Edukasi Asuransi

Kenapa Kita Butuh Asuransi?

Kenapa kita butuh asuransi? Karena dalam hidup ini setiap manusia berkemungkinan mengalami yang namanya musibah atau risiko, di mana musibah ini menimbulkan dampak keuangan atau biaya untuk menanganinya, atau disebut kerugian finansial. Kerugian finansial inilah yang dikurangi oleh asuransi.

Tapi tidak semua musibah perlu diasuransikan. Musibah yang perlu diasuransikan musibah hanya yang memiliki dua ciri sekaligus. Pertama, menimbulkan kerugian finansial yang besar. Kedua, waktunya tidak dapat diketahui.

Ukuran besar artinya berat, atau sangat berat, atau terlalu berat, atau bahkan tidak akan sanggup jika ditanggung sendirian. Tidak dapat diketahui artinya bisa terjadi kapan saja, mungkin bertahun-tahun ke depan, atau mungkin juga besok pagi. Who knows?

Jika musibah itu kerugian finansialnya kecil, mestinya bisalah ditanggung sendiri. Contohnya sakit ringan yang cukup dengan obat warung atau sekali konsultasi ke dokter dan tidak memerlukan rawat inap. Jadi tidak perlu dikit-dikit asuransi, dikit-dikit asuransi. Asuransi kok dikit-dikit hehe.

Jika musibah itu waktunya dapat diketahui, eh, emang ada musibah yang waktunya dapat diketahui? Oke, istilah yang lebih tepat adalah risiko. Jika risiko itu waktunya dapat diketahui, maka tetap perlu dipersiapkan untuk menangani dampak keuangannya, tapi caranya bukan dengan asuransi.

Contohnya pendidikan anak. Jika saat ini anak anda berumur 2 tahun, kapan dia butuh uang untuk sekolah? Tidak mungkin tiba-tiba besok kan? Mungkin dia masuk TK umur 5 tahun, berarti butuh uangnya sekitar tiga tahun lagi. Masuk SD umur 7 tahun, berarti butuh uangnya lima tahun lagi. Kuliah umur 18 tahun, berarti butuh uangnya 16 tahun lagi. Masih lama? Tapi bukan berarti santai. Semua itu harus dipersiapkan dananya, tapi bukan lewat asuransi, melainkan lewat menabung atau investasi.

Bedakan antara nabung atau investasi dengan asuransi. Seringkali memang agen menawari asuransi dengan bahasa nabung. Sebetulnya itu beda sekali, sehingga menimbulkan salah persepsi di benak nasabah. Masalahnya ketahuan begitu nasabah mau tarik dana, kok jauh banget dengan premi yang telah disetorkan.  Jauh dalam arti: lebih kecil. Jadi mulai sekarang, kepada para agen, berhentilah menggunakan istilah nabung saat menawarkan asuransi, agar anda tidak diomeli nasabah setahun atau dua tahun kemudian. Nabung dan investasi pun beda, tapi nantilah kita bahas di kesempatan lain.

Cara yang sama untuk risiko-risiko lain yang waktunya bisa diketahui atau direncanakan, yaitu perjalanan ibadah haji, pensiun, liburan, bahkan melahirkan.

Jadi, asuransi hanya diperlukan untuk risiko yang butuh biaya besar dan waktunya tidak dapat diketahui. Apa saja itu?

Pertama, sakit yang memerlukan rawat inap atau pembedahan.

Kedua, sakit kritis.

Ketiga, cacat tetap.

Keempat, meninggal dunia.

Keempatnya saya singkat RSCM. Rawat inap, Sakit kritis, Cacat tetap, dan Meninggal dunia. Keempatnya butuh biaya besar dan waktunya tidak dapat diketahui.

Sakit kalau sudah memerlukan rawat inap atau pembedahan, sudah pasti biayanya besar, mulai jutaan ke atas, bisa puluhan, ratusan juta, bahkan miliaran. Besaran biayanya tergantung jenis penyakit, lamanya perawatan, fasilitas rumah sakit, dan lain-lain. Asuransinya disebut Hospital and Surgical (HS) dan inilah yang biasa disebut asuransi kesehatan. Manfaatnya diberikan dalam bentuk penggantian biaya ke rumah sakit, dan cara klaimnya dilengkapi fasilitas kartu cashless. Jadi peserta cukup membawa kartu tsb sebagai pengganti deposit saat harus dirawat inap di rumah sakit.

Sakit kritis, apa bedanya dengan sakit yang memerlukan rawat inap dan pembedahan? Oke. Sakit kritis sudah pasti, atau pada umumnya, memerlukan rawat inap dan pembedahan. Jadi di sini bisa pakai asuransi kesehatan.

Tapi sakit kritis disebut secara khusus karena ada kemungkinan dampak lain di luar biaya rumah sakit, dan nilainya bisa lebih besar, yaitu turunnya atau bahkan hilangnya kemampuan bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Contoh sakit kritis misalnya kanker, stroke, gagal ginjal, dan jantung. Orang yang kena kanker atau stroke, biasanya tidak mampu bekerja lagi bukan? Bukan hanya saat dirawat di RS, tapi setelah pulang ke rumah pun masih harus menjalani perawatan jangka panjang.

Asuransi penyakit kritis diberikan dalam bentuk uang tunai sekaligus alias lumpsum dalam jumlah besar, langsung ke nasabah bukan ke rumah sakit, sehingga penggunaannya lebih fleksibel. Bisa untuk biaya perawatan, bisa untuk biaya hidup, dan bisa juga disimpan saja untuk pendidikan anak. Bahkan untuk liburan pun bisa, mudah-mudahan mempercepat kesembuhan.

Kemudian cacat tetap, baik cacat sebagian ataupun total, bisa disebabkan kecelakaan ataupun penyakit. Kerugian yang ditimbulkannya adalah turunnya atau hilangnya kemampuan bekerja. Asuransinya ada dua, yaitu asuransi kecelakaan (Accidental Death and Disability Benefit atau ADDB) dan asuransi cacat tetap total (Total Permanent Disability atau TPD). Asuransi penyakit kritis seperti disebut di atas pun menanggung risiko cacat tetat total.

Lalu meninggal dunia. Pada umumnya orang yang sudah meninggal dunia tidak mampu lagi menghasilkan uang untuk keluarganya. Kecuali jika dia punya harta yang teramat banyak, atau punya asuransi jiwa. Jadi kalau anda belum punya harta yang teramat banyak untuk diwariskan, milikilah asuransi jiwa.

Itu adalah risiko-risiko yang terkait jiwa. Selain itu ada risiko-risiko terkait harta benda kita, terutama yang bernilai besar seperti rumah dan mobil. Keduanya mungkin mengalami kerusakan karena kebakaran, gempa, banjir, atau kerusuhan, dan mobil dapat mengalami tabrakan atau dicuri orang. Jadi kita pun perlu asuransi untuk rumah dan mobil. Bagaimana dengan motor? Motor nilainya tidak terlalu besar, kalau rusak kecil-kecil malah cuma numpang ribet ngurus asuransinya, jadi cukup total loss only atau asuransi untuk kehilangan dan kerusakan berat.

Demikian alasan kenapa kita butuh asuransi. Saya ulangi, jawabannya karena ada risiko yang butuh biaya besar dan waktunya tidak dapat diketahui. Sadar itu sebelum terlambat.

Terima kasih. []


Untuk konsultasi tentang asuransi, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Jadi agen asuransi Allianz sejak November 2011

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Asuransi umum

[Sharing Closing] Annual Travel Pro Plan Premier untuk Sekeluarga

Bulan Desember 2019, saya closing produk Annual Travel Pro untuk satu keluarga dengan jumlah 5 orang. Nasabah adalah seorang direktur di perusahaan multinasional, di mana perjalanan ke luar negeri maupun dalam negeri seolah sudah menjadi keseharian, termasuk bersama keluarga.

Annual Travel Pro adalah asuransi perjalanan dengan masa asuransi satu tahun, mencakup perjalanan luar negeri maupun domestik. Annual Travel Pro tidak menghitung jumlah perjalanan dalam satu tahun.

Sebetulnya Annual Travel Pro tidak bisa untuk sekeluarga. Jadi untuk kasus ini polisnya dibuat terpisah untuk tiap orang, dengan pemegang polis kepala keluarga.

Nasabah memilih plan Premier, dengan premi 2,211 juta per tahun per orang ditambah administrasi 36 ribu, jadi 2,243 juta. Dikalikan 5 orang jadi 11,215 juta.

Tabel manfaatnya sebagai berikut:

Di antara keunggulan Annual Travel Pro plan Premier ditandai dengan warna kuning di atas, yaitu:

  1. Menanggung biaya perawatan medis hingga tak terbatas.
  2. Penundaan perjalanan/bagasi diganti untuk setiap periode 4 jam. Di asuransi lain standarnya 6 jam.
  3. Santunan kematian dan cacat tetap akibat kecelakan 1,4 miliar. Mohon maaf, misal ada kejadian seperti pesawat jatuh, maka ahli waris mendapatkan santunan 1,4 miliar. Ini di luar yang mungkin diberikan juga oleh maskapai atau negara.
  4. Tanggung jawab pribadi dibantu hingga 7 miliar. Misalnya di negara tujuan tak sengaja menabrak seseorang, maka Allianz akan membantu menghadapi tuntutan dari korban, baik secara ekonomi maupun biaya hukum, hingga 7 miliar.
  5. Selain itu, setiap peserta Annual Travel Pro mendapatkan sebuah kartu tanda kepesertaan, yang bisa digunakan untuk mendapatkan layanan cashless di rumah sakit di seluruh dunia, jika mengalami kejadian dalam perjalanan yang memerlukan perawatan medis. Peserta tinggal menunjukkan kartu ke admin rumah sakit, dan pihak rumah sakit akan menelepon ke nomor kontak yang tertera di kartu.

Selengkapnya tentang produk Annual Travel Pro bisa dibaca di SINI.


Tertarik memiliki Annual Travel Pro? Silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Agen Asuransi Umum)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan 

Asuransi Jiwa

Tabel Tes Medis Terbaru 2020, Non-Medical sd UP 3,5 Miliar

Waktu saya menjadi agen Allianz tahun 2011, batas UP non-medical adalah 1,2 miliar. Setiap beberapa tahun, batas tersebut terus ditingkatkan. Pernah menjadi 1,6 miliar, lalu 2,5 miliar, dan mulai 10 Januari 2020 menjadi 3,5 miliar.

Hal ini tentunya akan semakin memudahkan masyarakat untuk berasuransi di Allianz. Peningkatan ini juga menunjukkan semakin besarnya kekuatan finansial Allianz karena berani menanggung UP besar tanpa mensyaratkan pemeriksaan kesehatan.

Berikut adalah tabel tes medis terbaru untuk dewasa.

Seperti terlihat pada tabel di atas, untuk usia 18 sd 45 tahun, batas non-medical adalah 3,5 miliar. Dengan catatan: calon tertanggung sehat tanpa riwayat sakit.

Artinya, jika nasabah sehat usia 18-45 tahun mengambil UP jiwa 3,5 miliar, dia tidak perlu melakukan medical check up. Polisnya akan otomatis disetujui dan perlindungan pun langsung berlaku begitu pengajuan sudah masuk ke Allianz.

Jika proses pendaftaran polis menggunakan aplikasi Allianz Discover di iPad, polis akan aktif dalam waktu tak sampai 1 menit setelah berkas lengkap di-submit. Lengkap artinya semua pertanyaan sudah diisi, kartu identitas dan lampiran lainnya sudah tersedia, dan premi pertama sudah dibayar.

Berapa premi untuk mendapatkan UP jiwa 3,5 miliar?

Tergantung usia dan jenis kelamin. Sebagai contoh, untuk pria sehat tidak merokok usia 30 tahun, preminya adalah 1,1 juta per bulan. UP 3,5 miliar diperoleh dari gabungan Asuransi Dasar sebesar 500 juta dan rider Term Life sebesar 3 miliar.

Sedangkan untuk wanita sehat usia 30 tahun, preminya adalah 1 juta per bulan.

Bagaimana kalau usia 45 tahun? Untuk pria, preminya adalah 3 juta per bulan. Untuk wanita, preminya 2,3 juta per bulan.

Premi belum termasuk jika ditambah rider lain, dan investasinya pun kecil.

Untuk usia anak (0 sd 17 tahun), batasnya lebih rendah. Tabelnya sebagai berikut:

Keterangan untuk tiap tipe tes medis dan singkatan di atas bisa dilihat di tabel di bawah.

Selengkapnya tentang ketentuan mengenai tes medis bisa dibaca di “Tabel Tes Medis“.


Untuk konsultasi tentang asuransi, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Jadi agen asuransi Allianz sejak November 2011

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda