Asuransi Syariah

Asuransi Haram?

Asuransi Haram 3

A : Saya gak mau ikut asuransi. Haram.

B : Kata siapa?

A : Kata guru saya.

B : Okelah kalau gak mau ikut asuransi. Cuma kalau kamu sakit, tanya guru kamu, mau gak dia bayarin biaya berobat kamu?

A : ?!@#$

B : Lalu kalau kamu pergi dari dunia ini, mau gak guru kamu menanggung biaya hidup dan sekolah anak-anak kamu sampai mereka mandiri?

A : ?!@#$

B : Kalau sudah mengharamkan, mestinya tanggung jawab dong. Iya kan?

A : Kata guru saya, tawakal saja, pasti Allah akan menjaga.

B : Tawakal itu wajib, tapi ikhtiar atau nyareat juga wajib. Siapa tahu, Allah menjaga kita lewat asuransi. Betul?

A : Betul juga. Ya udah deh, saya ikut asuransi. Tapi ini asuransi syariah kan?

B : Iya, ini asuransi syariah. Sudah ada fatwa halalnya dari para ulama di MUI.

A : Baiklah. []

Fatwa MUI tentang halalnya asuransi syariah bisa dibaca di “Fatwa MUI tentang Asuransi Syariah“.

Produk asuransi syariah yang tersedia di Allianz ada dua:

  1. Tapro Allisya Protection Plus: asuransi jiwa jenis unit-link dengan manfaat lengkap: asuransi jiwa, rawat inap cashless, rawat inap reimburse, penyakit kritis, kecelakaan/cacat, dan pembebasan premi.
  2. Allisya Care: asuransi kesehatan rawat inap cashless, murni tanpa investasi.

 

Untuk konsultasi mengenai asuransi syariah dari Allianz, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan [Business Partner]

HP/WA 082111650732 | myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

 

Asuransi Syariah, Edukasi Asuransi

4 Manfaat Asuransi Syariah Secara Muamalah

4C3A4580-910F-49E4-947D-3521F4ADEAFD

Posted by denjo.

London tercatat sebagai pusat keuangan syariah terkemuka di Barat. Inggris merintis sejumlah industri keuangan syariah dengan perkembangan yang signifikan. Aset lembaga keuangan Inggris yang menawarkan layanan keuangan syariah mencapai 4,5 miliar dolar pada akhir 2014. Dari lebih dari 20 bank di Inggris, lima diantaranya menerapkan sistem obligasi Syariah sepenuhnya dan menawarkan layanan keuangan syariah, hampir dua kali lipat dari Amerika Serikat. Saat ini terdapat lebih dari 100 ribu pelanggan ritel keuangan syariah di Inggris. (Sumber:http://m.republika.co.id/berita/ekonomi/syariah-ekonomi/15/11/05/nxbcrf382-inggris-pimpin-pasar-keuangan-syariah-terbesar-di-barat#)

Dengan membaca berita diatas, timbul beberapa pertanyaan?

• Mengapa Negara Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim masih menerapkan sistem konvensional (non-syariah)?

Dominasi pemikiran sistem konvensional menjadikan sistem syariah belum mampu berjalan sebagaimana yang diharapkan. Padahal sistem syariah berisi tuntunan dan pedoman ideal yang mampu mengakomodir kebutuhan hidup manusia, baik di dunia maupun di akhirat.

Secara tidak disadari didalam memenuhi kebutuhan hidup berumah tangga masih dipenuhi produk-produk konvensional, seperti menabung pada Bank konvensional, Asuransi konvensional, Kredit kepemilikan rumah dan bermotor konvensional dsb.

• Mengapa Negara Indonesia masih berkutat pada perdebatan para praktisi mengenai kajian-kajian keuangan syariah yang notabennya sudah halal?

Banyak praktisi yang hanya mengerti tentang hukum ekonomi namun tidak mengerti hukum syariah. Di sisi lain, juga terdapat praktisi yang hanya paham tentang hukum syariah, namun tidak mengerti hukum ekonomi.

Agar trend syariah bertumbuh maksimal, diperlukan praktisi yang paham tentang ekonomi namun juga ahli dalam hal syariah. Untuk dari itu dibutuhkan peran dari Lembaga Keuangan Syariah (LKS), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Syariah Nasional (DSN)

4 Manfaat Asuransi Syariah Secara Muamalah
Majunya bangsa ini dimulai dari diri sendiri, dengan cara berasuransi syariah untuk
merencanakan masa depan keluarga yang sejahtera penuh dengan keberkahan dunia maupun akhirat. Berikut adalah 4 manfaat asuransi secara muamalah:

1. Melalui asuransi syariah kita belajar untuk hidup saling tolong-menolong dalam hal kebaikan, dengan cara menyisihkan sebagian penghasilan untuk dikontribusikan kepada peserta lain yang mengalami musibah, seperti sakit dan meninggal dunia.
2. Melalui asuransi syariah merupakan wujud tanggung jawab kepada seluruh anggota keluarga yang ditinggalkan karena meninggal dunia. Jangan sampai keluarga yang ditinggalkan tidak mencukupi nafkahnya dan jangan sampai mereka mengemis ataupun meminta-minta kepada orang lain.

3. Melalui asuransi syariah dapat memutuskan tali kemiskinan, sebab kemiskinan mendekati pada kekafiran.

4. Melalui asuransi syariah dapat menghindari diri dari bahaya riba, sebab seorang yang sedang mengalami musibah seperti sakit sudah pasti membutuhkan biaya. Solusi cepat mendapatkan dana untuk biaya pengobatan rumah sakit adalah meminjam dana pada rentenir atau lintah darat.

Dengan jaminan mayoritas penduduk di negara muslim tentunya akan mampu menerima asuransi syariah, tetapi perkembangan asuransi syariah tidak seperti apa yang dibayangkan. Walaupun demikian, saya yakin asuransi syariah akan lebih diterima masyarakat. Tahap demi tahap masyarakat akan lebih membuka diri terhadap asuransi syariah dan perlahan meninggalkan asuransi konvensional yang dimiliki saat ini.

Meninggalkan asuransi konvensional lebih baik karena sebagai hamba sudah tentu memegang prinsip apa yang dilarang didalam Islam.

3 Prinsip Asuransi Syariah yaitu:
1. Melarang Maisyir
Maisyir adalah suatu tindakan perjudian yang berarti seseorang ingin mendapatkan harta tanpa harus bersusah payah bekerja juga suatu tindakan memperkaya diri dengan cara merugikan orang lain.
2. Larangan Gharar
Gharar yaitu suatu tindakan penipuan yang dapat merugikan orang lain, dimana dalam transaksi terdapat unsur- unsur tersembunyi yang dilakukan oleh salah satu pihak untuk mendapatkan keuntungan.
Gharar berakibat sangat buruk yaitu akan menimbulkan kebencian pada pihak yang bertransaksi.
3. Larangan Riba
Yaitu tambahan atas suatu transaksi yang dilakukan biasanya dalam utang piutang yaitu dalam bentuk bunga. Islam tidak membenarkan riba dalam bentuk apapun walaupun keduanya sama-sama rela, kecuali dalam bentuk bonus atau bentuk terima kasih peminjam kepada yang meminjami.

Kesimpulan
Asuransi syariah memiliki banyak sekali maslahat untuk bermuamalah.
Asuransi syariah halal dan berkah.
Menjadi peserta asuransi syariah adalah satu cara mendapatkan pahala, Insya Allah.

Berkonsultasi secara gratis, hubungi:

Suhardeni

0812-8263-0856

phat_family46@yahoo.com

 

 

 

 

 

 

Edukasi Asuransi

Asuransi sebagai Jaring Pengaman Sosial

Kamar kelas 3
Ruang perawatan kelas 3

Di beberapa provinsi dan kabupaten/kota, jika ada warganya yang sakit dan orang itu bersedia dirawat di kamar kelas 3 (kamar paling ramai penghuni), maka biaya perawatannya gratis. Siapa yang bayar? Pemerintah daerah. Dari mana uangnya? Tentunya dari dana yang memang dianggarkan untuk keperluan itu, semacam dana jaminan sosial atau dana jaring pengaman sosial.

Bagaimana jika orang itu tidak bersedia dirawat di kamar kelas 3, tapi maunya di kelas 2 atau kelas 1, atau bahkan di ruang VIP dan VVIP? Tentunya dia harus mengusahakan biayanya sendiri.

Orang yang bersedia dirawat di rumah sakit kamar kelas 3 dianggap orang tidak mampu, dan negara hadir untuk membantu mereka.

Sedangkan orang yang ingin mendapatkan penanganan lebih baik, lebih nyaman, atau bahkan ingin fasilitas eksklusif, dianggap orang mampu dan dia tidak mungkin mengandalkan bantuan pemerintah.

Walaupun dianggap mampu, bukan berarti mereka ini pasti punya uang ketika tiba-tiba harus mengalami sakit. Banyak dari mereka justru rentan jatuh miskin ketika terkena musibah, tapi pada saat yang sama bantuan pemerintah dan lembaga sosial lain belum berpihak ke mereka.

Tapi ada satu cara bagi warga yang tergolong mampu untuk mendapatkan jaring pengaman sosial ketika terkena musibah tertentu. Cara itu ialah asuransi.

Asuransi ada bermacam-macam, tergantung jenis risiko yang ditanggungnya. Ada asuransi kesehatan, yang memberikan penggantian biaya ketika seseorang dirawat inap di rumah sakit. Dengan asuransi kesehatan yang dimiliki sendiri, dia dapat memilih kelas perawatan sesuai dengan nilai premi yang disetornya. Asuransi kesehatan dilengkapi fasilitas kartu cashless, sehingga orang yang memilikinya dapat langsung dirawat tanpa harus menyetor sejumlah deposit.

Ada lagi asuransi jiwa, yang memberikan sejumlah uang tunai ketika seseorang meninggal dunia. Uang tunai ini tentu saja diberikan kepada ahli waris dari orang yang meninggal. Kita tahu, kejadian meninggal dunia, khususnya jika menimpa pencari nafkah dalam keluarga, bisa berarti kehilangan sumber penghasilan bagi keluarga tersebut. Asuransi jiwa menjadi jaring pengaman sosial bagi keluarga yang ditinggalkan untuk melanjutkan kehidupannya.

Lalu ada lagi asuransi penyakit kritis, yang memberikan sejumlah uang tunai ketika seseorang mengalami penyakit kritis. Kita tahu, penyakit kritis seperti kanker, jantung, stroke, dan gagal ginjal menimbulkan biaya yang teramat besar. Selain itu juga mengakibatkan hilangnya kemampuan produktif dan penghasilan. Asuransi yang dikhususkan untuk penyakit kritis akan menjadi jaring pengaman sosial yang tepat jika hal ini terjadi.

Asuransi bukan satu-satunya jaring pengaman sosial. Lagi pula tidak semua musibah memerlukan asuransi. Tapi untuk musibah-musibah tertentu, yaitu yang tidak dapat diprediksi waktu kejadiannya dan membutuhkan biaya besar, hanya asuransilah jaring pengaman sosial yang tepat. Untuk kejadian-kejadian selain itu, secara umum dapat disiapkan melalui tabungan atau investasi.

Orang yang memiliki asuransi sendiri, secara langsung dia telah membantu negara dalam menyediakan jaring pengaman sosial bagi warganya. Dengan demikian, dana jaring pengaman sosial yang dianggarkan negara bisa dimaksimalkan untuk membantu warga yang memang betul-betul tidak mampu.

Oleh karena itu, saya tidak habis pikir dengan orang yang mengharamkan asuransi, bahkan asuransi syariah pun masih mereka haramkan. Bagaimana mungkin dana jaring pengaman sosial yang wajib ada dalam lingkup negara, menjadi haram ketika disiapkan secara mandiri oleh individu-individu? []

 

Untuk konsultasi GRATIS mengenai asuransi, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan [Senior Business Partner ASN]

HP/WA: 082111650732 | Email: myallisya@gmail.com | Tinggal di Serpong Tangerang Selatan