Edukasi Asuransi

Asuransi Itu Biaya dan Biaya Itu Hangus, Tapi …

Ini adalah fakta dalam asuransi, dan mindset anda dalam berasuransi harus disesuaikan dengan fakta ini. Jika tidak disesuaikan, anda akan merasa rugi.

Asuransi itu biaya dan biaya itu hangus. Ini fakta yang harus disadari.

Tapi ada tapinya. Apa itu? Biaya yang dibayarkan untuk asuransi jauh lebih kecil jika dibandingkan biaya yang timbul dari musibah yang mungkin terjadi jika tanpa asuransi.

Perbandingannya antara puluhan hingga ribuan kali lipat, tergantung jenis asuransi dan profil nasabah.

Contoh: asuransi kesehatan. Premi asuransi kesehatan hanya beberapa ratus ribu sebulan atau beberapa juta setahun, tapi dapat menanggung biaya sakit mulai dari puluhan juta, ratusan juta, hingga miliaran.

Orang dapat saja keberatan membayar biaya ratusan ribu sebulan, dan dia memilih tidak mengambil asuransi kesehatan, tapi yakinlah bahwa membayar biaya ratusan juta ketika sakit itu jauh lebih berat dan belum tentu mampu.

Tapi kan belum tentu sakit? Ya, betul. Tapi mungkin juga sakit. Iya kan?

Jadi ini pilihan saja: membayar ratusan ribu setiap bulan (yang pasti terjadi jika ikut asuransi), atau membayar ratusan juta sekaligus (yang belum tentu terjadi tapi mungkin terjadi).

Tak ada yang memaksa. Setiap pilihan di atas ada konsekuensinya. Itu saja yang perlu disadari.

Contoh lagi: asuransi rumah. Premi asuransi rumah hanya beberapa ratus ribu sampai beberapa juta setahun (tidak ada yang bulanan), tapi dapat menanggung biaya kerusakan rumah mulai ringan hingga total, yang butuh biaya mulai puluhan juta hingga miliaran rupiah.

Orang dapat saja keberatan membayar beberapa ratus ribu setahun, dan dia memilih tidak mengambil asuransi rumah. Tapi yakinlah bahwa ketika terjadi kerusakan yang berat, entah akibat kebakaran atau gempa, biaya yang harus dia bayar akan jauh lebih besar.

Tapi kan belum tentu kebakaran? Ya, betul. Tapi mungkin juga kebakaran, ya kan? Siapa yang tahu.

Jadi ini pilihan saja: membayar beberapa ratus ribu setiap tahun (yang pasti terjadi jika ikut asuransi), atau membayar ratusan juta hingga kehilangan rumah (yang belum tentu terjadi tapi mungkin terjadi).

Tak ada yang memaksa. Setiap pilihan di atas ada konsekuensinya. Itu saja yang perlu disadari.

Begitu pula dengan asuransi jenis lainnya, baik asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, asuransi penyakit kritis, asuransi perjalanan, asuransi mobil, asuransi pengiriman barang, dan sebagainya. Premi yang dibayar jauh lebih kecil daripada nilai aset yang dilindunginya.

Sama seperti halnya satpam di komplek atau di rumah kita, gajinya jauh lebih kecil daripada harga rumah berikut isinya dan para penghuni yang dijaganya.

Harga program antivirus komputer jauh lebih kecil dibanding nilai data yang dilindunginya.

Harga casing HP jauh lebih kecil dibanding harga HP.

Harga helm tak seberapa sedangkan batok kepala tak ternilai harganya.


Bagaimana dengan produk asuransi unitlink alias asuransi plus investasi, yang banyak ditawarkan para agen maupun financial advisor di bank, apakah hangus juga?

Ya, sama. Unitlink terdiri atas dua bagian: asuransi dan investasi. Bagian asuransinya itu biaya, dan biaya tsb hangus. Ada biaya administrasi, biaya akuisisi (antara lain untuk komisi agen penjual), biaya pengelolaan investasi, dan biaya asuransi (atau cost of insurance atau iuran tabarru dalam asuransi syariah, yaitu biaya untuk mendapatkan manfaat asuransi), itu semua hangus alias tidak kembali ke nasabah.

Yang dapat kembali ke nasabah adalah bagian investasinya, tapi perlu dicatat bahwa nilai investasi ini tidak dijamin dan mengandung risiko (terpengaruh kondisi pasar saham dan kondisi ekonomi secara umum), serta penggunaannya terutama adalah untuk membayar biaya-biaya polis (kecuali biaya akuisisi, yang dipotong langsung dari premi) agar proteksi tetap berlangsung. Sebelum anda dapat menarik nilai investasi dari polis unitlink anda, dana yang ada akan dipotong untuk membayar biaya-biaya tsb terlebih dahulu jika sudah waktunya jatuh tempo pemotongan biaya.

Sekali lagi, asuransi itu biaya dan biaya itu hangus. Jadi, jangan berharap untung dari asuransi, walaupun itu produk asuransi yang ada tabungan atau investasinya. Niatkanlah berasuransi untuk tujuan proteksi, yaitu untuk menghindari pengeluaran besar akibat suatu musibah yang mungkin terjadi.

Demikian, semoga bermanfaat. []


Untuk konsultasi tentang asuransi, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Jadi agen asuransi Allianz sejak November 2011

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Asuransi Penyakit Kritis

Investasi Kecil Tak Masalah, Yang Penting UP Besar dan Premi Murah

Asuransi Itu Proteksi“Bagi saya investasi kecil tak masalah, yang penting UP besar dan premi murah.”

Senang saya jika mendapat nasabah yang berpikiran seperti kalimat di atas. Seperti dua hari lalu (1 November 2017), saat saya bertemu dengan seorang ayah muda usia 27 tahun di APL Tower Jakarta Barat, yang berniat mengambil asuransi penyakit kritis untuk dia dan istrinya.

“Bahkan premi hangus pun tak jadi soal. Jika nanti investasinya habis, saya bisa top up atau bayar premi lebih besar.”

Saya senang karena orang ini paham betul dengan asuransi, bahwa asuransi itu proteksi dan proteksi itu biaya. Yang namanya biaya pasti hangus. Walaupun produk yang diambilnya jenis unitlink, tetap unsur biayanya itu hangus dan itulah biaya proteksi.

Baca Juga:

Asuransi Itu Proteksi, Bukan Investasi

Asuransi apa yang diambilnya? Lanjutkan membaca “Investasi Kecil Tak Masalah, Yang Penting UP Besar dan Premi Murah”

Edukasi Asuransi

Asuransi Itu Kebutuhan

Tuhan Menjamin Rezeki Setiap Makhluk

Asuransi itu kebutuhan. Sebagai kebutuhan, dia harus dipenuhi. Jika tidak dipenuhi, maka akan memunculkan kondisi darurat. Dalam kondisi darurat, banyak hal yang tidak seharusnya terjadi, terpaksa harus terjadi. Banyak hal yang tidak seharusnya dilakukan, terpaksa harus dilakukan.

Contoh 1

Manusia mungkin mengalami sakit. Jika sakit ingin sembuh. Untuk sembuh perlu uang. Jika uang tak ada atau tak cukup, muncullah kondisi darurat. Dalam kondisi darurat, tadinya tidak perlu jual harta, terpaksa harus jual harta. Tadinya tidak perlu pinjam uang, terpaksa harus pinjam uang. Tadinya tidak perlu minta sumbangan, terpaksa harus minta sumbangan. Jika solusi-solusi di atas masih kurang, tidak mustahil ada orang yang terpaksa harus melakukan kejahatan.

Tapi jika ada asuransi, dalam hal ini asuransi yang menanggung risiko kesehatan, kondisi darurat di atas tidak perlu terjadi. Ada asuransi yang akan membayarkan biaya perawatan penyakit.

Contoh 2

Manusia mungkin meninggal dunia. Jika meninggal dunia, dia tidak bisa bekerja lagi. Jika tidak bekerja lagi, dia tidak memiliki penghasilan. Jika yang meninggal ini adalah seorang ayah atau suami yang bekerja mencari nafkah, maka keluarganya kehilangan sumber penghasilan yang biasanya mereka terima. Jika istri bisa bekerja, masalah teratasi walaupun standar hidup mungkin harus diturunkan. Tapi jika istri tidak biasa bekerja, kondisi darurat muncul. Dia harus mampu menghidupi diri dan anak-anaknya.

Di zaman dahulu, seorang janda dan anak-anak yatim bisa berlindung kepada keluarga besar, komunitas, atau sukunya. Di zaman sekarang, bahkan keluarga besar pun belum tentu bisa diharapkan. Jadi, sekarang setiap keluarga harus mandiri, jangan sampai ketika kondisi darurat muncul, tidak ada seorang pun yang mau atau mampu memberikan bantuan.

Memang Tuhan menjamin rezeki setiap makhluk, tapi tetap saja untuk itu kita harus bekerja.

Asuransi, dalam hal ini asuransi jiwa, membantu setiap orang menghadapi kondisi darurat dengan menyediakan warisan yang cukup besar untuk menopang hidup keluarga yang ditinggalkan.

Simpulan

Dari dua contoh di atas, jelas bahwa asuransi itu kebutuhan. Dan ini tidak bisa ditawar lagi.

Hanya saja, asuransi tidak bisa diambil jika orang sudah sakit. Asuransi hanya bisa diambil saat masih sehat. Inilah sebabnya terkadang orang tidak mampu melihat pentingnya asuransi sebagai satu kebutuhan yang harus dipenuhi. Dan di sinilah tugas agen asuransi.

Lanjutan

Asuransi apa saja yang harus dimiliki? Silakan dibaca di artikel “Prioritas Asuransi dalam Keluarga”.

Produk apa yang memenuhi kebutuhan asuransi tersebut? Silakan dibaca di artikel “Tapro, Produk Unggulan Allianz”.

 

Untuk konsultasi mengenai asuransi Allianz, silakan menghubungi saya, agen asuransi Allianz di Serpong Tangerang Selatan:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com 

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda