Bisnis Asuransi, Cerita Agen Asuransi

BP Gathering Grup Busster 2017 di Genting Malaysia

Malaysia BUsster Your SpeedPada tanggal 6 – 9 November 2017, grup Busster Allianz mengadakan acara BP Gathering, bertempat di Kuala Lumpur dan Genting, Malaysia. Acara ini diadakan untuk mempererat persaudaraan sesama agen Allianz Busster se-Nusantara, mengingatkan kembali visi-misi Busster, dan sekaligus dalam rangka memperingati ulang tahun grup Busster yang ke-7.

Acara BP Gathering diikuti sekitar 300 BP Busster dari seluruh Indonesia, dan sebagian di antaranya BE yang sudah dekat promosi jadi BP. Di antara tim saya ada satu calon BP yang ikut, yaitu bpk Desiderius Bir.

Acara diisi dengan city tour ke menara kembar Petronas, Batu Caves, Istana Negara, Tugu Pahlawan Negara, menginap hari pertama di hotel Royal Bukit Bintang, lalu outbond di Awana Sky, naik cable car ke puncak Genting, menginap hari kedua dan ketiga di First World Hotel, dan seminar sehari di Genting International Convention Center.

Baca juga: 

1 Yang Saya Suka dari Bisnis Asuransi: Liburan Ke Luar Negeri Setiap Tahun Lanjutkan membaca “BP Gathering Grup Busster 2017 di Genting Malaysia”

Bisnis Asuransi

1 Yang Saya Suka dari Bisnis Asuransi: Bisa Membuka Lapangan Kerja

BisnisBanyak orang yang mengeluh susahnya mencari pekerjaan, padahal sebetulnya lapangan kerja selalu terbuka. Di sisi lain, tak sedikit orang yang bercita-cita menjadi pengusaha dengan satu harapan yang mulia bisa membuka lapangan kerja bagi banyak orang, namun cita-cita itu tak kesampaian karena menjadi pengusaha itu memang tidak gampang.

Tapi kini ada kabar gembira. Sejak dua dekade terakhir, ada satu bidang pekerjaan yang sangat mudah dimasuki dan bisa dijadikan sumber nafkah sekaligus membuat anda bisa membuka lapangan kerja bagi banyak orang. Pekerjaan itu ialah agen asuransi.

Agen asuransi sekarang ini dapat dianggap sebagai sebuah pekerjaan atau profesi. Tugas pokoknya menjual produk-produk asuransi. Pada saat yang sama, agen asuransi dapat pula menjadi layaknya manajer atau pemilik perusahaan yang merekrut orang lain untuk menjadi agen asuransi di bawah supervisinya. Hal ini dimungkinkan berkat sistem pemasaran jaringan (network marketing) yang sejak tahun 90-an mulai diterapkan di banyak perusahaan asuransi, khususnya asuransi jiwa.

Berbeda dengan profesi penjualan lainnya seperti agen properti dan kendaraan, seorang agen asuransi adalah penjual sekaligus pebisnis. Seorang penjual menjual produk untuk diri sendiri, sedangkan seorang pebisnis merekrut para penjual untuk menjual produk bagi dirinya. Penjual mobil mungkin bisa mengajak teman-temannya untuk sama-sama menjual mobil, tapi hasil penjualan teman-temannya itu tidak bisa menjadi miliknya juga.

Karakteristik Profesi Agen Asuransi

Agen asuransi sebagai profesi memiliki beberapa karakteristik yaitu:

  1. Terbuka bagi siapa saja, tanpa memandang latar belakang pendidikan, profesi, keahlian, jenis kelamin, maupun ras. Kriteria calon agen asuransi sangat ringan, yaitu berusia minimal 17 tahun dan berakal sehat. Kadang ada yang mencantumkan syarat lulus SMA atau sederajat, tapi karena tidak diminta ijazah, orang yang tidak sekolah pun bisa saja mendaftar.
  2. Tugas pokok yang dilakukan adalah menjual produk asuransi, misalnya asuransi jiwa dan kesehatan.
  3. Penghasilan utama diperoleh dari komisi penjualan produk dan bonus. Umumnya tidak ada gaji.
  4. Besarnya penghasilan tergantung kinerja: semakin rajin semakin besar.
  5. Diterapkannya sistem bisnis jaringan menjadikan potensi penghasilan tidak terbatas, karena penghasilan diperoleh pula dari omset penjualan agen-agen di jaringan.
  6. Dengan sistem bisnis jaringan, setiap agen merupakan pebisnis dan bisa membuka lapangan kerja (bisnis) bagi banyak orang.
  7. Orang yang direkrut menjadi agen asuransi adalah pebisnis, bukan karyawan. Sebagai pebisnis, dia juga bisa melakukan hal yang sama, merekrut para pebisnis.

Cita-cita Saya: Membantu Banyak Orang Menjadi Agen Asuransi Penuh Waktu

Saya menjadi agen asuransi pada akhir tahun 2011. Setahun kemudian, saya bisa menyebut diri saya seorang agen asuransi karena penghasilan utama saya bersumber dari bidang ini dan saya sepenuh waktu mengerjakannya. Saya tidak memiliki pekerjaan atau bisnis lain yang menghasilkan uang.

Posisi saya saat ini adalah Business Partner (BP, setara manajer-direktur di perusahaan asuransi lain). Sebagai BP, saya bisa membuka lowongan kerja kepada siapa saja untuk menjadi agen asuransi seperti saya. Ini satu hal yang sangat saya suka dari profesi agen asuransi. Saya bisa merekrut orang, tapi saya tidak merasa diri saya pengusaha karena saya tidak menggaji mereka. Justru merekalah yang menggaji saya melalui penjualan yang mereka lakukan, tanpa mengurangi bagian mereka sendiri.

Hampir setiap minggu ada saja orang yang menghubungi saya menyatakan ingin menjadi agen asuransi. Saya ingin menerima mereka semua dan membantu mereka sukses. Tapi hal itu harus dilakukan secara bersama-sama dan timbal balik.

Saya melihat para agen asuransi yang menjadi leader saya dan di atasnya, yaitu Pak Yudi Haliman, Pak Hendy Winata, Pak Venny Wantouw, ibu Liem Lie Sia, Pak Lee Boon Siong. Mereka telah membantu ribuan agen sehingga banyak dari para agen itu, termasuk saya sendiri, bisa mengandalkan hidup dari bekerja sebagai agen asuransi. Mereka mendapatkan sesuatu dari penjualan saya dan tim saya, tapi saya sama sekali tak keberatan.

Saya membayangkan bisa berada di posisi mereka: membantu ribuan orang sehingga bisa menjadikan profesi agen asuransi sebagai sumber nafkah utama. []

Tertarik jadi agen asuransi di Allianz? Klik “Cara Menjadi Agen Allianz“. 

Untuk berkonsultasi tentang bisnis asuransi, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner)

HP/WA: 082111650732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Edukasi Asuransi

1 Yang Terpenting: Melindungi Penghasilan Keluarga

Dengan apa kita membayar semua tagihan ini?

Dengan apakah kita membayar semua tagihan ini?

magic-billKita membayar semua tagihan ini, tentunya dengan PENGHASILAN.

magic-bill - Copy

Pertanyaannya, apa yang terjadi jika, karena satu dan lain hal, PENGHASILAN kita BERHENTI?

Silakan direnungkan dengan saksama. Boleh dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, boleh juga lebih lama, tapi jangan kelamaan karena kita tak pernah tahu.

Apa yang Bisa Menyebabkan Penghasilan Berhenti?

Mungkin ada yang bertanya, memangnya apa yang bisa membuat penghasilan berhenti? Tentunya tidak jauh dari hal-hal di bawah ini:

1. PHK/bangkrut => Penghasilan berhenti.

2. Sakit kritis => Butuh biaya besar, bisa menyedot penghasilan dan menghabiskan aset/tabungan; tidak mampu bekerja, penghasilan berhenti atau berkurang signifikan.

3. Cacat tetap => Tidak mampu bekerja, penghasilan berhenti atau berkurang signifikan.

4. Meninggal dunia => Tidak bekerja lagi, penghasilan berhenti.

Penyebab yang pertama, solusinya adalah memiliki aset atau bisnis yang dapat memberikan penghasilan pasif kepada kita. Salah satunya bisa dibaca di SINI.

Untuk tiga penyebab berikutnya, solusinya adalah dengan memiliki TAPRO.

Apa itu Tapro? Tapro adalah sebuah program yang dapat melindungi penghasilan dari tiga risiko: sakit kritis, cacat tetap (akibat sakit ataupun kecelakaan), dan meninggal dunia. Tapro dikeluarkan oleh Allianz Life Indonesia.

Ilustrasinya bisa dilihat di bawah ini:

Ilustrasi Tapro utk laki-laki sehat tidak merokok usia 30 tahun.
Ilustrasi Tapro utk laki-laki sehat tidak merokok usia 30 tahun.

Dengan iuran 2 juta per bulan, seorang laki-laki usia 30 tahun akan memperoleh manfaat perlindungan yang luar biasa, dengan total manfaat lebih dari 4 miliar, yaitu:

1. Jika mengalami 1 dari 100 kondisi penyakit kritis sebelum usia 100 tahun, akan mendapatkan uang pertanggungan sebesar 1 miliar (atau 500 juta jika terdiagnosa tahap awal). Uang ini bisa digunakan untuk biaya pengobatan penyakit kritis, atau menggantikan penghasilan yang hilang jika tidak bisa bekerja lagi akibat sakit kritis tersebut.

2. Jika mengalami kecelakaan yang berakibat cacat atau meninggal dunia sebelum usia 65 tahun, akan mendapatkan uang pertanggungan sebesar 1 miliar. Khusus kejadian meninggal dunia karena kecelakaan, manfaat akan ditambahkan dengan uang pertanggungan meninggal dunia (nomor 4), sehingga diberikan uang 2 miliar untuk ahli warisnya, plus nilai investasi yang ada pada saat itu.

3. Jika mengalami cacat tetap total karena sakit atau kecelakaan sebelum usia 65 tahun, akan mendapatkan uang pertanggungan sebesar 1 miliar. Khusus jika mengalami cacat tetap total karena kecelakaan, manfaat akan ditambahkan dengan uang pertanggungan cacat karena kecelakaan (nomor 2), sehingga diperoleh uang 2 miliar. Uang ini tentunya akan bermanfaat untuk menggantikan penghasilan karena tidak bisa bekerja akibat kehilangan fungsi anggota tubuh secara menetap.

4. Jika meninggal dunia, ahli warisnya akan mendapatkan uang pertanggungan sebesar 1 miliar + nilai investasinya. Uang ini akan bermanfaat bagi ahli waris untuk melanjutkan kehidupan mereka.

5. Jika mengalami sakit kritis atau cacat tetap total, akan dibebaskan dari pembayaran premi dan setoran preminya diteruskan oleh Tapro.

Itulah manfaat Tapro untuk melindungi satu hal terpenting dalam hidup kita, yaitu penghasilan, plus hal-hal lainnya yang tak kalah penting seperti kesehatan dan tabungan.

Selengkapnya tentang Tapro, silakan klik di Allisya Protection Plus.

Jika ada yang bertanya apakah saya sudah punya Tapro, informasinya bisa dibaca di SINI.

Bagaimana dengan anda? []

Untuk konsultasi gratis mengenai asuransi Allianz, silakan menghubungi saya, agen asuransi Allianz di Serpong Tangerang Selatan:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com 

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda