Asuransi Jiwa, Edukasi Asuransi

Untuk Urusan Utang-Piutang, Silakan Menghubungi Ahli Waris

Utang PiutangPernahkah anda mengikuti upacara pemakaman? Apa pun agama anda, pastilah anda akan mendengar ungkapan semacam ini, yang diucapkan pemimpin upacara ataupun pihak keluarga.

“Untuk urusan terkait utang-piutang dengan almarhum, dipersilakan menghubungi ahli waris.”

Jika anda adalah ahli waris dari orang yang meninggal, bagaimana perasaan anda?

Jika ternyata orang-orang yang datang kepada anda adalah para penagih utang, bagaimana sikap anda?

Jika utang tersebut ternyata sangat besar sehingga anda dan ahli waris lainnya tidak mampu membayarnya, apa yang anda lakukan?

Jika almarhum tidak meninggalkan warisan apa pun, atau warisannya tidak cukup untuk melunasi utang-utangnya, bagaimana anda mengatasi masalah ini?

Jika tiba-tiba datanglah seorang yang mengaku agen asuransi, dan berkata bahwa almarhum memiliki asuransi jiwa dengan uang pertanggungan 1 miliar, yang itu lebih dari cukup untuk membayar utang almarhum, bagaimana perasaan anda?

Lanjutkan membaca “Untuk Urusan Utang-Piutang, Silakan Menghubungi Ahli Waris”

Asuransi Jiwa, Edukasi Asuransi, Uncategorized

Perlukah Anak Mempersiapkan Warisan untuk Orangtua?

Untuk anda, anak yang berbakti kepada orangtua, yang membiayai kehidupan orangtua anda, dan orangtua anda pun bergantung secara ekonomi kepada anda. Bacalah ini dan renungkan.

Suze Orman ttg Asuransi Jiwa

Lazimnya, warisan itu dari orangtua untuk anak, karena orangtua (ayah, ibu) lebih dulu lahir, lebih dulu mengumpulkan harta, dan secara statistik biasanya lebih dulu meninggal dibanding anak.

Tapi statistik hanya bicara keumuman. Dalam kenyataan selalu ada deviasi atau penyimpangan. Ada banyak orangtua yang berumur panjang hingga melewati masa produktif, tapi tidak berhasil mengumpulkan harta yang cukup sehingga hidupnya pun bergantung pada anak-anaknya.

Dalam kondisi seperti ini, perlukah anak mempersiapkan warisan untuk orangtuanya? Jawabnya adalah perlu. Mengapa? Karena bukan tidak mungkin anak meninggal lebih dulu dibanding orangtua. Dan jika itu terjadi, orangtua akan kehilangan orang yang memberinya nafkah, padahal usia mereka sudah tua dan mungkin tidak bisa diharapkan lagi untuk bekerja. Lalu siapa yang akan menghidupi mereka?

Lanjutkan membaca “Perlukah Anak Mempersiapkan Warisan untuk Orangtua?”