Asuransi Kesehatan

Asuransi Kesehatan dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Asuransi kesehatan adalah asuransi yang memberikan penggantian terhadap biaya perawatan di rumah sakit atau klinik. Perawatan bisa berarti rawat inap, pembedahan, rawat jalan, rawat gigi, atau melahirkan.

Pada umumnya produk asuransi kesehatan yang dijual di pasaran hanya menanggung rawat inap dan pembedahan (hospital & surgical). Sedangkan rawat jalan, rawat gigi, dan melahirkan, kalau ada, ditawarkan sebagai rider atau manfaat tambahan.

Prosedur penggantian biaya pada asuransi kesehatan untuk saat ini sudah lazim dilengkapi fasilitas cashless, khususnya untuk manfaat rawat inap dan pembedahan, sehingga nasabah cukup menunjukkan kartu asuransinya kepada petugas administrasi rumah sakit yang menjadi rekanan asuransi, dan pihak rumah sakit yang akan menagih ke perusahaan asuransi. Namun cara klaim secara reimbursement (bayar dulu lalu ajukan klaim) tetap disediakan karena tidak semua manfaat bisa diklaim secara cashless. Lagi pula fasilitas cashless itu hanya bisa diberikan di RS yang menjadi mitra perusahaan asuransi.

Macam-macam Produk Asuransi Kesehatan

Berdasarkan Jenis Produk

Berdasarkan kemasan produknya, asuransi kesehatan ada yang berbentuk asuransi murni yang berdiri sendiri (stand alone) dan ada pula yang menjadi rider (asuransi tambahan) pada asuransi jiwa jenis unitlink (asuransi plus investasi).

Produk asuransi kesehatan murni pada umumnya memberikan manfaat dasar rawat inap (plus pembedahan), dan bisa ditambah rider rawat jalan, rawat gigi, dan melahirkan dengan tambahan premi.

Sedangkan produk asuransi kesehatan rider unitlink hanya menyediakan manfaat rawat inap (dan pembedahan). Karena dirinya sendiri sudah merupakan rider, tentunya tidak bisa ditambah rider lain.

Bagaimana dengan preminya, mana yang lebih murah antara asuransi kesehatan murni dengan asuransi kesehatan unitlink? Terus-terang keduanya tidak bisa dibandingkan secara langsung. Belum tentu perusahaan asuransi akan menyediakan produk yang sama dengan dua skema sekaligus. Jika pun ada, tetap tidak bisa dibandingkan secara adil karena asuransi kesehatan di unitlink ada manfaat asuransi jiwa dan ada investasinya. Memang, premi di asuransi kesehatan jenis unitlink akan lebih tinggi, tapi preminya bersifat flat atau tetap untuk jangka waktu yang panjang karena terbantu oleh investasinya, sedangkan premi asuransi kesehatan murni akan naik seiring usia.

Contoh produk asuransi kesehatan murni di Allianz: Allisya Care, Maxi Violet, dan Smartmed Premier.

Contoh produk asuransi kesehatan unitlink di Allianz: Rider HSC+ dan Rider HSC Premier X.

Berdasarkan Limit Manfaat

Berdasarkan limit atau plafon yang diberikan, asuransi kesehatan ada yang mengenakan inner limit dan ada yang sesuai tagihan dengan limit tahunan.

Inner limit artinya ada limit atau batasan untuk tiap manfaat yang ditanggung, seperti untuk kamar, ICU, dokter, obat-obatan, pembedahan, hingga perawatan sebelum dan sesudah rawat inap.

Sedangkan sesuai tagihan (as charge atau on bill) artinya tidak mengenakan limit untuk tiap-tiap manfaat tsb, tapi tetap ada limit secara tahunan (yearly limit).

Asuransi kesehatan sesuai tagihan lebih nyaman bagi penggunanya, karena selama tagihan RS tidak melebihi limit tahunan yang umumnya cukup besar, dia bisa pulang dari RS tanpa membayar sepeser pun. Tentunya premi asuransi kesehatan sesuai tagihan lebih tinggi daripada premi asuransi kesehatan inner limit. Kedua jenis asuransi kesehatan ini ada yang berbentuk asuransi murni dan ada yang merupakan rider unitlink.

Berikut adalah contoh perbedaan tabel manfaat antara asuransi kesehatan inner limit dan asuransi kesehatan sesuai tagihan.

Selain inner limit dan limit tahunan, ada variasi jenis limit yang perlu diketahui oleh pengguna asuransi, yang mungkin saja terdapat pada produk asuransi kesehatan yang diambil. Antara lain:

  • Limit per ketidakmampuan atau per penyakit
  • Limit jumlah hari dalam setahun, misalnya 180 hari setahun, atau tanpa batasan hari dalam setahun.
  • Limit jumlah kunjungan dokter per hari, misalnya 1 atau 2 kunjungan dokter per hari.
  • Limit masa perawatan sebelum dan sesudah rawat inap, misalnya 30 hari sebelum dan 30 hari sesudah rawat inap.
  • Limit masa klaim rawat jalan dan gigi darurat karena kecelakaan, misalnya 14 hari.
  • Limit untuk jenis manfaat tertentu. Asuransi kesehatan sesuai tagihan pun biasanya tetap mengenakan limit untuk manfaat tertentu, misal limit untuk kemoterapi, limit untuk fisioterapi, limit untuk dialisa, hingga limit untuk pengobatan eksperimental (jika ada).

Contoh produk asuransi kesehatan inner limit di Allianz: Allisya Care, Maxi Violet, dan Rider HSC+.

Contoh produk asuransi kesehatan sesuai tagihan di Allianz: Smartmed Premier dan Rider HSC Premier X.

Plan Kamar

Sebuah produk asuransi kesehatan selalu terdiri dari beberapa plan, di mana plan ini menentukan besarnya limit manfaat, dan tentu berbeda pula preminya, dan calon nasabah dapat memilih sesuai kebutuhan atau kemampuannya.

Plan kamar dalam asuransi asuransi kesehatan dapat didasarkan pada tiga hal:

  1. Harga kamar per hari
  2. Jumlah tempat tidur
  3. Kelas kamar

Pada asuransi kesehatan inner limit, plan yang digunakan umumnya berdasarkan harga kamar per hari. Misalnya plan kamar 250 ribu, plan kamar 500 ribu, plan kamar 800 ribu, plan kamar 1 juta, dan sebagainya. Dari perbedaan plan kamar ini, akan berbeda pula limit untuk tiap manfaat yang ditanggung. Semakin tinggi plan, semakin tinggi limitnya, dan tentunya preminya pun lebih tinggi pula.

Di Allianz, produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier, dan Rider HSC+ plan kamarnya didasarkan harga kamar per hari.

Pada asuransi kesehatan sesuai tagihan, untuk produk-produk keluaran baru (sejak sekitar tahun 2019), plan yang digunakan umumnya berdasarkan jumlah tempat tidur, sedangkan untuk produk-produk keluaran lama, jika masih ada, plannya berdasarkan harga kamar. Smartmed Premier termasuk asuransi kesehatan sesuai tagihan keluaran lama, tahun 2014, jadi plan kamarnya masih didasarkan pada harga kamar.

Jumlah tempat tidur per kamar di rumah sakit ada yang 1 tempat tidur, 2 tempat tidur, atau lebih banyak. Plan yang digunakan dalam produk asuransi pada umumnya hanya dua opsi, yaitu 1 tempat tidur (privat) dan 2 tempat tidur (standar atau semi-privat). Jika ada lebih dari satu kelas kamar dengan 1 tempat tidur, misalnya ada VIP dan VVIP, maka yang jadi patokan adalah kamar yang harganya paling rendah (VIP). 

Karena pilihannya hanya dua opsi, plan yang berdasarkan jumlah tempat tidur sering ditambah variasinya dengan membedakan wilayah perlindungan, misalnya Indonesia saja, Indonesia dan Malaysia, Asia kecuali Jepang-Singapura-Hongkong, Asia, seluruh dunia kecuali Amerika Serikat, hingga seluruh dunia termasuk Amerika Serikat. Tentunya semakin luas wilayah perlindungan, semakin tinggi preminya.

Plan berdasarkan jumlah tempat tidur juga sering dikombinasikan dengan harga kamar. Misalnya: plan 1 tempat tidur atau plan kamar 1 juta per hari, mana yang lebih besar. Jika kamar 1 tempat tidur terendah harganya 1,2 juta per hari, nasabah dapat memilih kamar tsb. Tapi jika kamar 1 tempat tidur terendah harganya 750 ribu per hari, dan di atasnya ada kamar 1 tempat tidur seharga 1 juta, maka nasabah dapat memilih kamar yang harganya 1 juta per hari. Jadi nasabah dapat memilih mana yang lebih nyaman untuknya.

Di Allianz, Rider HSC Premier X merupakan contoh asuransi kesehatan yang plan kamarnya didasarkan jumlah tempat tidur dan wilayah pertanggungan, serta dikombinasi dengan harga kamar per hari.

Sedangkan plan berdasarkan kelas kamar, sepertinya sejauh ini hanya diterapkan oleh JKN dari BPJS. Itu pun hanya kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. Tidak termasuk kelas VIP.

Masa Tunggu Manfaat

Selain manfaat dan premi, satu hal yang perlu diketahui oleh nasabah adalah masa tunggu penggunaan manfaat asuransi kesehatan. Masa tunggu artinya jika terjadi sakit pada masa tersebut, klaim belum bisa dilakukan atau akan ditolak.

Secara umum masa tunggu dibedakan berdasarkan empat sebab:

  1. Kecelakaan: umumnya tidak ada masa tunggu
  2. Penyakit secara umum: umumnya masa tunggu 30 hari
  3. Penyakit khusus atau penyakit kronis: umumnya masa tunggu 12 bulan
  4. Penyakit yang sudah ada (preexisting condition): ada yang dikecualikan selamanya, ada yang dikenakan masa tunggu 2 tahun.

Di Allianz sendiri, masa tunggu manfaat berbeda-beda tergantung produk.

Pada produk Allisya Care dan Maxi Violet, kecelakaan dan penyakit secara umum tidak dikenakan masa tunggu, penyakit khusus masa tunggu 12 bulan, dan penyakit yang sudah ada dikecualikan selamanya.

Pada produk Smartmed Premier, kecelakaan tanpa masa tunggu, penyakit secara umum dikenakan masa tunggu 30 hari, penyakit khusus masa tunggu 12 bulan, dan penyakit yang sudah ada masa tunggu 2 tahun (jika disetujui untuk ditanggung).

Pada produk Rider HSC+, kecelakaan dan penyakit secara umum dikenakan masa tunggu 30 hari, penyakit khusus masa tunggu 12 bulan, dan penyakit yang sudah ada tidak ditanggung.

Pada produk Rider HSCPX, kecelakaan tidak ada masa tunggu, penyakit secara umum dikenakan masa tunggu 30 hari, penyakit khusus masa tunggu 12 bulan, dan penyakit yang sudah ada masa tunggu 2 tahun (jika disetujui untuk ditanggung).

Selain empat sebab di atas, ada juga masa tunggu untuk beberapa penyakit lain yang sifatnya spesifik. Misalnya pada produk HSCPX, penyakit kanker dan penyakit kritis katastropik dikenakan masa tunggu 90 hari (bukan 12 bulan seperti penyakit khusus lainnya). Kemudian penyakit HIV/AIDS dikenakan masa tunggu 5 tahun.

Lalu jika ambil rider melahirkan, untuk melahirkannya dikenakan masa tunggu 280 hari (9 bulan 10 hari), yang artinya pada saat masuk harus dalam keadaan belum hamil. Tapi untuk kontrol kehamilan tidak ada masa tunggu.

Penyakit Khusus dan Penyakit yang Sudah Ada (Preexisting)

Apa itu penyakit khusus dan kenapa dikenakan masa tunggu 12 bulan? Lalu apa bedanya dengan penyakit yang sudah ada atau preexisting?

Penyakit khusus merujuk pada segala jenis penyakit yang bersifat kronis, bersifat menetap atau menahun, datangnya perlahan-lahan dan penyembuhannya seringkali membutuhkan waktu yang lama, atau kalaupun bisa disembuhkan biasanya masih menimbulkan bekas dalam jangka panjang.

Termasuk penyakit khusus antara lain:

  • Batu dalam ginjal dan gagal ginjal
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Hipertensi dan kolesterol
  • Katarak
  • Segala jenis kista, polip, tumor, kanker
  • Penyakit yang berhubungan dengan THT yang memerlukan pembedahan
  • Kencing manis
  • TBC
  • Gangguan kelenjar tiroid
  • Hernia
  • Ganggungan hematologi (kelainan darah)

Beberapa produk kadang berbeda dalam menetapkan jumlah penyakit khusus. Untuk detailnya harus dilihat di buku polis yang diambil.

Kenapa penyakit khusus dikenakan masa tunggu 12 bulan? Karena penyakit jenis ini jika muncul hari ini, sebetulnya dia sudah mengendap beberapa lama sebelumnya. Contoh batu ginjal, itu batu tidak tiba-tiba langsung besar dan bikin orang tak bisa kencing, tapi melalui proses perlahan-lahan yang seringkali tidak disadari. Sejumlah penyakit khusus juga membutuhkan proses penyembuhan yang lama, atau bahkan tidak bisa hilang. Seperti kolesterol dan diabetes, keduanya hampir-hampir tidak bisa dihilangkan secara total.

Hal ini berbeda misalnya dengan penyakit biasa (kita sebut saja begitu), yang bisa tiba-tiba muncul tapi jika diobati dengan benar bisa langsung hilang tanpa bekas. Misalnya tipes, akibat kecapaian dan kurang tidur, orang bisa kena tipes dan butuh dirawat, tapi setelah menginap beberapa hari di rumah sakit, dia bisa pulih kembali seperti sediakala. Atau DBD, kena gigitan nyamuk lalu sakit panas tinggi, setelah masa kritis terlewati dia bisa sembuh secara total.

Sedangkan penyakit yang sudah ada adalah penyakit yang sudah pernah dialami, dirasakan, dilakukan pengobatan, atau disarankan untuk pengobatan terlepas dari pengobatannya sudah dilakukan atau belum.

Tidak semua penyakit yang pernah dialami akan masuk kategori preexisting. Penyakit biasa seperti tipes dan DBD, walaupun pernah dialami, biasanya akan diabaikan saja karena penyakit ini bisa sembuh total.

Tapi penyakit-penyakit khusus atau kronis seperti disebutkan di atas, jika pernah dialami, akan dipertimbangkan untuk masuk kondisi preexisting. Bekas luka permanen atau cacat akibat kecelakaan juga masuk preexisting. Biasanya diperlukan dokumen medis tambahan atau bahkan permintaan tes medis untuk melihat kondisi terkini kesehatan calon nasabah. Dari situ underwriting akan memutuskan apakah pengajuan polis dengan adanya penyakit yang sudah ada tersebut ditanggung dengan premi standar, atau dikenakan premi tambahan, atau dikenakan pengecualian, atau dikenakan masa tunggu yang lebih lama.

Pengecualian-pengecualian Lainnya

Perlu dipahami bahwa asuransi kesehatan dibuat untuk melindungi penggunanya dari kehilangan uang akibat risiko sakit, yang itu tentunya tidak diinginkan, tidak disengaja, dan tidak diketahui waktunya. Siapa yang mau sakit? Tentunya tidak ada. Tapi karena sakit bisa datang kapan saja, dan sakit butuh biaya, maka perlu disiapkan biayanya.

Tapi ada beberapa risiko yang timbul karena sesuatu yang diinginkan, disengaja, dan diketahui waktunya. Nah, risiko-risiko ini tidak ditanggung dalam asuransi kesehatan. Contohnya bisa banyak sekali, antara lain:

  • Perawatan kecantikan atau kosmetika
  • Perawatan untuk meningkatkan kesuburan
  • Perawatan untuk menambah atau menurunkan berat badan
  • Kecelakaan akibat melakukan hobi berisiko tinggi
  • Kehamilan dan melahirkan (kecuali ditambah rider melahirkan).

Semua itu keinginan sendiri, jadi tidak ditanggung karena tidak sesuai dengan tujuan dibuatnya asuransi kesehatan. Melahirkan pun sebetulnya bukan area yang perlu untuk diasuransikan, tapi karena banyak permintaan maka ada perusahaan asuransi yang membuat produk ini, dengan syarat dan kondisi yang ketat, antara lain masa tunggu yang lebih lama dari masa kehamilan normal dan premi yang cukup tinggi.

Ekses Klaim

Fasilitas cashless merupakan salah satu kelebihan asuransi kesehatan, di mana peserta cukup menunjukkan kartu asuransinya saat awal masuk rumah sakit sehingga tidak perlu setor deposit atau gesek kartu kredit. Tapi kenyamanan ini hanya berlaku selama limit asuransi masih ada.

Pada asuransi kesehatan dengan inner limit, sangat mungkin limit manfaat tertentu akan habis padahal nasabah masih dirawat. Hal ini menimbulkan selisih biaya antara tagihan rumah sakit dengan biaya yang ditanggung asuransi. Inilah yang disebut ekses klaim, dan harus dibayar oleh nasabah sebelum pulang dari rumah sakit.

Sedangkan pada asuransi kesehatan sesuai tagihan, selama nasabah masuk kamar perawatan yang sesuai haknya, potensi ekses klaim sangat kecil tapi bukan berarti tidak ada. Bisa saja limit tahunan habis. Dan jika masuk kamar lebih tinggi dari plan, sudah pasti akan kena ekses klaim. Ada yang dikenakan inner limit seperti pada produk Smartmed Premier, ada juga yang secara prorata seperti pada produk Rider HSCPX dan pada umumnya asuransi kesehatan sesuai tagihan lainnya. Prorata artinya harga kamar sesuai plan dibagi harga kamar yang dimasuki dikalikan jumlah tagihan rumah sakit.

Double Claim dan COB

Ada orang punya lebih dari satu asuransi kesehatan, atau sudah punya asuransi dari kantor tapi tertarik saat ada agen menawari asuransi. Pertanyaannya, bisakah double claim?

Jawabnya, tidak bisa double claim, tapi bisa COB (coordination of benefit).

Apa bedanya double claim dengan COB?

Dengan double claim, kedua asuransi kesehatan diharapkan memberikan penggantian secara penuh sesuai benefit yang diberikan. Contoh, tagihan rumah sakit 50 juta. Asuransi pertama sudah membayar misalnya 40 juta, lalu asuransi kedua dari tabel manfaatnya mampu membayar 25 juta. Nah, yang 25 juta ini tidak bisa diklaim seluruhnya (double claim), tapi yang bisa diklaim adalah sebesar selisihnya saja yaitu 10 juta (COB).

COB juga bisa diberlakukan antara asuransi JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) BPJS dengan asuransi swasta, jika ada ekses klaim pada JKN (misalnya karena naik kelas perawatan atau untuk obat-obatan yang tidak ditanggung JKN).

Dalam hal ini asuransi kesehatan berbeda dengan asuransi penyakit kritis atau asuransi jiwa yang manfaatnya berbentuk uang pertanggungan sesuai yang tertera di polis. Kedua asuransi yang disebut terakhir ini bisa double claim dengan asuransi sejenis lainnya, baik dari perusahaan yang sama maupun perusahaan yang berbeda.

Oya, ada satu jenis asuransi kesehatan yang bisa double claim, yaitu asuransi santunan harian (cash plan). Produk ini memberikan santunan harian sesuai jumlah hari dirawat. Jika santunan per hari 500 ribu, dirawat lima hari, maka nasabah mendapat 2,5 juta, dan cara klaimnya reimbursement. Produk ini merupakan pelengkap dari asuransi kesehatan. Dasar pemikirannya adalah bahwa memang tagihan rumah sakit bisa dibayar oleh asuransi kesehatan, tapi pengeluaran di luar tagihan rumah sakit seperti transportasi, makanan untuk orang yang menemani, sampai kehilangan potensi penghasilan karena tidak bekerja selama sakit, semua itu tidak diganti oleh asuransi kesehatan. Jadi diperlukan asuransi santunan harian untuk menggantikan hal-hal tsb.

Demikian hal-hal yang perlu diketahui mengenai asuransi kesehatan. Sebetulnya masih banyak yang perlu dibahas, tapi ini pun sudah cukup panjang. Jadi untuk hal-hal yang belum dijelaskan atau kurang dipahami, silakan ditanyakan saja mudah-mudahan bisa dijawab.

Semoga bermanfaat. []

Untuk konsultasi tentang asuransi, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (MDRT Allianz 2021)

HP/WA: 082111650732 | Email: myallisya@gmail.com | Youtube: Asep Sopyan Network

Asuransi Kesehatan, Pengetahuan Produk

4 Produk Asuransi Kesehatan Cashless dari Allianz

Allianz memiliki banyak pilihan produk asuransi kesehatan, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran. Artikel ini akan menjelaskan satu per satu tiap produk yang tersedia.

Ada empat produk asuransi kesehatan cashless yang tersedia di Allianz, yaitu:

  1. Allisya Care/Maxi Violet (asuransi kesehatan murni, inner limit)
  2. Smartmed Premier (asuransi kesehatan murni, sesuai tagihan)
  3. Rider HSC Plus (asuransi kesehatan unitlink, inner limit)
  4. Rider HSC Premier X (asuransi kesehatan unitlink, sesuai tagihan)

Anda dapat mengklik tiap produk untuk mendapatkan penjelasan langsung, dapat juga membaca artikel ini sampai tuntas. Tapi sebelum itu, coba teliti dulu apa yang anda mau.

  • Mau yang klaimnya sesuai tagihan, ada Smartmed Premier dan Rider HSC Premier X.
  • Mau yang plan kamarnya berdasarkan jumlah tempat tidur, bukan harga kamar, ada Rider HSC Premier X.
  • Mau yang klaimnya bisa cashless di luar negeri, ada Smartmed Premier dan Rider HSC Premier X.
  • Mau yang satu polis bisa sekeluarga, ada Allisya Care/Maxi Violet dan Smartmed Premier.
  • Mau yang bukan unit-link, ada Allisya Care/Maxi Violet dan Smartmed Premier.
  • Mau yang preminya murah, ada Allisya Care/Maxi Violet dan rider HSC+.
  • Mau yang syariah, ada Allisya Care dan Rider HSC Premier X (pada Tapro syariah).
  • Mau yang preminya bisa bayar bulanan, ada Rider HSC Plus dan Rider HSC Premier X.
  • Mau yang bisa ditambah rawat jalan dan persalinan, ada Allisya Care/Maxi Violet dan Smartmed Premier.
  • Yang terlanjur punya penyakit ingin penyakitnya ditanggung, ada Smartmed Premier dan Rider HSC Premier X (kondisi pre-existing ditanggung setelah 24 bulan).
  • Mau yang kemoterapi dan cuci darah ditanggung sesuai tagihan, ada Rider HSC Premier X.
  • Mau yang ada asuransi jiwanya, ada Rider HSC Plus dan Rider HSC Premier X.
  • Mau yang bisa digabung dengan santunan penyakit kritis, ada Rider HSC Plus dan Rider HSC Premier X.
  • Mau yang ada investasinya, ada Rider HSC Plus dan Rider HSC Premier X.
  • Umur sudah lewat 60 tahun ingin ambil asuransi kesehatan, ada Smartmed Premier, Rider HSC Plus, dan Rider HSC Premier X.
  • Mau asuransi kesehatan untuk anak tapi orangtuanya tidak usah ikut, jangan khawatir: yang mana pun bisa.
  • Mau yang klaimnya cashless, tidak usah deposit kalau rawat inap, jangan khawatir: semuanya cashless.

Nah, sudah ketemu apa yang anda mau?

Jika sudah, silakan hubungi saya langsung untuk mendapatkan penawaran.

Asep Sopyan (Senior Business Partner Allianz)

HP/WA: 082111650732 | Email: myallisya@gmail.com

*****

Jika belum, silakan lanjut membaca penjelasan tiap produk berikut ini.

1. Allisya Care/Maxi Violet

Allisya Care dan Maxi Violet ini produk kembar, makanya saya tulis dalam garis miring. Perbedaan utamanya, Allisya Care akadnya syariah, Maxi Violet tidak. Akad syariah artinya setiap peserta Allisya Care meniatkan premi yang dibayarkannya untuk membantu para peserta (termasuk dia sendiri) jika terkena sakit. Semua premi yang disetor menjadi milik para peserta (secara bersama-sama), sedangkan Allianz hanya sebagai pengelola yang menerima upah (fee, ujrah).

Dari segi benefit atau manfaat, keduanya sama persis. Ada pun preminya beda sedikit saja. Allisya Care lebih murah, sedangkan Maxi Violet lebih mahal dengan selisih 5%. Kenapa begitu? Karena Maxi Violet menyediakan fitur no-claim bonus berupa diskon premi perpanjangan sebesar 20% jika tidak ada klaim di tahun sebelumnya. Allisya Care ada no-claim bonus juga, tapi bonusnya tergantung surplus klaim di tahun sebelumnya, jadi tidak dijamin ada diskon. Karena ada jaminan diskon 20% ini, maka premi Maxi Violet di tahun kedua dan seterusnya, jika tidak ada klaim, akan lebih murah daripada Allisya Care.

Premi Allisya Care dan Maxi Violet akan mendapat tambahan diskon 5% jika menyertakan anggota keluarga dalam satu polis. Misal, suami menambahkan istrinya dan anak-anaknya dalam satu polis, maka premi tiap orang ditambahkan lalu didiskon 5%.

Selain itu, ada diskon lagi sebesar 10% jika peserta Allisya Care atau Maxi Violet memiliki produk asuransi jiwa Tapro yang sama jenisnya. Tapro yang syariah (Allisya Protection Plus) untuk Allisya Care, dan Tapro konvensional (Smartlink Flexi Account Plus) untuk Maxi Violet.

Dengan demikian, jika sebuah keluarga mengambil Allisya Care/Maxi Violet dan salah satu di antara peserta tsb memiliki asuransi jiwa Tapro, maka diskon yang diperoleh sebesar 15%. Khusus Maxi Violet, ada tambahan diskon lagi 20% saat perpanjangan polis jika tidak ada klaim di tahun sebelumnya. Jadi, total diskon Maxi Violet bisa mencapai 35%. Luar biasa, bukan? Ini adalah produk asuransi kesehatan termurah di kelasnya.

Allisya Care dan Maxi Violet terdiri dari 8 plan berdasarkan harga kamar di rumah sakit, yaitu mulai plan 100 (kamar 100 ribu per hari) sd plan 1000 (kamar 1 juta per hari). Kedua produk ini adalah produk lama, jadi masih menyediakan plan 100 ribu dan maksimalnya pun hanya kamar 1 juta.

Berikut adalah benefit Allisya Care dan Maxi Violet untuk manfaat Rawat inap.

Tabel Manfaat Allisya Care (Rawat Inap)

Sedangkan preminya sebagai berikut. Yang pertama premi Allisya Care, dan selanjutnya premi Maxi Violet.

Tabel Premi Allisya Care (per tahun)
Tabel premi Maxi Violet (Rawat inap, per tahun)

Sebagai contoh, seorang pria usia 34 tahun mengambil program Allisya Care plan G (kamar 750 ribu per hari). Maka preminya adalah 3,655 juta + admin 36 ribu = 3,691 juta setahun. Jika pria tsb memiliki Tapro Allisya Protection Plus, maka ada diskon 10% (365,500), sehingga premi yang dibayar menjadi 3,325,500 setahun.

Jika pria tsb mengambil Maxi Violet plan G, maka preminya adalah 3,841 juta + admin 36 ribu = 3,877 juta setahun. Dan jika pria ini memiliki produk Tapro Smartlink Flexi Account Plus, dia mendapat diskon 10% (384,100) sehingga premi yang dibayar menjadi 3,492,900 setahun.

Diskon akan ditambah lagi 5% jika menyertakan anggota keluarga (pasangan, anak).

Demikian sekilas penjelasan tentang produk Allisya Care dan Maxi Violet.

Lebih lengkap tentang Allisya Care, bisa dibaca di SINI.

Lebih lengkap tentang Maxi Violet, bisa dibaca di SINI.

Perbedaan Allisya Care dan Maxi Violet, bisa dibaca di SINI.

Sekarang kita lanjut ke produk berikutnya. Smartmed Premier.

2. Smartmed Premier

Berbeda dengan Allisya Care dan Maxi Violet yang menerapkan inner limit alias limit untuk setiap item manfaat (dokter, pembedahan, obat, dll), Smartmed Premier adalah asuransi kesehatan yang mengganti biaya rumah sakit SESUAI TAGIHAN, dengan limit 6 miliar setahun. Selama syaratnya terpenuhi, biaya-biaya perawatan  seperti kamar, ICU, dokter, spesialis, obat-obatan, pembedahan, dan lain-lain akan diganti sesuai tagihan RS.

Syarat agar bisa ditanggung sesuai tagihan adalah menempati kamar di rumah sakit sesuai dengan plan yang diambil. Plan Smartmed Premier terdiri dari 10 plan berdasarkan harga kamar, mulai dari plan A (kamar 500rb per hari) sampai plan J (kamar 6 juta per hari).

Bagaimana jika kamar yang sesuai plan tidak tersedia, sehingga peserta harus menempati kamar di atas haknya? Maka dia boleh menempati kamar satu tingkat di atas haknya selama 2 hari, setelah itu dia harus kembali ke kamar yang sesuai plan. Jika masih juga tidak tersedia, maka akan dikenakan limit untuk tiap item manfaat yang diterimanya.

Smartmed Premier menyediakan fasilitas cashless di luar negeri, selain di Indonesia tentunya, yaitu di negara Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja, dan China. Keunggulan lain dari Smartmed Premier adalah menanggung kondisi preexisting (penyakit atau luka yang sudah ada) setelah polis berjalan 2 tahun. Produk ini juga menanggung manfaat kemoterapi dan cuci darah dengan limit yang lumayan besar.

Berikut adalah Tabel Manfaat Smartmed Premier.

Dan tabel berikut adalah premi Smartmed Premier, yang dibedakan berdasarkan jenis kelamin, usia, dan plan kamar yang diambil. Premi merupakan premi tahunan.

Sebagai contoh, seorang pria umur 38 tahun mengambil Smartmed Premer plan C (kamar 1 juta), maka preminya adalah Rp. 6,959,800 setahun ditambah admin 36,000 = 6,995,800 setahun. Premi akan tetap sampai usianya 40 tahun, lalu di usia 41 preminya menjadi Rp. 8,701.200 setahun.

Jika dia menyertakan anggota keluarga (pasangan, anak), preminya akan mendapat diskon 5%.

Selengkapnya tentang Smartmed Premier bisa dibaca di SINI.

3. Rider HSC Plus

Rider HSC Plus (Hospital and Surgical Care Plus) memiliki tabel manfaat yang hampir sama dengan Allisya Care dan Maxi Violet. Bedanya, HSC Plus ditambah dengan manfaat perawatan kanker (seperti kemoterapi, radiologi), dialisa (cuci darah), dan fisioterapi, sedangkan Allisya Care/Maxi Violet tidak ditambah manfaat tersebut.

Bedanya lagi, HSC Plus menyediakan plan kamar di atas 1 juta, yaitu kamar 1,25 juta sampai kamar 3 juta per hari, sedangkan Allisya Care dan Maxi Violet maksimal kamar 1 juta. Total plan Rider HSC Plus ada 12, yaitu plan 100, 200, 350, 500, 750, 1000, 1250, 1500, 1750, 2000, 2500, dan 3000.

Rider HSC Plus dikemas dalam format unit-link, yaitu sebagai rider (asuransi tambahan) pada produk asuransi jiwa Tapro Allianz (Allisya Protection Plus untuk yang syariah, dan Smartlink Flexi Account Plus untuk yang konvensional). Dengan demikian, cara bayarnya mengikuti produk dasarnya, bisa tahunan ataupun bulanan, kuartalan, dan semesteran.

Berikut adalah tabel manfaat Rider HSC Plus.

Tabel Manfaat HSC+
Tabel Manfaat HSC+

Untuk mengetahui preminya, anda bisa menghubungi saya dengan menyebutkan nama, tanggal lahir, jenis kelamin, pekerjaan, merokok atau tidak, dan plan kamar yang diinginkan. Tidak ada tabel premi untuk rider HSC Plus, karena preminya mengikuti produk dasar dan sangat tergantung pada besarnya manfaat lain (UP dasar dan rider lainnya).

Tapi sebagai contoh, seorang pria usia 34 tahun mengambil rider HSC+ Plan kamar 1 juta, preminya adalah 1 juta per bulan. UP jiwa kecil saja, yaitu 20 juta, dan saya tambahkan Payor benefit untuk bebas premi jika nasabah mengalami penyakit kritis atau cacat tetap total. Ilustrasi ini belum ditambah manfaat lain seperti santunan untuk penyakit kritis, kecelakaan, dan cacat tetap total. Ilustrasi bisa dilihat di bawah.

Berikut adalah tabel manfaat rider HSC+ plan kamar 1 juta per hari.

Tabel manfaat HSC+ plan 1000

Lebih lengkap tentang rider HSC+, silakan dibaca di SINI.

4. Rider HSC Premier X

Rider HSC Premier X (HSCPX) adalah produk asuransi kesehatan terbaru dari Allianz, dan juga paling luar biasa manfaatnya. Rider HSC Premier X menggabungkan semua keunggulan yang mungkin anda dapat dari beraneka produk asuransi kesehatan lain.

Berbeda dengan produk-produk sebelumnya yang plan kamarnya didasarkan pada harga kamar, Rider HSCPX plannya didasarkan pada jumlah tempat tidur, wilayah pertanggungan, dan limit tahunan. Ada 9 pilihan plan yang disediakan, yaitu Basic, Basic X, Classic, Essential, Essential X, Elite, Elite X, Prime, dan Signature.

Garis besarnya bisa dilihat di bawah ini:

Rider HSC Premier X tersedia sebagai rider (manfaat tambahan) pada produk Tapro Allianz (Allisya Protection Plus untuk yang syariah dan Smartlink Flexi Account Plus untuk nonsyariah). Dengan demikian, preminya tergantung pada besaran UP jiwa dan manfaat lainnya jika diambil.

Berikut adalah tabel premi Tapro jika ditambah rider HSC Premier X, dengan asumsi UP jiwa minimal, tanpa rider lain, dan investasi kecil.

Harga terbaik untuk rider ini bisa dicek pada plan Classic. Dengan premi di bawah 1 juta per bulan, anda bisa mendapatkan hak untuk dirawat di kamar kelas VIP di rumah sakit-rumah sakit terbaik di Indonesia. Tidak perlu khawatir soal nombok, karena produk ini menanggung biaya perawatan sesuai tagihan dengan limit 2 miliar. Jika 2 miliar habis, masih ada limit 8 miliar yang berlaku untuk seumur hidup.

Selengkapnya tentang HSC Premier X, silakan dibaca di SINI.

Demikian penjelasan ringkas tentang produk-produk asuransi kesehatan cashless yang tersedia di Allianz.

Permohonan Ilustrasi Produk

Silakan mengisi form berikut:


Untuk konsultasi lebih lanjut, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Atau:

Hubungi Agen Allianz di Kota Anda

Pengetahuan Produk

Hospital & Surgical Care Premier, Asuransi Kesehatan Sesuai Tagihan Terbaik dari Allianz

Pada bulan Januari 2019, Allianz Life Indonesia meluncurkan produk asuransi kesehatan terbaik di kelas premium, yaitu rider Hospital & Surgical Care Premier. Produk ini merupakan rider (asuransi tambahan) pada asuransi jiwa unitlink Tapro (Allisya Protection Plus dan Smartlink Flexi Account Plus).

Keunggulan

Rider HSC Premier memiliki sejumlah keunggulan antara lain:

  1. Menanggung biaya perawatan SESUAI TAGIHAN (as charged).
  2. Klaim secara cashless di Indonesia dan luar negeri, sesuai wilayah pertanggungan.
  3. Plan didasarkan pada jumlah tempat tidur, bukan harga kamar.
  4. Akomodasi untuk pendamping bagi pasien di bawah usia 15 tahun dan di atas 55 tahun.
  5. Menanggung transplantasi dan donor organ
  6. Perawatan kanker dan cuci darah sesuai tagihan
  7. Kondisi penyakit yang sudah ada (preexisting) ditanggung setelah 24 bulan.
  8. Masa tunggu kanker dan penyakit kritis katastropik hanya 90 hari.
  9. Memberikan santunan tunai hingga 500 juta untuk penyakit katastropik
  10. Menanggung pengobatan tradisional China
  11. Menanggung peralatan medis dan anggota tubuh buatan.
  12. Menanggung perawatan paliatif (perawatan untuk penyakit yang tidak diharapkan dapat sembuh)
  13. Dilengkapi opini medis kedua (expert medical opinion)
  14. Dilengkapi manfaat booster untuk menambah limit seumur hidup.
  15. Klaim reimburse dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Allianz Eazy Claim.
  16. Masa perlindungan hingga usia 99 tahun.
  17. Tersedia dalam produk syariah (Allisya Protection Plus)

Pilihan Plan

Rider HSC Premier memiliki 5 pilihan plan, yaitu Silver, Gold, Platinum, Titanium, dan Infinite. Plan dibedakan berdasarkan jumlah tempat tidur, wilayah pertanggungan, dan limit tahunan.

Plan HSC Premier

Tabel Manfaat

Selengkapnya manfaat HSC Premier dapat dilihat pada tabel berikut:

Berapa Preminya?

Premi tergantung usia, jenis kelamin, dan plan yang diambil. Selain itu, karena produk ini merupakan rider dari asuransi jiwa, premi juga tergantung besarnya UP jiwa dan rider lainnya.

Berikut adalah tabel premi Rider HSC Premier dengan UP jiwa minimal sesuai ketentuan dan tanpa rider lain.

Ketentuan Umum

Nama produkRider Hospital and Surgical Care Premier (HSC Premier)
Jenis produkRider (asuransi tambahan) pada asuransi jiwa unitlink
Manfaat produkRawat inap dan pembedahan, dilengkapi dg:  

– Manfaat rawat jalan terkait rawat inap

– Manfaat rawat jalan darurat

– Manfaat penyakit kritis

– Manfaat tambahan lainnya

(Selengkapnya lihat Tabel Manfaat HSC Premier)

Produk dasarTapro Allisya Protection Plus (syariah)  

Tapro Smartlink Flexi Account Plus (konvensional)

KontrakMengikuti produk dasar
Mata uangRupiah
Usia masukMulai 30 hari sd 70 tahun
Masa perlindunganTersedia pilihan mulai usia 50, 60, 70, 80, 90, sd usia 99 tahun
Pilihan plan  

(didasarkan pada jumlah tempat tidur, wilayah perlindungan, dan limit tahunan)

Ada 5 plan:  

1. Silver (2 tempat tidur, Indonesia & Malaysia, limit 1,5M)

2. Gold (1 tempat tidur, Indonesia & Malaysia, limit 3M)

3. Platinum (1 tempat tidur, Asia, limit 5M)

4. Titanium (1 tempat tidur, seluruh dunia kecuali USA, limit 7,5M)

5. Infinite (1 tempat tidur, seluruh dunia, limit 12,5M)

Persyaratan UP dasarSyarat minimal UP jiwa dasar untuk setiap plan:  

1. Silver => minimal UP 100 juta

2. Gold =>  minimal UP 200 juta

3. Platinum => minimal UP 300 juta

4. Titanium => minimal UP 400 juta

5. Infinite => minimal UP 500 juta

Masa tungguMasa tunggu dibedakan berdasarkan sebabnya:  

– Kecelakaan => tanpa masa tunggu

– Penyakit secara umum => masa tunggu 30 hari

– Penyakit khusus/kronis => masa tunggu 12 bulan

– Penyakit yang sudah ada => masa tunggu 24 bulan

Cara klaim– Cashless di RS rekanan Allianz di wilayah perlindungan  

– Reimburse di luar RS rekanan Allianz di wilayah perlindungan

Klaim di luar wilayah perlindunganHanya berlaku untuk kondisi darurat atau karena kecelakaan.
  

Daftar RS Rekanan Allianz

Daftar rumah sakit rekanan Allianz untuk produk HSC Premier bisa dilihat di web allianz.co.id.

Pilih kategori: Daftar Rumah Sakit/Klinik Asuransi Individu (untuk klaim di Indonesia) dan Daftar Rumah Sakit Luar Negeri (untuk klaim di luar negeri).

Cara Pendaftaran Polis

Untuk mendaftar produk ini, caranya mengisi SPAJ (Surat Permohonan Asuransi Jiwa) dengan melampirkan dokumen sbb:

  1. KTP calon tertanggung/pemegang polis
  2. Akta lahir (untuk calon tertanggung anak)
  3. Dokumen lain jika diperlukan

Sebelumnya pastikan anda telah mendapatkan ilustrasi produk dan menyetujui penawaran yang diberikan.

Permintaan Proposal Ilustrasi

Untuk mendapatkan ilustrasi produk ini, silakan mengisi form berikut:

Terima kasih.


Untuk konsultasi secara gratis, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082111650732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Agen Allianz sejak November 2011

Atau:

Cari Agen di Kota Anda