuransi jiwa sejak masih hidup. Dirancanglah misalnya untuk anak pertama sekian, anak kedua sekian, anak perempuan sekian, anak laki-laki sekian, lalu yang dapat rumah tinggal siapa, sehingga ketiga terjadi si orangtua ini meninggal tidak terjadi peselisihan. Kalau uangnya ada (dalam bentuk tunai sehingga mudah dibagi) mudah-mudahan tidak berselisih.

Lalu yang kelima, fungsi asuransi jiwa adalah untuk membayar utang. Uang bisa diwariskan dan begitu pula utang. Kalau dapat warisan uang, tentu ahli warisnya ya oke-oke saja. Tapi kalau dapat warisan utang, wah ini yang repot. Si penagih utang tidak mau tahu. Utang harus dibayar, baik si yang punya utang masih hidup atau sudah meninggal. Kalau sudah meninggal, maka menjadi tanggungan ahli warisnya.

Itu sebabnya dalam pidato upacara kematian, si pembicara dari keluarga orang yang meninggal biasanya akan bicara seperti ini: “Jika ada urusan utang-piutang dengan almarhum silakan menghubungi keluarga”. Misalnya seperti itu, ya karena utang si almarhum itu menjadi tanggungan keluarganya.

Dan bagi orang-orang yang beriman, yang percaya kepada hari kemudian, utang itu jika tidak lunas ketika hidup dan ahli waris pun tidak mampu melunasi, maka utang itu akan ditagih di akhirat. Dengan apa membayarnya? Ya mungkin dengan amal, itu pun kalau ada. Dan kalau dipake bayar utang, amal yang ada pun bisa berkurang bisa habis, masuk surga bisa terhambat. Waduh ngeri juga ya.

Jadi hindari meninggalkan utang, dan salah satu caranya adalah back up utang yang ada dengan asuransi jiwa. Mungkin kalau utang-utang yang resmi dari bank, seperti KPR bank, kredit motor, kredit mobil, atau kredit usaha itu sudah ada asuransi jiwanya. Karena bagaimana pun bank harus mengurangi risiko gagal bayar ketika si peminjam meninggal dunia.

Lalu fungsi yang keenam, dan ini luar biasa, asuransi jiwa ternyata bisa jadi sedekah untuk terakhir kalinya. Nah, kita dalam hidup mungkin punya impian atau cita-cita yang cukup besar sehingga tidak mudah untuk diwujudkan. Tapi dengan asuransi jiwa, bisa saja cita-cita tersebut diwujudkan setelah meninggal dunia. Dengan uang yang cair dari asuransi jiwa, mungkin ratusan juta atau miliaran, ya kalau ada orang punya cita-cita bangun tempat ibadah, atau bangun yayasan panti asuhan, panti jompo, yayasan kesehatan untuk membantu orang-orang sakit, dan sebagainya, itu bisa, itu mungkin.

Dan khusus untuk asuransi jiwa syariah, ada program yang disebut wakaf wasiat polis asuransi jiwa syariah. Wakaf ini adalah sedekah jariyah, yaitu sedekah yang pahalanya terus mengalir meskipun orangnya telah tidak ada. Dengan program wakaf, maka peserta asuransi jiwa meniatkan uang pertanggungannya untuk disumbangkan kepada lembaga yang ditunjuk.

Jadi bagus ya fungsi-fungsi asuransi jiwa ini. Sangat bermanfaat bukan untuk kita, bukan untuk yang masih hidup, tapi terutama untuk orang-orang yang ditinggalkan.

Jadi menurut pepatah, asuransi jiwa diperlukan bukan karena ada orang yang mati, tapi karena ada orang-orang yang harus melanjutkan kehidupan.

Jadi jika diringkas, enam fungsi ini adalah, satu sebagai pengganti penghasilan. Ini sebagai fungsi yang pokok. Lalu persiapan biaya kematian, lalu warisan untuk anak, lalu untuk menghindari perselisihan di antara ahli waris, untuk membayar utang, dan sebagai sedekah untuk terakhir kalinya.

Jangan lupa like, subscribe, comment, atau share. Kunjungi saluran Youtube saya di SINI. []


Untuk konsultasi tentang asuransi, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan [Senior Business Partner]

HP/WA 082111650732 | myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda