Bisnis Asuransi, Uncategorized

1 Yang Saya Suka dari Bisnis Asuransi: Liburan ke Luar Negeri Tiap Tahun

Hkg ObamaBelum lama ini saya pulang dari Hongkong dan Shenzhen, China. Saya di sana pada hari Kamis 28 Januari sd Senin 1 Februari 2016. Ini kali ketiga saya pergi ke luar negeri dengan biaya dari Allianz. Acaranya bukan kunjungan kerja atau perjalanan dinas, tapi jalan-jalan alias liburan. Saya mendapatkan trip ini karena meraih kualifikasi ASN CAO Challenge tahun 2015.

Pertama kali saya ke luar negeri ialah ke Bangkok dan Pattaya, Thailand, pada tanggal 20-24 Oktober 2014. Saya pergi ke sana bersama ibu saya dan anggota rombongan peraih Achiever Club Allianz tahun 2013.

Kali kedua tanggal 7-11 November 2015, bersama istri dan dua anak, saya naik kapal pesiar Costa Victoria melintasi tiga negara: Singapura, Phuket Thailand, dan Penang Malaysia. Ini adalah acara liburan yang diadakan grup Busster ASN dengan melibatkan 900 peserta, sekaligus memperingati ulang tahun grup Busster yang kelima.

Selanjutnya, insya Allah saya akan pergi berlibur ke luar negeri tiap tahun, bukan hanya sekali, tapi mungkin dua atau tiga kali. Lanjutkan membaca “1 Yang Saya Suka dari Bisnis Asuransi: Liburan ke Luar Negeri Tiap Tahun”

Bisnis Asuransi

1 Yang Saya Suka dari Bisnis Asuransi: Punya Pekerjaan Tetap

GbrBanyak orang bermimpi punya pekerjaan tetap. Ketika disebut pekerjaan tetap, yang terbayang adalah pekerjaan semacam pegawai negeri sipil dan karyawan swasta. Pekerjaan-pekerjaan di luar itu jarang dipersepsikan sebagai pekerjaan tetap, misalnya tenaga honorer, pedagang kaki lima, seniman, tukang ojek, pebisnis jaringan, pebisnis online, blogger, kontraktor, agen properti mandiri, meskipun semuanya tetap berpenghasilan.

Berkaitan dengan urusan pekerjaan ini, ada satu persoalan yang muncul ketika kita hendak mengurus pinjaman ke bank. Pihak bank akan minta bukti berupa surat keterangan bahwa kita punya pekerjaan tetap, supaya ada jaminan cicilan selalu bisa dibayar tepat waktu. Banyak dari pekerjaan “tidak tetap” itu yang hingga kini belum bisa memberikan fasilitas surat keterangan bagi orang yang mengerjakannya.

Tapi masalah seperti ini tidak saya alami di pekerjaan saya sebagai agen asuransi. Status saya memang beda dengan karyawan tetap di perusahaan asuransi yang saya tempati. Tapi sama-sama tetap, dalam arti tidak bisa dipecat selama memenuhi target penjualan tiap tahun.

Dengan status sebagai agen tetap inilah saya bisa mengakses KPR bank pada bulan Juli 2014.

IMG_0780
Surat Keterangan yang saya pakai sebagai salah satu kelengkapan mengajukan KPR ke bank.

Lanjutkan membaca “1 Yang Saya Suka dari Bisnis Asuransi: Punya Pekerjaan Tetap”

Bisnis Asuransi

1 Yang Saya Suka dari Bisnis Asuransi: Bisa Membuka Lapangan Kerja

BisnisBanyak orang yang mengeluh susahnya mencari pekerjaan, padahal sebetulnya lapangan kerja selalu terbuka. Di sisi lain, tak sedikit orang yang bercita-cita menjadi pengusaha dengan satu harapan yang mulia bisa membuka lapangan kerja bagi banyak orang, namun cita-cita itu tak kesampaian karena menjadi pengusaha itu memang tidak gampang.

Tapi kini ada kabar gembira. Sejak dua dekade terakhir, ada satu bidang pekerjaan yang sangat mudah dimasuki dan bisa dijadikan sumber nafkah sekaligus membuat anda bisa membuka lapangan kerja bagi banyak orang. Pekerjaan itu ialah agen asuransi.

Agen asuransi sekarang ini dapat dianggap sebagai sebuah pekerjaan atau profesi. Tugas pokoknya menjual produk-produk asuransi. Pada saat yang sama, agen asuransi dapat pula menjadi layaknya manajer atau pemilik perusahaan yang merekrut orang lain untuk menjadi agen asuransi di bawah supervisinya. Hal ini dimungkinkan berkat sistem pemasaran jaringan (network marketing) yang sejak tahun 90-an mulai diterapkan di banyak perusahaan asuransi, khususnya asuransi jiwa.

Berbeda dengan profesi penjualan lainnya seperti agen properti dan kendaraan, seorang agen asuransi adalah penjual sekaligus pebisnis. Seorang penjual menjual produk untuk diri sendiri, sedangkan seorang pebisnis merekrut para penjual untuk menjual produk bagi dirinya. Penjual mobil mungkin bisa mengajak teman-temannya untuk sama-sama menjual mobil, tapi hasil penjualan teman-temannya itu tidak bisa menjadi miliknya juga.

Karakteristik Profesi Agen Asuransi

Agen asuransi sebagai profesi memiliki beberapa karakteristik yaitu:

  1. Terbuka bagi siapa saja, tanpa memandang latar belakang pendidikan, profesi, keahlian, jenis kelamin, maupun ras. Kriteria calon agen asuransi sangat ringan, yaitu berusia minimal 17 tahun dan berakal sehat. Kadang ada yang mencantumkan syarat lulus SMA atau sederajat, tapi karena tidak diminta ijazah, orang yang tidak sekolah pun bisa saja mendaftar.
  2. Tugas pokok yang dilakukan adalah menjual produk asuransi, misalnya asuransi jiwa dan kesehatan.
  3. Penghasilan utama diperoleh dari komisi penjualan produk dan bonus. Umumnya tidak ada gaji.
  4. Besarnya penghasilan tergantung kinerja: semakin rajin semakin besar.
  5. Diterapkannya sistem bisnis jaringan menjadikan potensi penghasilan tidak terbatas, karena penghasilan diperoleh pula dari omset penjualan agen-agen di jaringan.
  6. Dengan sistem bisnis jaringan, setiap agen merupakan pebisnis dan bisa membuka lapangan kerja (bisnis) bagi banyak orang.
  7. Orang yang direkrut menjadi agen asuransi adalah pebisnis, bukan karyawan. Sebagai pebisnis, dia juga bisa melakukan hal yang sama, merekrut para pebisnis.

Cita-cita Saya: Membantu Banyak Orang Menjadi Agen Asuransi Penuh Waktu

Saya menjadi agen asuransi pada akhir tahun 2011. Setahun kemudian, saya bisa menyebut diri saya seorang agen asuransi karena penghasilan utama saya bersumber dari bidang ini dan saya sepenuh waktu mengerjakannya. Saya tidak memiliki pekerjaan atau bisnis lain yang menghasilkan uang.

Posisi saya saat ini adalah Business Partner (BP, setara manajer-direktur di perusahaan asuransi lain). Sebagai BP, saya bisa membuka lowongan kerja kepada siapa saja untuk menjadi agen asuransi seperti saya. Ini satu hal yang sangat saya suka dari profesi agen asuransi. Saya bisa merekrut orang, tapi saya tidak merasa diri saya pengusaha karena saya tidak menggaji mereka. Justru merekalah yang menggaji saya melalui penjualan yang mereka lakukan, tanpa mengurangi bagian mereka sendiri.

Hampir setiap minggu ada saja orang yang menghubungi saya menyatakan ingin menjadi agen asuransi. Saya ingin menerima mereka semua dan membantu mereka sukses. Tapi hal itu harus dilakukan secara bersama-sama dan timbal balik.

Saya melihat para agen asuransi yang menjadi leader saya dan di atasnya, yaitu Pak Yudi Haliman, Pak Hendy Winata, Pak Venny Wantouw, ibu Liem Lie Sia, Pak Lee Boon Siong. Mereka telah membantu ribuan agen sehingga banyak dari para agen itu, termasuk saya sendiri, bisa mengandalkan hidup dari bekerja sebagai agen asuransi. Mereka mendapatkan sesuatu dari penjualan saya dan tim saya, tapi saya sama sekali tak keberatan.

Saya membayangkan bisa berada di posisi mereka: membantu ribuan orang sehingga bisa menjadikan profesi agen asuransi sebagai sumber nafkah utama. []

Tertarik jadi agen asuransi di Allianz? Klik “Cara Menjadi Agen Allianz“. 

Untuk berkonsultasi tentang bisnis asuransi, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner)

HP/WA: 082111650732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan