Bisnis Asuransi

2 Misi Agen Asuransi Allianz

 

sukses-asuransi

Setiap pekerjaan ada misi atau tujuannya. Jika misi ini dihayati dengan benar dan dijalankan dengan sungguh-sungguh, hasilnya akan maksimal dan memuaskan.

Adapun misi agen asuransi Allianz, yang tergabung dalam ASN (Allianz Star Network), ada dua:

  1. Membantu banyak orang terhindar dari bencana finansial.
  2. Membantu banyak orang mencapai kebebasan finansial.

Misi pertama dicapai melalui produk asuransi jiwa dan kesehatan yang disediakan oleh Allianz. Misi kedua dicapai melalui bisnis sebagai agen asuransi di ASN.

Hanya dengan menjalankan dua misi tersebut, seorang agen ASN akan mampu meraih kebebasan finansial untuk dirinya sendiri.

Seorang agen bisa saja lebih digerakkan oleh misi pribadinya, misalnya ingin kaya. Tapi dalam praktiknya, dia harus menjalankan dua misi untuk orang lain terlebih dahulu.

Bisnis yang pertama dan terutama bukanlah tentang mencari keuntungan bagi diri sendiri, tapi bagaimana memberikan keuntungan bagi pihak lain melalui layanan yang diberikan.

Semakin baik layanan yang bisa diberikan bagi orang lain, semakin sukses pebisnis itu.

Misi Pertama: Membantu Banyak Orang Terhindar dari Bencana Finansial

Bencana finansial dapat menimpa siapa saja, tak peduli usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan kondisi kesehatan. Bencana finansial dapat berwujud kehilangan sedikit uang, kehilangan seluruh aset, hingga terjebak dalam kubangan utang yang besar.

Produk asuransi membantu para pesertanya terhindar dari bencana keuangan akibat risiko-risiko yang tidak dapat diprediksi, yaitu Rawat inap, Sakit kritis, Cacat tetap, dan Meninggal dunia, disingkat RSCM. Semua risiko tsb membutuhkan uang yang besar, tapi kebutuhan akan uang tsb dapat disiapkan sejak jauh-jauh hari melalui produk asuransi yang tepat.

Klaim Denny Indrayana
Sakit kritis menimbulkan bencana keuangan yang parah, tapi asuransi penyakit kritis dari Allianz dapat menghindarkannya.

Tugas agen asuransi adalah mengedukasi masyarakat bahwa produk asuransi itu kebutuhan, yang jika tidak dipenuhi dapat mengakibatkan kebangkrutan. Kebutuhan akan asuransi tidak dapat diganti dengan cara lain dengan sama efektifnya. Dengan memiliki produk asuransi yang tepat dan memadai, kebangkrutan dapat dihindari.

Klaim Foloaro 1
Meninggal dunia menimbulkan masalah keuangan bagi keluarga yang ditinggalkan, apalagi pada budaya tertentu. Asuransi jiwa dari Allianz dapat menjadi solusi.

Semakin banyak masyarakat yang dibantu memiliki produk anti-bangkrut, yaitu asuransi, maka semakin besar penghasilan yang diterima agen. Ini wajar, sebagaimana penjual apa pun jika semakin banyak produknya yang terjual maka isi kantongnya pun semakin tebal. Dan justru itu menunjukkan dia seorang agen atau penjual yang bagus. Sebagai nasabah, anda pun tentunya ingin dilayani oleh agen yang bagus, bukan?

Misi Kedua: Membantu Banyak Orang Mencapai Kebebasan Finansial

Membantu banyak orang memiliki produk asuransi agar terhindar dari bencana keuangan adalah satu langkah yang bagus dalam kehidupan. Tapi membantu banyak orang agar mencapai kebebasan finansial adalah langkah yang lebih tinggi lagi.

Kebebasan finansial berarti tidak punya masalah dalam hal keuangan, ingin apa pun bisa diperoleh, atau setidaknya segala kebutuhan hidup terpenuhi dengan mudah.

Banyak orang mengeluh susah dapat pekerjaan, atau punya pekerjaan tapi susah meningkatkan penghasilannya. Bisnis di bidang asuransi bisa menjadi solusi, karena waktunya fleksibel sehingga dapat dilakukan secara sambilan (tapi tetap harus sepenuh hati), tidak membutuhkan pengalaman karena akan diajari caranya, dan tidak membutuhkan modal sehingga tidak usah khawatir soal risiko. Penghasilan yang diperoleh dari menjadi agen asuransi cukup besar, bisa melebihi direktur perusahaan. Tapi semua membutuhkan kerja keras dan ketekunan.

214B5537-C24C-416D-989F-AD88C5402DDF
MDIT, agen-agen Allianz dengan penghasilan minimal 1 miliar per tahun. Ada 200 lebih di Allianz. 

Jadi selain menjual produk asuransi, seorang agen di ASN pun dapat merekrut orang agar menjadi agen asuransi seperti dirinya. Bukan hanya merekrut, tapi juga mengajari orang yang direkrut agar mampu menjual produk asuransi. Agar bisa mengajari orang, tentu diri kita sendiri harus sudah mampu menjual asuransi.

Jadi, untuk langkah awal, fokus pada misi pertama agar terampil dalam menjual asuransi. Setelah mampu, baru lakukan misi kedua. Tapi tidak mengapa jika seorang agen ingin menjual produk sekaligus merekrut agen sejak awal bergabung. Sistem bisnis ASN memungkinkan hal itu.

Dengan membantu agen memiliki penghasilan, penghasilan kita sebagai perekrut pun akan meningkat. Semakin banyak agen yang kita bantu di tim kita, semakin besar pula penghasilan kita. Dan potensinya adalah tidak terbatas.

Baca juga: Daftar Agen Asuransi Allianz Terkaya di Indonesia Tahun 2018.

Demikian. []

Tertarik menjadi agen asuransi di Allianz? Silakan mengisi form berikut:

Anda juga dapat membaca artikel “Cara Menjadi Agen Allianz” untuk penjelasan yang lebih lengkap. 

Untuk konsultasi lebih lanjut tentang menjadi agen asuransi Allianz, silakan menghubungi saya: 

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA 082111650732 | Email myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Agen asuransi Allianz sejak November 2011

Anda pun dapat menghubungi agen-agen di tim saya. Klik “Cari Agen Allianz di Kota Anda“.

 

Bisnis Asuransi

7 Alasan Orang Menjadi Agen Asuransi

rahasia sukses agen asuransi 2

Tidak ada orang yang bercita-cita menjadi agen asuransi. Tapi banyak orang yang meninggalkan pekerjaannya demi menjadi agen asuransi.

Secara umum, profesi agen asuransi yang tadinya masih dipandang sebelah mata, pamornya makin naik dari waktu ke waktu. Penyebabnya karena semakin banyak agen asuransi yang sukses dan memperoleh penghasilan besar.

Penghasilan agen asuransi yang sukses bisa sangat besar, ratusan juta hingga miliaran rupiah per bulan. Sedangkan agen asuransi yang suksesnya biasa-biasa saja, setidaknya mengantongi 10 juta sd 30 juta per bulan. Adapun agen asuransi yang berpenghasilan di bawah itu bisa dikatakan belum berhasil.

Lihat juga:

Daftar Agen Asuransi Allianz Terkaya di Indonesia Tahun 2016

Apa saja alasan orang menjadi agen asuransi?

1. “Terjebak” ajakan teman.

Banyak orang yang jadi agen asuransi karena “dijebak” oleh temannya. Mereka diundang untuk hadir di suatu acara seminar yang isinya ternyata presentasi bisnis asuransi.  Tapi peluang bisnis yang ditawarkan rupanya menarik sehingga mereka pun mendaftar sebagai agen. Ada agen yang sukses bermula dari jebakan ini, ada juga yang gagal, tergantung apakah ada motivasi lain yang berkembang setelah itu.

2. Mengisi waktu luang dengan kegiatan yang menghasilkan

Biasanya alasan ini dikemukakan oleh kaum ibu rumah tangga. Untuk hidup sehari-hari mereka telah tercukupi oleh suami. Tapi menjadi agen asuransi memberikan mereka aktivitas yang bermanfaat sekaligus uang saku tambahan. Jika uang saku tambahannya ternyata terus bertambah, lama-lama kegiatan yang awalnya hanya sekadar mengisi waktu luang ini pun menjadi profesi sepenuh waktu.

3. Butuh penghasilan tambahan

Biasanya alasan ini dikemukakan golongan karyawan. Mungkin penghasilan mereka ngepas untuk kebutuhan sehari-hari, dan kalau ada tambahan akan baik sekali. Ada agen yang ketagihan penghasilan tambahan sehingga mereka jadi rajin mencari nasabah, inilah yang membawa kesuksesan. Ada pula yang akhirnya menyamankan diri dengan penghasilan yang diperoleh dari kantor, inilah yang akhirnya mundur teratur.

4. Mencari pekerjaan yang bisa menjadi tumpuan hidup

Ini adalah alasan utama saya waktu bergabung sebagai agen asuransi. Saya pernah dua kali menjadi karyawan, masing-masing selama satu tahun, dan saya berharap memperoleh pekerjaan yang bisa saya jalankan secara permanen dan hasilnya mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Akhirnya saya menemukan peluang tersebut di bisnis asuransi setelah saya hadir pada sebuah seminar besar yang membuka jiwa bisnis saya dan melihat sendiri bukti-buktinya pada agen-agen yang telah sukses.

Karena saya butuh pekerjaan yang bisa jadi tumpuan hidup, maka saya sungguh-sungguh menjalani bisnis ini dan penuh waktu sejak awal. Alhamdulillah setiap tahun saya mengalami kemajuan yang berarti. Cerita saya bisa dibaca di artikel Pengalaman Agen Asuransi.

5. Membantu banyak orang terhindar dari bencana keuangan

Biasanya alasan ini dikemukakan oleh orang yang pernah menyaksikan langsung pengalaman menyakitkan terkena musibah tanpa memiliki asuransi, atau pengalaman betapa terbantunya orang yang terkena musibah dengan memiliki asuransi.

Di Allianz, ada seorang istri yang suaminya terkena stroke sehingga tidak bisa bekerja lagi, lalu bertekad supaya tak ada lagi orang-orang yang dikenalnya mengalami hal yang sama tanpa bantuan asuransi. Ada pula seorang suami yang istrinya terkena kanker usus sehingga harus menghabiskan semua aset yang dimiliki dan berutang sana-sini. Keduanya kini menjadi top agent di ASN dan telah meraih berbagai penghargaan.

Alasan kelima ini pada akhirnya juga menjadi alasan bagi agen yang telah melewati alasan nomor 4. Termasuk saya.

6. Mencapai kebebasan finansial (dan kebebasan waktu).

Dengan sistem bisnis jaringan yang kini diterapkan hampir semua perusahaan asuransi, penghasilan agen asuransi bukan lagi terutama berasal dari penjualan pribadi, tapi dari penjualan agen-agen yang ada dalam jaringan. Inilah sumber kebebasan finansial yang sesungguhnya. Meskipun sang agen asuransi sedang sakit atau sedang berlibur, uang tetap mengalir ke rekeningnya. Semakin banyak jumlah agen yang berhasil direkrut di jaringan, semakin besar penghasilan pasif yang diperoleh.

Tapi mencapai kebebasan finansial itu tidak mudah. Merekrut dan mendidik orang agar menjadi agen asuransi itu lebih sulit daripada menjual asuransi secara pribadi. Di sini diperlukan leadership yang tinggi dan mental yang terus diasah. Oleh karena itu, banyak agen yang akhirnya mencukupkan diri dengan penjualan pribadi, karena merekrut dan mendidik orang itu lebih banyak sakit hatinya dan kadarnya lebih tinggi daripada menghadapi penolakan oleh calon nasabah.

7. Membantu banyak orang mencapai kebebasan finansial

Pada orang-orang yang telah merasakan kebebasan finansial, bukan berarti impian telah terwujud sepenuhnya. Pada titik ini akan muncul impian selanjutnya yang lebih tinggi, yaitu membantu banyak orang mencapai kebebasan finansial pula, seperti dirinya. Inilah yang menggerakkan seorang Liem Lie Sia untuk terus terus berkarya dalam bisnis ini, seperti dapat dibaca pada artikel Mimpi-Mimpi Liem Lie Sia.

Bisnis adalah Pertama-tama tentang Membantu Orang

Bagi anda agen asuransi atau calon agen asuransi, alasan manakah yang paling menggerakkan anda? Yang mana pun tak masalah dan tidak perlu merasa malu jika alasan utamanya soal uang.

Di pikiran banyak orang pada umumnya, bisnis adalah tentang mencari keuntungan. Tapi pada praktiknya, bisnis adalah pertama-tama tentang membantu orang. Keuntungan hanyalah konsekuensi logis dari aktivitas kita membantu orang.

Demikian pula dalam bisnis asuransi. Faktor penggerak awalnya boleh karena uang. Tapi yang harus dilakukan pertama kali adalah melakukan edukasi kepada orang-orang bahwa asuransi itu penting, bahwa asuransi itu kebutuhan, bahwa sakit kecelakaan cacat meninggal itu butuh uang, bahwa asuransi menyediakan uang yang dibutuhkan itu dalam waktu cepat. Selanjutnya, setelah orang-orang tersadarkan dan kemudian mengambil asuransi melalui kita, komisi atau uang hanyalah keniscayaan yang tak terhindarkan.

Begitu pula halnya ketika kita merekrut orang untuk menjadi agen asuransi di tim kita. Boleh-boleh saja yang terpikir di awal adalah penghasilan pasif tanpa batas. Tapi untuk mencapai hal itu, yang pertama harus dilakukan adalah membuka pikiran mereka – calon-calon agen – bahwa mereka butuh penghasilan tambahan, bahwa pekerjaan agen asuransi itu membantu orang agar terhindar dari bencana keuangan, bahwa punya banyak uang itu bisa membantu keluarga dan lebih banyak orang, bahwa kebebasan finansial itu baik.

Lalu setelah mereka menjadi agen, bukan berarti kita lantas segera mencapai kebebasan finansial. Itu masih jauh. Sebelumnya harus kita pastikan bahwa agen-agen di tim kita telah memahami seluk-beluk asuransi dengan baik, mampu menawarkan dan menjual asuransi kepada orang-orang, mampu mencapai omset penjualan yang ditargetkan, mampu memahami bisnis asuransi dan menerangkannya kepada orang lain, mampu merekrut agen dan mengajarkan perihal bisnis ini kepada agen-agennya.

Setelah semuanya dilakukan, ulangi lagi kepada orang-orang lainnya, dan bersabarlah dalam perjuangan. Pasti ada saatnya jatuh, merasa lemah dan putus asa, tapi sebisa mungkin lekaslah bangkit dan tetap semangat. Ketika segala usaha telah dimaksimalkan, berdoalah dan serahkan hasilnya kepada Tuhan.

Hanya agen asuransi yang telah membantu banyak orang, baik melalui produk maupun bisnis, yang berhak mencapai kesuksesan finansial.

Demikian. []

Apakah anda tertarik menjadi agen asuransi? Klik “Cara Menjadi Agen Allianz“. 

Untuk berkonsultasi tentang bisnis asuransi di Allianz, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Senior Business Partner ASN)

HP/WA 082111650732 | Email myallisya@gmail.com | Tinggal di Tangerang Selatan

Artikel terkait: