Asuransi Syariah

Fatwa MUI Nomor 52 Tahun 2006 tentang Akad Wakalah Bil Ujrah pada Asuransi Syariah dan Reasuransi Syariah

Fatwa Wakalah 1Fatwa Wakalah 2Fatwa Wakalah 3Fatwa Wakalah 4Fatwa Wakalah 5Fatwa Wakalah 6Fatwa Wakalah 7Fatwa Wakalah 8Fatwa Wakalah 9

Salinan fatwa dalam bentuk PDF bisa diunduh di SINI.

Fatwa MUI lainnya terkait asuransi syariah bisa dibaca di SINI.

Produk asuransi syariah di Allianz terdiri dari Tapro Allisya Protection Plus (asuransi jiwa unit-link dg manfaat lengkap) dan Allisya Care (asuransi kesehatan murni).

Artikel lain terkait asuransi syariah:

Untuk konsultasi asuransi syariah dan produk asuransi syariah dari Allianz, atau ingin menjadi agen asuransi Allianz, silakan menghubungi saya: 

Asep Sopyan (Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Menjadi agen asuransi Allianz sejak akhir 2011

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Asuransi Syariah

Ustadz Abdul Somad Memang Tidak Butuh Asuransi

Ustadz Abdul Somad, Lc., M.A., kerap disingkat UAS atau Ustadz AS, adalah seorang ustadz yang tengah populer akhir-akhir ini. Beliau lulusan S1 di Mesir dan S2 di Maroko. Ceramahnya banyak direkam orang dan diviralkan di berbagai media sosial. Pembahasannya mudah dipahami orang-orang awam. Gaya ceramahnya cair dan banyak diseling humor-humor segar.

Berikut adalah satu cuplikan ceramah UAS ketika menjawab pertanyaan tentang hukum asuransi. Di bagian bawah saya akan menuliskan tanggapan.

Silakan disimak ceramahnya dulu.

Transkrip Ceramah Lanjutkan membaca “Ustadz Abdul Somad Memang Tidak Butuh Asuransi”

Asuransi Syariah

Hukum Asuransi Syariah: Tanggapan terhadap Pendapat yang Mengharamkan

Latar Belakang

asuransi-syariahSaya seorang agen asuransi jiwa. Fokus saya menjual produk asuransi syariah. Jika ada calon nasabah meminta produk konvensional, saya tetap sarankan ambil yang syariah karena dari segi manfaat dan premi sama. Ada juga produk konvensional yang saya jual karena belum tersedia versi syariahnya di Allianz.

Sejauh ini, saya merasa nyaman dengan pekerjaan saya. Tak ada keterpecahan mental ataupun kegalauan pikiran yang berarti mengenai apa yang saya lakukan.

Artikel ini saya tulis karena di luar sana ada pendapat yang menyatakan bahwa asuransi itu hukumnya haram, dan asuransi syariah pun masih haram. Pendapat semacam ini bertebaran di internet dan sempat menggalaukan beberapa nasabah, calon nasabah, maupun agen-agen saya.

Jika betul demikian, berarti membeli asuransi itu hukumnya haram, memanfaatkannya haram, mempromosikannya haram, menjualnya haram, dan upah yang diterima darinya pun haram.

Waduh, gawat sekali kalau begitu.

Dan jika asuransi syariah pun hukumnya masih haram, lalu apakah alternatifnya? Lanjutkan membaca “Hukum Asuransi Syariah: Tanggapan terhadap Pendapat yang Mengharamkan”