Asuransi Penyakit Kritis

Investasi Kecil Tak Masalah, Yang Penting UP Besar dan Premi Murah

Asuransi Itu Proteksi“Bagi saya investasi kecil tak masalah, yang penting UP besar dan premi murah.”

Senang saya jika mendapat nasabah yang berpikiran seperti kalimat di atas. Seperti dua hari lalu (1 November 2017), saat saya bertemu dengan seorang ayah muda usia 27 tahun di APL Tower Jakarta Barat, yang berniat mengambil asuransi penyakit kritis untuk dia dan istrinya.

“Bahkan premi hangus pun tak jadi soal. Jika nanti investasinya habis, saya bisa top up atau bayar premi lebih besar.”

Saya senang karena orang ini paham betul dengan asuransi, bahwa asuransi itu proteksi dan proteksi itu biaya. Yang namanya biaya pasti hangus. Walaupun produk yang diambilnya jenis unitlink, tetap unsur biayanya itu hangus dan itulah biaya proteksi.

Baca Juga:

Asuransi Itu Proteksi, Bukan Investasi

Asuransi apa yang diambilnya? Lanjutkan membaca “Investasi Kecil Tak Masalah, Yang Penting UP Besar dan Premi Murah”

Edukasi Asuransi

Asuransi Itu Kebutuhan

Tuhan Menjamin Rezeki Setiap Makhluk

Asuransi itu kebutuhan. Sebagai kebutuhan, dia harus dipenuhi. Jika tidak dipenuhi, maka akan memunculkan kondisi darurat. Dalam kondisi darurat, banyak hal yang tidak seharusnya terjadi, terpaksa harus terjadi. Banyak hal yang tidak seharusnya dilakukan, terpaksa harus dilakukan.

Contoh 1

Manusia mungkin mengalami sakit. Jika sakit ingin sembuh. Untuk sembuh perlu uang. Jika uang tak ada atau tak cukup, muncullah kondisi darurat. Dalam kondisi darurat, tadinya tidak perlu jual harta, terpaksa harus jual harta. Tadinya tidak perlu pinjam uang, terpaksa harus pinjam uang. Tadinya tidak perlu minta sumbangan, terpaksa harus minta sumbangan. Jika solusi-solusi di atas masih kurang, tidak mustahil ada orang yang terpaksa harus melakukan kejahatan.

Tapi jika ada asuransi, dalam hal ini asuransi yang menanggung risiko kesehatan, kondisi darurat di atas tidak perlu terjadi. Ada asuransi yang akan membayarkan biaya perawatan penyakit.

Contoh 2

Manusia mungkin meninggal dunia. Jika meninggal dunia, dia tidak bisa bekerja lagi. Jika tidak bekerja lagi, dia tidak memiliki penghasilan. Jika yang meninggal ini adalah seorang ayah atau suami yang bekerja mencari nafkah, maka keluarganya kehilangan sumber penghasilan yang biasanya mereka terima. Jika istri bisa bekerja, masalah teratasi walaupun standar hidup mungkin harus diturunkan. Tapi jika istri tidak biasa bekerja, kondisi darurat muncul. Dia harus mampu menghidupi diri dan anak-anaknya.

Di zaman dahulu, seorang janda dan anak-anak yatim bisa berlindung kepada keluarga besar, komunitas, atau sukunya. Di zaman sekarang, bahkan keluarga besar pun belum tentu bisa diharapkan. Jadi, sekarang setiap keluarga harus mandiri, jangan sampai ketika kondisi darurat muncul, tidak ada seorang pun yang mau atau mampu memberikan bantuan.

Memang Tuhan menjamin rezeki setiap makhluk, tapi tetap saja untuk itu kita harus bekerja.

Asuransi, dalam hal ini asuransi jiwa, membantu setiap orang menghadapi kondisi darurat dengan menyediakan warisan yang cukup besar untuk menopang hidup keluarga yang ditinggalkan.

Simpulan

Dari dua contoh di atas, jelas bahwa asuransi itu kebutuhan. Dan ini tidak bisa ditawar lagi.

Hanya saja, asuransi tidak bisa diambil jika orang sudah sakit. Asuransi hanya bisa diambil saat masih sehat. Inilah sebabnya terkadang orang tidak mampu melihat pentingnya asuransi sebagai satu kebutuhan yang harus dipenuhi. Dan di sinilah tugas agen asuransi.

Lanjutan

Asuransi apa saja yang harus dimiliki? Silakan dibaca di artikel “Prioritas Asuransi dalam Keluarga”.

Produk apa yang memenuhi kebutuhan asuransi tersebut? Silakan dibaca di artikel “Tapro, Produk Unggulan Allianz”.

 

Untuk konsultasi mengenai asuransi Allianz, silakan menghubungi saya, agen asuransi Allianz di Serpong Tangerang Selatan:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: myallisya@gmail.com 

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Edukasi Asuransi, Investasi

Ambil Unit-link untuk Investasi? Pikir-pikir Lagi Deh.

RD 4Banyak agen asuransi menawarkan produk unit-link dengan iming-iming investasi. Tahun kesekian dapat uang sekian, uangnya bisa dipakai untuk pendidikan anak, bisa dipakai pensiun, bisa untuk jalan-jalan, dsb.

Benarkah demikian? Belum tentu. Belum tentu berarti: bisa jadi ya, bisa jadi tidak. Kenyataannya akan tergantung banyak hal. Dengan kata lain, investasi itu tidak dijamin.

Dan terkait dengan pekerjaan sebagai agen asuransi, menjual sesuatu yang tidak dijamin itu akan tidak menenangkan. Padahal asuransi itu sendiri sesuai pengertian harfiahnya adalah proteksi, perlindungan, atau jaminan. Jadi, agen asuransi mestinya menjual sesuatu yang bisa memberikan perlindungan bagi nasabahnya. Lanjutkan membaca “Ambil Unit-link untuk Investasi? Pikir-pikir Lagi Deh.”