Edukasi Asuransi

Apakah Asuransi Bisa Digantikan dengan Cara Lain?

Asuransi jiwaAsuransi itu perlindungan keuangan. Jika sakit, jika kecelakaan, jika cacat, jika meninggal, atau jika terjadi musibah lain yang menimbulkan dampak keuangan, asuransi bisa membantu meringankan kerugian keuangan yang timbul.

Asuransi tidak bermaksud mencegah semua itu terjadi. Asuransi hanya mengurangi dampak keuangan yang timbul akibat hal-hal tersebut.

Tapi meski semua itu tampaknya mudah dipahami, masih banyak orang yang menolak asuransi dengan bermacam alasan, dan mengira bahwa asuransi bisa diganti dengan hal lain.

5 Hal Yang Sering Dikira Bisa Menggantikan Asuransi

Ada orang yang berkata, “Saya mau nabung atau investasi sendiri saja.” Lanjutkan membaca “Apakah Asuransi Bisa Digantikan dengan Cara Lain?”

Edukasi Asuransi

Asuransi Itu Kebutuhan

Tuhan Menjamin Rezeki Setiap Makhluk

Asuransi itu kebutuhan. Sebagai kebutuhan, dia harus dipenuhi. Jika tidak dipenuhi, maka akan memunculkan kondisi darurat. Dalam kondisi darurat, banyak hal yang tidak seharusnya terjadi, terpaksa harus terjadi. Banyak hal yang tidak seharusnya dilakukan, terpaksa harus dilakukan.

Contoh 1

Manusia mungkin mengalami sakit. Jika sakit ingin sembuh. Untuk sembuh perlu uang. Jika uang tak ada atau tak cukup, muncullah kondisi darurat. Dalam kondisi darurat, tadinya tidak perlu jual harta, terpaksa harus jual harta. Tadinya tidak perlu pinjam uang, terpaksa harus pinjam uang. Tadinya tidak perlu minta sumbangan, terpaksa harus minta sumbangan. Jika solusi-solusi di atas masih kurang, tidak mustahil ada orang yang terpaksa harus melakukan kejahatan.

Tapi jika ada asuransi, dalam hal ini asuransi yang menanggung risiko kesehatan, kondisi darurat di atas tidak perlu terjadi. Ada asuransi yang akan membayarkan biaya perawatan penyakit.

Contoh 2

Manusia mungkin meninggal dunia. Jika meninggal dunia, dia tidak bisa bekerja lagi. Jika tidak bekerja lagi, dia tidak memiliki penghasilan. Jika yang meninggal ini adalah seorang ayah atau suami yang bekerja mencari nafkah, maka keluarganya kehilangan sumber penghasilan yang biasanya mereka terima. Jika istri bisa bekerja, masalah teratasi walaupun standar hidup mungkin harus diturunkan. Tapi jika istri tidak biasa bekerja, kondisi darurat muncul. Dia harus mampu menghidupi diri dan anak-anaknya.

Di zaman dahulu, seorang janda dan anak-anak yatim bisa berlindung kepada keluarga besar, komunitas, atau sukunya. Di zaman sekarang, bahkan keluarga besar pun belum tentu bisa diharapkan. Jadi, sekarang setiap keluarga harus mandiri, jangan sampai ketika kondisi darurat muncul, tidak ada seorang pun yang mau atau mampu memberikan bantuan.

Memang Tuhan menjamin rezeki setiap makhluk, tapi tetap saja untuk itu kita harus bekerja.

Asuransi, dalam hal ini asuransi jiwa, membantu setiap orang menghadapi kondisi darurat dengan menyediakan warisan yang cukup besar untuk menopang hidup keluarga yang ditinggalkan.

Simpulan

Dari dua contoh di atas, jelas bahwa asuransi itu kebutuhan. Dan ini tidak bisa ditawar lagi.

Hanya saja, asuransi tidak bisa diambil jika orang sudah sakit. Asuransi hanya bisa diambil saat masih sehat. Inilah sebabnya terkadang orang tidak mampu melihat pentingnya asuransi sebagai satu kebutuhan yang harus dipenuhi. Dan di sinilah tugas agen asuransi.

Lanjutan

Asuransi apa saja yang harus dimiliki? Silakan dibaca di artikel “Prioritas Asuransi dalam Keluarga”.

Produk apa yang memenuhi kebutuhan asuransi tersebut? Silakan dibaca di artikel “Tapro, Produk Unggulan Allianz”.

 

Untuk konsultasi mengenai asuransi Allianz, silakan menghubungi saya, agen asuransi Allianz di Serpong Tangerang Selatan:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com 

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Asuransi Syariah

Asuransi Syariah Bukan Hanya Tidak Haram, Tapi Juga Baik dan Mulia

fatwa-muiAsuransi, dalam hal ini asuransi syariah, bukan hanya tidak haram, tapi juga baik dan mulia.

Asuransi tidak haram, karena tidak ada satu pun teks dalam Alquran maupun hadis yang secara harfiah mengharamkan asuransi.

Asuransi itu baik, karena dia memenuhi salah satu kebutuhan manusia ketika tertimpa musibah, yaitu uang.

Asuransi itu mulia, karena melalui asuransi, manusia menerapkan praktik tolong-menolong dengan sesamanya.

Kebanyakan orang yang mengharamkan asuransi hanya terpaku pada aspek hukum, tapi luput melihat aspek maslahat dari asuransi itu sendiri, yaitu memenuhi kebutuhan manusia, dan nilai tambah yang ada padanya, yaitu sebagai wujud tolong-menolong. Padahal aspek hukum tentang asuransi ini pun sebetulnya masih merupakan area yang kosong, sehingga terbuka ruang yang luas bagi para ulama untuk berijtihad merumuskan hukum asuransi yang sesuai syariat, dengan dalil-dalil yang digali langsung dari Alquran dan hadis serta tradisi baik di zaman Nabi Muhammad Saw. Lanjutkan membaca “Asuransi Syariah Bukan Hanya Tidak Haram, Tapi Juga Baik dan Mulia”