Asuransi Jiwa

Payung Keluarga, Asuransi Jiwa Kredit Mikro dari Allianz

PayungPayung Keluarga adalah asuransi jiwa kredit untuk segmen koperasi, BPR (Bank Perkreditan Rakyat), BMT (Baitul Mal wat-Tamwil), ataupun perusahaan fintech (financial technology) yang menyelenggarakan kegiatan simpan-pinjam. Payung Keluarga melindungi lembaga pemberi pinjaman maupun keluarga debitur (peminjam) dengan cara melunasi sisa pinjaman jika debitur meninggal dunia di tengah masa kredit. Dengan demikian, keluarga debitur tidak perlu membayar warisan utang, dan lembaga pemberi pinjaman pun tidak dirugikan.

Payung Keluarga tergolong asuransi mikro karena preminya mulai dari angka yang sangat rendah, hanya beberapa ribu per orang per tahun, dan menyediakan UP kecil mulai kurang dari 1 juta sampai maksimal 200 juta, tergantung plafon pinjaman.

Keunggulan

  1. Single rate, tarif premi sama untuk usia 17 sd 60 tahun.
  2. Rate murah (iuran terjangkau).
  3. Klaim cepat, santunan diterima tidak lebih dari 10 hari kerja setelah dokumen klaim lengkap.

Lanjutkan membaca “Payung Keluarga, Asuransi Jiwa Kredit Mikro dari Allianz”

Asuransi Jiwa, Pengetahuan Asuransi

Menjadikan Polis Asuransi Jiwa Individu sebagai Banker’s Clause

Hasil gambar untuk banker clauseDi bulan September – Oktober 2017 ini, saya baru saja membantu seorang nasabah menjadikan polis asuransi jiwanya sebagai banker’s clause di bank tempat dia mengajukan kredit. Nasabah punya polis asuransi jiwa dengan UP 850 juta, sedangkan nilai pinjamannya 750 juta.

Apa itu banker’s clause atau klausula bank?

Jika anda mengajukan pinjaman ke bank, baik itu pinjaman untuk mencicil rumah (KPR), pinjaman untuk mencicil kendaraan (KKB), pinjaman usaha, dan pinjaman lainnya, anda diwajibkan memiliki asuransi jiwa dengan UP (uang pertanggungan) yang nilainya sama dengan nilai pinjaman.

Fungsi asuransi jiwa kredit ini adalah untuk melindungi pihak bank dari kerugian akibat gagal bayar yang mungkin terjadi jika peminjam meninggal dunia. Tapi sebetulnya terutama melindungi pihak peminjam, atau ahli warisnya, dari penyitaan aset (yang menjadi jaminan) yang akan dilakukan bank jika utang tidak dapat dilunasi karena peminjam meninggal dunia. Lanjutkan membaca “Menjadikan Polis Asuransi Jiwa Individu sebagai Banker’s Clause”