Asuransi Syariah

Fatwa MUI No 51 Tahun 2006 tentang Akad Mudharabah Musytarakah pada Asuransi Syariah

Fatwa MUI 51 -1Fatwa MUI 51 -2Fatwa MUI 51 -3Fatwa MUI 51 -4Fatwa MUI 51 -5Fatwa MUI 51 -6Fatwa MUI 51 -7

Salinan fatwa dalam bentuk PDF bisa diunduh di SINI.

Fatwa MUI lainnya terkait asuransi syariah bisa dibaca di SINI.

Produk asuransi syariah di Allianz terdiri dari Tapro Allisya Protection Plus (asuransi jiwa unit-link dg manfaat lengkap) dan Allisya Care (asuransi kesehatan murni).

Artikel lain terkait asuransi syariah:

Untuk konsultasi asuransi syariah dan produk asuransi syariah dari Allianz, atau ingin menjadi agen asuransi Allianz, silakan menghubungi saya: 

Asep Sopyan (Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Menjadi agen asuransi Allianz sejak akhir 2011

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Asuransi Syariah

KH M Cholil Nafis: Asuransi Syariah Halal

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pemirsa rahimakumullah.

Kita bicara asuransi adalah takaful, saling menjaga dan saling melindungi. Oleh karena itu benar atau tidaknya sebuah asuransi tergantung pada akadnya. Tak ada keraguan hukum asuransi adalah halal. Majelis Ulama Indonesia melalui Dewan Syariah Nasional dalam Fatwa No 21 tahun 2001 menyebutkan bahwa hukum asuransi adalah halal manakala mengikuti akad-akad yang telah digariskan oleh fatwa MUI.

Apa akadnya? Akadnya adalah Tabarru, akadnya adalah ta’awun, saling tolong-menolong. Kalau toh ada investasi, itu akadnya adalah akad tijari (komersial). Maka benarnya sebuah transaksi, benarnya muamalah, tergantung pada akadnya.

Inilah intinya hadis: wallahu fi ‘awnil ‘abdi ma kanal ‘abdu fi ‘awnil akhih.

“Allah akan menolong hambanya manakala hambanya menolong hamba yang lain.”

Maka saat kami bayar premi, diniatkan untuk menolong saudara kita kalau nanti kena musibah. Saat saya bayar adalah sedekah saya, maka saat itu juga kita mengeluarkan dari diri kita harta yang kita miliki untuk mendapat pahala dan rida dari Allah karena menolong hamba Allah Swt.

Jangan ragu lagi, silakan berasuransi. Bukan melawan takdir, tapi kita memenuhi terhadap tuntutan takdir. Karena tak mungkin orang hidup tanpa musibah. Hatta sampai asuransi kematian, asuransi jiwa pun bukan kita menghindar dari mati, tapi manakala ada yang meninggal ia punya tabungan yang bisa diwariskan kepada keluarganya, sehingga tidak menyulitkan kepada yang hidup dengan persiapan kita berasuransi.

Percayalah bahwa asuransi syariah adalah halal dan sesuai dengan syariah, asalkan memenuhi apa yang telah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah, mengikuti apa yang telah ditentukan dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia. Terima kasih. Mudah-mudahan bermanfaat.

Wallahul muwafiq ila aqwamit thariq, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(KH Muhammad Cholil Nafis, Lc, MA, PhD adalah Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Pusat.)

Untuk konsultasi GRATIS tentang asuransi syariah, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Iklan Asji 25

Asuransi Syariah

Ustadz Abdul Somad Memang Tidak Butuh Asuransi

Ustadz Abdul Somad, Lc., M.A., kerap disingkat UAS atau Ustadz AS, adalah seorang ustadz yang tengah populer akhir-akhir ini. Beliau lulusan S1 di Mesir dan S2 di Maroko. Ceramahnya banyak direkam orang dan diviralkan di berbagai media sosial. Pembahasannya mudah dipahami orang-orang awam. Gaya ceramahnya cair dan banyak diseling humor-humor segar.

Berikut adalah satu cuplikan ceramah UAS ketika menjawab pertanyaan tentang hukum asuransi. Di bagian bawah saya akan menuliskan tanggapan.

Silakan disimak ceramahnya dulu.

Transkrip Ceramah Lanjutkan membaca “Ustadz Abdul Somad Memang Tidak Butuh Asuransi”