Asuransi Pendidikan

Konsep yang Benar tentang Asuransi Pendidikan

Dalam dua video berikut ini, yang dibuat oleh teman saya Cristine Liman dan Christian PL di akun Youtube, ada tiga hal yang perlu diketahui mengenai konsep asuransi pendidikan.

  1. Kemampuan bekerja orangtua adalah jaminan pendidikan anak, bukan asuransi.
  2. Asuransi adalah payung dari musibah yang tidak diketahui kapan terjadinya, sedangkan pendidikan bukan musibah melainkan sesuatu yang direncanakan dan waktunya bisa diketahui.
  3. Jika anggaran terbatas, maka yang harus diasuransikan terlebih dahulu adalah orangtua, dalam hal ini yaitu asuransi jiwa.

 

Untuk konsultasi lebih lanjut, silakan menghubungi:

Asep Sopyan (Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Baca juga:

Asuransi Pendidikan

Asuransi Pendidikan? Ini Istilah yang Rancu. Asuransi kok untuk Pendidikan?

AnakAsuransi pendidikan? Ini istilah yang rancu.

Asuransi kok untuk pendidikan?

Asuransi = proteksi keuangan dari risiko yang tidak diinginkan, waktunya tidak dapat diketahui, dan butuh biaya besar.

Pendidikan = bukan risiko yang tidak diinginkan dan waktunya pun dapat diketahui. Soal biaya, besarnya relatif karena tergantung gaya hidup (kemampuan penghasilan).

Dana pendidikan tentunya perlu dipersiapkan. Tapi bukan melalui asuransi, melainkan investasi.

Asuransi dan investasi adalah dua hal yang berbeda bahkan bertolak belakang.

Asuransi bertujuan untuk melindungi uang yang kita miliki (dari hal-hal tidak terduga yang dapat menghabiskannya).

Investasi bertujuan untuk mengembangkan uang yang kita miliki (demi hal-hal yang dicita-citakan di masa depan).

Selengkapnya perbedaan asuransi dan investasi,

baca di artikel: Asuransi Itu Proteksi, Bukan Investasi.

Contoh hal-hal tidak terduga yang membutuhkan asuransi: rawat inap, sakit kritis, kecelakaan/cacat tetap, dan kematian. Semuanya tidak bisa diprediksi: waktu dan biayanya tidak bisa diketahui.

Contoh cita-cita di masa depan yang perlu dipersiapkan melalui investasi: pernikahan, beli rumah, beli kendaraan, rekreasi, pendidikan anak, pensiun, perjalanan ibadah. Semuanya bisa direncanakan: waktu dan biayanya bisa diperkirakan.

Jadi, bedakanlah antara asuransi dan investasi. Asuransi untuk proteksi, investasi untuk rencana-rencana masa depan anda.

Berinvestasilah untuk masa depan anda, dan pada saat yang sama asuransikan diri anda.

Daripada mengambil produk yang disebut asuransi pendidikan, lebih prioritas jika anda sebagai orangtua mengambil asuransi jiwa untuk diri anda.

Yakinlah bahwa selama anda hidup, sehat, dan bisa bekerja secara normal, anak anda pasti bisa sekolah.

Lain ceritanya jika anda tidak hidup, tidak sehat, atau tidak bisa bekerja secara normal. Walaupun dana pendidikan anak anda telah dipersiapkan, belum tentu anak anda bisa sekolah tidak ada lagi orang yang membiayai kehidupannya.

Asuransi jiwa memberikan sejumlah dana yang besar jika, mohon maaf, anda sebagai orangtuanya mengalami meninggal dunia. Program ini bisa ditambah manfaat proteksi untuk risiko penyakit kritis dan cacat tetap, baik akibat sakit atau kecelakaan.

Dana yang besar misalnya ratusan juta atau miliaran rupiah. Jika sesuatu terjadi pada diri anda, dana yang besar ini bisa membantu kehidupan anak anda termasuk biaya pendidikannya.

Itu. []

Untuk konsultasi lebih lanjut, silakan menghubungi:

Asep Sopyan (Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Artikel Terkait:

 

Asuransi Jiwa, Asuransi Pendidikan

Asuransi Pendidikan vs Asuransi Jiwa

Banyak orang menanyakan kepada saya tentang asuransi pendidikan untuk mempersiapkan biaya sekolah anaknya. Saya tanya apakah si ortu sudah punya asuransi jiwa, umumnya menjawab belum. Lembaran-lembaran berikut ini didedikasikan untuk para orangtua yang sangat peduli pada pendidikan anaknya. Semoga bermanfaat.

Anda juga dapat membaca artikel di bawah ini:

Dua Pertanyaan

  1. Mana yang lebih penting: biaya pendidikan atau biaya hidup? Kenapa?
  2. Jadi, mana yang harus didahulukan, mempersiapkan biaya pendidikan atau mempersiapkan biaya hidup?

 

Catatan:

Persiapan biaya pendidikan dilakukan dengan asuransi pendidikan. Persiapan atau back up biaya hidup dilakukan dengan asuransi jiwa.

 

Skenario Buruk

> Jika orangtua hanya mengambil asuransi pendidikan tanpa asuransi jiwa, lalu di tengah jalan dia kehilangan kemampuan mencari penghasilan (meninggal dunia, cacat total, atau penyakit kritis), apakah anaknya akan bisa sekolah?

> Kemungkinan besar tidak, karena biaya hidup tidak bisa ditunda. Dana yang ada di rekening asuransi pendidikan pun bisa jadi terpakai untuk biaya hidup.

> Jika orangtua hanya mengambil asuransi jiwa (dengan tambahan cacat total dan penyakit kritis) tanpa asuransi pendidikan, lalu di tengah jalan dia kehilangan kemampuan mencari penghasilan, apakah anaknya masih bisa sekolah?

> Kemungkinan besar bisa, karena ada uang pertanggungan yang besar dari asuransi jiwa, yang dapat digunakan untuk biaya hidup maupun biaya pendidikan.

 

Skenario Baik

> Jika orangtua hanya mengambil asuransi pendidikan tanpa asuransi jiwa, dan dia sehat selamat sejahtera, apakah anaknya bisa sekolah?

> Ya, karena ada dana yang telah dipersiapkan untuk pendidikannya (diasumsikan cukup. Kalaupun kurang, toh orangtuanya masih mampu cari uang).

> Jika orangtua hanya mengambil asuransi jiwa tanpa asuransi pendidikan, dan dia sehat selamat sejahtera, apakah anaknya masih bisa sekolah?

> Ya, karena orangtuanya masih mampu cari uang.

 

Simpulan

> Jadi, asuransi jiwa lebih penting untuk didahulukan daripada asuransi pendidikan.

> Tentunya, mempersiapkan kedua-duanya akan lebih baik.

> Tapi mempersiapkan biaya pendidikan tidak harus lewat produk asuransi.

> Orangtua dulu melakukannya dengan menanam pohon kayu, memelihara ternak, membeli tanah dan sawah, hingga menyimpan emas.

> Orangtua sekarang dapat melakukan hal serupa, dengan tambahan: deposito, tabungan pendidikan, reksadana, hingga saham.

> Dalam produk asuransi jiwa jenis unit link pun bisa ditambahkan sejumlah dana untuk persiapan pendidikan, yaitu dengan memperbesar top up regular (premi untuk tabungan/investasi).