Asuransi Jiwa

Asuransi Jiwa, Solusi Praktis untuk Biaya Saur Matua di Batak

Saur Matua

A: Eh, kamu sudah siapin duit buat saur matua belum?

Z: Belum.

A: Sini aku bantu siapin, mau gak?

Z: Caranya gimana?

A: Dicicil dari sekarang. Berapa umur bapakmu?

Z: Kira-kira hampir 60 tahun.

A: Sehat?

Z: Sejauh ini sehat, tidak pernah dirawat.

A: Bagus. Berapa kira-kira dana yang kamu butuhkan untuk saur matua?

Z: Minimal 100 jutalah.

A: Oke. Kalau 100 juta, kamu cukup cicil 400 ribu tiap bulan.

Z: Kapan dana 100 juta bisa dicairkan?

A: Kapan pun bapakmu tutup usia.

Z: Biarpun baru bayar satu kali?

A: Iya, biarpun baru bayar satu kali.

Z: Okelah. Tapi gimana cara ngomongnya ke bapakku?

A: Sini sama aku, biar aku yang ngomong.

Z: Oke.

Apa itu saur matua? Lanjutkan membaca “Asuransi Jiwa, Solusi Praktis untuk Biaya Saur Matua di Batak”

Asuransi Jiwa

Asuransi Jiwa, Solusi Praktis untuk Mempersiapkan Biaya Upacara Ngaben di Bali

Sejumlah warga dan wisatawan menyaksikan pembakaran peti jenazah berbentuk sapi yang berisi jenazah Alm. Tjokorda Istri Sri Tjandrawati yaitu keluarga raja Puri Saren Ubud dalam upacara Ngaben di Ubud, Gianyar, Bali, Jumat (1/11).

Ngaben adalah upacara pembakaran jenazah pada umat Hindu di Bali. Ngaben bertujuan untuk menyucikan roh orang yang meninggal supaya cepat kembali kepada Sang Pencipta.

Upacara ngaben bersifat wajib bagi yang setiap orang Hindu di Bali. Jika belum dilaksanakan, akan terasa sebagai utang yang wajib dibayar kepada leluhur.

Tapi bukan rahasia bahwa biaya upacara ngaben itu mahal. Bisa puluhan juta, ratusan, bahkan sampai miliaran, tergantung strata sosial-ekonomi orang dari meninggal. Lanjutkan membaca “Asuransi Jiwa, Solusi Praktis untuk Mempersiapkan Biaya Upacara Ngaben di Bali”

Asuransi Jiwa, Edukasi Asuransi, Uncategorized

Perlukah Anak Mempersiapkan Warisan untuk Orangtua?

Untuk anda, anak yang berbakti kepada orangtua, yang membiayai kehidupan orangtua anda, dan orangtua anda pun bergantung secara ekonomi kepada anda. Bacalah ini dan renungkan.

Suze Orman ttg Asuransi Jiwa

Lazimnya, warisan itu dari orangtua untuk anak, karena orangtua (ayah, ibu) lebih dulu lahir, lebih dulu mengumpulkan harta, dan secara statistik biasanya lebih dulu meninggal dibanding anak.

Tapi statistik hanya bicara keumuman. Dalam kenyataan selalu ada deviasi atau penyimpangan. Ada banyak orangtua yang berumur panjang hingga melewati masa produktif, tapi tidak berhasil mengumpulkan harta yang cukup sehingga hidupnya pun bergantung pada anak-anaknya.

Dalam kondisi seperti ini, perlukah anak mempersiapkan warisan untuk orangtuanya? Jawabnya adalah perlu. Mengapa? Karena bukan tidak mungkin anak meninggal lebih dulu dibanding orangtua. Dan jika itu terjadi, orangtua akan kehilangan orang yang memberinya nafkah, padahal usia mereka sudah tua dan mungkin tidak bisa diharapkan lagi untuk bekerja. Lalu siapa yang akan menghidupi mereka?

Lanjutkan membaca “Perlukah Anak Mempersiapkan Warisan untuk Orangtua?”