Edukasi Asuransi, Unit Link

Investasi di Asuransi? Tidak!

Banyak orang mengambil produk asuransi dengan tujuan investasi, seperti untuk pendidikan anak, pensiun, atau sekadar menyimpan dana supaya bisa ditarik sewaktu-waktu dibutuhkan. Tapi pada saat mau ambil dana, di tahun keberapa pun itu, ternyata jumlahnya tidak sesuai dengan yang dibayangkan di awal.

Hal ini tak lepas dari penawaran agen, yang memang banyak sekali yang menawarkan asuransi dengan bahasa tabungan atau investasi, atau menyebutnya asuransi pendidikan, asuransi pensiun, dan sebagainya.

Tapi agen asuransi pun tak sepenuhnya bisa disalahkan. Hal ini juga tak lepas dari kebijakan perusahaan asuransi jiwa yang membuat produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) alias unitlink, dan menjadikannya produk unggulan yang dijual ke masyarakat, dan produk itu pula yang ditrainingkan cara-cara penjualannya kepada para agen.

Perusahaan asuransi pun mungkin bisa berkilah, produk unitlink dibuat karena masyarakat menginginkan produk asuransi yang memberikan manfaat lebih daripada produk tradisional. Dan faktanya, memang industri asuransi meroket sejak produk unitlink diperkenalkan pada awal tahun 2000-an.

Selain itu, juga ada otoritas yang mengizinkan.

Jadi bagaimana sebaiknya?

Saya agen asuransi, dan produk unggulan yang dijual di perusahaan tempat saya bernaung adalah unitlink. Tapi terus-terang saya sama sekali tidak sarankan unitlink untuk tujuan investasi.

Kenapa? Ada dua alasan pokok.

Pertama, fungsi utama asuransi itu adalah proteksi, jaga-jaga dari hal-hal yang tidak diinginkan, yang bisa terjadi kapan saja. Contoh: sakit, kecelakaan, cacat, meninggal dunia. Sedangkan investasi itu justru ditujukan untuk hal-hal yang diinginkan dan waktunya bisa direncanakan. Contoh: sekolah anak, liburan, perjalanan ibadah, pensiun. Jadi, dari segi fungsi saja asuransi dan investasi itu bukan hanya berbeda, tapi bertolak belakang.

Kedua, potongan biaya di produk unitlink itu sangat besar. Jika tujuannya investasi, tentu saja ini akan menggerus hasil investasi. Kenapa potongannya sangat besar? Karena ada manfaat asuransinya. Manfaat asuransi ini tidak gratis, karena untuk membayar klaim kepada nasabah yang terkena risiko, perusahaan asuransi harus mencadangkan sejumlah dana dan dana ini diambil dari premi nasabah.

Sebesar apa potongan biaya di produk asuransi unitlink? Tergantung manfaat asuransinya. Semakin besar manfaat asuransi (yaitu uang pertanggungan jiwa dan rider), semakin besar potongannya.

Jika anda pernah keberatan dengan biaya administrasi di tabungan bank yang nilainya sekitar belasan ribu per bulan, ketahuilah bahwa itu belum ada apa-apanya dibanding biaya administrasi di asuransi yang bisa mencapai 2-3 kali lipat.

Dan biaya administrasi di asuransi itu hanyalah sebagian kecil dari total biaya yang dikenakan. Ada lagi biaya yang lebih besar, yaitu biaya akuisisi, yang pada tahun pertama saja bisa mencapai 100% dari premi yang anda setorkan. Bayangkan, 100% itu artinya kalau anda setor 1 juta per bulan, maka seluruhnya hangus. Jadi, bagaimana investasi mau untung?

Dan biaya akuisisi ini masih dikenakan hingga 5 tahun dengan totalnya bisa mencapai 200% dari premi tahunan. Sebagai gambaran, jika premi anda 1 juta per bulan (12 juta per tahun), total biaya akuisisi yang dikenakan selama lima tahun bisa mencapai 24 juta.

Tapi itu bukan yang terbesar. Masih ada lagi potongan yang lebih besar daripada biaya akuisisi, yaitu biaya asuransi (cost of insurance). Besarnya biaya asuransi tergantung UP dasar dan rider yang diambil. Awalnya mungkin kecil (standar 10-20% dari premi, ada juga yang sampai 40-an%), tapi biaya ini naik setiap tahun seiring bertambahnya usia nasabah sehingga lama-lama bisa melebihi premi, dan dikenakan seumur hidup (atau selama polis masih aktif). (Selengkapnya tentang struktur biaya unitlink, bisa dibaca di SINI).

Jadi, bagaimana mungkin investasi di asuransi bisa untung?

Kalau memang berinvestasi di asuransi tidak disarankan, kenapa produk asuransi ada investasinya?

Pada produk unitlink, fungsi investasi adalah sebagai cadangan dana agar polis tetap aktif. Jadi, aktifnya manfaat asuransi tergantung keberadaan nilai investasi. Kalau dananya ditarik, saldo berkurang dan akan lebih cepat habis karena potongan biaya asuransi terus berjalan.

Jadi, bagi anda yang bertujuan investasi, pilihlah instrumen yang memang ditujukan khusus untuk investasi. Misalnya: deposito, reksadana, saham, obligasi, emas, tanah, properti, atau memodali suatu bisnis. Boleh juga seperti cara orangtua kita dulu, berinvestasi dengan menanam pohon dan memelihara ternak.

Dan jika anda ambil asuransi, walaupun itu produk unitlink yang ada investasinya, niatkan untuk tujuan proteksi.

Itu. []


Untuk konsultasi asuransi secara GRATIS, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Youtube: Asep Sopyan Network

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Unit Link

Polis Tetap Aktif Walaupun Lama Tak Bayar Premi, Kok Bisa?

Jatuh Tempo Polis NasabahPerhatikan gambar di atas.

Gambar di atas menunjukkan daftar polis jatuh tempo (due date) nasabah-nasabah saya, yang diurut berdasarkan tanggal jatuh tempo paling telat.

Pada daftar teratas, ada polis dengan jatuh tempo tanggal 16 Oktober 2015. Premi tahunan. Dengan kata lain, sudah tiga kali jatuh tempo nasabah ini tidak setor premi, yaitu pada 2015, 2016, dan 2017. Tapi polisnya masih inforce atau aktif. Polis dimulai bulan Oktober 2013, alias baru dua tahun bayar premi.

Di bawahnya, ada polis dengan jatuh tempo 5 Desember 2015. Premi bulanan sebesar 2,8 juta per bulan. Dengan kata lain, sampai Maret 2018 ini nasabah tidak bayar premi selama 28 bulan. Tapi polisnya juga masih inforce. Polis dimulai bulan Juni 2013, alias baru dua tahun setengah bayar premi.

Di bawahnya lagi, ada polis dengan jatuh tempo 16 Januari 2016, premi 400 ribu per bulan. Artinya, sampai Maret 2018 ini nasabah tidak bayar premi selama 27 bulan. Polis masih aktif. Polis dimulai bulan April 2013, jadi baru dua tahun 8 bulan.

Pertanyaannya, bagaimana polis bisa tetap aktif walaupun preminya tidak dibayar selama bertahun-tahun?

Tak lain karena ada nilai investasi. Itulah salah satu kelebihan produk asuransi jenis unit-link. 

Unit-link adalah program asuransi yang dipadukan dengan investasi. Investasi di sini berfungsi terutama untuk membayar biaya-biaya polis, yaitu biaya administrasi dan biaya asuransi (atau tabarru dalam asuransi syariah). Selama nilai investasi cukup untuk membayar biaya-biaya polis, proteksi polis tetap berlaku.

Dengan adanya nilai investasi, setidaknya ada dua manfaat yang didapatkan:

  1. Jika sewaktu-waktu mengalami kesulitan keuangan, bayar premi bisa libur dulu. Nanti dilanjutkan kembali setelah kondisi keuangan pulih. Proteksi tetap aktif selama nilai investasi cukup untuk membayar biaya-biaya polis.
  2. Jika sewaktu-waktu butuh uang, saldo investasi bisa ditarik sebagian. Proteksi tetap aktif selama saldonya masih cukup untuk membayar biaya-biaya polis.

Fitur “nilai investasi membayari biaya-biaya polis” ini baru berlaku setelah polis berusia dua tahun.

Untuk polis yang belum mencapai usia dua tahun, jika premi tidak dibayar dan telah melewati masa tenggang, maka polis akan lapse (batal, proteksi berhenti).

Tapi tentu saja nilai investasi saat polis baru berusia 2-3 tahun itu masihlah sedikit. Sehingga cuti bayar preminya tidak akan bisa selamanya, tapi hanya beberapa bulan atau beberapa tahun saja, tergantung komposisi premi dan manfaatnya.

Demikian. []

Baca juga beberapa artikel terkait unit-link:

Untuk informasi lebih lanjut tentang produk asuransi Allianz, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Jadi agen asuransi Allianz sejak November 2011

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Iklan CI

Pengetahuan Produk, Unit Link

Allisya Maxi Fund Plus, Unit Link Premi Tunggal dari Allianz Syariah

Hasil gambar untuk allisya maxi fund plus

Produk unit link terdiri dari dua jenis, yaitu premi berkala (regular premium) dan premi tunggal (single premium).

Unit link premi berkala menyediakan cara bayar secara berkala, mulai dari bulanan, triwulanan, semesteran, dan tahunan. Unit link premi tunggal cukup sekali bayar.

Tujuan keduanya berbeda. Unit link premi berkala tujuannya lebih cenderung ke proteksi (jaga-jaga dari risiko tidak diinginkan), sedangkan unit link premi tunggal tujuannya lebih cenderung ke investasi (pengembangan dana).

Karena tujuannya lebih ke investasi, maka unit link premi tunggal tidak dikenakan biaya akuisisi, seperti halnya pada unit link premi berkala.

Unsur proteksi pada unit link premi berkala tersedia secara lengkap, terdiri dari produk dasar asuransi jiwa, dan bisa ditambah rider (proteksi tambahan) seperti proteksi kecelakaan, cacat tetap total, penyakit kritis, rawat inap cashless, santunan harian reimburse, dan pembebasan premi.

Sedangkan unsur proteksi pada unit link premi tunggal hanyalah asuransi jiwa, itu pun dengan UP (uang pertanggungan) yang tidak besar, dan tidak bisa ditambah rider.

Contoh produk unit link premi berkala dari Allianz adalah Tapro Allisya Protection Plus, sedangkan contoh produk unit link premi tunggal dari Allianz adalah Allisya Maxi Fund Plus.

Berikut adalah pengetahuan produk mengenai Allisya Maxi Fund Plus, unit link premi tunggal dari Allianz Syariah. Lanjutkan membaca “Allisya Maxi Fund Plus, Unit Link Premi Tunggal dari Allianz Syariah”